The first 200 lines.
Tarik napas. Tarik napas. Tahan dia.
- Letakkan bantal di belakang kepalanya. - Kenapa dia melakukan itu?
Itu efek tanaman Solanaceae. Dia sedang mengigau.
- Kalung itu akan mencekik dia. - Jangan hiraukan itu.
Tarik napas, Ruth.
Tahan dia, George!
Kau harus dorong, Ruth.
Ini waktunya mendorong. Kau bisa dengar aku?
Dorong. Dorong.
Aku melihat kepala.
Dia datang. Sedikit lagi.
Ini dia.
Dia tidak bernapas.
Tidak.
Terima kasih, Tuhan.
Kau berhasil, Ruthie.
Itu Jonah kita.
Terima kasih, Tuhan.
Rasanya terbakar! Keluarkan itu!
- Dia sudah keluar! - Keluarkan!
- Rasanya terbakar! - Ruth, berhenti!
Dia tak apa.
- Keluarkan dia! - Dia sudah keluar, Ruth.
Keluarkan dia!
Bndr ST
30 Tahun Kemudian
Judith!
Apa kau melihat kotak pensilku?
Judith! Kotak pensilku!
Di mana itu?
Di mana, di mana, di mana, di mana?
Di mana itu? Di mana kotak pensilku?
- Ibu, kau melihat kotak pensilku? - Ellen, ibu tidak lihat.
Aku tak melihatnya di mana-mana.
Kau harus bergegas.
Judith!
Kita tak ada waktu untuk ini, anak-anak.
Judith.
Judith.
Kau bisa mengetuk pintu?
- Ayah belikan ini untukku. - Hati-hati!
Kau harus meminta izin!
Dan kau harus keluar dari kamarku!
- Awas! Awas! - Oke, berhenti bertengkar.
- Aku bilang, keluar! - Hei, tolong berhenti bertengkar!
Dia masuk ke sini lagi tanpa mengetuk.
Aku sudah bilang dia yang mengambilnya!
Oke, ibu tak boleh terlambat pergi kerja lagi.
Ibu butuh bantuan dari kalian berdua.
- Tolong! - Baiklah. Aku siap.
Dan aku tak butuh kotak pensilku bodoh...
- ...untuk pergi ke sekolah. - Aku membencimu!
- Aku juga membencimu. - Sangat bagus.
Hei, kau. Biar ibu bantu dengan itu.
Kau tak apa?
Kapan Ayah akan tidur di sini lagi?
Kapan?
Ibu tidak tahu.
- Bus, Ellie. - Oke. Pergilah.
Kenapa dia terus memanggilku Ellie?
Aku bilang padanya panggilanku sekarang Ellen.
Aku tahu. Dia masih belum terbiasa.
Ibu janji dia nanti pasti mengerti.
- Semoga harimu indah di sekolah. - Oke.
Judith.
Judith, tunggu.
- Apa yang kau lakukan? - Aku mendapat tumpangan.
Tunggu.
Jangan beritahu Ibu atau aku akan potong lehermu.
Ya, aku tahu. Ini bukan baju baru.
Aku memakainya sepanjang pekan.
Mereka akan menjadikanmu detektif, Perkins.
Tunggu, kau mencoba berhemat?
Aku masih tidur di motel.
Astaga. Kau benar-benar dalam masalah sulit, ya, Frank?
Aku makan malam dengan istriku malam ini.
Aku bisa perbaiki semuanya.
Ya, kau memang pandai bicara.
Sial.
Astaga.
"1938."
Itu terlihat seperti definisi kasus beku untukku.
Apa yang kita punya di sini?
Judith, ibu takkan mengatakannya lagi.
Tolong turunlah untuk makan malam.
Kenapa kau ke sini?
Ini juga rumahku.
Kami baru akan makan malam.
Setidaknya boleh aku masuk dan menyapa anak-anak?
Tidak, Frank, kau tak bisa tiba-tiba datang dan menjadi orang baik,
Kemudian serahkan padaku untuk jelaskan semua ke mereka.
Apa itu Ayah? Ayah, apa kau ikut makan malam?
Hai, sayang.
Jadi, Judith,
Bagaimana hasil proyek biologimu?
Itu hampir dua minggu yang lalu.
Kau mendapat nilai apa?
- Aku mendapat "C." - "C"?
Kau tidak beritahu ibu.
Itu tidak penting.
Itu karena dia selalu habiskan waktunya bersama David.
Siapa David?
Bukan siapa-siapa. Hanya teman sekolah.
Kami harus bertemu dia,
Jika dia seseorang yang membuatmu tertarik.
Tentu. Haruskah aku bawa dia ke motelmu?
- Judith. - Kenapa ayah di sini?
Berpura-pura seolah kita keluarga yang bahagia?
Aku sudah selesai. Boleh aku permisi?
Jika kau selesai dengan makan malammu,
- Ayah membawa hidangan penutup. - Frank!
Aku memintamu menunggu.
- Apa itu dari Mardoff's Bakery? - Tentu saja.
Ya.
Dengar, aku mau Judith memakan eclair sebelum dia pergi.
Kau tak bisa menyuap kami dengan donat.
- Aku mau eclair. - Kau bisa... Habiskan ayammu.
Aku kenyang dengan ayam. Aku hanya punya sisa ruang untuk eclair.
Yang satunya lagi apa?
Ayah senang kau bertanya.
Yang ini untuk ibu kalian.
Aku rasa kau akan sangat suka ini.
- Apa ini? - Itu untukmu.
Kau juga mencoba menyuapku?
Payah.
Aku...
Ini terasa sangat salah. Aku sebaiknya pergi.
Apa? Tidak!
Ayah harus, sayang. Ayah masih ada kerjaan.
Kerjakan itu di sini.
Ayah tak bisa.
Ayah harus berada di tempat ayah sendiri malam ini.
Itu tidak benar.
Itu benar.
Aku tidak mengerti.
Hei.
Ayah percaya denganmu.
Kau percaya ayah?
Kau melukai anak-anak...
- ...dengan melarangku tinggal di sini. - Anak-anak baik saja.
Kau makan dengan seragam kerja. Putrimu mendapat nilai "C",
Dan dia berkeliaran bersama anak laki-laki.
Itu tak terdengar baik!
Dan kau pikir itu salahku?
Jangan buat aku mengatakan ini.
Apa?
Kau tak bisa melakukan ini sendirian.
Aku sudah melakukan ini sendirian sejak lama.
- Terima kasih, sayang. - Ya.
Perhiasan buatan khusus.
Orang itu.
Kenapa ibu sangat kejam kepada ayah?
Ibu tak bisa bicarakan ini sekarang, Ellen.
Kau bisa tinggalkan itu. Ibu akan kerjakan itu besok.
Aku bisa melakukan ini.
"'Apa kau melihat ibuku?' anak bebek bertanya padanya."
"'Tidak,' ujar kadal tua..."
"'Aku tidak melihat ibumu.'"
"'Aku sibuk seharian menangkap lalat dengan lidah panjangku.'"
"Lalu anak bebek melihat berang-berang cokelat di tepi sungai."
"'Apa kau melihat ibuku?' tanya anak bebek kepadanya."
"'Tidak,' ujar berang-berang cokelat, 'Aku tidak melihat ibumu.'"
Ellie, apa yang kau lakukan?
Aku membaca buku.
Anak Bebek Tersesat?
Aku bahkan tak tahu buku itu masih ada.
Itu untuk anak-anak, Ellen.
Aku membacanya untuk anak kecil.
Anak apa?
Kau membuat dia pergi ketakutan.
Ada anak laki-laki di kamarmu?
Itu yang baru saja aku katakan.
Dan kau pikir itu tidak aneh?
Apa kau tunjukkan dia lumba-lumba bodohmu?
Jangan sentuh itu!
Dengar, kau terlalu tua untuk teman khayalan,
Dan kau terlalu muda untuk pacar khayalan.
Tidurlah.
Kenapa kau memiliki itu?
Ibu membuangnya.
Jangan sampai Ibu melihatmu memakai itu.
Tapi itu dari Ayah.
Jangan bilang Ibu kau menyimpan ini.
Kenapa ayah dan ibu bertengkar?
Mungkin sesuatu yang kau lakukan.
El, tidak.
Aku hanya bercanda.
Mereka orang dewasa.
Orang dewasa selalu bertengkar.
Itu tak ada kaitannya dengan kita.
Oke?
Ada apa?
Halo?
Ellie?
Serius?
Ellie? Kau belum tidur?
Ellie!
Judith! Judith!
- Ada apa? - Ellie!
Apa? Ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.