The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden"
"Dalam drama ini bersifat fiktif"
Aku ingin membalikkannya,
tapi tampaknya aku juga tidak bisa melakukannya hari ini.
Aku tidak tahu
kenapa aku seperti ini.
Tapi aku sama saja.
Aku merasa seperti ini.
Kamu melarangku untuk sekadar bersenang-senang.
Bahwa kamu bukan taman bermain.
Tapi aku
ingin bersenang-senang denganmu.
Kamu membuatku gila.
Aku ingin memelukmu, menyentuhmu,
dan menyukaimu.
Jadi, bersenang-senanglah denganku.
Dalam keseharianku.
Bermainlah denganku.
Bawa aku masuk. Cepat.
Apa kamu menginginkan aku?
Bagaimana menurutmu?
Sekarang, menurutku kamu menginginkanku.
Bagaimana dengan besok?
Akankah kamu membuangku besok?
Tidak.
Berjanjilah.
Aku berjanji.
"Episode 9"
Kami sudah selesai menyunting filmnya.
Kamu akan menontonnya saat ada waktu luang?
Aku butuh saran.
Aku belum tahu pasti.
Baiklah.
Tunggu sebentar.
"Oh Jin Woo, Pukul 21.00 sampai 23.00, Biaya 30.000 dolar"
- Siapa yang memberimu ini? - Ta Mi.
Jika dia memberimu ini, artinya kamu juga memberinya sesuatu.
Aku membatalkan kontrak Godori.
Apakah kamu tahu di mana dirut perusahaan ini?
- Di luar negeri. - Apa kamu meninggalkan jejak?
Tidak. Kenapa?
Sebaiknya kamu tidak dirugikan oleh ini.
Simpanlah.
Kamu saja yang menyimpannya.
Kamu memercayaiku?
Bagaimana jika aku menggunakan ini untuk membahayakanmu?
Silakan.
Selamat tidur.
Astaga, kamu mengejutkan aku.
Apa kamu akan menelantarkan aku sekarang?
Kamu harus bertanggung jawab atasku.
Ya, aku tahu. Aku akan bertanggung jawab.
Aku hendak mandi.
Jangan membohongiku.
Kamu jarang mandi.
Berhentilah bergurau.
Pakai ini.
Setahuku, kamu tidak punya saudara lelaki.
Kenapa kamu punya pakaian pria?
Seorang pria meminjamkannya kepadaku.
Aku bilang akan mengembalikannya setelah mencucinya, tapi aku lupa.
Jangan temui dia mulai sekarang. Cepat berjanjilah kepadaku.
Tidak, aku akan bertemu dengannya.
Pakai itu sebagai piama. Pakaianmu tampak tidak cocok untuk tidur.
Kamu datang ke sini setiap tahun pada peringatan kematiannya.
Suamimu pasti sangat bahagia.
Aku tidak datang untuk berduka. Aku datang untuk politik.
Semoga Paman baik-baik saja. Bibi juga.
Paman tampak jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Kurasa kalian hadir di sini untuk mengunjungi mendiang ayah kalian.
Kali terakhir aku melihatmu adalah pada upacara pembukaan.
Aku yakin kakakku merasa terhibur
berkat putra sulungnya.
Maaf aku terlambat, Bu.
- Siapa dia? - Istri sepupu kami, Seung Hoon.
Mereka menikah awal tahun ini.
Kamu terlihat sangat berbeda dari saat aku melihatmu di rumah.
Apakah kabar menteri baik?
Ya, ayahku memintaku mengirim salam untuk Anda.
Sampaikan salamku kepadanya juga.
- Mari masuk. - Baik.
Bu, masalahnya adalah, agamaku Kristen.
Jadi, aku akan berdiri di belakang selama upacara peringatan.
Pulang sajalah.
- Apa? - Pulanglah
dan berikan penghormatanmu di gereja yang kamu datangi.
Lupakan saja, Bu.
Ayo pergi.
Berhenti.
Pamanmu akan memulai upacara mulai tahun ini.
Ini menyenangkan. Benar, bukan?
Bagaimana jika kamu mengatakannya dengan lebih spesifik?
Menyenangkan melihat hujan di rumah bersamamu.
Aku setuju.
Kamu menepati janjimu, Morgan.
Kamu memberitahuku bahwa kamu akan datang tiap kali hujan turun.
Aku selalu datang.
Mari kita jujur. Aku selalu datang
bagaimanapun cuacanya, bukan?
Kamu benar.
Tiap kali kamu datang, aku senang sekaligus takut.
Apa kamu sudah tidak takut lagi?
Aku masih takut.
Kamu bertanya kepadaku
apakah aku kurang menyukaimu untuk mengatasi ketakutanku ini.
Dan kamu tidak memberiku jawaban.
Aku tidak bisa memberimu jawaban
karena aku pikir akhirnya aku akan mengabaikan ketakutanku ini.
Seperti katamu, setiap pertemuan memiliki akhir.
Dan akhirnya kita akan berpisah dalam bentuk apa pun itu.
Tapi
saat aku berlari menuju perpisahan itu,
satu-satunya orang yang bisa berbagi kegelisahan ini denganku
adalah kamu.
Jadi,
mari kita gelisah dan gugup bersama.
Mari saling menghibur dan meyakinkan.
Dan meski pada akhirnya kita kehilangan satu sama lain,
mari kita pertahankan satu sama lain dalam momen ini.
Senang berjumpa denganmu, Morgan.
Selamat datang dalam keseharianku.
Letakkan kopimu.
Aku ingin sekali bergabung dalam keseharianmu.
Aku tidak akan pernah pergi.
Jadi, jangan pernah
menyuruhku pergi.
Jin Woo, banyak orang menantikan filmmu.
Mungkin akhirnya kamu akan pergi ke Cannes.
Aku bertanya-tanya apakah itu akan pernah terjadi.
Sudah saatnya kamu pergi.
Kamu sudah bekerja di industri perfilman selama 20 tahun
sejak kamu memulai dari bawah di tim sutradara.
Kamu mulai dari paling bawah?
Aku pikir kamu menggeluti industri perfilman hanya untuk iseng saja.
Aku pikir Dirut memberimu bisnis yang bagus
karena kamu tidak tertarik mengambil alih perusahaannya.
Aku sudah terlalu lama menggeluti ini hanya untuk iseng saja.
Kurasa aku benar-benar salah paham.
Orang-orang selalu mengatakan Dirut KU sudah menyerah
terhadap putra sulungnya, jadi, aku pikir itu benar.
Tapi kurasa itu tidak benar.
Kalau memang begitu, Dirut sangat kejam hari ini.
Kamu sangat menyukai pekerjaanmu, tapi dia menghinamu
hanya karena kamu tidak menggeluti bisnis keluarga.
Sayang, makan sajalah.
Maksudku, tidak semua orang kaya harus mengelola bisnis keluarga.
Jika mereka kurang kompeten, mereka harus hidup sesuai limitnya.
Apa yang kamu lakukan?
Ada apa?
Apa kamu terkejut aku bisa melakukan ini kepadamu?
Lepaskan aku! Kubilang lepaskan!
Seharusnya kamu tahu siapa yang bisa dan tidak bisa kamu hina.
Tampaknya kamu belum tahu, jadi, belajarlah selagi aku mengajarimu.
Kenapa aku tidak bisa menghinamu? Keluargamu bangkrut.
Lepaskan aku! Lepaskan!
Kamu bisa menghinaku.
Tapi tidak suamiku.
Kalian bahkan tidak penting untuk Dirut lagi.
Apa kamu pikir kamu bisa lolos dengan ini?
Aku akan memberi tahu suamiku semuanya!
Silakan.
Jangan tinggalkan satu detail pun.
Lalu kita akan lihat
apakah aku akan hidup untuk melihat hari esok atau tidak.
Suamimu setia pada KU Group, bukan kepadamu.
Bukankah itu alasanmu mengkhianati Tuhan dan membungkuk pada KU Group?
- Itu... - Itu berarti
kamu tidak sebanding dengan suamiku
meski dia sudah disingkirkan.
Karena itu kamu akan diam walaupun sudah diserang olehku.
Paham?
Apakah enak?
Gula membuatku merasa senang.
Musiknya juga bagus.
Kapan kamu mulai terjun dalam dunia musik?
Saat SMP.
Seon Woo menyarankan kami memulai sebuah band.
Dirut Kim?
Kenapa dia memilihmu?
Karena aku mengikuti kursus piano.
Apakah kamu bermain keyboard di band itu?
Aku pemain bas.
Aku belajar setelah bergabung.
Apa?
Apa nama band-nya?
Pangeran Millim.
Kamu asal memberi nama, bukan?
Karena itukah perusahaanmu bernama Millim Sound?
Ya.
Itu fakta yang menarik.
Bagaimana band itu?
Saat itu,
aku tenggelam dalam popularitasku sendiri.
Itu masa keemasanku.
Kamu bertahan dalam band untuk mempertahankan popularitas?
Itu bukan sesuatu yang bisa kamu abaikan.
Untuk remaja, popularitas sama dengan kekuasaan.
Aku merasakan kekuasaan sejak belia,
dan aku membutuhkannya di SMA.
- Kenapa? - Aku bersekolah di Australia.
No comments yet. Be the first to leave one.