The first 200 lines.
Sebelumnya di "Aftermath"...
Sejenis penyakit otak. Hanya Tetrasilin, obatnya saat ini.
Kau tahu keluarga ga penting lagi, bukan?
- Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu juga.
Gimana kalau dia seperti mereka... Kau menyebutnya, skinwalker?
Diam!
Matt!
Perlihatkan dirimu!
Hei, sekarang jam 5:40 pagi.
Kau harus kembali tidur.
Masih kiamat.
Kita akan aman di Seattle.
- Gimana jika Brianna ga ada di sana? - Dia akan ada.
- Jika ga ada? - Dia akan ada.
Dia akan ada. Kau harus percaya.
Aku benci alasan itu.
Kubisa dengar dengkuran di sana.
- Ga lah. - Ya iyalah.
Itu lucu. Terdengar seperti 2 orang.
- Cukup sudah. - Iya.
Seperti dengkuran kapal.
Itu orang lain.
Kau harus kembali tidur.
Ga usah ngajarin apa yang harus kulakukan.
Josh?
- Josh! - Karen.
Sudah 60 blok seperti ini.
Ga ada darah. Ga ada tanda trauma.
Kunci tertinggal di setiap mobil.
Sepertinya...
Sepertinya setiap orang di Seattle tiba-tiba...
Menghilang.
Ayo keluar.
Matt, Dana...ayo.
Ayolah.
Bawa barang bekal kalian.
Bisakah kalian memberiku makanan?
Tentu saja.
Kami terima wanita, rumput atau uang.
Aku pilih wanita.
Bro, aku lapar, OK?
Aku lagi nafsu.
Dasar sialan!
Tenang dulu.
Kami ga akan menyakitimu.
Bro, maju lagi dan akan kutembak kemaluanmu.
Ayo, lakukan.
Lakukanlah.
Sebenarnya. Kau tahu?
Kumulai denganmu,
karena yang paling nafsu.
Ayolah. Ga apa-apa.
- Kuhanya bercanda. - Nona?
Apa maumu?
Tolong jangan sakiti mereka.
Ikut kami. Kami punya banyak makanan.
Kenapa kau berpakaian seperti itu?
Seperti apa?
Seperti penduduk "Pioneer Village".
Nona, tolong.
Tiarap di atas tanah.
Lakukan sekarang!
Ayo, jalan!
Seberapa cepat kendaraan ini?
Aku ga tahu.
Mungkin dia sudah sampai.
Mari berdoa kepada-Nya dia di sini.
Brianna?
Ayah!
Kuharap kakek ada di dalam.
Iya. OK.
Tetap di sini bersama Sally dan saudarimu.
- Bri? - Ayah!
Berapa lama airnya bisa mengalir?
Ayah!
Pompanya memakai listrik,
dan listriknya mati.
Kalau waduknya kosong, kukira ga ada harapan lagi.
Kuperiksa di atas.
Baiklah. Jangan tembak ayahku.
Rumah kakek selalu menakutiku.
Mm-hmm.
Dia suka Pasifik Selatan.
Khususnya Maori.
Mereka yang lakukan itu...
Tarian perang dengan lidah keluar, bukan?
Iya, "The Haka". Kau lihat di mana?
Tim Rugbi melakukannya.
Tariannya disebut "the Ak tu et Wanawana".
Artinya, "Melawan Teror"
- Ini dia. - Lagu yang bagus untuk kiamat.
- Gimana abunya? - Masih hangat.
Jadi dia di sini, 12 jam lalu?
18 jam, mungkin, tergantung.
Coba kaulihat saudaramu di luar?
OK, mengecek pemain sepakbola yang pegang senjata.
Tapi, ayah, kau bisa sendiri.
Baiklah, orang tua.
Kau pergi kemana?
Mereka ga ada di dalam.
Brianna masih dalam perjalanan.
Kita tunggu mereka di sini.
Dia baik-baik saja, bu.
Jika tidak, aku akan tahu.
Ini "membunuh" pantatku.
Apa? Ada yang salah?
Kita ga "bicara kotor" di sini.
- Apa kau... - Kau bilang "bunuh",
itu melanggar "Firman-Nya".
Lalu kau berkata...
aku ga bisa mengulang ucapkanmu,
tapi itu kata jorok untuk bagian tubuh ciptaan-Nya.
Dan berdosa melawan Tuhan yang menciptakanmu.
Bukan itu maksudnya, Mary.
OK, jadi kau marah padaku
karena bicara tentang "pantatku"..
- Hentikan! - Tolong, Brianna.
Bahkan aku berpikir kau yang salah saat ini.
Bahkan kau?
Jeez.
Dan kini nama "Juru Selamat" kau sia-siakan.
- Apa maksudmu... - Kau bilang "jeez."
Aku ingin menyambutmu,
seperti diajarkan kepada kami.
Memang gitu...
Aku ga tahu jika mereka menerimamu,
Kuharap ga.
OK, berapa orang seperti itu di sini?
Semuanya.
Kau juga?
Kukira begitu.
OK, kubutuh berkumpul hingga aku bertemu keluargaku
jadi antara kau atau aku yang kembali ke jalanan.
Apa kau ingin terlihat aneh denganku?
Jawaban yang benar apa?
Ga begitu, Devyn.
Kau ga terlihat aneh denganku.
OK.
Aku ga terlihat aneh denganmu.
Astaga, kau akan terlihat aneh denganku.
Bisa kau berikan aku makanan?
Kau bisa lakukan itu?
Iya.
- Iya? - Iya.
Apa yang kaulakukan?
Kita bisa menanam makanan kita.
Ini kebun kakekku.
Dia ga butuh ini lagi, sayang. Kita yang butuh.
Dia belum mati. Kau ga tahu itu.
Kita hanya meminjamnya sebentar, dan membuatnya tetap hidup, OK?
Bisa kau ambil ember itu, tolong?
Kau ga dengar?
Apa? Ga.
Itu mustahil.
Rona?
Dana, tunggu!
Apa itu kau?
Dana!
Dana!
Dana, kau baik-baik saja?
Coba kulihat tanganmu.
Ga apa-apa.
Ada apa dengannya?
Sayang, dia "anjing gila".
Apa?
Baiklah, jangan melihatnya. Lihat aku. Dengarkan aku atau apa saja.
La, la, la, la, la.
Matanya, kita semua salah.
Warnanya berbeda.
Kita butuh vaksin rabies secepatnya.
Di mana, dokter?
- Apa itu sakit? - Iya.
OK, mari lakukan itu.
Kau yakin dia kena rabies?
Sayang, dia berbusa.
Rabies, itu...
Yang ada jarum di perutnya, bukan?
Yang sangat menyakitkan.
Iya, itu sangat menyakitkan.
OK, mari kita lakukan satu persatu, bukan begitu?
Kita akan mengantarmu ke dokter..
Aku akan menunggu di sini.
Menunggu Brianna.
Itu bagus, Matt.
Itu bagus.
- Sini, tahan itu. - Baiklah, ayo.
Tahan itu.
Ayo.
Kita butuh bekal tambahan.
Kita mulai kekurangan.
Si kanan. Tukaran ya.
Kuingin kau menjaga tempat ini.
Bensin, peluru.. semua milik kakek.
Paham.
Dan jangan buka pintu kecuali untuk Brianna.
Andalkan itu
OK, sayang.
Kenapa kau punya senjata?
Aku terpisah dari keluargaku.
Itu ceroboh.
No comments yet. Be the first to leave one.