The first 200 lines.
Eng Sub By FURRITSUBS
Pada musim semi di usiaku yang ke-16.
Aku menerima sepucuk surat yang ditujukan padaku.
Pengirimnya adalah...
Aku?!
Noda Yui.
Hadir.
Nobuchi Takahono.
Hadir.
Hagita Saku. / Hadir.
Nobuhata Nozomi. / Hadir.
Untuk diriku yang berada di tahun kedua SMA. Bagaimana kabarmu?
Aku menulis surat ini dari masa 10 tahun di masa depan.
10 tahun di masa depan?!
Semua sudah dipanggil, 'kan?
Selamat kalian berhasil naik kelas.
Aku akan menjadi wali kelas kalian.
Namaku Nakano. Mohon bantuan kalian semua.
Mohon bantuannya.
Setelah ini, kalian akan mengikuti upacara awal semester baru.
Kau bertanya kenapa aku menulis surat ini padamu, diriku yang berada di tahun kedua SMA?
Karena aku memiliki permintaan yang kuharap bisa kau wujudkan.
Tunggu, apa ini?
Lelucon seseorang?!
Bapak ingin memperkenalkan seseorang pada kalian.
Bapak akan memanggilnya.
Supaya kesalahan yang ku lakukan tidak terjadi padamu...
aku akan menulis apa yang akan terjadi berikutnya dan waktu kejadiannya.
Hingga saat itu, aku ingin kau memilih hal yang kau harap akan terjadi padamu.
Maaf membuatmu menunggu.
Ayo pergi.
Ya.
6 April. Pagi.
Kali pertama aku melihat bunga sakura, ku pikir aku akan terlambat.
Kenapa dia bisa tahu?!
Hari itu... datang seorang siswa pindahan dari Tokyo.
Kita punya murid pindahan dari Tokyo.
Namanya...
Naruse Kakeru.
Dia Naruse Kakeru.
Dia pindah kemari bulan lalu, dan ini pertama kalinya dia tinggal di Matsumoto.
Baiklah, silakan sampaikan salam perkenalan.
Namaku Naruse Kakeru.
Salam kenal.
Salam kenal.
Tempat dudukmu di sebelah Takamiya.
Baik.
Dia akan duduk di sebelahku.
Masih ada waktu. Kita pergunakan sisa waktu 15 menit.
Ini hanya kebetulan.
Ini hanya kebetulan, 'kan?
Naho?
Ayo pergi beli roti. / Ayo, ayo! Ikutlah bersama kami!
Baiklah! Hari ini, aku akan makan yang lain! / Tidak ada jatah untukmu!
Kau terlalu banyak makan. Pilihlah roti bervitamin.
Vitamin?
Kakeru-kun! Ikutlah bersama kami!
Benar! Roti kami enak sekali! / Aku mau rasa kari!
Aku tidak mengajakmu!
Apa mungkin ini....? Seperti yang tertulis dalam surat.
Kalian akan mengajak Kakeru pulang bersama, tapi dia akan menolak.
Umm, hari ini, aku... ada sesuatu...
Ayolah! Tak perlu malu! Ayo pulang bersama!
Benar! Kami akan mengajakmu berkeliling Matsumoto. / Iya, benar!
Karena jarang sekali jam sekolah hanya setengah hari. / Itu benar! Roti kami sangat enak!
Baiklah. Sebentar saja.
Oke!!!! Sudah diputuskan!
Untuk hari itu saja, ku harap kau tidak mengajak Kakeru.
Pastikan tidak mengajaknya.
Jika dia ikut, apa yang akan terjadi?
Naho!
Pertama, kita mulai dengan perkenalan! Dia Murasaka Azusa.
Panggil aku Azu!
Berikutnya, Chino Takako.
Salam kenal.
Hagita Saku.
Takamiya Naho.
Dan aku Suwa Hiroto! Panggil saja Suwa.
Suwa.
Suwa!
Suwa? Suwa!
Pohon disini luar biasa sekali.
Benarkan? Ini Taman Hutan Agata!
Cemara disini mampu bertahan 10 tahun dan menjaga bangunan sebelum perang Matsumot---
Sudah, sudah! Sudah cukup.
Bagian Matsumoto sebelah sana juga luar biasa. / Itu benar!
Aku tidak sabar menunggu bunga sakura mekar! Itu momen terbaik!
Ayo pergi melihat bunga sakura mekar! Bicara soal sakura, berarti Koboyama!
Rasanya luar biasa melihat semua bunga sakura bermekaran di seluruh tempat sejauh mata memandang!
Bicara apa kau?!
Kubilang bunga sakura bermekaran di seluruh tempat! / Sakura, sakura, sakura!
Hei, bukankan itu "Shige Dancing?"
Apa itu?
Kau tidak tahu? Seperti ini.
Aku tahu itu! Bukankan itu sudah ketinggalan zaman?
Berisik!
Dia tertawa.
Dimana? Bagian mana yang lucu? / Katakan pada kami!
Bunga sakura, bukankah seharusnya mekar diatas, bukan dibawah?
Bagus, Kakeru-kun! Kau mendengarkan! Bunga sakura di Koboyama...
Apa yang aku khawatirkan?
Ide bagus mengajaknya.
Teman-teman! Aku bawa rotinya!
Satu orang dapat dua, oke?
Kakeru-kun. Kau mau rasa apa?
Apa saja.
Tidak, jangan begitu. Semua roti ini enak sekali.
Baiklah.
Aku pilih ini.
Nozowana?
Nozowana! / Ini enak sekali!
Bagaimana denganmu Naho?
Apa saja tidak masalah!
Sungguh? Kau yakin?
Baiklah! Untuk Naho, ini dia...
Kau suka manis, jadi untukmu roti melon dan apel cinamon.
Terima kasih.
Kakeru-kun, roti kari untukmu.
Aku juga mau roti kari.
Tapi, aku juga mau! / Kau bisa memakannya kapan saja.
Tidak mau! / Untukmu rasa krim saja!
Syukurlah aku tidak mengatakan apapun.
Teman-teman suka sekali roti kari.
Roti kari milikmu sudah cukup, 'kan?
Mau tukar dengan roti kari milikku,
Yang ini! Aku lebih suka yang ini.
Dengan roti melonmu?
Boleh. / Terima kasih.
Hei.
Keberatan jika kami memanggilmu Kakeru?
Tidak. Itu lebih baik.
Kakeru.
Kakeru.
6 April.
Muncul murid pindahan bernama Naruse Kakeru.
Dan dia duduk di sebelahku.
Surat ini,
sungguh aku yang menulisnya?
Tidak.
Ini menyeramkan.
Apa yang terjadi dengan Kakeru?
Sudah berapa hari sekarang?
Sekitar 10 hari. / 10 hari ya?
Tidak ada kabar apapun sejak hari itu, 'kan? / Ya, benar.
Seharusnya kita minta nomor terlponnya.
Padahal kita ingin melihat bunga sakura bersama Kakeru.
Apa mungkin... surat itu mengatakan sesuatu soal ini?
20 April.
Pertandingan besar.
Dua minggu setelah bertemu Kakeru.
Aku diminta menjadi pemukul pada pertandigngan softball.
Saat itu, aku sangat menyesal telah menolak menjadi pemukul.
Di penghujung hari itu... aku jatuh cinta pada Kakeru.
Itu Kakeru!
Ya, Kakeru!
Apa yang terjadi denganmu? Kau menghilang selama dua minggu!
Aku bolos.
Bolos?
Baguslah kau baik-baik saja.
Apa yang kau lakukan selama dua minggu?
Banyak hal.
Jawaban macam apa itu?
Ayo! Maju! Maju!
Hagita! Hagita! Hagita!!! Hagita!
Oh, ayo, ayo, ayo!
Apa yang kau lakukan saat istirahat?
Kau tidak ikut main?
Aku, pemain cadangan.
Kenapa?
Aku lama tidak masuk kelas.
Aku juga tidak ikut latihan.
Suwa hebat sekali.
Strike!!!
Kami mohon! Bermainlah sebagai pemukul!
Ini sungguh terjadi.
Aku menyesal sudah menolak bermain.
Kau membelinya?
Kau mau yang lain?
Mereka kalah.
Setelah giliran ini, mereka akan menang.
Menang? Ya, benar?
Mustahil untukku. Aku pasti tak akan bisa memukulnya.
Cepat sekali.
Maaf.
Aku juga payah.
Tolonglah, Naho!
Di SMP kau pernah bermain softball, 'kan?
Benar! Naho, lakukan saja! / Kami mohon!
Kakimu...
sakit, 'kan?
Naho, kau cidera? / Kau baik saja?
Dimana? Dimana? Biar ku lihat. / Sedikit saja! Biar kami melihatnya!
Tidak, aku baik-baik saja! Tenang saja!
Baiklah. Aku yang akan menjadi pemukul!
Aku saja!
Di dalam surat dikatakan, setelah Azusa bermain menggantikanku, kami kalah dalam pertandingan.
Kau tidak bisa, 'kan? Kau tidak tahu cara memukul.
Disitu tertulis aku menyesal telah menolak bermian.
Sungguh tidak masalah, untuk menolaknya?
Melarikan diri...
No comments yet. Be the first to leave one.