The first 200 lines.
"Ra Mi Ran"
"Um Ji Won"
"Lee Jong Hyuk"
"Kim Won Hae"
"Kim In Kwon"
"Kim Hye Hwa"
"Park Gyeong Ree"
"Seo Zi Hu"
"Kim Min Seo"
"Cold Blooded Intern"
"Sponsor produksi"
"Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, KOCCA"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
Kamu sudah lupa
perbuatanmu di SY?
Kontrak Larangan Kehamilan.
Saat itu, mengingat situasiku, aku tidak punya pilihan...
Benar.
Kamu hanya memedulikan situasimu. Itulah dirimu.
Jadi, kumohon,
berhentilah berpura-pura
dan jangan mencampuri urusanku.
Aku tidak bisa menahannya walau kamu menyebut ini palsu,
tapi aku tidak mau
kamu menyakiti orang lain hanya demi promosi.
Kuharap kamu akan berhenti.
Kamu punya cukup kemampuan
untuk menerima persetujuan orang dan bangkit.
Ada apa?
Kamu baik-baik saja?
Berhenti
mencampuri urusanku.
Akan bagus bagiku jika Direktur Ju meninggalkannya
setelah semua yang dia lakukan untuk menjadi anak buahnya.
Lihat saja. Aku tidak akan pernah membantunya.
"Episode Sepuluh, Awal Kontrak Larangan Kehamilan"
Astaga. Ayolah.
Semuanya. Bolanya melayang ke arahku.
Bolanya melayang ke arahku. Dan aku melakukan sundulan.
Dan kena! Astaga. Halo, Pak.
- Halo. - Halo.
Astaga, Pemagang Go.
Kamu baik-baik saja?
Ya, aku baik-baik saja.
Pak. Sebenarnya,
aku baru mau menunjukkan kekhawatiranku tentang kondisinya.
Dia pahlawan pertandingan sepak bola kita, bukan?
Kamu pasti sangat lelah, Pak.
Tidak. Sama sekali tidak.
Pemagang Go.
Bagaimana jika kamu bermain dengan tim sepak bolaku setiap pekan?
Apa?
Setiap pekan?
Astaga, Pak.
Dia hanya beruntung hari itu.
Itu hanya keberuntungan pemula.
Dia tidak tahu apa pun tentang sepak bola.
Pak So, menurutmu kapan keberuntunganmu akan berubah?
Benar. Maaf, Pak.
Sepertinya kami menerima faks.
Biar aku saja.
Astaga.
Bahkan aku menangani faksku sendiri.
Aku tahu dia hanya pemagang.
Tapi menyia-nyiakan pemagang terbaik dengan banyak pengalaman
menunjukkan betapa tidak kompetennya kamu sebagai atasannya.
Pada dasarnya, kamu mengakui tidak cocok untuk manajemen.
Bu Geum, kita mendapat proposal dari rekan baru kita.
Begitu rupanya.
Rekan baru?
Ini.
Ini bagus.
Bagaimana jika kita biarkan Pemagang Go
mengelola rekan baru kita?
Apa?
Aku?
Ini.
Aku berharap banyak darimu, Pemagang Go.
Baiklah. Aku menantikan kemampuanmu.
Astaga. Bu Choi.
Astaga.
Kamu pasti lelah karena bekerja akhir pekan lalu.
Tidak, Pak.
Bagaimana, Pak?
Ya. Aku datang.
Baiklah. Aku mengandalkanmu.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Jadi, kamu akan keluar lagi?
Ya.
Dengan semua dukungan darimu dan Direktur Oh,
aku harus bekerja lebih keras untuk memenuhi ekspektasimu.
Ya. Benar.
Mari selesaikan dan buat ini sederhana.
Lalu kita akan bertemu dengannya.
Baik, Pak.
Aku akan naik untuk merokok.
Kalau begitu, aku akan pergi lebih dahulu.
Tentu. Lift menuju ke bawah datang lebih dahulu.
Pintu menutup.
Astaga. Mungkin seharusnya aku tidak datang dengan tangan kosong.
Mungkin seharusnya aku membeli minuman.
Tidak.
Aku tidak mau melanggar UU antikorupsi.
Aku harus menunjukkan ketulusan. Begitulah caranya.
"Ruang Guru"
Sudah kuduga. Kamu punya gambaran besar
saat datang ke pertandingan sepak bola.
Dia jelas menyukaimu.
Walau Direktur Ju tidak menugaskannya,
aku ingin dia mengelola rekan baru
karena produk kita kali ini adalah makanan bayi.
Terima kasih.
Aku akan bekerja keras untuk ini.
Yi Young menggambar tato di tubuh teman-temannya dengan pena.
Beberapa orang tua mereka tahu apa yang dia lakukan.
Aku tidak bisa bilang perbuatannya buruk,
tapi menggambar tato di tubuh teman-temannya di sekolah
bisa menjadi masalah. Itu sebabnya aku ingin bertemu denganmu hari ini.
Aku belum pernah melihat ayah Yi Young semarah itu.
Bagaimana jika dia memukulinya?
Itu bukan tato sungguhan.
Dia hanya menggambar kulit kita dengan penanya.
Orang dewasa selalu membesar-besarkan masalah.
Dasar anak nakal!
Tidak, dengar.
Mereka ingin aku menggambar di tubuh mereka,
jadi, aku melakukannya secara gratis.
Mereka bisa menghapusnya, tapi sengaja tidak melakukannya.
Saat mereka ketahuan, aku hanya dirugikan.
Lalu bagaimana sekarang?
Apa yang akan kamu lakukan jika mereka memintamu menggambar lagi?
Apa?
Jangan lakukan itu lagi.
Jangan lakukan apa pun yang bisa menyebabkan masalah di sekolah.
Baiklah.
Yang benar saja. Kamu hanya menggambarnya dengan pena.
Kamu berusaha menggambarnya, tapi hanya kamu yang dimarahi.
Ayah harus ke sekolahmu seolah-olah melakukan kesalahan besar.
Apa ini?
Jangan lakukan itu sekarang.
Saat kamu dewasa,
gambarlah tato sungguhan
dan dapatkan bayaran atas pekerjaanmu.
Kamu hanya menggambar garis di tubuh teman-temanmu.
Kenapa mereka menelepon sekolah? Merepotkan saja.
Astaga, kita harus bagaimana?
Jika ibumu tahu, tamatlah riwayatmu.
Ibu tidak perlu tahu.
Sepakat?
Astaga.
Astaga.
Aku mungkin akan menyukaimu jika kita sering bertemu.
Kontraknya sudah disetujui
oleh direktur dan direktur pelaksana.
Kamu bekerja cepat seperti yang kudengar.
Itu hanya formalitas.
Baiklah. Mulai sekarang,
ini akan menjadi kemitraan berbasis kepercayaan.
Jadi, santai saja. Mengerti?
Tapi aku tidak suka bersantai.
Omong-omong, kamu belum melakukan apa pun
untuk meningkatkan sanitasi di pabrik.
Astaga.
Kamu belum dengar?
Para petinggi sudah bilang itu sudah pasti.
Astaga, jangan buang-buang tenaga. Percuma saja.
Jangan memperumit masalah ini.
Percuma?
Itu persyaratan paling mendasar dan penting.
Kamu sadar tidak akan bisa meningkatkan kualitasnya
atau menawarkan harga lebih baik daripada mitra kami sebelumnya?
Tisu basah semuanya sama.
Kamu tidak akan tertarik untuk menurunkan harganya.
Jadi, fokuslah untuk meningkatkan kualitasnya.
Astaga. Ayolah.
Tentu. Aku akan menuruti perkataanmu.
Kamu tahu konsumen zaman sekarang sulit dipuaskan, bukan?
Jika ada masalah dengan kualitas,
bukan hanya kamu yang terkena dampaknya.
Pak Oh yang memaksaku memecat rekan kami
untuk bekerja sama dengan pabrikmu
akan menjadi orang pertama yang menghadapi konsekuensinya.
Aku akan menantikan lingkungan kerja yang jauh lebih baik
saat aku berkunjung lagi.
Aku juga ingin memberi Pak Oh laporan positif.
"Koneksi Pak Oh Tiga"
"Direktur Ju"
"Koneksi Pak Oh Tiga"
Sesuai dugaan.
Kamu kurang terampil dalam banyak hal.
- Aku melihat banyak kekurangan. - Begitu rupanya.
Bisa beri tahu aku dengan cara apa aku harus berkembang?
Jika kamu jelaskan secara detail, aku pasti akan memperbaikinya.
Seluruh laporannya.
Semuanya harus diperbaiki.
Aku tidak suka fonnya.
Huruf apa ini? Apa itu Fon Cabang Persik?
Berapa kali aku menyuruhmu memakai
Fon Kacang Merah atau Hamchorong?
No comments yet. Be the first to leave one.