The first 200 lines.
Seri Thriller Fantasi.
Anak-anak Tuhan.
-=Konten drama ini tidak terkait kelompok tertentu, agama tertentu ataupun lainnya.=-
Aku...
barusan melihat.
Lihat apa?
Adikmu.
Sebelum dia mati.
Adikku So In?
dia berusaha menyampaikan pesan.
Kau menyingkirlah.
=Episode 4=-
Sudah kubilang jangan tembak.
Lihat dirimu, seperti pengemis saja.
Masih berani menentang?
Kami hampir mati karena senjata keparat ini.
Beraninya kau bilang begitu?
Han Sang Goo tak menarik pelatuknya.
Bisa kau tangkap tanpa menembaknya.
Sudah.
Kau lihat, kan?
Dia menembak lebih dulu.
Kau merekayasa TKP.
Muncul penegak keadilan.
Orang yang tak tahu bakalan mengira dia istrimu.
Keparat!
Bangsat!
Tahan diri.
Lepaskan.
Bereskan dia.
Urus dia juga.
Tadi kau bilang apa?
Kelinci.
Tidak juga.
Seperti bebek.
So In berusaha mengirim pesan.
Jangan-jangan...
Yang pasti, seperti binatang.
Lihat baik-baik, Oppa.
Sisi yang sebenarnya.
Apa ini?
Benar. Itu apa?
Gambar ilusi Kelinci-Bebek-nya Ludwig Wittgenstein.
Menurutmu ini apa?
Awalnya terlihat seperti kelinci.
Kalau dilihat lagi, seperti bebek.
Kalau pikiranmu seperti anak kecil, kau tidak bisa melihat bebeknya.
Orang...
kerap tertipu oleh kesan pertama.
Seperti halnya aku.
Sungguh kau lihat gambar ini?
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifa bee ~
Abeojimu juga polisi?
Dulunya.
Orang tuaku sudah lama meninggal.
Keluargamu hanya tinggal adikmu.
Wah, berdebu sekali.
Wah, rumah kan untuk ditinggali.
Selama 2 tahun memangnya kau minggat dari rumah?
Aku bukan anak remaja.
Melarikan diri dari rumah.
Masa gak pernah menilik rumah sama sekali?
Tak pernah ke sini.
Sewanya gimana?
Ini rumahku.
Di pusat Seoul
punya properti atas nama sendiri.
Oh, ya ampun.
Semua colokan masih terpasang padahal kau meninggalkan rumah.
Makanya tagihan listriknya tinggi.
Hei.
Sekarang ini aku teringat kenangan yang menyedihkan.
Kau tak punya empati sedikitpun?
Asuransi.
Tagihan properti.
Tagihan gas.
Ini.
Kesedehanaan lah yang disebut kenyataan.
Sekarang, jangan ingat kembali kenangan itu.
Tadinya kukira 2 tahun ini upayaku terlalu gigih.
Kupikir aku sudah kabur dari sini.
Melarikan diri dari perasaan bersalah.
Tidak.
Di mana?
Kau cari apa?
Kubantu carikan.
Hadiah ultah.
Juga sebagai ucapan selamat karena dia jadi reporter.
Hadiah ulang tahunmu.
Hei, apa ini?
Oh, pena perekam.
Sepertinya mahal nih.
Bawalah saat interview.
Pasti.
Tentang Cinta?
Kenapa?
Oppa mau aku menikah?
Karena hal ini, sudah lama sekali aku stres.
Apa boleh buat? Jangan mengandalkan wajah.
Ini bebek-kelinci.
-=Selamat Ulang tahun. Cewek jelek, sepertinya kau bisa berumur panjang tanpa penyakit.=-
Kau ini, kubikin bonyok kau!
Oh, hei, hei. Kamera, kamera.
Kameramu.
Aku harus tenang.
Oh, sepertinya kau terharu.
Dari sudut pandang yang lain
kebenaran bisa berubah drastis.
Kuharap kau bisa jadi repoter yang bisa melihat semuanya.
Sejak itu dia selalu membawa buku ini.
Buku itu...
dan buku pedoman jurnalistik.
Tapi kenapa Han Sang Goo mengambilnya?
Bukan Han Sang Goo.
Jadi dia adikmu.
Tidak! Hanya satu kali.
Yang lainnya...
Orang di belakang Han Sang Goo.
Tapi kenapa dia mengambil bukunya So In?
Bisa minta tolong?
Ada hal lain yang ingin kuselidiki.
Kudengar kau teman baiknya So In.
Banyak reporter yang duduk di sebelahku.
Sebelum So In meninggal, apa yang dilakukannya?
Entahlah, aku tak begitu ingat.
Terlebih lagi, sudah lama sekali.
Ah, iya.
Mencari seseorang.
Seseorang?
Seonbae.
Apa?
Kalau ingin menemukan anak yang hilang 22 tahun lalu
mestinya harus bagaimana?
22 tahun lalu.
Selama ada keajaiban.
Ini bukan bercanda.
Dia?
Iya.
Yakin masih hidup?
Seorang anak hilang sudah 22 tahun
aku akan mencarinya.
Meskipun hidup atau mati.
Kita harus lihat kasusnya dulu.
Tapi...
kenapa kau ingin mencarinya?
Kalau sudah ketemu, akan kukatakan.
Mungkin...
Anak ini mungkin Kotak Pandora.
-=Rela membayar 50 juta=- Dicari anak hilang, nama: Lee Soo Yi.=-
Kotak Pandora?
Siapa anak itu?
Seorang anak berambut panjang.
Yang pasti, sepertinya dia mau tugas ke luar kota.
Ke mana?
Aku yang menelpon.
Tolong berikan rekaman saat Han Sang Goo ditransfer.
Iya.
Dia tahu betul kamera CCTV.
Hei, tolong cepatlah.
30 menit lagi.
- Iya, baik. - Iya.
Oh, ya ampun.
-=Laporan, Pembunuh berantai. Han Sang Goo melarikan diri dan laporan terkait.=-
Kasus ini dikubur dengan kebenaran yang kasat mata.
Gadis yang dicari So In sebelum dia meninggal.
Buku Pedoman Jurnalistik hilang.
Apa mungkin karena foto itu?
Karena itukah mereka membunuh? -=Pelakunya?=-
Sejak awal Han Sang Goo hanyalah alat.
Meskipun kembali dengan kasus pembunuhan
dia tak merasa bersalah.
Tapi...
Bagaimana mereka merekayasa pembunuhan berantai?
Itu kesepakatan. -='DNA Pembunuh berantai tidak cocok', Polisi melepaskan tersangka.=- (7)
Han Sang Goo, itu dia.
Bukan dia.
Tidak ada DNA bukan suatu kebetulan.
No comments yet. Be the first to leave one.