The first 200 lines.
500 tael emas untuk kematian Chen Kuo-Wei
Sobat
Berhentilah, jangan buang tenagamu
Kamu pasti Si Lengan Besi, juara Tinju Empat Penjuru
Chen Kuo-Wei?
Matamu jeli, lalu kamu siapa?
Aku Yen Tieh-hsin.
Jadi kau Si Kaki Halilintar
Yang terkenal di dunia persilatan dan belum terkalahkan
Begitulah
Dengar, aku dibayar datang ke sini untuk membunuhmu
Kita tak ada silang sengketa, siapa yang menyuruhmu?
Kubayar dua kali lipat untuk membunuhnya
Bisa saja, tapi membunuh itu ada aturan mainnya
Aku sudah dibayar duluan, jadi kubunuh kau lebih dulu
Kau harus mati / Jangan sombong
Aku juara Tinju Empat Penjuru, juga belum terkalahkan
Persetan dengan gelarmu
Bersiaplah ke neraka
醉拳 PENDEKAR MABUK
Perguruan Wong Kei-Ying
Kai Hsien!
Ada apa, Guru? / Aku mau keluar, awasi mereka
Serahkan padaku
Berhenti!
Kita tidak berlatih jurus itu hari ini
Mari kita berlatih 5 jurus hewan, yang sudah kuajarkan sebelumnya
Dia mengacau lagi
Kucing kaki tiga. / Tikus mata empat.
Bersiaplah
Harimau Naga
Harimau Kembar, Ular Mengintai
Macan Melihat Api
Bangau Putih Merentang Sayap
Tahan
Tanganmu terlalu lemah, kau harus lebih giat berlatih, paham?
Apa kau pikir ini lucu? mempermainkan gurumu
Baiklah, rasakan ini!
Bukan aku! / Siapa? katakan
Siapa?
Wong Fei-Hung. / Apa?
Wong Fei-Hung.
Meskipun Guru Wong Kei Ying itu ayahmu
Kau tidak seharusnya berulah di sini
Ini karena Kungfu yang kau ajarkan tidak berguna
Maksudmu Kungfu-ku buruk?
Tidak terlalu buruk, tapi lumayan buruk
Tunjukkan apanya yang salah dari jurusku
Lihatlah Macan Melihat Api-mu
Apanya yang salah?
Pertahananmu terlalu terbuka sangat mudah diserang lawan
Dan kuda-kudamu itu, hanya dengan sekali sapuan
Kau pun jatuh, benarkan kataku?
Diam! apa yang kalian tertawakan?
Jadi kau ingin menguji kungfu ku?
Kita bisa saling belajar, kalau kau berani?
Perbuatanmu tadi sudah keterlaluan, baiklah ini tidak bisa didiamkan
Pertahananmu terbuka lagi, Kau tahu itu?
Topimu!
Ini dia!
Gendut, tutup mulutmu!
Lihat! kaki kanan! Ular Mengintai!
Bajingan!
Wong Fei-Hung, kau sudah memberi Hsien pelajaran
Kami semua sangat senang
Dia terlalu sombong, aku tidak suka
Kau benar-benar sudah mengerjainya
Mantap sekali
Makanlah lebih banyak!
Bukan, maksudku gadis itu.
Tubuh yang sempurna, sangat aduhai
Berapa? / 30 sen.
Lumayan!
Aku rela berdagang 10 tahun demi dicium olehnya
Dicium itu gampang, aku bisa membuatnya memeluk dan menciumku
Tidak mungkin!
Berani taruhan? yang kalah traktir makan malam.
Setuju.
Dia cantik rupawan, dia takkan melirikmu sedikit pun
Baik, lihat saja nanti.
Perhatikan.
Dia mencari masalah
Yang ini cantik, coba dipakai dulu!
Maaf! / Mataku perih.
Ada yang bisa kubantu?
Ada yang masuk di mataku, tolong keluarkan nona, cepat!
Lebih keras.
Dia berhasil! / Kau lihat?
Terima kasih. Ular!
Jangan takut, akan kubunuh, jangan takut.
Cara yang jitu
Sebaiknya aku coba pada adikmu.
Apa katamu? adikku?
Berani-beraninya kau menyentuh putriku?
Menyentuhnya? dia yang memelukku duluan, dasar jalang.
Ibu!
Kau juga coba merayu putriku
Merayunya? siapa sudi merayu cewek jelek sepertinya.
Kau pikir dirimu tampan? saatnya memberimu pelajaran
Jadi kau mau berkelahi? rasakan ini!
Nenek tua itu hebat juga
Bantu aku kawan-kawan!
Kalian tidak berguna.
Kau hanya seorang nenek tua, jadi kubiarkan kau menang!
Aku pergi!
Matamu dimana?
Jalan seperti tukang mabuk
Batu giok antik
Tuan, mau beli?
Ini asli?
Tentu saja
Ini warisan keluarga, sebanding dengan harganya
Berapa? / 10 tael
Mahal sekali!
Memang segitu harganya
Hanya 10 sen?! tuan!
Tuan, giok itu harganya tidak murah. tolong kembalikan, hanya itu hartaku
Aku tidak menjual itu seharga 10 sen
Kalau begitu kembalikan uangku
Kembalikan giok-ku.
Tuan, kau pecahkan giok-ku! Tolong ganti!
Ganti? Terima ini!
Ayah...
Tolong ganti seikhlasnya / Tidak!
Ada apa?
Dia memecahkan giok-ku tapi menolak menggantinya.
Anjing, enyahlah.
Anjing, siapa maksudmu?
Kamu yang anjing!
Bayar bapak itu cepat!
Bayar? aku tidak tahu cara membayar
Sayang sekali kita bertemu di sini
Aku juga sedang mencari pelampiasan kekesalanku hari ini
Jadi aku akan mengajarimu cara membayar!
Bangun!
Mau membunuhku?
Kau nyaris membunuhku!
Jari-jariku nyaris terpotong
Ini uangmu, pergilah! / Terima kasih.
Mampus, mampuslah aku
Jangan takut, ini hanya sisi tumpulnya
Aku tidak berniat membunuhmu.
Belum saatnya!
Jangan...!
Ini nyaris saja.
Perhatikan kakimu.
Jatuh!
Tinju tak ada mata, pedang tak ada hati, kadang aku pun bisa meleset
Potong.. potong.. potong seperti daging!
Iris.. iris.. iris seperti timun!
Tumbuk.. tumbuk.. tumbuk seperti bawang
Untung aku bertemu denganmu, lega hatiku.
Kakak, lama tak jumpa kau masih terlihat bugar
Abangmu ini sudah tua
Keponakanku ini cantik sekali
Dia masih anak-anak, sedikit bodoh.
Fei-Hung dimana?
Dia pergi
Anak nakal itu selalu pergi dengan temannya, dia sudah besar
Kau takkan mengenalinya
Kali ini menginaplah lebih lama.
Fei-Hung, jangan pergi.
Temui bibi dan sepupumu
Kemarilah
Baik
Mati aku!
Sapa bibimu.
Bibi, sepupu.
Sepupu. / Fei-Hung.
kenapa lehermu?
Aku salah tidur
Salah tidur? sini aku bantu.
Tidak usah bibi / Ayo lemaskan saja
Bibi.
Ibu!
Sudah enakan?
Sudah.
Kakak
Fei-Hung nampak sangat pintar.
Dia memang panjang akal dan cerdik
Kakak, anda betul-betul ayah yang baik
Ya, aku sangat keras padanya
Pantas saja orang-orang memuji Fei-Hung begitu aku tiba di sini.
Benarkah? apa mereka bilang?
Putra Wong Kei-Ying sangat pintar.
Dia juga orang yang adil
Aku sangat bangga padanya. Kemari Nak.
Duduk.
Tapi banyak hidung belang di sini.
Benar.
Bahkan satu dari mereka melecehkan keponakanmu
Saat aku coba membantu, aku pun diserang.
Maksudmu kalian berdua diserang di kotaku sendiri
Kau masih mengenalinya?
Takkan bisa kulupa, tentu aku ingat
Bagus, mari kita cari dia
Akan kuajari dia sopan santun, Fei-Hung ikut aku.
Paman! tidak usah dicari.
Kenapa?
Orang itu ada di sini, di ruangan ini.
No comments yet. Be the first to leave one.