The first 198 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
"Episode 104"
Seung Joo, buka pintunya.
Seung Joo, aku tahu kamu ada di dalam.
Seung Joo, buka pintunya dan bicaralah kepadaku.
Seung Joo.
Seung Joo.
Seung Joo.
Katamu angin akan segera berlalu.
Tidak bisakah kamu menungguku sebentar lagi?
Tenangkan dirimu, lalu kita akan bicara.
Aku tidak bisa putus denganmu.
Tidak. Aku tidak akan membiarkanmu putus denganku.
Seung Joo.
Seung Joo.
Seung Joo.
- Kami pulang. - Banyak sekali belanjaan kalian.
- Ada apa kamu kemari? - Aku?
Aku suamimu, Bang Cheol Sang. Kamu tidak tahu?
Sudah kubilang jangan pernah ke rumah ini lagi.
Aku kemari untuk mengajakmu makan barbeku enak
agar kamu bisa makan lahap.
Kudengar Geum Soon berkemah
untuk mengadakan barbeku.
Apa? Bagaimana kamu bisa tahu?
Apa? Bahkan saat dua pria itu di kantor,
mereka antusias merencanakan berkemah mereka.
Untuk apa aku makan barbeku denganmu?
Pergilah, aku sibuk menyiapkan peringatan kematian.
Peringatan kematian?
Peringatan kematian siapa?
Ayahnya Nam Jin dan ibu kandung Si Woo.
Apa? Kenapa kamu harus menyiapkan peringatan kematian mereka,
padahal kamu tidak pernah bertemu mereka?
Itu suaminya Geum Soon,
tapi dia malah berlibur.
Baiklah. Kami akan mengadakan peringatan kematianmu juga.
Dia benar.
Kami bertiga akan menyiapkan peringatan kematian.
Pergilah ke rumah tamu.
Aku akan menjahit mulutmu
agar kamu tidak bicara omong kosong lagi.
Sepertinya kamu menunggu lama.
Kamu seharusnya menghubungi kami sebelum datang.
Tidak apa. Aku tidak menunggu lama.
Bagaimana jika kamu mencoba menghubunginya lagi?
Kurasa nomorku diblokir.
Aku pergi ke rumahnya, tapi sepertinya dia tidak di rumah.
Kupikir dia di sini.
- Duduklah lebih dahulu. - Baik.
Omong-omong, kamu bisa menjelaskan yang kamu sebutkan tadi?
Bu Choi terkena serangan panik tiap dia melihat Seung Joo?
Itu...
Apa yang terjadi saat serangan paniknya kambuh?
Dia mencengkeram kerah Seung Joo dan gemetar?
Ya.
Astaga, itu pasti mengejutkan Seung Joo.
Bagaimana ini, Man Seok?
Kamu jelas tahu kondisinya.
Kenapa kamu menaruh mereka dalam satu tim?
Dia meminum obatnya. Jadi, kupikir tidak akan apa-apa.
Maaf. Aku seharusnya lebih pengertian.
Dia pasti sangat kesal dilihat dari bagaimana dia menyerahkan
surat pengunduran dirinya dan masih belum menghubungimu.
Maafkan aku, Ayah.
Kurasa sebaiknya kamu melepaskannya.
Apa?
Selama ada Bu Choi, hubungan kalian
tidak akan berjalan lancar.
Pergilah.
Ayah, aku sungguh tidak bisa berpisah dari Seung Joo.
Tolong bujuk dia.
Aku akan lebih baik kepadanya mulai sekarang.
Sebentar lagi akan siap.
Bagaimana jika kita balut dengan ini?
Bidadariku, ini.
Astaga, biar aku sendiri saja.
Ayolah.
TIdak ada yang lebih enak daripada balutan
yang dibuat oleh pria yang kamu cintai dan daging
yang dibakar oleh pria tampan.
Wi-Fi cinta.
Cobalah ini, Bidadariku.
Astaga, aku sibuk membakar daging.
Tidak bisakah kamu buatkan untukku juga?
Bakar dagingnya dengan benar.
- Itu akan hangus. - Astaga.
Ini kali pertamaku makan barbeku di luar ruangan.
Kamu tidak melakukan ini saat kuliah?
Aku tidak punya waktu untuk itu.
Aku giat belajar untuk mendapatkan beasiswa
dan melakukan berbagai pekerjaan paruh waktu untuk membiayai hidup.
Kenapa hidupmu membosankan?
Kamu seharusnya lebih sering keluar dengan orang baik seperti kami
untuk makan barbeku dan mengobrol.
Itu kenikmatan hidup.
Kamu benar.
Hidupku memang
sangat membosankan dan sepi.
Tapi aku sangat senang
karena ada Si Woo.
Ada yang ingin kutanyakan.
Kudengar mendiang Pimpinan Ahn
berusaha keras memisahkan
putranya dan kamu.
Apa alasannya?
Untuk menyelamatkan Hyunkang, yang keuangannya sulit saat itu,
dia butuh bantuan keluarga Kim So Young.
Jadi, kuminta Young Gyu untuk menikahinya saja.
Aku yakin
itu tidak akan apa-apa selama dia mencintaiku.
Lalu, apa yang terjadi? Dia berubah pikiran?
Dia pria yang baik.
Dia tidak tahan melihat istrinya
sedih dan menderita.
Suamimu berhenti bekerja lagi?
Apa kata mertuamu?
Astaga. Aku turut prihatin.
Mereka tidak akan bisa mengasuh anakmu juga.
Apa? Mereka bahkan meminta uang untuk liburan kepadamu?
Astaga.
Baiklah. Ayo bicara saat kita bertemu.
Baik. Semangatlah.
Aku sudah mencetak semua dokumen yang kamu minta.
Ini.
Terima kasih, Dae Sik.
Itu temanmu yang bernama Hyang Mi, bukan?
Apa terjadi sesuatu kepadanya?
Dia sudah cukup kesulitan membesarkan dua anak sendiri,
tapi mertuanya meminta uang untuk liburan kepadanya.
Mereka sangat kejam.
Tiap mertuaku melihatku, mereka mencoba melakukan sesuatu untukku.
Mereka sangat baik kepadaku, bukan?
Ibu dan ayahku
punya banyak uang.
Tidak semua orang kaya melakukan itu.
Orang tuamu melakukan itu sebab sangat menyayangi anak mereka.
Karena mereka menyayangiku seperti putri sendiri,
aku sangat bersyukur dan ingin melakukan sesuatu untuk mereka.
Aku lupa.
Hari jadi pernikahan orang tuaku sebentar lagi.
Hadiah apa yang sebaiknya kuberikan untuk mereka?
Bagaimana dengan voucer untuk pemeriksaan kesehatan?
Voucer untuk pemeriksaan kesehatan?
Perjalanan hari ini
adalah Perjalanan Romantis yang bisa membangkitkan kenangan.
Kita akan berbagi kenangan, lembaran kehidupan kita,
yang tersimpan dalam hati kita.
Sekarang, buka lembaran kenangan bahagia kalian denganku,
penyiar radio malam ini.
Bidadariku sayang.
Kenangan api unggun?
Aku tidak memiliki kenangan spesial.
Saat kita tamasya grup pegawai baru,
aku melihat Bu Choi dan Pak Ahn Young Gyu bertatapan.
Aku tahu ada sesuatu di antara mereka.
Aku merasa sangat sedih. Hanya itu yang bisa kupikirkan.
- Kamu sedih? - Ya.
Mungkin, semua berawal hari itu.
Dia sangat penuh perhatian
dan pengertian.
Aku juga sangat perhatian.
Kurasa kamu tidak tahu aku dijuluki Lee yang Perhatian.
Aku juga dikenal perhatian,
tapi Bu Choi bahkan tidak melirikku.
Ayo tetap berteman selamanya.
Tentu saja.
Masukkan kayu bakar ke sana.
Dingin sekali seperti musim dingin, padahal ini akhir Maret.
Benar, Bidadariku?
Tanggal berapa hari ini?
Hari ini?
"29 Maret, Jumat"
Ada apa, Bu Choi?
Aku pasti sudah gila.
Hari ini peringatan kematiannya.
Ini sudah malam sekali. Kamu tidak bisa kembali.
Tiap tahun, mendiang Pimpinan tidak mengizinkanku menghadiri
peringatan kematiannya.
Dia hanya mengizinkan Si Woo menghadirinya.
Dahulu aku berharap bisa mengadakan peringatan kematian
untuk ayahnya Si Woo di rumah itu.
Aku harus pergi.
Pak Jang, tolong antar aku.
Kamu tidak perlu pergi.
Apa maksudmu?
Si Woo menginginkan ini.
Apa maksudmu dia menginginkan ini?
Dia ingin melakukan peringatan kematian tanpamu.
Tahun ini,
aku merasa berbeda mengenai peringatan kematian mereka.
Aku selalu memikirkan ibuku
yang tidak bisa menghadirinya karena ibu kandungku.
Dan itu membuatku merasa tidak nyaman di sini.
Mereka terlihat serasi.
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.