The first 200 lines.
DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL
Ayo minum.
EPISODE 14
Tuan, ini ikan corvina kuning kering dari Yeonggwang.
Akan ada upacara peringatan memperingati kakek buyutmu 14 hari lagi.
Jadi, kuharap ini bisa membantu.
Won-bo.
Kudengar kau membeli tanah lagi di Hwanghae.
Pasti sulit bagimu mengurus tanah seluas itu.
Karenanya kusiapkan ini untukmu.
Apakah itu dokumen budak?
Ini bukan sesuatu yang besar.
Aku memilihkan lima pelayan
yang kuat dan berguna untukmu.
Terima kasih, aku menghargainya.
Aku seharusnya tak datang tanpa membawa apa-apa,
tetapi aku punya...
Aku bersumpah, sebulan lalu, aku hendak membawakan keramik untukmu
saat ada anak kecil
yang muncul tiba-tiba
dan menghancurkannya berkeping-keping.
- Astaga. - Sayang sekali...
Aku hendak membawa anak kecil itu
untuk menghukumnya,
tetapi Putra Mahkota
tiba-tiba saja muncul.
Putra Mahkota berkeliling dengan menyamar?
- Ya. - Putra Mahkota
seharusnya tetap di istana, menjaga Baginda dan belajar.
Dia terus bicara melawanku
di hadapan orang-orang rendahan itu
tentang tanpa belas kasih, aku bukan manusia.
Astaga.
Itu kenapa aku tak bisa membawa apa-apa, Won-bo.
Boleh aku masuk?
Putra Mahkota ada di sana?
Tanpa pengawalnya? Hanya Kepala Bagian Han dan seorang kasim?
Ya, itu jelas dia.
Kepala Bagian Han dan kasim itu terjatuh dari tebing,
jadi kemungkinan mereka tewas.
Namun...
Putra Mahkota terpanah...
Kau memanah calon raja?
Kita harus bagaimana
kalau yang lain tertangkap?
Apakah dia tewas?
Dia terluka parah, jadi akan sulit baginya untuk menuruni gunung sendirian.
Dan kalau dia tewas di sana,
apakah akan ada yang mengenalinya?
Sepertinya
kita melampaui tiga pulau dalam sekali dayung.
Apakah ada jejakmu?
Tentu tidak, Tuan.
Istana Timur pasti kosong hari ini.
Kuharap tetap seperti itu...
selama-lamanya.
Halo? Apakah ada orang?
Kumohon bukalah! Ada yang terluka parah!
Kumohon!
Buka...
- Kumohon tolonglah dia. - Kenapa kau ke sini semalam ini?
Tolong selamatkan dia.
Ya, ampun.
Dia dipanah.
Aku Kepala Bagian Han.
Kau harus menyelamatkan dia.
Namun, aku tak punya tasak di sini, Tuan.
Anakku pulang untuk menjadikannya bubuk...
Di mana rumahmu? Aku akan ke sana.
Minggir. Telah terjadi pembunuhan.
- Seseorang ke toko kainnya. - Apakah mereka tewas?
Ayolah, jangan menjadikannya sial.
Aku melihat mereka di feri tadi pagi.
Ada apa?
Sungguh mengerikan. Ketiga anggota keluarga dibunuh.
Pendarahannya sudah berhenti,
tetapi dia tak boleh bergerak atau lukanya bisa terbuka lagi.
- Kita harus memindahkan dia. - Apa?
Mereka membunuh keluarga Oh Man-sik. Mereka mungkin masih di dekat sini.
Jika mereka memanah Yang Mulia, mereka akan pastikan apa dia masih hidup.
Mereka akan memeriksa toko obat dahulu.
Apakah ada tempat kami bisa membawanya untuk malam ini?
Yang Mulia, kau bisa mendengarku?
Ini salahku.
Kau benar.
Sejak aku datang,
hal-hal buruk terjadi kepadamu.
Ini salahku.
Aku seharusnya tak bersikeras untuk tetap bersamamu.
Yang Mulia, ada yang harus kuberi tahu kepadamu.
Kumohon bangunlah dan dengarkan aku.
Kepala Bagian Han.
Kita harus bagaimana?
Apakah Yang Mulia akan baik-baik saja?
Ini salahku.
Semuanya salahku.
Bukan salahmu.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Kau sudah siuman?
Yang Mulia.
Apakah kau tak apa-apa?
Yang Mulia.
Maaf kami harus membawamu ke tempat sederhana seperti ini.
Kukira tak akan bertemu kalian lagi.
Aku sungguh senang...
kalian masih hidup.
Aku juga.
Aku sangat senang kau masih hidup.
Terima kasih.
Jangan menangis.
Apakah pelajaran pagi sudah selesai?
Kami tak bisa mengajar karena Yang Mulia tak datang.
Bagaimana bisa?
Yang Mulia terkena flu dan sedang tidak sehat.
Flu?
Apakah itu benar?
Aku bertanya apakah Yang Mulia bahkan ada di dalam.
Mulailah pertemuan pagi.
Baginda, sebelum pertemuan pagi,
ada yang harus kuberitahukan kepadamu.
Mengenai Yang Mulia.
Mengenai Putra Mahkota?
Maaf aku mengatakan ini,
tetapi belum lama ini Baginda mengurung Yang Mulia
dan bilang putra mahkota
seharusnya tak terlibat urusan politik.
Namun, kini beredar rumor dia sering ke luar istana.
Penasihat Negara Kanan.
Apakah kau mencoba menuduh Yang Mulia
dan membuat Baginda khawatir hanya berdasarkan rumor?
Katakan kepada mereka.
Aku?
Aku melihat Yang Mulia menyamar
belum lama ini.
Baginda, apa yang menjadikan seseorang calon raja?
Dia adalah akar negara dan penerus raja yang sebelumnya.
Kesejahteraan para pelayan dan rakyat
bergantung padanya, begitu juga
kemakmuran bangsa.
Namun, Yang Mulia pasti sudah lupa akan tugasnya sebagai calon raja.
Kalau dia sering meninggalkan istana dan mengejar kesenangan...
Aku sangat mengkhawatirkan Yang Mulia sampai tak bisa tidur di malam hari.
Dia bahkan tak mengikuti pelajaran pagi hari ini.
Dia mengaku terkena flu,
tetapi entah itu benar atau tidak...
Kalau dia benar-benar di Istana Timur...
Kalau begitu, maksudmu
Yang Mulia menjadikan flu sebagai alasan
dan meninggalkan istana lagi?
Yang Mulia, Baginda...
Ada apa Ayah ke Istana Timur?
Apakah Ayah mengkhawatirkan fluku?
Tidaklah separah itu sampai Ayah harus khawatir.
Kalian bertiga pasti juga sangat mengkhawatirkanku.
Kudengar kau terkena flu berat, karenanya kami mau memeriksa keadaanmu, Yang Mulia.
Aku hanya mengkhawatirkan Yang Mulia...
Aku tak mau mendengarnya. Harap pergi.
Kau sungguh terkena flu?
Bagaimana keadaan dia?
Pendarahannya sudah berhenti dan lukanya sudah diobati.
Begitu Yang Mulia pulih, dia akan baik-baik saja, Baginda.
Pastikanlah dia tidak demam.
Baik.
Beraninya mereka memanah Putra Mahkota negara ini.
Kau menemukan bukti?
Yang melakukan trik dengan doa itu adalah Oh Man-sik dari Kantor Taoisme.
Dia dari Byeokcheon.
Tidak, Ayah. Itu bukan orang-orang Byeokcheon.
Mereka mencoba membunuhmu.
Kau masih melindungi mereka setelah perbuatan mereka kepadamu?
Apa yang kau lakukan di luar istana?
Yang memanah Yang Mulia
juga membunuh Oh Man-sik dan keluarganya.
Kalau mereka memang bersekongkol,
mereka tak punya alasan membunuh Oh Man-sik.
Aku yakin Penasihat Negara Kanan ada hubungannya dengan ini.
Kalau dia benar-benar di Istana Timur...
Jangan menuduh orang dan jangan bertindak
dengan gegabah.
Kau harus lebih berhati-hati.
Jangan biarkan mereka melihat kelemahanmu.
Berhenti selidiki kasus Byeokcheon.
Sekarang bukan saatnya melawan keluarga Cho.
Tidakkah kau mengerti
kenapa ayah mengurungmu?
Itu sungguh tak sepertimu.
Bagaimana kau bisa seceroboh itu?
Bagaimana bisa mereka semua masih hidup?
Di mana kau bertemu Yang Mulia
dan kasim itu sebelumnya?
Di dekat pasar.
Kenapa kau bertanya?
Yang Mulia.
Aku lupa memberitahumu ini karena semua sangat sibuk hari itu.
Saat memeriksa rumah Oh Man-sik di Paju,
aku mendengar hal yang aneh dari salah satu tetangganya.
No comments yet. Be the first to leave one.