The first 200 lines.
"DENGAN MELINDUNGI WILAYAHMU, KAU MELINDUNGI NYAWAMU." H.B.S.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
DUA MINGGU SEBELUMNYA
Ada tamu.
Sebaiknya kita hati-hati.
Bukan blok kita.
Togo, aku tak datang besok. Aku mencairkan cek pensiunku.
Silakan.
Biar aku saja.
Aku harus bersih-bersih. Di mana aku bisa dapat air?
Ada keran di sana.
Pukul berapa ini?
Sudah larut. Kau harus pulang.
Aku tak mau pulang.
Aku di sini saja.
Ambil.
Berbaringlah di sini agar hangat.
Baiklah.
SELAMAT DATANG
Kau dari blok sebelah?
Blok apa?
Blok pengedar.
Pengedar apa?
Pergilah.
Ini bukan alun-alunmu.
Ini urusanku.
Rumah dan pekerjaanku di sini.
Memarkir mobil adalah pekerjaan?
Kau pikir aku cuma memarkir mobil?
Tampaknya begitu.
Kau pikir itu mudah?
Tampaknya tak terlalu rumit.
Lihat tempat parkir di sebelah supermarket itu?
Aku bertaruh semuanya, kau tak bisa memarkir tiga mobil di sana.
Setuju.
Tapi jika kau bertaruh semua, ayo saja. Tongkatmu juga.
Tunggu. Aku mau ambil yang itu.
Terima kasih.
Togo, bisa berikan ini…
kepada Alberto?
Terima kasih. Untuk segalanya.
Berhenti! Tahan!
Tunggu. Biar kubantu.
Tunggu, Pak.
Lebih jauh ke belakang.
Ayo.
Terima kasih, Tetangga. Sampai jumpa.
Terima kasih.
Tak masalah.
Jika mudah, seharusnya kau lakukan sendiri.
Ayolah.
Aku hanya membantunya.
Lagi pula, ini bukan blokmu.
Ini, dia bisa membawanya.
- Untuk pria di kursi roda. - Bukan itu kesepakatan kami.
Sebaiknya kau pergi.
Kau juga.
Santai saja.
Aku hanya ingin membantu. Kita semua senasib.
Pergi.
Ada apa? Dia hanya membantu.
Pergi, kataku.
Alberto!
Nyonya Mirta menitipkan kunci ini untukmu.
Terima kasih, Togo.
Terima kasih.
Aku sedang bekerja, jadi, aku harus pergi. Aku mencintaimu.
Dah.
Apa kabar?
Rito.
Apa kabar, Bartolo? Rivero?
Ada apa ini?
Berapa kali aku sudah bicara?
- Entah berapa kali… - Katakan berapa kali.
- Entahlah. Santai. Aku sedang bekerja… - "Santai"?
- Aku sedang bekerja… - Lagi?
Akan kuberi tahu berapa kali.
- Aku tak tahu berapa kali. - Tiga kali. Tiga.
Tunggu. Jangan. Hentikan!
Dia mengabaikan bloknya. Lalu, mulai bertransaksi.
Masalahnya…
dia memakai lebih dari yang dia jual.
Tak ada jalan keluar jika kau terlalu dekat dengan mereka.
Usianya 17 tahun.
Dia lebih parah dari kita.
Mereka akan mengambil blok dan pembelinya.
Orang luar ke sini untuk sukses.
Mereka licik.
Sungguh. Ingat kata-kataku.
Selamat pagi.
Apa kabar?
Selamat pagi.
Bagaimana kabarnya?
Episode menarik dirinya makin ringan.
Bagus.
Dia mencarimu, sudah lama dia tak begitu.
Dia di sana.
Aku menunggumu kemarin.
Itu hari Sabtu.
Kau tahu kadang aku bekerja di hari Sabtu. Tak menentu.
Aku membelikanmu ini.
Kau dengar aku membaik?
Ya.
Kalau kau?
- Aku juga lebih baik. - Tak banyak minum lagi?
Tak setetes pun.
Kau menemui psikolog?
Setiap minggu.
Aku tak betah di sini.
Lebih baik dari jalanan, Yena.
Tetap saja, aku tak bebas.
Kita akan segera dapat tempat tinggal.
Jalanan juga tak masalah.
Jalanan berbahaya.
Ini.
Untukmu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Ini utangku tempo hari.
Kau bilang "semuanya". Tongkatku juga.
Jadi, semua milikmu.
Ini saja cukup.
Aku butuh tempat untuk tidur.
Alun-alun ini bukan milikmu saja.
Bisa kubantu?
Seperti saat kau makan siang dan mobil terus lewat.
Orang perlu makan.
Sama saja bagimu. Aku akan membantu.
Kenapa kau di jalanan?
Kau punya kartu kredit.
Entahlah, aku tak tahu.
Datanglah besok.
Tunjukkan kemampuanmu.
Baik, sepakat.
Sampai jumpa besok.
Siapa itu?
Entahlah.
Tapi dia bermasalah.
Dia membantuku.
Mereka sudah mengirim pengganti.
Kau tahu? Maaf.
Maaf. Kau pernah ke sini?
Sungguh? Belum?
Ini negara yang indah.
Ya.
Tidak.
Uruguay. Ini Uruguay, bukan Paraguay.
Tutup pintunya.
Ya.
Bukan. Uruguay.
Mercedes!
Kau ke mana saja?
Sudah kubilang bateraiku sekarat!
Aku bersama teman.
Apa kau setidaknya minum obatmu? Sudah cukup?
Ya. Bagaimana lagi aku bisa bertahan dengan keadaan gila ini?
Kecilkan musiknya! Pakai earphone!
Hilang!
Selamat siang, Togo. Apa kabar?
- Apa kabar? - Selamat siang.
Apa seorang anak dibunuh malam itu?
Yang kita kenal?
Dia ada di blok sebelah.
Apa lingkungan ini berbahaya lagi?
Tidak.
Kami mau mengadakan
pesta minggu depan,
tapi kami tak yakin karena situasinya agak rumit.
Itu mungkin ide buruk.
Lingkungan ini butuh pesta.
Tak perlu cemas.
Terima kasih, Togo.
Terima kasih.
Terus kabari kami, ya?
Tentu.
Hai.
Hai.
Ini untuk mengisi daya pemutar musikmu.
Terima kasih.
Bawa barang-barang ini ke seberang jalan
dan mulai cuci mobil Alberto.
Mobilnya berdebu.
Kupikir kau akan mengajariku memarkir, bukan mencuci mobil.
Ini permulaan.
Tunjukkan kemampuanmu.
Apa kerjamu sebelumnya?
Sebelum apa?
Tinggal di sini.
Aku tinggal di tempat lain.
Di jalan lain?
Bukan.
Di sebuah rumah.
Cukup lama.
Aku biasa bertinju.
Aku jago.
Kenapa berhenti?
Suatu hari, aku pergi setelah latihan…
dan sebuah mobil mendekat.
Mengebut.
Mobil itu menabrakku.
No comments yet. Be the first to leave one.