The first 200 lines.
Astaga, Jaksa Jung. Ada apa meneleponku?
Aku di Polsek Sangku mengerjakan artikel tentang kucing liar itu.
Woo Tak, aku ingin meminta bantuanmu.
Aku bisa melakukan apa saja asal permintaannya wajar.
Katakan saja, apa itu?
"11 April, Pukul 22.12"
"Di atap Gedung Sujo di Sangku-dong"
Aku bermimpi.
Di waktu dan tempat itu,
Hong Joo diserang seorang pria bernama Kang Dae Hee.
Kang Dae Hee? Siapa itu?
Dia terdakwa yang sedang diadili karena membunuh.
Membunuh?
Dia tidak mungkin dibebaskan.
Jadi, entah kenapa aku bermimpi seperti itu.
Jangan khawatir.
Akan kupastikan Hong Joo tidak di sana saat itu.
Halo?
Anda masih di sana? Di mana lokasi Anda?
Halo?
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Perlukah kutelepon divisi patroli terdekat dan meminta bantuan?
Ya, telepon saja.
Mintalah bantuan.
Baik, Pak.
Jika kamu melihat ini di mimpimu, jangan lupa kemari.
Aku di atap Gedung Sujo di Sangku-dong.
Sekarang 11 April.
Pukul 22.12.
Dia petugas patroli dari Polsek Sangku.
Kami berada di lantai satu Gedung Sujo.
- Kami butuh ambulans di sini. - Woo Tak.
- Seorang polisi ditikam. - Woo Tak!
Dia masih bernapas.
Aku bisa menangani ini. Kamu harus menangkap penjahat itu.
Dia kabur ke atap.
Kuserahkan dia kepadamu.
Pak Jung.
Blokir semua jalan keluar dan amankan TKP.
- Baik. - Pak Jung!
Astaga, kita butuh ambulans.
Kita butuh ambulans sekarang.
Pak Jung, berbahaya naik ke sana sendirian!
Pak Jung!
Astaga.
Pak Jung.
Kenapa tidak naik lift?
Dia sangat aneh.
- Berengsek kamu. - Jangan bergerak!
Silakan panggil pengacara!
Lagi pula, aku akan dibebaskan.
Panggil Pengacara Lee Yu Beom.
Suruh dia kemari!
Kenapa menaiki tangga bukan naik lift?
Aku makan malam dengan mi. Aku terpaksa lari karena kamu.
Pak Jung, jangan pergi sendiri seperti itu.
Kakimu panjang, sedangkan kami tidak.
Kalian tidak apa-apa?
Kalian terluka?
Semua sudah berakhir. Kamu baik-baik saja sekarang.
Tenanglah.
Semuanya sudah baik-baik saja.
Bagaimana dengan Woo Tak? Apakah dia baik-baik saja?
Kamu sudah siuman?
Kamu tidak apa-apa?
Dokter! Pasien baru saja siuman!
Kyung Han!
Kamu di mana? Letnan Han siuman!
Bagaimana dengan Hong Joo?
Apa dia baik-baik saja?
Ya, aku di sini. Aku baik-baik saja.
Syukurlah, kamu baik-baik saja.
Kamu yang tidak baik-baik saja.
Kamu yang nyaris mati, Bodoh.
Kamu sungguh baik-baik saja? Kamu bisa mengenali kami?
Aku siapa?
Kamu Kyung Han.
Ya, benar.
Aku Oh Kyung Han, seniormu.
Kamu sudah bisa mengenali orang.
Kamu menangkap pelakunya?
Ya, dia sudah ditahan.
Pak Kang, kamu memintaku mengisi tong yang tidak beralas.
Kamu harus memberitahuku di mana lubangnya
agar aku bisa menutupnya dan mengisi tongnya dengan air.
Aku bisa mengisinya sendiri.
Aku melakukannya terakhir kali. Kenapa kali ini tidak bisa?
"Dilarang berisik"
Permisi.
Bisa tolong panggilkan Pengacara Lee Yu Beom kemari?
Hei, panggil Pengacara Lee Yu Beom!
Panggilkan pengacaraku. Suruh dia kemari sekarang!
Cepat suruh Lee Yu Beom kemari!
Suruh Lee Yu Beom kemari.
Cepat suruh Lee Yu Beom kemari!
Sekarang!
Astaga, itu pertama kalinya aku ditikam.
Yang kita lihat di film itu sepenuhnya bohong.
Aktor tetap berkelahi meskipun sudah ditikam berkali-kali.
Itu mustahil di kehidupan nyata.
Begitu kamu ditikam, kamu kehilangan seluruh tenagamu.
Aku bahkan tidak mampu mengangkat jariku.
Maaf, semua ini terjadi karena perkataanku kepadamu.
Apa maksudmu?
Lihat ini. Aku bahkan tidak bisa membuka tutupnya.
Aku memintamu melindungi Hong Joo.
Apa maksudmu?
Aku sangat bersyukur kamu memberitahuku.
Bagaimana nasib Kang Dae Hee?
Dia tidak akan lolos dengan mudah.
Kita memiliki bukti bahwa dia meracuni adiknya sampai tewas.
Adik perempuannya juga memutuskan bersaksi melawannya di persidangan.
Terlebih lagi, jaksa yang bertugas sangat bisa diandalkan.
Siapa?
Aku.
Apa?
"Kantor Kejaksaan Distrik Hangang Seoul"
Ini milikku.
- Pak Choi. - Baiklah, aku dengar.
Astaga, Pak Jung. Lihat wajahmu.
Apa penjahat itu, Kang Dae Hee, memukulmu?
Aku bukan dipukul. Ini hanya luka kecil,
yang aku dapat saat berusaha melawannya. Ini hanya sepele.
Pak Choi, kenapa kamu biasa saja melihat Pak Jung terluka?
Bukankah kalian pergi bersama?
Ya, aku ke TKP bersama dia.
Dia naik empat tangga sekaligus. Bagaimana aku bisa mengejarnya?
Aku hanya bisa dua anak tangga.
Empat anak tangga sekaligus?
Begitu rupanya. Kurasa itu karena kakinya panjang.
Ini...
Jadi, kamu melawan pembunuh itu sendirian?
Itu yang kubilang.
Dia menghampirinya dengan berani sebab dia sabuk hitam tingkat empat.
Sabuk hitam tingkat empat? Bagaimana denganmu, Pak Choi?
Aku juga sabuk hitam.
Setiap orang yang masuk militer memegang sabuk hitam tingkat satu.
Tendangan ke depan.
Tendangan ke samping.
Lihat. Sudutnya sempurna.
Pak Jung, apa hal terpenting dalam menjalankan surat perintah?
Pak Choi, kita bisa membahas itu secara pribadi.
Tidak! Tolong jawab sekarang.
Apa itu?
Itu... Menangkap tersangka?
Salah! Jawabannya salah.
Keamananmu. Menangkap tersangka setelah itu.
Hei.
Itu benar.
Tapi jangan mengkritiknya karena membalik urutannya.
Benar. Aku setuju, Pak.
Bagus. Aku tidak menyangka kamu mengerjakan semuanya sendiri.
Tidak, Pak Choi juga bekerja keras.
Bagus. Astaga, lenganmu sangat keras.
Pak Jung, kamu cerdas dan fisikmu kuat.
Lanjutkan kerja bagusmu.
Kalian berdua pria.
Apa kamu dari spesies lain?
Terima kasih telah mengingatkanku akan hal itu.
Aku akan mengingat nasihatmu.
Sampai nanti.
Kapan aku mengingatkannya?
Apa aku mengingatkannya?
Tidak, itu penghinaan.
Kamu menghina diri sendiri.
Dengan kata lain, kamu menggali kuburanmu sendiri.
Kamu pantas ditendang.
Naik.
Menjadi pengacara setelah bekerja sebagai jaksa sulit, bukan?
Kamu terpaksa memihak yang salah, meskipun mengetahui perbuatannya.
Kurasa aku tidak bisa melakukannya meski ditawari jutaan dolar.
Jangan terlalu yakin.
Bisa jadi besok kamu akan seperti aku hari ini.
Apa kamu tidak akan menerima kasus Kang Dae Hee?
Katamu kamu memiliki cukup bukti.
Bukankah kamu menyita obat mengandung sianida
dan mendapatkan pernyataan adik perempuannya?
Dengan itu, kamu bisa meminta uang lebih banyak.
Tidak.
Meskipun melibatkan setumpuk uang,
aku tidak akan bertaruh pada hal yang tidak mungkin kumenangkan.
Tidak akan pernah.
Pintu terbuka.
Pak Kang, Anda diselidiki atas pembunuhan, upaya pembunuhan,
penyerangan, pengrusakan properti,
dan melanggar UU Perlindungan Hewan. Anda tahu itu, bukan?
Kalian kejam. Tidak bisakah setidaknya memberiku kopi?
Pak Kang, di sini Anda sebagai tersangka.
Pak, kurasa Anda tidak mengerti praduga tidak bersalah.
Aku tahu aku harus disidang setelah penyelidikan Anda selesai,
tapi aku dianggap tidak bersalah sampai diputuskan bersalah.
Sebaiknya Anda menyerah jika Anda begini karena Pengacara Lee.
Dia tidak mau mengambil kasus Anda.
Pengalaman melewati persidangan
nyaris menjadikanku ahli hukum.
Pasal 12 Ayat 4 KUHAP
menyatakan bahwa siapa saja yang ditahan atau ditangkap
berhak didampingi pengacara.
UU tersebut memberiku hak untuk menyewa Pengacara Lee.
Maksudku, kalian mengerti hukum luar dan dalam.
No comments yet. Be the first to leave one.