The first 200 lines.
Ayah cuciannya sudah beres!
Oke, Nanti ayah jemur.
- Miu juga bantu! - Trims.
- Ini. - Terima kasih.
- Ini. - Terima kasih.
Paket untuk tuan Kinoshita.
Sebentar.
- Ini silahkan. - Trims.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Dari kakek. - Ya.
"Untuk Miu, Kakek dan Nenek,
mulai sekarang, kami akan mendukung
kalian, karena itu
jangan sungkan untuk meminta bantuan."
"Sampai nanti kita bertemu lagi."
"Dari Kakek dan Nenek."
Kapan-kapan kita ke Numazu lagi ya.
Tentu.
Apa PR musim panasmu sudah selesai?
- Sudah masuk tas kok. - Oh, hebat.
- Dimana sepatu Miu? - Sudah di cuci kok, disana.
Terima kasih.
Dan juga, Besok Miu ada pelajaran olahraga jadi tolong siapkan bajunya ya.
Besok, Baju olahraga. Laksanakan.
Pagi. - Pagi.
Kei-san dan Miu, setelah selesai sarapan
bisa turun sebentar?
Aku mau mengajukan 'lifestyle baru' untuk kita.
Selamat pagi. - Selamat pagi.
- Duduklah. Miu duduk sebelah sini.
Um, soal 'new lifestyle'?
Oh bukan masalah besar kok.
Kami sudah mendiskusikan mengenai
cara terbaik agar Kei dan Miu bisa tinggal disini
tanpa perlu kuatir.
- Jadi karena itu kalian memintaku kemari? - Ayolah,
ini demi kau juga Bang.
- Bu, ayo umumkan. - Baik.
Sarapan, makan siang, dan makan malam selalu bersama disini.
Lalu bersih-bersih, mencuci, dan berbelanja
akan di bagi tugaskan antara Aku dan Akane.
Um, kalian tidak perlu tiba-tiba mengerjakan semua itu!
Tidak apa, lagipula
terlalu berat kalau harus bekerja sambil mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus seorang putri.
Tujuan dari ini semua adalah
untuk mengurangi bebanmu dengan membagikan sebagian tugas kecil
diantara semua. - Bagaimana Miu?
Apa Miu tidak mau makan di rumah Bibi?
- Miu tidak masalah dengan itu tapi apa tidak ada hal lain yang bisa Miu bantu?
Pekerjaan anak-anak itu adalah bermain.
- Tapi kalau kau main terus, kau akan berakhir seperti anak ini.
- Jangan begitu dong Mune-san. - Kalau begitu Miu bisa
bertugas sebagai yang mengatur
cangkir teh dan sumpit untuk semua.
Baik!
Aku menghargai kepedulian kalian
tapi untuk saat ini aku masih bisa mengerjakan semuanya sendirian.
Soal itu kami juga mengerti,
tapi kalau kita semua tidak siap
bukankah bisa saja terjadi hal yang tidak diinginkan?
- Bagaimana ini? - Miu ingin kita makan bersama!
Kalau begitu bagaimana kalau untuk sementara waktu
cukup makan malam saja, setelah itu kita lihat situasinya
dan memutuskannya?
- Tentu, terima kasih. Maaf merepotkan.
Syukurlah.
Syukurlah.
Pagi - Pagi.
Ah!
Duuuh... Kotaro.
Capeknya.
Kemarin aku menghabiskan waktuku untuk mengerjakan PR, sungguh melelahkan.
Salah sendiri tidak dikerjakan sedikit-sedikit.
Lebih dari itu Ibu bilang
"Belajar yang rajin dan masuk universitas
agar bisa jadi Dokter atau Pengacara atau Perdana Menteri di masa depan nanti."
Masa depan?
Eh! Kotaro, kau mau masuk universitas?
- Mana ada. Aku kan benci belajar.
Lagipula, Sekalipun mau aku tidak bisa.
Kalau mau, kenapa tidak bisa?
- Kau tidak tahu ya? kalau kita tidak
Suuuper pintar atau Suuuper kaya,
kita tidak akan bisa masuk universitas.
Benarkah?
Kenyataan memang kejam.
Kei-san,
Mune-san, Mune-san, tolong ini.
Ini hadiah dariku. - Hadiah?
Ta-da!
- Apaan, ini kan papan tulis. - Benar.
Aku akan menulis tugas harian kita
di sini jadi Kei-san tidak perlu repot melihat catatannya
Ide bagus!
Ayo segera tulis tugas hari ini.
Oke!
Hmm...
- Itu saja? Pakai huruf Hiragana pula?
Habisnya...
Material tambahan akan tiba sore ini
jadi sambil menunggu kita kerjakan saja yang ada.
Benar.
Terima kasih.
Sama-sama!
Aku pulang! - Selamat datang.
Bagaimana upacara pembukaannya? - Senang bisa bertemu teman-teman.
Ada teman Miu yang berlibur ke Hawaii bersama keluarganya.
Wah, enak ya kalau punya uang.
Apa kita punya uang?
- Huh? - kalau "Suuuper kaya", sepertinya tidak ya?
Miu tidak kekurangan kan
jadi semuanya akan baik-baik saja.
Apa ada yang mau Miu beli?
Tidak kok. Akane-chan dimana ya?
Di atas.
Cara supaya cepat pintar?
- Pokoknya bagaimanapun caranya Miu harus cepat pintar.
Apa yang harus Miu lakukan?
Um, sepertinya tidak ada cara supaya cepat pintar seperti itu
Bukankah dengan belajar setiap hari
dan membaca banyak buku bisa membantu?
Begitu ya.
Kenapa Miu ingin cepat-cepat pintar?
- Ada deh. - Hm?
Akio, Aku lapar. - Hari ini apa menunya?
- Sushi. - Oh! Mantap.
Kerja bagus. - Terima kasih.
Terima kasih.
Miu belum pulang?
- Sudah pulang kok. Dia sedang belajar di kamarnya.
Belajar? - benar.
Miu?
Hari pertama sudah ada PR?
- Bukan PR kok. - Kalau begitu kenapa belajar?
Tidak boleh belajar ya kalau tidak ada PR?
Tidak kok.
Bukannya tidak boleh...
- Eh Ayah. - Hm?
Supaya bisa masuk universitas
Miu harus lulus SMA dulu kan?
- Iya betul. - Dan supaya bisa masuk SMA
Miu harus lulus SMP dulu kan?
Dan sebelum itu Miu harus lulus SD dulu.
Ternyata masih panjang ya.
Miu, ingin masuk universitas?
Iya. Boleh tidak?
Tentu boleh.
Kalau begitu kau harus belajar dengan keras.
Iya!
- Hebat ya. Bisa belajar dengan keinginan sendiri.
Barusan, Miu bertanya padaku,
"Apa yang harus kulakukan supaya cepat pintar?"
Tadi Miu bertanya "Apa kita punya uang?"
- Lalu bilang, "Kalau "Suuuper kaya", sepertinya tidak ya?"
Kenapa dia menanyakan hal seperti itu?
Anak-anak itu tertarik pada banyak hal
dan selalu ingin melakukan yang terbaik.
Kita harus berhati-hati agar tidak
menyulitkan Miu.
Eh! Dia baru kelas 2 SD dan sudah memikirkan masuk universitas?
- Aku juga tidak tau kenapa Miu sudah berpikir kesana.
Sekalipun dia tidak masuk universitas,
dia bisa Happy sepertiku kok.
Jadi supaya tdiak berakhir seperti dirimu
kita hanya perlu kuliah ya?
Apa maksudnya itu?
Tapi, sungguh hal yang bagus ya bisa memiliki mimpi.
Benar.
Kelihatan enak nih.
Selamat makan! - Selamat makan.
- Jadi terasa lebih enak kalau makan bersama-sama.
Rasanya keluarga kita bertambah.
Bagaimana Miu enak?
Iya!
Kei-san, bagaimana bahan-bahannya?
Ada apa ini?
Tadi pagi aku mendapat telpon
kalau kita tidak menjual 70% dari harga yang sekarang ,kedepannya
mereka tidak akan membelinya dari kita. - Eh?
- Bukankah kalau kita menjual 70%, kita akan defisit?
- Kita sendiri yang membuatnya rugi. Bukan begitu Kei-san?
Tapi, Toyoshiba adalah pelanggan penting,
Jika kita memutuskan kerja sama hanya karena hal ini ...
- Mereka pasti tau kalau itu artinya membuat kita dalam posisi
deifsit...
- Ini hanya sekedar saran tapi, bagaimana kalau kita menjual 70% hanya untuk
kali ini saja dan bernegosiasi agar selanjutnya mereka mau membeli 80% jika tidak
kita tidak akan menjualnya?
- Kalau 80% sepertinya kita bisa mendapat untung.
- Karena kita punya hubungan panjang dengan Toyoshiba,
kalau kita menjelaskan keadaannya,
Aku yakin mereka bisa mengerti.
Aku akan ikut dengan sacho sambil mengantarkan barang besok.
- Kalau Kei-san bilang begitu, Tidak ada salahnya di coba.
- Kalau begitu, malam ini juga aku akan membuat proposalnya.
- Aku mengandalkamu. - Kalian berdua
harus bernegosiasi dengan baik ya.
Demi masa depan Nakamura Industri.
- Semangat! - Oooo!
Semoga besok berjalan lancar ya.
No comments yet. Be the first to leave one.