The first 195 lines.
"Episode 7"
Maukah tidur bersamaku?
Apa?
Tidurlah bersamaku.
"Hotel Mooin"
Semua kamar di sini sangat aneh.
Mereka berusaha keras untuk menarik pelanggan.
Ada kamar dengan mobil di dalamnya.
Ada juga yang dengan kereta kuda.
Hebat. Ada juga kamar bertema penjara.
- Astaga. - Di mana kacamata bacaku?
Kacamata baca?
- Kamu sudah rabun tua? - Kurasa begitu.
Dari semua penyakit yang bisa saja kualami,
aku mengalami rabun tua.
Kasihan sekali kamu menua.
Aku sudah hidup selama separuh abad,
tapi aku tidak bisa melihat apa yang ada di hadapanku.
Menyedihkan, bukan?
Pengorbanan tiada akhir.
Kehidupan yang membosankan.
Tapi tidak ada kamar dengan pesawat. Kita harus bagaimana?
Soon Jin.
Kamu ingin terbang lagi, ya?
Kamar itu bukan untukku, tapi untukmu.
Aku tahu kamu ingin melakukannya di dalam pesawat.
Kita harus melakukannya sebelum aku mengembalikan seragamku.
Mari kita lakukan selagi seragamku masih ada.
Kamu mau
tidur di dalam penjara?
Atau di kamar rumah sakit?
Terserah.
Di mana saja tidak masalah.
Ayo lekas
sebelum aku lari darimu.
"Balai Kota"
"Aku dalam perjalanan kembali ke jalan itu"
"Naik kereta bawah tanah"
"Banyak yang telah kita lupakan"
"Saat kita menjalani kehidupan"
Berhentilah maju-mundur.
Anda bisa keluar di pintu kiri.
Aku akan turun di stasiun ini.
Penumpang yang akan turun...
Astaga.
Harap berhati-hati dengan pintunya.
"Aku dalam perjalanan"
"Kembali ke jalan itu"
"Naik kereta bawah tanah"
Aku akan pergi
ke tempat yang jauh besok.
Pintunya lama sekali terbuka.
Kenapa bisa begini?
Simsalabim.
Kenapa pintunya tidak terbuka?
Keluarnya
di sebelah sana.
Benar juga.
Aku tidak ingin kamu turun di stasiun ini.
Aku tidak ingin hari esok datang.
Aku tidak ingin pulih dari mabuk.
Aku juga tidak ingin
menjadi diriku sendiri.
Lepas.
Kepalaku.
- Benar. - Akhirnya.
Sakit. Aku tersangkut.
- Sakit. - Berikan tanganmu.
- Sakit. - Aku akan menarikmu.
Satu, dua, tiga.
Sakit.
Tunggu sebentar! Astaga.
Kamu baik-baik saja?
Astaga, aku malu sekali. Kita begini saja untuk sementara.
Ini sangat memalukan.
Jika kita melakukannya,
aku takut
kamu mungkin akan menghapusnya dari ingatanmu lagi.
"Tim Detektif 2, Tim Detektif 1"
Berapa nomor jaminan sosialmu?
Berikan saja kartu identitasmu jika tidak ingin mati.
Ini membuatku gila.
Kamu anak kecil atau orang dewasa?
Jawab aku.
- Nomor satu. - Baiklah.
- Tidak bisa dipercaya. - Tekan "Ya" atau "Batal".
Mohon tutup pintunya jika sudah mengeluarkan barang Anda.
Apa yang kamu ambil?
Apa itu?
Apakah aku perlu mencobanya?
Bukankah ini akan membuatku tampak jelek?
Memang akan membuatmu tampak jelek.
Tangan.
Pintar.
Siapa yang pintar?
Kenapa kamu begitu keras kepala?
Aku paham ibumu berada di Amerika.
Jadi, telepon ayahmu.
Yang bisa membuatmu bebas hanyalah ayahmu,
bukan korban.
Buka pintunya.
Baiklah.
Apa yang terjadi pada pemilik mobil itu?
Dia berada di ruang ICU usai menjalani operasi darurat.
Operasi apa?
Dia mengalami syok karena pendarahan akibat limpanya pecah
saat kompetisi barista berlangsung.
Sudah pukul 03.00 lewat sekarang.
Aku memang pengangguran, tapi kamu harus pergi kerja.
Tidak ada kuncinya.
Kunci? Kunci apa?
Maksudmu kunci untuk...
Aku tidak bisa menemukannya di mana pun.
Itu...
Carilah dengan baik. Di setiap sudut dan "lelah".
Di setiap sudut dan "lelah"?
Di setiap sudut dan celah.
Jika tidak ingin bekerja dengan benda di lehermu itu,
cepatlah temukan kunci itu.
Ada cambuk dan bahkan bulu.
Kenapa kamu harus memilih kalung anjing?
Maaf.
Aku hanya ingin membuatmu tertawa.
Jangan meminta maaf.
Jika kamu pria, jangan menyalahkan orang lain.
Tidak kusangka kamu benar-benar melakukannya.
Bukannya melakukan yang seharusnya,
tapi malah melakukan yang tidak seharusnya dilakukan.
Aku bisa mendengarmu.
Bukannya aku tidak mau menciummu. Aku tidak bisa saja.
Tidak ada alasan. Kamu pria paruh baya.
Kubilang aku bisa mendengarmu.
Hei.
Jika kamu memakai baju berkerah tinggi dan syal,
tidak akan ada orang yang sadar.
Jika kamu memakai syal
di kantor,
orang akan mengira
kamu kedinginan.
Tidak akan ada yang mengira
kamu memakai kalung anjing.
Pasti ada yang sama di sebelah.
Kamu genius.
Haruskah aku membelinya?
Tapi
mereka pasti sedang tidur.
Kenapa kita tidak menunggu saja
dan masuk saat ada kamar kosong?
Pasti berhasil.
Itu satu-satunya cara, ya?
Cara tercepat adalah menghubungi panggilan darurat.
Tapi karena ini motel remang-remang, itu percuma saja.
Kalau begitu...
Bagaimana jika...
Seharusnya kamu tidak mencoba hal baru.
Mari duduk.
Kita bukan butuh introspeksi,
tapi evolusi.
Kakiku. Evolusi apanya?
Astaga, kakiku.
Ini
radang sendi degeneratif.
Tulang rawan rusak, tulang-tulang menjadi rapuh,
sendimu menjadi nyeri.
Apa?
Aku kasihan padamu.
Tubuhmu lemah,
tapi kamu masih banyak bicara.
Itu karakteristik orang-orang tua berpendidikan.
Mereka mendapatkan energi dari makan dan bicara.
Mereka memakai mulut hanya untuk makan
dan bicara.
- Mau kubantu? - Tidak, aku baik-baik saja.
Tidurlah. Aku akan begadang
karena tidak perlu pergi kerja.
Tidak, aku baik-baik saja. Kamu harus tidur.
Meski hanya beberapa jam.
Kenapa tidak tidur bersama saja?
Tubuhmu pasti sakit.
- Punggungku juga sakit. - Tidak.
Jangan berbohong. Aku tahu kamu kesakitan.
Bersantailah.
Aku akan memegangi rantaimu. Tidurlah.
53 domba, 54 domba,
dan...
55 domba.
55 domba.
Apa kamu selalu sulit tidur?
Dokterku bilang
aku berusaha untuk tidak tidur.
Aku mengantuk,
tapi sulit untuk tidur.
Lalu setiap malam...
Aku menghitung domba
dan minum obat tidur.
No comments yet. Be the first to leave one.