The first 200 lines.
Ini yang kaulewatkan di Glee. Puck merampok ATM
dan masuk penjara anak.
Dalam hal bandel, aku nomor satu.
Sam dan Quinn berpacaran, Mike dan Tina juga.
Artie dan Brittany berkencan, tapi Artie mencampakkannya,
dan sekarang dia menginginkan Brittany kembali.
Kurt kesepian sendiri, dan Pelatih Beiste juga.
Sue terus coba membuatnya berhenti.
Apa itu kue kotoran anjing?
Dan itu yang kaulewatkan di Glee.
Bung.
Bagaimana kau bisa tahan di air dingin?
Sudah biasa sejak pacaran dengan Quinn.
Tidak.
Bagaimana kalau sedikit macam-macam?
Sedikit macam-macam selalu berakhir ke yang lebih jauh.
Aku pernah mengalaminya, ingat?
Saat kita jadi raja dan ratu prom, rasanya
pasti sebanding dengan sedikit macam-macam itu.
Aku sudah pernah alami, bung.
Sebenarnya, masih mengalami, tapi
kenapa kita pacaran dengan dua gadis yang tak mau melakukannya?
Apa yang kaulakukan?
Yah, mudah.
Aku pikirkan hal berlawanan dari yang kulakukan.
Astaga!
Aku tak pernah hampir membunuh pegawai sipil sebelumnya.
Ya, kau harus cari pembunuh suasana sendiri.
Kau tahu, sesuatu yang sama sekali tak seksi.
Aku tak peduli!
Kalau kau ada di tim football, harus pakai ini, tak terkecuali!
Hei, pernah perhatikan kalau saat Beiste marah,
celana dalamnya naik ke bokongnya?
...di selangkanganmu dengan helm itu?
Kaupikir The Nutcracker cuma drama musikal?
- Sepertinya sudah kutemukan. - Benar sekali.
Indonesian Translation by Quidditcholic
Kuasumsikan ada banyak celana sweater
untuk dinantikan musim ini.
Kau tak apa-apa?
Ya. Baik.
Baik, anak-anak, kita langsung saja.
Pertama, sambut kembali Noah Puckerman.
Puck, kuharap pengalamanmu di penjara anak
mengajarkanmu tentang yang benar dan salah.
Anda bercanda? Aku berkuasa di sana.
Setiap hari aku hanya menghajar orang dan angkat besi.
Wow, hebat sekali.
Tak percaya aku melepaskanmu.
Dan sekarang, tolong drumnya, Finn.
Karena aku memegang
nama pesaing kita untuk kompetisi Sectional bulan depan.
Pertama, paduan suara akapela
dari sekolah swasta khusus putra di Westerville,
the Dalton Academy Warblers.
Oke, tunggu.
Sejuta lelucon gay langsung muncul di kepalaku.
Dan tim lainnya adalah...
The Hipsters, klub pemula
dari Program Edukasi Berlanjut Kotamadya Warren.
Nah, mereka klub paduan suara
yang seluruhnya terdiri dari lansia
- yang mengambil gelar GED. - Apa itu legal?
Bagaimana cara bersaing dengan sekumpulan lansia manis?
Kau bercanda? Tulang rapuh.
Beri tepukan penyemangat di bokong salah satu nenek itu,
pasti tulang panggulnya patah.
Kita lanjutkan. Karena sepertinya
ini membuat kalian semangat untuk kompetisi tahun lalu,
aku ingin minggu ini
jadi turnamen kedua Pria lawan Wanita.
Ya!
Jadi, bagi ke dalam dua grup,
dan pikirkan lagu untuk dinyanyikan.
Bagus. Oke, aku punya ide lagu campuran.
Kurt, kukatakan lagi... Tim pria.
Oke, bagaimana dengan kalian?
Menurutku kita nyanyi lagu AC/DC.
Dan seperti gitaris utamanya, pelorotkan celana di setiap konser.
Celana ini...
Aku tahu tak berhak meminta,
tapi bisakah dorong aku ke tangga belakang?
Luka-lukaku pasti sama, tapi di sana lebih sepi,
jadi aku tak akan terlalu malu.
Tenang. Aku di sini untuk mengurusmu.
- Kau temanku sekarang. - Aku tak mengerti.
Aku keluar lebih awal dari penjara anak
karena aku setuju kerja sosial,
tapi aku tak mau memungut sampah di jalan tol.
Gembel banget.
Jadi kuberi tahu petugas bebas bersyaratku aku kenal
orang cacat yang perlu dibantu, dan dia setuju.
Aku kerja sosialmu?
Aku tak mau kembali ke penjara anak.
Di sana tak ada wanita dan pilihan makanan.
Keren. Jadi kita berteman.
Tunggu dulu, Profesor X.
Aku tak pernah bilang suka padamu.
Sekarang diamlah.
Kita akan mencuri makanan di kantin.
Kursi ini tempat persembunyian yang bagus.
Apa masalahmu?!
Kau bicara padaku?
Kau mau merasakan The Fury?
- The Fury? - Itu nama tinjuku.
Dengan tingkat kreativitas seperti itu, kau bisa dengan mudah
jadi asisten manajer di pabrik pengolahan kotoran.
Aku tak tahu apa artinya itu, tapi kalau jelek,
The Fury akan mencarimu.
Ada yang bisa kubantu?
Tidak.
Ini rintangan yang harus kuhadapi sendiri.
Boleh aku jujur?
Kurasa ini mulai mempengaruhimu.
Biasanya hal ini tak berpengaruh padamu,
tapi akhir-akhir ini, kau terlihat agresif,
marah, menjauhi orang lain.
Boleh aku jujur pada Anda?
Anda, seperti semua orang di sekolah ini,
terlalu mudah membiarkan homofobia.
Dan pelajaran Anda membosankan dan berulang.
Pria lawan Wanita?
Itu tak menantang kami.
Maksudmu, karena aku tak mengizinkanmu masuk tim wanita?
Menjawab pertanyaan Anda, ya, aku tak bahagia.
Dan ya, menjadi satu-satunya gay terbuka di sini membuatku sedih,
tapi terutama,
aku tak tertantang di sini.
Aku tidak membatalkan semuanya.
Aku pernah melakukannya.
Kita hanya buat penyesuaian.
Tim pria, kalian harus nyanyikan lagu wanita.
Dan tim wanita, coba lagu rock klasik...
The Who, The Stones.
Semakin berlawanan pilihannya, semakin besar nilainya.
Jangan khawatir, tuan-tuan.
Aku yang tangani ini.
Jelas, agar medley ini bagus, aku harus jadi penyanyi utama,
dan tentu saja, kalau nyanyi lagu Diana Ross,
maka syal bulu bangau ala Bob Mackie itu wajib.
Bukankah pelajaran ini tentang hal berlawanan?
Maksudku, kau yang pakai gaun kelap-kelip dan syal bulu
adalah hal yang terduga.
Siapa yang menyebut soal gaun?
Bung, jadilah berguna,
dan pergi masukkan racun tikus di Jell-O para lansia itu,
- atau kunjungi The Garglers? - The Warblers.
Terserah. Lihat keadaan mereka.
Dan kau boleh pakai bulu semaumu.
Pasti mudah berbaur.
Baik.
Ini cukup panas untukmu?
Sebut namaku, Sam.
Kubilang, sebut namaku.
Kubilang, sebut namaku.
Beiste.
Kau tak apa-apa?
Ya.
Aku bisa lakukan ini berjam-jam lamanya.
Aku tahu yang kudengar.
Kami sedang bercumbu, dan dia bilang: "Beiste."
Kurasa dia membayangkan bercumbu dengannya.
Itu adegan termengerikan yang bisa kubayangkan.
Pelatih, aku butuh bantuan.
Aku sudah lakukan semua hal untuk mengembalikan citraku.
Nilaiku bagus, pacaran dengan pria tertampan di sekolah.
Yang lebih memilih bercumbu dengan She-Hulk.
Ya Tuhan, kenapa aku mengatakannya?
Sekarang aku jadi membayangkannya.
Apa kau tahu pemandangan jijik apa
yang harus kulihat untuk singkirkan bayangan tadi?
Aku harus pergi ke pusat perawatan luka.
Aku harus melihat luka.
Pelatih, aku tak tahu harus berbuat apa.
Tunggu.
Ini mungkin kesempatan yang kutunggu-tunggu.
Cara menyingkirkan Beiste dari sekolah ini
dan mengembalikan tiruan Macaulay Culkin ke pelukanmu.
Aku harus berbuat apa?
Kita harus publikasikan sakit hatimu.
Buat orang membicarakannya,
buat Beiste jadi Mary Kay Letourneau berikutnya.
Dan kau harus memarahi pacarmu.
Dengan lantang di depan umum.
Tunjukkan siapa yang berkuasa.
Astaga.
Sekarang aku jadi membayangkan mereka
bercumbu dalam episode Who's the Boss?
Kau kan harusnya belajar geometri? Bukankah kau tak lulus?
Satu hal yang kupelajari di penjara anak?
Uang adalah raja.
Agar orang tahu kita tidak lakukan secara gratis.
Tunggu, menurutmu mereka akan membayar kita untuk bernyanyi?
Kurasa mengamen tak diizinkan di sekolah.
Lihat dan pelajari, Jedi muda berkursi roda.
Ini sangat... bandel.
Aku tak pernah melanggar aturan seperti ini.
One love...
One heart...
Let's get together and feel all right.
No comments yet. Be the first to leave one.