Specials

Release info

SousounoFrieren-05[1080pAV110Bit]
A Commentary by sph21

Tags

1080
Published on: 2023-11-09
Downloads: 108
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 151 lines.

Frieren,

cari jalan menuju ke Aureole dan bicaralah pada Himmel.

Di titik paling utara kontinen ini...

Aku tiba di Aureole, tempat jiwa-jiwa beristirahat,

yang disebut sebagai surga oleh orang-orang yang hidup di dunia.

Ada banyak jiwa yang berkumpul di sana,

dan aku berbicara dengan mantan rekan-rekanku.

Maaf,

itu akan jadi perjalanan yang panjang.

Saat itu, kami menghabiskan waktu sepuluh tahun.

Begitu rupanya.

Ini seperti perjalanan yang kalian tempuh ke kastel Demon King?

Benar.

Pertualangannya cuma memakan waktu sepuluh tahun.

Oh, "seperseratus"?

Frieren, kau tak mau tinggal dahulu di Ibu Kota Kerajaan?

Aku akan terus menjelajah.

- Sendirian? - Lebih mudah kalau sendirian.

Kau tak akan menerima murid?

Lebih baik punya teman mengobrol saat menjelajah.

Itu cuma akan buang-buang waktu.

Sekalipun kuajarkan ilmu sihir, mereka pasti langsung mati.

Frieren, cara berinteraksi dengan manusia bukanlah seperti itu.

Begitulah adanya. Pertualanganku bersama kalian

bahkan tak sebanding dengan seperseratus rentang hidupku.

Aku sepertinya ingat pernah berkata seperti itu.

Lucu, bukan?

Apa?

Seperseratus itu

telah mengubahmu.

Baiklah, sampai jumpa.

Ya, sampai jumpa.

Bagiku, itu separuh rentang hidupku.

Sebanyak itulah waktu yang kuhabiskan bersamamu.

Mulai sekarang, makin lama waktu yang akan kauhabiskan.

CERITA ORISINAL OLEH KANEHITO YAMADA / TSUKASA ABE

Nah, dengar baik-baik, Fern.

Mulai sekarang, dengarkan ucapan Frieren,

dan jadilah anak yang baik.

Kalau tidak...

Kalau tidak?

Aku akan jadi hantu dan menggentayangimu.

Tuan Heiter, kalau aku nakal,

berarti aku bisa jumpa denganmu lagi?

Kau licik juga, ya.

Kau menuruni sifat siapa?

Kutarik kembali ucapanku.

Kalau kau jadi anak baik,

mungkin aku akan menggentayangimu meski hanya sebentar.

Tampaknya kita hampir tiba di desa.

Begitu rupanya.

- Apa? - Bukan apa-apa.

DUA PULUH DELAPAN TAHUN SEJAK HIMMEL THE HERO WAFAT

WILAYAH WILLE DI KONTINEN PUSAT

Kalian ingin menyeberangi jalur pendakian, 'kan?

Sebaiknya jangan.

Sudah banyak yang tidak kembali.

Apa di sana ada monster?

Bukan. Konon, mereka dibawa oleh hantu.

Bahkan ada saksi mata.

Bisa jadi itu Undead.

Kau tahu seperti apa bentuknya?

Soal itu, aku kurang tahu.

Kalau penasaran, tanyakan saja saksi matanya.

Kesimpulannya,

banyak yang menyaksikan hantu keluarga dan teman mereka,

dan wujudnya seperti sesaat sebelum meninggal.

Bahkan, kadang hantunya berbicara.

Ini bukan ulah Undead.

Begitukah?

Masyarakat menganggap "Undead" adalah mayat yang dikendalikan oleh sihir.

Seperti zombi dan Skeleton.

Namun, dalam kasus ini, mereka tampak seperti sebelum meninggal.

Mayat tak mungkin berwujud seperti itu.

Monster ini jelas berbeda.

Sepertinya kau sudah tahu.

Bisa dibilang, monster ini jahat sekali. Jangan sampai kita berurusan dengannya.

Besok pagi, kita pergi dari sini.

Nona Frieren, warga desa ini membutuhkanmu.

Ucapanmu seperti Himmel dan anggota lainnya saja.

Karena aku anak baik, tak sepertimu.

Yah, terserah kau saja.

Lagi pula, kita harus menyeberangi gunung.

Di sinilah lokasi hilangnya seorang warga tersebut.

Apa ada petunjuk lain...

Sepertinya sudah jelas.

Ada jejak kekuatan sihir yang digunakan di sini.

Ya. Menurutmu, sihir macam apa ini?

Sihir Ilusi.

Ada sebagian monster yang memancing mangsa dengan ilusi,

menurut buku ekologi sihir yang kubaca.

Einsam.

Bahkan ada yang tergolong licik, rakus,

dan sangat selektif karena hanya memakan manusia.

Untuk memancing korban, mereka memakai ilusi orang mati.

Korban dijebak dengan hal semacam itu?

Mereka menipu dengan ilusi orang tersayang korban.

Namun, ilusi Einsam tak mempan terhadap Mage.

Mereka mudah lenyap saat terkena mana yang sangat terkonsentrasi

seperti Sihir Serangan.

Jadi, kita hanya perlu menembak ilusinya.

Kau bisa menembak?

Tentu bisa. Lagi pula, mereka tak nyata.

Aku menembak ilusi guruku saat dia memohon ampun.

Namun, aku sudah pernah mendengarnya memohon ampun.

Jadi, nuraniku tak terlalu terbebani.

Meskipun demikian, tetap saja rasanya tidak enak.

Pernah mendengarnya memohon ampun? Maksudmu apa?

Mulai berkabut.

Sudah dekat.

Saat ilusinya muncul, jangan ragu untuk menembak.

Fern.

Itu dia.

Rupanya inilah "ilusi orang mati".

Aku tenang.

Aku bisa menembaknya.

Kini, kau sudah menjadi Mage tulen.

Karena sudah jadi anak baik,

aku memutuskan untuk menggentayangimu sebentar.

Itu ingatanku.

Aku turut senang kau memutuskan untuk menjadi Mage.

Kau selalu menyukai ilmu sihir.

Dia menggunakan ingatanku.

Jahat sekali.

Itu adalah ingatanku yang berharga.

Fern.

‪Tak sanggup, ya?

Jadi, Himmel yang dipilih?

Kukira yang akan digunakan adalah ilusi guruku lagi.

Apakah berarti aku sudah sedikit berubah?

Frieren, tembak aku.

Ya, itu yang akan diucapkan Himmel.

Kini, jalur pendakian ini sudah aman.

Nona Frieren,

tadi ada ilusi Tuan Heiter.

- Itu cuma ilusi. - Benar.

Sekarang, mari temui yang aslinya.

Kau tak lupa kita sedang menuju ke Aureole, 'kan?

Ya.

DUA PULUH DELAPAN TAHUN SEJAK HIMMEL THE HERO WAFAT

NGARAI RIEGEL DI KONTINEN PUSAT

Itu naga?

Baru kali ini aku melihat naga.

Lihatlah sarangnya.

Kau lihat grimoire itu?

Selama ini, aku mencari grimoire itu.

Tak heran lagi, itu memang hal kesukaanmu.

Tapi kenapa bisa ada di situ?

Naga menggunakan benda-benda yang berisi mana untuk membangun sarang.

Solar Dragon.

Naga ini telah memangsa banyak petualang.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left