The first 200 lines.
Sangjun.
Kuharap aku tidak terlambat.
Tidak.
Bagaimana pakaianku hari ini?
Ini yang terbaik.
Astaga, aku sangat gugup.
Ini bagus.
Ayo.
Ayo.
Mungkin karena aku gugup,
tapi aku ingin ke kamar mandi.
Silakan. Aku akan menunggumu di sini.
Masuklah lebih dulu.
Datang dan jemputlah aku saat kutelepon.
Baik.
Hei, Yongsil.
Jju.
Apa yang akan kau katakan pada ketenaran?
Proposal Jihoon disetujui oleh bosnya.
Bisa sambungkan aku? / - Tentu.
Pahlawan lokal, Dokter Kim.
Tertarik dengan proyek yang menyenangkan?
Kami membuat acara TV dan kalian akan tampil.
Ini giliran kita membuktikan kepada bos itu!
Aku terlalu malu untuk menjadi tokoh masyarakat.
Omong-omong, aku sibuk, kita bicara lagi nanti.
Apa?
Halo.
Benar juga. Bukankah kau...
Ya, kau menjelaskan hasil pemeriksaanku.
Aku ingat. Hai.
Omong-omong, kenapa kau kemari?
Kau terlihat cantik hari ini.
Kau datang untuk kencan buta?
Ya, begitulah.
Bukankah dia pacar lama Sangjun?
Seperti rekomendasimu, aku berolahraga
sambil mencoba tidur sebelum tengah malam.
Kau hebat.
Bugar dan sehat adalah aset bagi para aktor.
Terima kasih.
Aku datang untuk pertemuan keluarga.
Semoga berjalan lancar. / - Aktor?
Tentu. Kau juga, Dokter.
Semoga harimu menyenangkan. / - Tentu.
Dia tahu pria itu bukan jaksa.
Youngsik, kau datang.
Di mana? / - Kau bisa duduk di sana.
Senang bertemu denganmu.
Jaksa Bae, kau bersinar hari ini.
Dan orang tuamu?
Benar. Mereka akan segera datang.
Kau datang sendirian?
Eunju dan anak-anak hadir di pernikahan saja.
Bagus. Lagi pula, makanan di sini mahal.
Haruskah kau mengatakannya? / - Begini...
Keluarga Jaksa Bae ada di luar negeri,
dan hanya orang tuanya yang datang.
Akan aneh jika kita mengalahkan jumlah mereka.
Tentu saja. Kau selalu benar, Sangmin.
Benar.
Bisa permisi sebentar?
Apa karena aku gugup?
Kurasa aku baik-baik saja.
Apa-apaan ini?
Kenapa kau di sini?
Selamat, Sangmin.
Untuk apa?
Pernikahanmu yang akan datang.
Kau mengadakan pertemuan keluarga hari ini.
Bagaimana kau tahu itu?
Kakakku tidak akan...
Tidak mungkin.
Katakan aku salah.
Kau datang menghadiri pertemuan keluarga?
Kakakmu mengundangku datang bersamanya
untuk merayakan acara ini.
Ini butuh keberanian besar bagiku.
Aku akan memberimu selamat dari lubuk hatiku.
Memberiku selamat apanya?
Kau hanya akan membuat pernikahanku sial.
Itu tidak akan terjadi.
Tolong jangan marah di hari baikmu.
Pergilah sekarang juga. Pulanglah.
Sangmin.
Aku sudah menyuruhmu pergi.
Kenapa kau menemui orang tua tunanganku?
Pulanglah dan hibur adikmu yang penjahat itu.
Dia masih memikirkan mantannya.
Kenapa adikku penjahat?
Dia menyerangku saat SMA. Kau lupa?
Kau menghina keluargaku.
Beraninya kau meremehkanku.
Aku akan memaafkanmu karena ini hari baikmu.
Keluargaku membencimu.
Lebih buruknya lagi, kau datang mabuk
dan pingsan di sofa kami.
Aku minta maaf untuk itu
dan membiarkan kesalahan seperti itu
dianggap sopan santun.
Aku sudah menyuruhmu pergi!
Orang-orang menyebutku pahlawan lokal.
Keberadaanku di pertemuan tidak merugikanmu.
Itu menyudahi
perdebatan yang tidak menyenangkan hari ini.
Kami minta maaf atas keterlambatannya.
Tidak apa-apa.
Aku yakin perjalanan panjang itu melelahkan.
Kau pasti ibunya,
dan kau pasti neneknya.
Kalian berdua cantik,
seperti yang kami dengar.
Astaga, kau terlalu baik.
Sangmin keluar untuk menelepon.
Izinkan aku memperkenalkan diri.
Itu putraku.
Aku Lee Sangjun. Senang bertemu denganmu.
Benar. Ini suatu kehormatan.
Kau tampak lebih tampan secara langsung.
Terima kasih.
Di sana adalah keponakan tertuaku.
Aku Jang Youngsik.
Kau mendukung putramu
menjadi jaksa terhormat.
Aku sangat menghormati itu.
Kami tidak berbuat banyak.
Itu semua atas usahanya sendiri.
Kami hanya meminta kalian menyayanginya.
Aku sungguh berharap kita bisa akur.
Kau baik-baik saja?
Ya, aku akan segera pergi.
Temui aku di lorong dua menit lagi.
Hei! Kau sudah gila?
Hei!
Aku harus bagaimana?
Kau dari mana saja?
Orang tua Jaksa Bae datang.
Kau sudah gila?
Beraninya kau membawa Kim Taeju kemari!
Kau bertemu dengannya? / - Cepat kembali.
Sangjun.
Maaf, tapi kurasa aku tidak bisa melakukan ini.
Kurasa aku tidak boleh ikut campur.
Nanti kita bicara lagi.
Apa? Ada apa? Apa terjadi sesuatu?
Kau harus masuk.
Apa kau bertemu Sangmin?
Apa dia mengatakan sesuatu?
Tidak. Aku tidak enak badan.
Kedengarannya kau masih di toilet.
Apa yang kau lakukan di sini?
Apa yang terjadi?
Kurasa pipa airnya rusak.
Tiba-tiba, airnya... / - Ini perbuatan Sangmin?
Tidak.
Kau harus masuk. Aku sudah memanggil taksi.
Perbuatan Sangmin, bukan?
Kubilang bukan.
Jangan bilang bukan. Aku tahu kau berbohong.
Aku tidak bisa masuk seperti ini.
Ayo. Aku akan mengantarmu pulang.
Kau harus masuk.
Taksinya dalam perjalanan. Jangan khawatir.
Bagaimana kau bisa naik taksi saat basah kuyup?
Aku akan membeli jas hujan di toserba terdekat.
Jangan khawatir, masuklah. Kutelepon nanti.
Kau punya jas hujan?
Kami tidak punya jas hujan sekarang.
Begitukah?
Jadi, kau belajar dengan beasiswa negara?
Ya. Aku beruntung mendapatkan kesempatan.
Sudah cukup sulit
menjadi profesor di negara sendiri.
Tapi kau melakukannya di negeri asing.
Itu mengesankan.
Aku hanya beruntung.
Keluarga putraku tinggal di timur Amerika Serikat.
Kudengar orang Korea punya komunitas di sana.
Kami tidak pergi ke gereja Korea,
jadi, kami jarang berhubungan dengan orang lain.
Selamat menikmati.
Mereka bilang ini restoran terbaik di Seoul.
Aku memesan hidangan terbaik di sini.
Kuharap kau menyukainya.
Baiklah. Terima kasih.
Ibu dan Ayah, selamat menikmati.
Baiklah. Calon menantuku, nikmati makanannya.
Ya, Ibu.
Ayo makan, Dongchan.
Apa dia mengaku dia jaksa kepada orang tuanya?
Makanan di sini sangat enak. / - Kau suka?
Aku senang.
Kenapa dia berbohong kepada Sangmin?
Apa mereka orang tua kandungnya?
Terima kasih.
Taeju.
Geonu. Astaga.
Aku senang kau di sini. Tolong pegang ini.
Bukankah kau seharusnya bertemu Sangjun?
Apa? Aku sudah bertemu dengannya.
No comments yet. Be the first to leave one.