The first 200 lines.
Pecahan gelas itu. Obat penawarku.
Butuh waktu untuk mengolahnya lagi.
Mustahil untuk mengolahnya sebelum pintu langit terbuka.
Jika tidak...
Aku harus mati.
Mulai hari ini, Kaisar Goryeo adalah Deuk Heung.
Masih ada yang ingin kukatakan padamu!
Tuan Besar Deok Seong dan pihak Yuan melayangkan kudeta untuk menobatkan Deuk Heung sebagai Kaisar.
Yang Mulia mengatakan dia akan meninggalkan stempel ini dalam kewenangan kalian.
Apa Yang Mulia ingin kita menyerang Balai Jung Dong?
Sekarang 900 prajurit istana sudah mengepung Balai Jung Dong.
Dengan sekali perintah, mereka bisa mengambil alih balai ini.
Katakan saja kalian akan mengabaikan Kaisar.
Sekarang, Kaisar mungkin sedang menanti penuh dengan harapan.
Mulai beroperasi. Kita akan melindungi Kaisar.
- Mereka adalah prajurit kerajaan! - Tidak mungkin.
Mereka hanya akan mengepung Balai ini.
Mereka tak punya nyali untuk menyerang Balai ini.
Prajuritmu mengepung setiap sudut Balai ini.
Pergi?
Sekarang, bersiap-siaplah untuk pergi.
Aku meletakkan salah satu dari tiga penginggalan di tempat yang paling aman.
Kapten.
Kudengar upaya untuk membuat obat penawar itu telah sia-sia.
Aku menarik kembali perkataan bahwa aku akan memintamu untuk tetap denganku di dunia ini.
Kurasa aku harus pergi menemui wanita itu.
Kami tidak bisa menemukannya.
Choi Young bisa membuat dia keluar.
Kemasi barang-barangmu sekarang.
Kita akan pergi ke sana dan menunggu sampai pintu langit terbuka.
Aku tidak akan kemana-mana. Aku akan tetap disini!
Kau mau aku mengangkatmu dan membawamu pergi?
Setelah kau mengirimku kembali... Setelah itu...
Apa kau pernah memikirkan bagaimana aku akan menjalani hidup?
- Kau bilang kau bisa disembuhkan disana. - Ya, bisa disembuhkan.
Aku akan tinggal di kamarku, di duniaku.
Aku harus berurusan dengan orang yang tidak kukenal dan mengatakan hal-hal yang tidak kumengerti.
Dan jika malam tiba, aku akan kembali ke kamar dimana tak ada orang yang menyambutku.
Setiap kali aku tidur, sesekali aku akan memanggil namamu.
Dan bertanya apakah kau ada disana.
Aku tahu kau tidak akan menjawab.
Setelah pagi tiba, aku akan hidup seperti itu lagi.
Sama seperti orang yang sudah mati.
Apa kau tidak tahu bagaimana rasanya hidup seperti itu?
Kau tahu.
Karena kau akan melakukan hal yang sama.
Selama beberapa hari terakhir saat kau sekarat, aku tidak bisa tetap bersamamu.
Bukannya mendapatkan obat penawar untuk wanitaku, aku membunuh orang.
Bagaimana orang sepertiku bisa melindungimu?
Bagaimana bisa aku menyuruhmu untuk tetap bersamaku?
Katamu kau tidak mengalami sakit kepala, kan?
Tidak ada.
Aku tidak bisa memeriksa secara spesifik saat ini.
Sejauh yang kutahu, bukan tanganmu yang gemetar. Kurasa pikiranmu yang gemetar.
Aku pastikan Dan Sa Gwan meninggalkan Goryeo.
Kurasa dia tidak akan kembali.
Tapi selama orang lain tahu tempat ini. Aku masih merasa khawatir.
Jadi untuk sementara waktu...
Lihat aku.
Lihat aku.
Kau ingat pernah bertanya padaku jika aku akan baik saja jika aku meninggalkanmu?
Ya, aku ingat.
Aku akan baik-baik saja.
Aku akan makan dan hidup dengan baik.
Seiring waktu, aku akan melupakanmu.
Aku mungkin takkan memikirkan kau lagi.
Jadi...
Jangan khawatirkan aku dan kembalilah ke duniamu.
Kau akan kembali dan melalui masa yang sulit. Semuanya akan menjadi lebih baik.
Karena kau sangat periang.
Aku percaya itu.
Kurasa aku tidak akan baik-baik saja jika aku kembali.
Aku tidak akan baik-baik saja jika sendirian.
Jadi aku mungkin akan mencarimu lagi.
Jika aku tidak bisa menemukan pintu tempat asalmu, aku mungkin akan pergi ke dunia yang aneh.
Jangan lakukan itu.
Jawab aku, kau tidak akan melakukannya.
Selama waktu yang tersisa, aku akan tetap bersamamu.
Karena aku mencemaskanmu. Dan aku akan mencoba membuat kau tersenyum.
Meskipun aku tidak pandai melakukannya.
Tuan Besar Deok Seong sudah melarikan diri.
Sekarang, kami sedang menangkap sisa prajurit pribadi.
Kami sedang mencari keluarga Gi Cheol.
Kurasa mereka belum meninggalkan Goryeo.
Kami juga memperkuat perbatasan.
Kita harus menghentikan Gi Cheol ke Yuan.
Aku tidak mau dia bertemu dengan adiknya, Permaisuri Yuan.
Pihak Yuan masih tersisa di Goryeo.
Atur pasukan agar kita bisa menyerang mereka.
Aku akan membuat pasukan Gi Cheol yang baru saja kita tangkap keluar.
Ho Gun.
Ada yang kukatakan pada Anda, Yang Mulia.
- Silahkan. - Ijinkan aku berbicara empat mata.
Kurasa aku mengikuti jalan guruku.
Apa maksudmu?
Beberapa hari sebelum guruku meninggal, aku melihatnya.
Aku melihat dia menjatuhkan pedangnya.
Awalnya, aku tidak mengerti apa maksudnya.
Apa maksudnya?
Kurasa waktu untuk meletakkan pedangku sudah tiba.
Semakin sulit bagiku untuk mengangkat sesuatu.
Aku akan mengirim Eui Seon kembali setelah tujuh hari.
Aku akan di istana setelah itu.
Kusuruh kau untuk tetap bersama Eui Seon sampai saat itu. Jadi silahkan.
Dan...
Ketahuilah bahwa aku akan terus menunggumu.
- Fokus dan... - Kapten.
Kita akan ke rumah Gi Cheol untuk mengambil hartanya.
Dia mungkin membawa barang berharganya. Tapi...
...bawa semuanya yang tersisa disana dan berikan pada Kaisar.
- Chung Seob. - Ya, Kapten.
- Bagi menjadi dua kelompok. - Baik.
- Dol Bae. - Ya.
- Deok Man. - Ya.
Yoo Eun Soo.
Jawab.
Ya?
Kawal aku.
Kusuruh mereka untuk memeriksa semua kotak yang disini.
Mereka tidak menemukannya.
Kalian terus mencari disini. Kita akan pergi kesana.
Kupikir kau akan mati.
Karena semua orang mengatakan begitu.
Tapi kau masih hidup. Jadi baguslah.
Kau bilang kau suka disini.
Ada makanan yang enak disini dan mereka memberiku pakaian cantik.
Aku tahu kau suka makanan tapi kau juga suka pakaian cantik?
Tentu saja. Terutama pakaian cantik dan mahal.
Apa lagi yang kau suka?
Aku suka hari saat banyak angin dan saat hujan.
Saat sebelum hujan. Itu yang paling kusuka.
Ketika hujan mulai turun. Dan ketika turun tepat di dahiku.
Maka itu membuatku melihat ke langit seperti ini.
Saat itu.
- Hanya itu? - Dan...
Bunga berwarna kuning.
Warna kelabu dan warna biru.
Dan pria tinggi.
Bertangan besar sepertimu.
Itu yang kau suka?
Dan suara itu.
Kurasa begitu. Kurasa aku tidak serakah lagi.
Bagaimana denganmu? Apa yang kau suka?
- Dol Bae. - Ya.
Tetap bersama Eui Seon.
Seorang pelayan membawa pisau seperti ini?
Gi Cheol mengirim kau kesini?
- Chung Seob. - Ya.
- Ambil alih mulai dari sini. - Baik.
Apa?
- Bagaimana denganmu? - Aku sibuk.
Seperti yang kukatakan tadi, ini tempat beristirahat terakhir.
Aku tahu.
Pil ini memberi kau kekuatan lebih untuk menggunakan teknik mematikan.
Tapi itu hanya akan bertahan sampai beberapa jam.
Setelah itu, kau akan menderita akibat efek samping.
Aku tahu.
Kami menemukan dimana wanita itu berada.
Kita harus berasumsi Gi Cheol mengetahui kau ada disini.
Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku melarikan diri atau sembunyi?
Ayo kita pergi ke suatu tempat dimana kita bisa bersenang-senang.
Apa kau bilang, Kapten?
Kita bersenang-senang. Ada yang kauinginkan?
- Apa kau akan membelikan aku sesuatu? - Apa kau membutuhkan pakaian?
- Kau punya uang? - Aku punya banyak.
Uang yang kudapat dari bekerja disini.
Lalu, bisa aku memintamu membeli semua yang kuinginkan?
Tentu saja.
Pakaian, sepatu, perhiasan, dan semuanya?
- Ya. - Kapan?
Setelah aku memberitahu Wu Dal Chi apa yang harus mereka lakukan, hari ini.
Apa kau segitu senang?
- Kau masih belum menyerah, kan? - Menyerah apa?
Membuat obat penawar dan tinggal di dunia ini.
Tunggu saja. Aku akan tunjukkan padamu aku bisa melakukannya.
- Kau tidak pernah menyerah, kan? - Ya, jadi terbiasa sajalah.
Jangan menolaknya.
Kurasa kalian sangat sibuk.
Yang Mulia, apa kau ingin pergi ke suatu tempat dan melukis?
- Melukis diluar? - Ya.
Untuk melukis diluar, kau mungkin butuh pengawal.
Aku mau Kapten Wu Dal Chi mengawalmu.
Aku mau Eui Seon ikut pergi bersamaku.
Aku mungkin akan terserang flu karena cuaca dingin jadi...
Maksudku...
Tidak banyak waktu sampai dia harus kembali.
Eui Seon harus tinggal di asrama ini, bersembunyi setiap hari.
Dan Kapten juga sangat sibuk.
Dan Yang Mulia juga telah bekerja sampai larut belakangan ini.
Bagaimana kalau Yang Mulia beristirahat?
- Eui Seon masih tidak bisa mendapatkan obat penawarnya? - Ya.
- Kalau begitu, Eui Seon harus kembali. - Ya, dia harus kembali.
Aku takut apa yang akan terjadi pada Kapten setelah itu.
Dia Kapten Wu Dal Chi. Dia takkan melakukan hal bodoh hanya karena wanita.
Kau masih tidak tahu perasaan keponakanmu?
Bagi Kapten, Eui Seon bukan wanita biasa.
Setelah bertemu Eui Seon, Kapten akhirnya bisa melihat mataku.
Sebelum itu, aku hanya Kaisar yang harus dia jaga.
Begitu cara dia menganggapku.
Tapi karena wanita itu, dia melihat mataku.
No comments yet. Be the first to leave one.