The first 200 lines.
"Episode 39"
Posisi keenam tidak buruk.
Skor tidaklah penting.
Aku ada di posisi terakhir.
Mari berfoto. Lihat kemari.
Mustahil.
Aku benar-benar
Se Hu?
Aku adalah Se Hu.
Kurang ajar.
Kamu mengikutiku untuk mengganggu bisnisku
dan sekarang datang ke rumahku.
Kamu berbuat apa kepada ibuku
yang tidak tahu apa-apa?
Walaupun kamu melakukan ini, perusahaanku tidak akan terpengaruh!
Aku benar-benar putra seorang pencuri
dan adik seorang pembunuh?
Mereka yang telah membunuh temanku
benar-benar keluargaku?
Tidak mungkin.
Mustahil. Mana mungkin orang seperti dia adalah ayahku?
Selama ini aku berusaha keras mencari orang tuaku.
Kenapa? Kenapa dia ayahku?
Tidak.
Aku akan melaporkan semuanya kepada polisi.
Mereka akan menemukan bukti
lewat riwayat panggilan.
Tidak! Jangan pergi.
Kamu mau ke mana?
Kamu tidak boleh masuk! Jangan pergi!
Lepaskan aku. Apa yang kamu lakukan?
Kamu besar mulut, tapi sekarang ketakutan.
Kamu pikir berapa lama kamu bisa bersembunyi dari ini?
Ungkapkan yang telah kamu perbuat
dan terimalah ganjarannya.
Mari kita menyerahkan diri.
Baiklah.
Aku akan dihukum atas perbuatanku,
tapi tidak sekarang. Jadi, tolong tenanglah.
Tidak, harus sekarang.
Jangan mencoba kabur dari ini dan ikut aku.
Baiklah. Aku minta maaf untuk semuanya.
Aku minta maaf untuk semuanya.
Akan kuakui semua perbuatanku, jadi, tolong...
Apa? Dia tidak punya tahi lalat.
Benar.
Si Penguntit punya tahi lalat besar dekat tulang selangkanya.
Artinya pria ini penipu.
Dia hampir membodohiku.
Apa? Kenapa kamu tiba-tiba diam?
Baiklah. Ayo kita menyerahkan diri.
Temui polisi dan akui semuanya kepada mereka.
Jika kamu benar-benar si Penguntit,
kamu tidak memerlukan bukti lain.
Sedang apa kamu? Ayo kita pergi.
Apa yang terjadi? Kenapa dia?
Apa yang kamu lakukan?
Aku tiba-tiba berubah pikiran.
Apa? Ayo kita menyerahkan diri.
Tidak, tunggu.
Kenapa? Kamu takut?
Kurasa kamu takut sekarang
karena kamulah yang akan dihukum alih-alih penguntit yang kamu tiru.
Kamu bukan si Penguntit, bukan?
Siapa kamu? Saudara kembarnya?
Siapa yang menyuruhmu?
Min Deul Lae? Jawab aku sekarang juga!
Apa? Dia mengetahuinya?
Bagaimana ini? Aku harus mengirim pesan agar dia lari.
Mereka pergi ke mana?
Di mana mereka?
Ibu, aku lapar.
Ibu sedang tidur.
Ibu lelah. Ibu menyuruhmu bermain di sana.
Aku belum makan malam.
Kenapa kamu mengganggu ibu dengan mengatakan itu?
Jo Yong Ha. Kamu tahu kenapa ibu memberimu nama itu?
Karena ibu ingin kamu menjadi anak yang tenang.
Kenapa kamu cerewet sekali?
Ibu. Ada asap keluar dari sana.
Ibu, aku takut.
Astaga.
Kamu ingin ke rumah sakit lagi?
Anak nakal. Akan ibu kirim kamu ke rumah sakit.
Tidak, aku tidak mau ke rumah sakit.
Jika tidak mau, pergilah.
Tetaplah di dalam kamar atau di kamar mandi.
Ibu akan bermain denganmu setelah tidur.
Aku akan menuruti kata Ibu.
Tolong jangan mengirimku ke rumah sakit.
Kamu bilang apa?
Kamu bilang apa? Berisik sekali.
Aku takut. Asapnya masuk ke sini.
Ibu mau pergi ke mana?
Ah Reum.
Tolong aku.
Aku takut, Bu Kim./- Yong Ha?
Ada apa?
Kurasa ada kebakaran di rumah ibuku.
Asapnya masuk ke dalam rumah.
Apa maksudmu? Kebakaran?
Kamu di mana sekarang?
Aku di kamar mandi rumah ibuku.
Ayah pergi menemui Nenek
dan dia tidak menjawab telepon.
Ada banyak asap di rumah.
Tenggorokanku sakit, Bu Kim.
Bagaimana dengan ibumu? Di mana dia?
Ibu habis minum anggur,
dia tertidur di sofa sekarang.
Bu Kim. Ibu di mana?
Baiklah, Yong Ha. Aku akan datang.
Keluar dan bangunkan ibumu dahulu.
Kamu harus keluar dari rumah. Tidak ada waktu lagi.
Tidak mau.
Ibu menyuruhku tetap di kamar mandi.
Katanya dia akan mengirimku ke rumah sakit jika dibuat marah.
Apa?
Yong Ha. Tidak akan kubiarkan dia mengirimmu ke rumah sakit,
jadi, jangan khawatir, dan keluarlah sekarang.
Pintunya tidak mau terbuka.
Pintunya terkunci.
Ada banyak asap di luar.
Aku mencemaskan ibuku.
Bagaimana jika ibuku tidak bisa bernapas?
Yong Ha.
Aku akan ke sana bersama damkar, jadi, jangan khawatir.
Jangan menangis dan turuti perintahku mulai sekarang.
Ada handuk di dekatmu? Basahi handuk dan tutupi hidungmu dengan itu.
Kamu pasti bisa.
Aku akan meneleponmu lagi setelah melaporkan ini ke 119.
Tunggulah sebentar.
Ya. 51, Bangbae-dong.
Ada wanita dan anak kecil terjebak di dalam rumah.
Anaknya sendirian di kamar mandi.
Tolong cepatlah.
Kenapa harus kamu?
Aku sangat membencimu, tapi kenapa kamu keluargaku?
Kenapa?
Sedang apa kamu di depan rumahku?
Sedang apa kamu pukul sebegini?
Kurang ajar. Sudah kuperingatkan agar tidak muncul di depanku.
Tidak ada apa-apa.
Apa lagi yang ingin kamu curi dari kami?
Kamu masih muda, jadi, harus bekerja keras,
alih-alih mencuri dari orang lain.
Lantas, sebaik apa Anda menjalankan hidup?
Apa?
Tinggal di rumah mewah bukan berarti Anda sukses.
Anda bangga menjadi pimpinan kaya raya?
Dasar bedebah menyedihkan.
Orang kaya tidak berkekurangan karena suatu alasan.
Jika kamu punya waktu untuk mengeluhkan kemalanganmu,
cucilah mangkukmu untuk mengemis.
Kenapa Anda tidak bisa hidup dengan lebih baik?
Meskipun tidak menjadi kaya,
setidaknya Anda bisa hidup tanpa berbuat dosa sebanyak ini.
Walaupun itu berarti harus menjadi sangat miskin,
tapi Anda bisa hidup tanpa merasa malu.
Dasar bedebah...
Apa hak Anda memukulku?
Hidupku tidak serendah itu hingga pantas menerima pukulan Anda.
Kamu berandal menyedihkan yang sangat hina.
Kudengar kamu yatim piatu.
Bayangkan bagaimana perasaan orang tuamu jika melihatmu begini.
Jaga ucapan Anda
dan jangan membuat putra Anda yang hilang
malu kepada Anda.
Jangan membawa-bawa putraku!
Memangnya kamu siapa berani bicara soal putraku?
Inilah sebabnya
pria yang tidak punya apa-apa tidak bisa menjadi sesuatu.
Balutlah lukamu.
Jangan sampai darahmu tercecer di rumah orang lain.
Bedebah.
Lebih baik menjadi yatim piatu.
Jika mengetahui orang seperti dia adalah ayahku,
sejak awal aku tidak akan berusaha menemukannya.
Bu Kim, aku mengantuk.
Tidak, Yong Ha. Jangan tidur.
Aku hampir sampai.
Damkar juga akan segera tiba.
Jadi, jangan tertidur.
Tunggulah sebentar lagi. Kumohon.
Astaga, asapnya. Apa yang terjadi?
Apa?
Kebakaran.
Kebakaran.
Ini, minumlah.
Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba ada kebakaran?
Kamu menelepon 119?/- Ya.
Ada yang memarkir mobil di jalan,
jadi, truk damkar tidak bisa datang kemari.
Bagaimana ini?
Astaga.
Ada apa? Kenapa truk damkar tidak bisa kemari?
Singkirkan mobil-mobil itu agar kalian bisa memadamkan api.
Kamu pemilik rumah? Di mana anakmu? Dia bersamamu?
Apa? Apa maksudmu...
Menurut laporan, ada wanita dan anak kecil.
No comments yet. Be the first to leave one.