Release info

놀면뭐하니 How Do You Play E84 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Support Me: http://trakteer.id/sultan_khilaf

Tags

other
Published on: 2021-03-08
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Heart and Heart Limited mendapat peningkatan"

"Love Yoo yang bertanggung jawab"

"Kalau begitu, apa nama kami?"

"Mereka hanya Jongbell dan Buk Gon"

"Hanya aku yang perlu berubah"

"Kami mengundang beberapa pakar cinta"

"Deul Yi Dae Ja"

"Young Ji yang muda dan berwawasan"

"Buka untuk bisnis"

"Kisah cinta berdatangan"

"Cinta membuat hati kita berdebar"

"Mari kita lihat kisah yang membuat semua orang bersemangat"

Love Yoo.

"Heart and Heart Limited"

Mau baca kisah lain?

Young Ji, kamu yang baca.

Tim basket Universitas Yonsei, nomor enam.

Park Ju Mi mengirim ini dari California.

- California? - Ya.

"Musim semi tahun 2012 ketika 'Cherry Blossom Ending'

oleh Busker Busker bisa terdengar di tiap sudut jalan."

"Aku ingin merasakan kehidupan kampus di Korea,

dan itu hari pertamaku sebagai mahasiswa pertukaran."

"Aku kebetulan berjalan ke gedung olahraga,

dan tim basket Universitas Yonsei sedang berlatih."

"Aku tidak tahu apa pun tentang basket,

tapi aku duduk di kursi penonton

- dan menonton seperti kerasukan." - Dia menonton sendiri.

"Kemudian, pada satu momen, aku menyadari bahwa

mataku hanya mengikuti satu pemain."

"Nomor enam."

"Dia tinggi, bahunya lebar,

- Karena dia olahragawan. - dan bahkan terlihat manis."

"Dia terlihat seperti aktor Chun Jung Myoung,

jadi, aku memberinya julukan Chun Jung Myoung dari Yonsei."

Chun Jung Myoung dari Yonsei pada tahun 2012.

Bukankah itu Chun Myoung Hoon?

Diamlah.

Bukan Chun Myoung Hoon dari Yonsei. Chun Jung Myoung dari Yonsei.

- Chun Jung Myoung. - Tarik ucapanmu.

"Aku tidak pernah menyukai siapa pun sebelumnya,

dan berpikir aku jatuh cinta dengan pria yang baru saja kulihat."

"Pipiku terasa panas, aku bergegas keluar dari gedung olahraga"

Para olahragawan terlihat sangat keren.

"Sejak hari itu, tiap kali melihat angka enam, aku memikirkan dia,

dan apa pun yang tampak bundar tampak seperti bola basket."

- Dia benar-benar memikatnya. - Benar sekali.

"Aku tidak punya pilihan dan kembali ke gedung olahraga bersama temanku."

"Ada pertandingan lain pada hari itu,

dan nomor enam membuatku bersemangat lagi. Lebih dari sebelumnya."

"Ya, benar. Dia cinta pertamaku."

"Seolah-olah untuk merayakan dimulainya cinta pertamaku,

dia mencetak tiga angka pada hari itu."

"Aku sangat bahagia, aku berteriak."

"Ayo, nomor enam!"

Kamu harus pemanasan sedikit.

- Itu mengejutkan. - Young Ji.

Teriakan itu merusak suasana.

"Ada kurang dari sepuluh penonton,

jadi, tentu saja aku menonjol."

"Nomor enam dan aku bertatapan."

"Aku merasa sangat gugup,

tapi makin ingin mendukungnya,

jadi, aku tersenyum dan melambai kepadanya."

"Aku tidak bisa melupakan ekspresi terkejut di wajahnya."

"Menurutmu apa pendapatnya?"

"Beberapa hari kemudian, aku menemukan dia di media sosial

dan mengirimkannya pesan

dengan kebohongan yang mencolok."

"Halo, aku harus mewawancarai

pemain basket untuk salah satu mata kuliahku."

"Kebohongan penuh cinta seorang penggemar"

"Meski itu permintaan mendadak,

- dia menerimanya." - Tidak mungkin.

"Kami memutuskan untuk bertemu di luar asrama."

"Setelah pertemuan pertama kami, aku harus kembali ke Amerika."

- Kenapa Amerika? - Astaga.

Tidak, Amerika.

"Begitulah akhir cinta pertamaku, sesingkat musim semi."

- Jangan pergi. - "Seorang teman memberitahuku

- dia menjadi sangat terkenal." - Sekarang?

"Aku tidak yakin apakah dia masih nomor enam,

tapi dia akan selamanya menjadi nomor enam di hatiku."

- Apa ini? - Apa ini?

Tunggu. Jadi...

- Dia di Amerika sekarang, bukan? - Apa yang terjadi?

Ayo telepon dia.

- Ini seperti film. - Aku gugup lagi.

Ini gila.

Teleponnya berdering.

California.

- Astaga. Apa lagi sekarang? - Astaga.

Dia ada di California. Ju Mi.

- Apa kabar? - Halo.

- Halo. - Halo.

- Halo. - Halo.

Hai. Senang bertemu denganmu.

- Halo. - Senang bertemu denganmu.

Kami baru saja membaca suratmu.

Kamu memperhatikan pria dengan nomor enam.

Dari semua pemain basket,

aku hanya memperhatikan satu orang itu.

Aku berharap dia berbalik agar aku bisa melihat wajahnya,

dan dia sungguh berbalik.

Dia mirip Chun Jung Myoung.

Mata bulat yang besar.

Kamu bilang bertemu dengannya untuk melakukan wawancara palsu.

Kamu pasti merasa sangat gugup dan bersemangat.

Dia harus terus latihan,

jadi, dia bertanya apakah aku tidak keberatan melakukan wawancara

di luar asrama timnya.

Tempat itu, di musim semi...

- Di musim semi? - Ada bunga sakura.

"Terlalu menghayati narasi"

"Angin musim semi bertiup"

"Kelopak bunga sakura beterbangan"

"Sembrono dan konyol"

"Berdering di sepanjang jalan"

Astaga.

"Kita berdua berjalan"

- Ya, jadi... - Astaga.

Aku berselancar di internet

untuk mencari pertanyaan yang harus diajukan kepada atlet.

Aku berhasil mengumpulkan tiga atau empat.

Itu sangat mengesankan.

Kurasa dia tidak menyadarinya.

Saat itu, aku belajar di Amerika,

dan tidak tahu dia terkenal.

Terutama ayahnya, juga sangat terkenal.

- Benarkah? - Aku tidak tahu itu.

Ayahnya terkenal?

- Dia keluarga selebritas. - Apa yang terjadi?

Apa kami mengenalnya?

Siapa dia?

Dia makin populer belakangan ini karena acara ragamnya.

"Blok".

- "Blok"? - Heo Jae.

- Pria "apa ini blok" itu? - Kita membicarakan putra Heo Jae?

"Apa itu blok? Apa ini blok?"

Pesan ini tentang putra Heo Jae.

- Dia rupawan. - Dia tampan.

Anaknya tampan.

Tunggu. Dia punya dua putra.

- Heo Hoon dan Heo Ung. - Heo Hoon...

"Heo Hoon, Heo Jae, Heo Ung"

"Ayah dan anak bersatu dengan basket"

Dia punya dua putra.

Yang mana? Putra sulung atau bungsu?

"Yang mana dari keduanya?"

Putra sulung.

- Putra sulung? - Heo Ung?

Menurutmu bagaimana

kepribadian Heo Ung?

Kurasa dia akan melupakanku.

Dia istimewa bagiku,

tapi baginya, kurasa mungkin

dia menganggapku penggemar yang menyukainya.

"Merasa tersentuh"

Tapi bahkan sekarang, Ju Mi, kamu baru saja memikirkan

momen itu dan menjelaskannya kepada kami.

- Dia tampak bersemangat. - Dia tidak bisa lihat ekspresinya.

- Ya. - Kita melihatnya.

- Kamu tampak bersemangat. - Dan bahagia.

- Ini kenangan indah yang kita semua - Ya.

simpan di sudut hati kita.

Nuansa kampus di musim semi...

Akarakachi, akarakacho.

- Akarakachi. - Akaraka...

"Itu sorakan pemandu sorak Yonsei"

Akarakachi, akarakacho,

akarakachichi chochocho.

Permisi. Kamu berkuliah di Universitas Yonsei?

- Aku sering pergi ke daerah sana. - Bukankah begitu?

Menurutku juga aneh.

Aku tidak pernah kuliah di Yonsei dan aku tahu itu.

- Semua orang tahu. Akarakachi. - Akarakachi.

"Mereka bersorak untuk Yonsei seolah-olah kerasukan"

Aku melakukan banyak pertunjukan di sana.

Aku ingin bertanya.

Jika kami bisa mengatur pertemuan,

bisakah kamu datang ke Korea?

Secara kebetulan...

- Ya? - Sebuah perusahaan di Korea

dan aku sedang membahas kesepakatan yang menguntungkan.

Dia sedang direkrut untuk bekerja di sini.

Ju Mi. Kami akan mengatur agar kamu bertemu Heo Ung...

- Astaga. - Dengan adanya agen kami.

- Terima kasih, Ju Mi. - Terima kasih.

Kamu baru saja membangkitkan sel cintaku.

Itu kisah yang sangat istimewa.

Seperti film.

- Ya. - Segala macam hal terjadi

- dalam hidup kita. - Benar.

Aku pernah bekerja dengannya.

Dengan siapa?

- Heo Jae. - Sungguh?

- Haruskah aku meneleponnya? - Ya, telepon dia.

Kamu punya nomor Heo Jae?

- Ya. - Mantan pelatih basket.

Kami dekat.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left