The first 200 lines.
Kau harus mengucapkan selamat tinggal.
Hey.
- Kau mau makanan? - Tidak terima kasih.
Cobalah, aku akan membuatkannya.
Kau tidak harus memakannya.
Oke.
Oke.
Kau tidak pernah melihat dirimu.
- Apa yang kau lakukan? - Tutup matamu.
Tutup matamu. Tutup matamu.
- Kenapa? - Tetap tertutup.
Ah!
Hai!
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Bella mau menyapa.
Itu abangmu.
Katakan halo.
Laura, bisa kau berhenti?
Oke.
- Kau tahu betapa kau membenci matematika. - Ya.
Sekarang kau tahu bagaimana kau sudah mengerjakannya
dengan sangat, sangat baik di musim ini.
Tidak mungkin.
- Terima kasih banyak. - Untukmu.
Terima kasih kembali.
Sesuatu yang sederhana semoga kau menyukainya.
Kupikir kau akan menyukainya.
Terima kasih.
- Ini indah. - Ya.
Terima kasih.
Tidak apa-apa. Sama-sama.
Semoga kau masih punya waktu untuk menggambar.
Sebagai pasangan sahnya,
semua aset James kini akan jatuh ke tanganmu, Laura.
Termasuk seluruh sahamnya di firma arsitekturnya.
Tentu saja rumah ini yang ia bangun,
dan beberapa properti lainnya.
Sekarang kau juga akan menerima pembayaran
yang signifikan dari asuransi jiwanya.
Oke.
Aku sudah melihat surat wasiatnya
dan dia menyatakan mau dimakamkan di dekat istri pertamanya, Suzanne.
Apa?
Di taman yang dia buat untuknya
di dekat rumah.
Mungkin dia akan berubah
seandainya ada lebih banyak waktu setelah pernikahanmu.
Tapi ini semua terjadi secara tiba-tiba.
Laura, taman itu tanah pribadi,
terpisah dari rumah.
Dia membangunnya untuk Isaac
sebagai tempat yang selalu bisa dia kunjungi.
Aku tahu kenapa dia melakukan itu.
Ya, tentu saja.
Masalah yang lebih mendesak saat ini
adalah perwalian Isaac.
Mary ditunjuk dinas sosial
untuk menangani kasus Isaac.
Mary.
Tahukah kau Isaac tidak punya saudara terdekat?
Aku tahu James anak tunggal.
Ya, begitu pula Suzanne, sayangnya.
Aku harus membuat penilaian yang tepat.
Tapi aku sudah bertemu dengan kalian sekarang, dan aku tidak melihat alasan
kenapa kau tidak bisa memberinya rumah yang aman dan terpelihara.
Dia akan butuh seseorang dan kau memiliki rumahnya.
Jika kau memilih untuk tidak sanggup
maka negara yang akan memutuskan.
Maksudnya apa?
Mungkin panti asuhan.
Atau institusi jika rumahnya tidak bisa ditemukan.
Tapi wali yang sah harus ditunjuk hingga ia berusia 18 tahun.
Oke.
Hai ibu.
Apa yang mereka bilang?
Mereka mau tahu apa aku akan merawat Isaac.
Apa kau jawabanmu?
Aku tidak mau.
Tapi kalau tidak, maka dia akan menjalani bakti sosial.
Itu mungkin yang terbaik, Laura.
Untuk siapa?
Aku hanya jujur.
Kau selalu berjuang.
Dan
itu kehidupan seorang anak kecil.
Dia akan butuh seseorang.
Kupikir kau harus menerima uangnya
dan berpikir untuk kembali ke kehidupanmu di sini.
Maafkan aku, Laura.
Aku tahu ini kesempatanmu untuk hidup baru.
Bella mau menyapa.
Katakan halo.
Hai ayah.
Um, ya, aku punya telepon sungguhan.
Tapi jangan khawatir, itu demi tujuan baik, aku janji.
Um, dan aku tahu aku tidak akan menemuimu
untuk waktu yang sangat lama,
jadi aku hanya mau merekam pesan rahasianya
memberitahumu aku menyayangimu.
Dan aku tidak sabar segera bertemu denganmu.
Aku akan menemuimu saat kau kembali.
Sampai jumpa.
Ayah.
Laura.
Apa yang akan kau lakukan?
Entahlah.
- Dia membenciku. - Dia tidak membencimu.
Omong kosong. Kau tahu dia benci aku.
Dia jarang bicara padaku sejak kami menikah.
Michelle kirim salam.
Jadi, kau yang akan bicara?
Tidak.
Dia hancur. Dia sangat menyayangi James.
Bagaimana dengan kalian?
Kau memberitahu mereka?
Belum.
Perceraian sudah lebih dari cukup saat ini.
Bagaimana kabarnya?
Hei, sobat.
Hey.
Apa yang kau bawa selama perjalanan ke sana?
Simplus 4.
Itu fiksi ilmiah atau itu tembak-menembak?
- Aku tidak ingat. - Keduanya.
Itu keduanya, ya, menurutku.
Kupikir Laura pernah memainkan itu.
Ya.
Ngomong-ngomong, mereka titip salam.
Oke.
Bagaimana perasaanmu
tentang ayahmu?
Aku baik-baik saja.
Kau mau
kau mau membicarakannya?
Tidak.
Aku baik-baik saja.
Tidak.
Aku tidak bisa membayangkan apa yang harus kau alami.
Pertama ibumu,
dan sekarang ayahmu.
Mereka sangat berarti bagiku, mereka sudah seperti keluargaku.
Kau juga.
Kau seperti keluargaku.
Apa pun yang kau butuhkan, aku di sini. Oke?
Beri waktu.
Biarkan dia memprosesnya.
Aku akan mampir beberapa hari lagi
dan melihat bagaimana kabarmu.
Aku akan segera menemuimu.
Isaac tidak menyadari kau adalah segalanya baginya saat ini.
Isaac, bisa kau berhenti memainkannya sebentar?
Ya.
Aku sangat menyesal atas apa yang terjadi pada ayahmu.
Pasti berat sekali di usiamu saat ini kehilangan kedua orang tuamu.
Dia diminta untuk dimakamkan di sini di samping ibumu
agar ada tempat untuk dikunjungi.
Dan aku akan melakukan apa yang dia minta.
Apa yang terjadi padanya?
Ada mesin yang membantunya bernapas,
tapi dia akhirnya meninggal.
Dokter mengatakan itu harus dimatikan.
- Kenapa? - Karena dia sudah mati.
Bagaimana kau tahu?
Karena mereka memberitahuku.
Bagaimana mereka tahu?
Karena mereka melihatnya.
Dan mereka melihat apa yang terjadi padanya.
Kuharap dia masih di sini, sama sepertimu.
Kuharap sesuatu yang lain terjadi padanya, sungguh.
Kita menginginkan begitu. Tapi faktanya dia sudah meninggal.
Aku akan membuatkan teh untukmu.
Isaac, masuklah.
Isaac! Isaac, masuklah sekarang.
Tolong pemadam kebakaran.
Itu hutan yang besar. Kami tidak bisa menelusuri semuanya.
Tidak ada api yang kami temukan.
Jika terjadi lagi. Beritahu kami.
Ah!
Ah!
Ayo, ayo, ayo, ayo, ayo.
Ah!
Oke.
Kau ke kiri. Aku akan ke kanan.
Ah!
Apa itu?
Dia memohon.
Tembakan persahabatan! Tembakan persahabatan!
Argh!
Kau menyerah, sobat?
- Oh! - Tidak, oke!
Kena kau!
Oh. Lagi...
Laura.
menuju cahaya Tuhan, selamanya.
Penderitaannya berakhir.
Dengan damai di sini.
Untuk bisa kita kunjungi.
kita menjaganya tetap dekat.
Dia akan kembali bersamamu.
Tubuh barunya akan terbentuk lagi di Bumi.
No comments yet. Be the first to leave one.