Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 57 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-02-28
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 57"

Go Ya.

Go Ya. Ini apa, Go Ya?

Kenapa kamu memakai cincin?

Aku dilamar.

Kamu punya pacar?

Ya.

Astaga, bibi tidak percaya ini.

Sejak kapan kamu mulai berkencan tanpa memberi tahu kami?

Semuanya.

Go Ya dilamar!

Ayolah, Bibi.

Bibi ikut senang.

Kamu telah melalui banyak kesulitan.

Kini, akhirnya kamu mendapatkan pekerjaan dan pacar.

Ya, kurasa hanya hal-hal baik yang akan terjadi kepadaku sekarang.

Bibi mau melihatnya?

Ya, coba bibi lihat cincinmu.

Mari lihat.

Astaga, ada apa ini?

Ada apa ini?

Bibi benar.

Apa ini?

Ibu. Bangun.

Ibu.

Ibu ketiduran lagi?

Ibu bangun terlalu pagi hari ini. Ibu pasti ketiduran.

Itu hanya mimpi.

Itu pasti mimpi yang luar biasa.

Benar.

Mimpi macam apa itu?

Jika dia mendapatkan cincin, itu hal baik atau buruk?

Cincin?

Bibi. Mampirlah.

Ibu membuat sup kerang. Dia ingin Bibi ikut makan.

Kamu juga, San Deul.

Apa itu?

Kupikir dia berhenti bekerja di gimnasium karena kakinya sakit.

Dia tampak baik-baik saja.

Ya, ada apa dengan cincin itu?

Kamu tahu, Go Ya menunjukkan cincin kepada ibu di mimpi.

Katanya dia sudah dilamar.

Astaga, mimpi Ibu mulai membuatku takut.

- Kenapa? - Apa maksud Ibu?

Go Ya sudah punya pacar.

Apa maksudmu?

Sudah punya pacar? Benarkah?

Ibu, ini sudah jelas. Aku memang putra Ibu.

Bagaimana ini? Aku keceplosan.

- Kak Yang Sook! - Ibu!

- Kak Yang Sook! - Ibu, jangan!

- Ibu, berhenti. - Kak Yang Sook!

Kak Yang Sook!

- Ibu, berhenti. - Kak Yang Sook.

- Ibu. - Kenapa ribut?

Bibi, ada yang ingin kukatakan kepada kalian sebelum sarapan.

- San Deul, duduklah. - Apa?

Baik.

Ada apa ini? Kenapa kamu mengumpulkan kami semua?

Aku melihat ini di mimpiku.

Aku baru saja dilamar.

- Apa? - Apa?

- Ini seperti mimpiku. - Kakak dilamar?

Siapa yang melamarmu?

Ibu juga pernah bertemu dengannya.

Dia pengacara yang menangani kasus kita.

- Apa? - Kami memutuskan berpacaran.

- Sungguh? - Kakak serius?

Kami belum lama berpacaran.

Aku berusaha menolaknya karena aku sadar

situasiku tidak memungkinkan untuk berpacaran.

Tapi aku tidak bisa menahannya.

Itu sebabnya aku memutuskan memberi tahu keluargaku.

Satu hal lagi.

Ibunya ingin menemuiku.

Secepat itu?

Jika mereka terburu-buru begitu,

mungkin dia akan menikah tahun ini.

Menikah tidak semudah itu.

Kenapa kamu sangat terburu-buru?

Kamu masih harus mengenal dan memahami kepribadiannya.

Tidak terlambat jika kamu menemui ibunya

saat sudah yakin bahwa dia pria yang tepat.

Aku sungguh berpikir dia pria yang tepat.

- Apa? - Jika tidak,

aku tidak mungkin memberi tahu keluargaku

dan menerima cincin ini.

Aku setuju jika Kakak berpacaran.

Tapi Kakak belum memberitahunya bahwa aku ingin bertemu.

Aku harus menemuinya.

Hanya pria yang bisa menilai kepribadian pria lain.

Baiklah.

Kamu harus mendengarkan ibu.

Hidup saja sudah sulit.

Saat menikah, kamu akan punya suami dan mertua.

Membicarakannya saja sudah membuat ibu sakit kepala.

Nikmatilah kebebasan yang kamu punya sebagai wanita lajang.

Ayolah, Kakak tidak boleh berkata begitu.

Go Ya bahkan sulit menikmati kebebasannya sekarang.

Seluruh keluarga ini bergantung kepadanya.

Jika kamu masuk ke dalam keluarga yang salah,

hidupmu akan hancur.

Lalu kenapa Kakak sangat ingin Go Bong keluar?

Kenapa?

Ibu takut aku akan menjauh setelah menikah?

Cobalah lari sejauh yang kamu bisa.

Kamu bisa ke Busan dalam waktu tiga jam.

Meski kamu menyukai mertuamu, tidak akan sebanding dengan ibumu.

Benar. Itu maksudku.

Aku hanya bercanda karena Ibu terlalu serius soal ini.

Ibu tidak peduli.

Kamu sudah muak dengan keluarga ini.

Ibu juga punya banyak utang.

Kamu harus mengurus Go Bong,

biaya rumah sakit Go Woon, dan membiayai hidup kami.

Kamu muak dengan itu.

Kedengarannya buruk sekali.

- Aku memang sangat muak. - Apa?

Tapi Ibu tahu alasanku masih di sini?

Meskipun aku muak, aku bisa apa? Ini keluargaku.

Tentu saja. Ibu dan saudaramu adalah keluargamu.

Mereka bukan orang asing.

Tapi dia bilang dia tidak peduli.

Tunggu, apa aku bukan putri Ibu?

Kamu bicara apa?

Itu maksudku.

Apa keluarga akan menjadi orang asing hanya karena pindah?

Ibu membuatku sedih.

Ibu sangat ingin Go Bong menikah.

Kenapa tidak denganku?

Ibumu tidak mau ada pria yang membawamu pergi.

Benar, bukan?

Astaga.

Kenapa Kakak seperti itu kepada Go Ya?

Apa maksudmu?

Kenapa Kakak kejam terhadapnya?

Hubungan keluarga memang selalu lebih erat.

Kakak menasihatinya dan kamu langsung membelanya.

Aku hanya bibinya,

sedangkan Kakak ibunya.

Tapi dia bukan keturunanku.

Kak Yang Sook.

Kenapa itu penting?

Aku melihat Kakak

membesarkannya penuh cinta seperti anak kandung sendiri.

Tapi setelah kakakmu meninggalkan kakak,

kamu juga melihat kakak melampiaskan semuanya kepada dia.

Kakak hanya manusia biasa.

Setelah membesarkannya dengan penuh cinta,

Tae Pyung meninggalkan Kakak demi wanita lain.

Tentu saja, Kakak membenci Go Ya.

Ya, benar.

Setelah membuat kakak membesarkan anak orang,

suami kakak malah pergi dengan wanita lain.

Setiap melihat wajah Go Ya,

kakak teringat kepada Tae Pyung dan marah.

Makin membenci dia,

kakak makin membenci Go Ya juga.

Tetap saja, Kakak tidak boleh begitu.

Saat Kakak putus asa setelah Tae Pyung pergi,

siapa yang membantu Kakak bangkit kembali?

Siapa yang menafkahi keluarga ini

dan menyelesaikan semua masalah?

Semuanya Go Ya.

Tanpa dia, Kakak tidak akan hidup sampai sekarang.

Benar, bukan?

Jadi, bersikap baiklah kepadanya.

Semuanya salah Tae Pyung,

bukan Go Ya.

Astaga. Mari berhenti membicarakan ini.

Aku takut akan ada yang mendengar. Aku pergi dahulu.

Dia putriku.

Mulai sekarang,

dia juga putriku.

Aku tidak melahirkan dia,

tapi aku akan membesarkannya dengan penuh cinta.

Terima kasih, Yang Sook.

Go Ya, mulai sekarang, aku adalah ibumu.

Astaga, mimpi yang buruk.

Cincin seharusnya berkilau.

Aku hanya akan berpikiran positif.

Apa ini?

Astaga.

Tunggu.

Aku terlambat.

Paman, bangunlah.

Kepala paman sakit.

Pukul berapa sekarang?

Kita terlambat. Pukul berapa sekarang?

Astaga.

- Untuk kesuksesan - Untuk kesuksesan

- lamaran Ji Seok! - lamaran Ji Seok!

Ji Seok tampak sangat bersemangat.

Itu sangat menyentuh.

Aku ikut senang untuknya.

Dia bahkan tidak bermimpi buruk lagi.

Semua berkat wanita yang menyelamatkan hidupnya.

Benar. Berkat dia,

paman bisa berhenti merawat Ji Seok.

Sebagai dokter, paman tidak bisa menyembuhkannya,

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left