The Gentlemen

The Gentlemen

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

The Gentlemen S1EP01-08 NF-2024/Complete
A Commentary by DD_Movie

Tags

other
Published on: 2024-03-10
Downloads: 169
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

PERBATASAN SURIAH - TURKI

Selesaikan penjagaan pukul 14.00, selain itu, kerja bagus.

- Baik, Bos. - Ya.

Tidak, dengar. Dengarkan aku.

Katakan masa bodoh kambing siapa itu,

singkirkan saja dari jalan.

Tenang, Sersan. Sebentar.

Jangan menimbulkan insiden internasional.

Baiklah, bapak berkumis, silakan menuju ke arah sana.

Bapak beralas mata, ke arah berlawanan.

Mari selesaikan secara damai. Biar kambing yang memutuskan.

- Jangan mengacau. - Ya, Pak.

Bobby!

Kau baik-baik saja?

- Suratnya kedaluwarsa. - Coba lihat.

- Halo. - Halo.

- Ya, hanya tiga hari. - Begitulah aturannya.

Katakan mereka boleh lewat, tapi kali ini saja.

- Suruh bereskan suratnya. - Baik, Pak.

- Freddie. - Bos.

- Semuanya baik? - Ya.

- Kutangani. - Tidak.

- Aku saja. Kau tetap di sini. - Pak.

Salam. Turunkan jendelamu.

Halo, Pak.

Selamat siang, Pak.

Ahmed.

Kurasa ini bukan kabar baik.

Penurunan yang parah.

- Kau bisa menelepon. - Sudah, Pak. Berkali-kali.

Pada akhirnya, kakakmu memutuskan,

sebagai putra tertua, bahwa perlu untuk mengirimku

agar aku bisa memberimu kesan betapa parahnya situasi ini.

Apa ayahku akan meninggal?

Kondisi Yang Mulia serius.

Tugasku adalah segera mengantarmu ke bandara.

Ini sudah disetujui oleh atasanmu.

Baiklah.

Ayo pergi.

Sersan.

Ada yang bisa kami bantu?

Kau yang memimpin, Charlie.

Sampai aku kembali.

KARYA GUY RITCHIE

Selamat datang di rumah, Pak.

- Apa kau rindu aku, Pak Lawrence? - Sangat.

AGRESI SANTUN

Halo, Freddy.

Eddie.

Edwina, Edouardo, kau datang. Kemarilah.

Bagus, Nak.

Bagus. Mari berpelukan erat. Ayo. Peluklah. Ini dia.

Senang melihatmu.

Bagaimana dia?

- Buruk, jujur. Ya. - Ya?

Maksudku, harapannya sudah hilang.

Dokter bilang malam ini, paling lambat besok pagi.

Kau sendiri? Apa kabar?

Sejujurnya, entahlah. Maksudku, aku hanya, kau tahu…

Bagaimana Ibu?

Ya, dialah yang harus kita awasi.

Aku yakin dia meminum obat Ayah.

Pupil matanya sangat lebar.

Baiklah.

- Mari tetap tenang. - Ya.

Tentu saja, pada saat itu,

dia sudah sangat mabuk dan telanjang bulat.

Dia lupa sedang berada di Majelis Tinggi.

- Nah, bagaimana… - Halo, Chuckles.

- Kau sehat? - Ya.

Bagaimana dia? Apa dia sadar?

Kadang-kadang.

Dia sedikit sadar dan tak sadar.

Saat dia sadar, dia pasti ingat.

Hai, Ibu.

- Sayang, syukurlah. - Astaga.

Dia pasti senang kau datang, meski dia tak menunjukkannya.

Mau keluar? Ayo, Sayang.

Duke Halstead pertama sekuat besi.

Membangun tempat ini sendiri.

Setiap batunya.

Seorang diri.

- Ayah… - Mencuri batu dari biara tua.

Ini aku, Edward.

Kenapa kau meninggalkan kami, Nak?

Kau pikir suatu keberanian

untuk bisa bermain pura-pura tangguh bersama teman-temanmu? Tidak.

Tanah ini tak boleh dibagi. Jelas?

Jangan khawatir soal itu. Istirahatlah.

Dan jagalah kakakmu.

Dia takkan bisa bertahan tanpamu.

Kau paham?

Aku paham, Ayah.

Duke ketiga, bajingan tua kejam,

membunuh 15 orang Prancis

sebelum makan siang.

Dia bersiap-siap untuk berduel.

Dia menembak kakinya sendiri.

Dasar bodoh.

Dokter? Dokter!

Eddie.

YANG MULIA DUKE HALSTEAD KE-12

Puji Tuhan Yang Maha Esa.

Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Semoga Tuhan selalu menyertaimu.

Amin.

Tanah ini milik keluarga selama lebih dari 600 tahun,

dan akan Freddy habiskan untuk… sebelum Natal.

Kita harus bertindak soal itu.

Jika diserahkan padamu, pasti habis untuk memiara beruang di Berkshire.

Kenapa dengan beruang? Aku suka beruang.

Tak meninggalkan jejak karbon dan ada sebelum kita.

Ya, dan mereka akan memakanmu.

Lagi pula, itu tidak relevan.

Seluruh warisan akan diberikan pada putra sulung.

Freddy ahli warisnya. Aku cadangannya.

Mungkin kita harus menggulingkannya.

Nah, itu baru ide.

Maaf aku terlambat.

Dan ini dia.

Yang Mulia.

Jalur pedesaan yang sempit ini…

Bagaimana perasaanmu? Baik?

Ya, bagus. Bertahanlah.

- Takkan lama. - Mau teh? Kau baik-baik saja?

Terjebak di belakang traktor di tengah jalan juga.

Bagus. Bagus sekali.

- Tidak. - Baiklah.

Semua siap, atau…?

Mari kita selesaikan.

Maka akan kumulai.

Aku, Archibald Horatio Landrover Horniman,

Duke Halstead ke-12,

dalam keadaan sehat

membuat, menerbitkan, dan menyatakan ini sebagai wasiat terakhirku.

Untuk Geoffrey Seacombe,

sebagai penghargaan atas pengabdiannya bertahun-tahun,

aku memberikan sewa seumur hidup di pondok penjaga gerbang.

Untuk istriku, Sabrina,

atas kesetiaan dan kepatuhannya selama tahun-tahun bahagia kami bersama,

aku meninggalkan tunjangan tahunan

yang akan diberikan duke baru atas kebijaksanaannya

dan Labrador kesayanganku, Luna.

Untuk putriku, Charlotte,

aku memberikan Endurance,

dengan syarat dia harus berlayar keliling dunia memakainya

dalam enam bulan ke depan.

Bagus, Chuckles.

Selain itu, dana perwalian sebesar £1.000 seminggu

sampai dia menikah.

Dengan pria.

Wah.

Mengenai sisa hartaku,

termasuk gelarku,

rumah dan pekarangan,

gudang anggur yang luas,

koleksi seni,

peternakan yoghurt dan produk susu,

desa Hetheringham,

serta properti di Prancis Selatan,

dengan ini aku serahkan

kepada putraku…

Baiklah…

…Edward Horniman.

Jadi, kurasa…

Aku agak berpikir jika semuanya… Jika…

Maaf. Bacakan lagi untukku, Pak.

Aku serahkan pada putraku,

Edward Horniman.

Maafkan aku.

Aku menyesal ini terjadi padamu. Pasti ada semacam…

Dia Edward. Aku Freddy.

Kadang mereka memanggilku Fredward,

jadi agak sedikit membingungkan.

Kurasa ada semacam kesalahan, sayangnya.

Kurasa tidak.

Aku mengerti, kau bercanda. Apa ini… Ini…

Apa kalian mengatur…? Ini lelucon, 'kan?

Ini lelucon gila.

Ini…

Aku anak tertua! Semua seharusnya untukku!

Apa…

- Apa-apaan ini? - Tidak.

- Pasti salah. - Jangan sentuh aku.

Freddy, tenang.

- Jangan kau mulai juga. - Pasti ada kesalahan.

Aku anak sulung, ya?

Berarti secara teknis, gelar itu untukku.

Kukatakan ini bukan karena itu yang kuinginkan.

Ini hukumnya.

Kembali ke Alkitab, Perjanjian Lama, Kain dan Habel.

Itu kehendak Tuhan. Anak sulung mendapatkan segalanya.

Ini sialannya… Ini…

Ini primogenital, begitulah adanya.

Primogenetur, Freddy.

Itu maksudku. Kau tahu itu maksudku!

- Kau pernah mendengarnya, bukan? - Tentu saja.

Namun, wasiatnya jelas.

Harta warisannya untuk Edward,

dan gelarnya punya peninggalan khusus

More Indonesian subtitles for The Gentlemen

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left