Lan Life (Lan Cable Life / 랜선라이프)

Lan Life (Lan Cable Life / 랜선라이프)

Download Indonesian Subtitle

Release info

랜선라이프ㅡㅡLan LifeㅡㅡE38 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Video download di drakorindo.info atau www.drakoric.com. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-04-18
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Yeong Ja bicara soal rumah"

Jadi, aku ingin menjadi kreator sebelum terlambat.

"Yeong Ja mulai menjadi kreator setelah berpikir panjang"

"Konten apa yang ingin dia perlihatkan?"

"Dia ingin memperlihatkan rumah-rumah"

"Dia sudah lama tertarik akan rumah"

"Yeong Ja datang ke Pulau Jeju"

"Guna mencari rumah yang ingin dia tinggali setelah pensiun"

"Karena sudah lama tertarik akan rumah"

"Dia lebih hati-hati"

"Dan mendetail dalam membuat konten soal rumah"

"Dia berpikir rekamannya akan berjalan lancar"

"Tapi adik iparnya menjadi rintangan yang tidak terduga"

"Ini perjalanan sulit pendatang baru yang berusaha membiasakan diri"

"Semua tidak berjalan lancar dari awal bagi mereka"

"Akankah mereka berhasil selesai merekam videonya?"

"Dan sesaat lagi"

"Yeong Ja akan mengungkap rumah yang terus dia dambakan"

"Kebun jeruk itu diubah modelnya menjadi rumah unik ini"

"Ini rumah Aktris Jin Jae Young?"

"Meski ukurannya kecil"

"Ide manis pemilik rumahnya terlihat jelas di seluruh rumah ini"

"Jae Young akan mengungkap rumahnya di Jeju untuk kali pertama"

"Mereka menuju ke rumah berikutnya"

Aku sangat suka udara dan rasa hangat di Jeju.

Aku terus hidup di kota.

"Yeong Ja membayangkan hidup di Jeju setelah pensiun"

Kamu sungguh ingin hidup di tempat seperti ini?

Ya. Sangat.

"Aku sangat ingin tinggal di sini"

Udaranya bersih. Airnya juga.

Udaranya hangat, segalanya tenang di sini.

Bukankah kamu harus hidup di tempat hangat selama setengah tahun?

"Dia ingin hidup di Pulau Jeju suatu saat nanti"

"Mereka memulai hari dengan bermandikan sinar matahari hangat"

Kita bukan membuat video untuk stasiun televisi.

- Ini bukan untuk televisi. - Tentu saja.

Apa?

- Dia mengenalimu? - Dia mengenalimu.

Dia melihat Yeong Ja di jendela itu dan terkejut.

Padahal dia masih kecil.

- Aku yakin dia pasti terkejut. - Dia sangat terkejut.

Benar.

- Dia tampak terkejut. Ya. - Ini akan dia tulis di buku harian.

Aku hanya perlu belok kanan?

- Dia pelajar SD. - Dia sangat antusias.

Astaga, anak itu.

"Senang menemuimu"

Halo.

- Halo! - Halo.

- Halo! - Halo.

"Anak itu berlari untuk pamer setelah memberi salam"

- Mereka akan beri tahu ibu mereka. - Ya, seperti itulah anak-anak.

Aku suka anak-anak bersikap sangat polos.

"Sama seperti keindahan polos Pulau Jeju"

"Warga di Pulau Jeju lebih baik dengan kepolosan mereka"

Apakah ke arah sini?

"Ingatannya samar"

Jalur Olle itu... Jalur berapa kemarin?

Kelima, keenam, atau ketujuh?

Apakah rumah itu dahulu ada di sana?

Dahulu tidak ada di sini.

"Mau ke mana dia?"

Kita sudah tiba.

- Aku akan ke arah sini. - Di mana rumahnya?

- Yang itu. Rumah itu. - Rumah itu?

Rumah ini dahulu gudang.

Ada di atas sana. Lihat.

- Dahulu itu gudang? - Ya.

"Dia bahkan tahu sejarah rumah itu"

Kalian bahkan suka pintu masuknya, bukan?

- Itu sebuah rumah? - Ya.

- Gudang itu diubah bentuknya? - Dahulu itu gudang.

Pemilik rumah yang akan kalian lihat memikirkan desain interiornya.

"Yeong Ja menuju ke rumah tersebut dengan senyuman"

"Biar kulihat"

"Dia menekan mesin untuk kartu"

Dia menekan tombol untuk kartu kunci pintunya.

- Itu bukan bel. - Itu bukan bel.

- Adakah bel di sana? - Benar.

- Itu membingungkan. Tidak ada bel? - Belnya...

- Kurasa tidak ada. - Ya, tidak ada.

"Dia menggeser papan tombol digitalnya tanpa alasan"

"Dia mengetuk pintu, yang merupakan caranya"

Siapa itu?

- Jae Young! - "Jae Young"?

- Ini aku, Yeong Ja. - Jae Young?

- Yeong Ja! - Jae Young!

- Lama tidak berjumpa. - Itu Jin Jae Young!

- Sungguh. Aromanya harum. - Jae Young tinggal di Pulau Jeju?

Tidak, kamu bisa mencium aroma pupuk hari ini.

Ya, aku bisa mencium bau kotoran saat datang kemari.

- Aromanya cukup buruk hari ini. - Tapi...

Aku suka aroma rumahmu.

Aku bahkan mengunjunginya setahun lalu.

Aku datang ke sana setelah hanya melihat fotonya.

Dia mengunggah fotonya di kolam renang

- dan foto tangga ke kamarnya. - Aku lihat itu di media sosialnya.

- Foto-foto itu dari rumahnya? - Ya.

Aku datang ke sana setelah melhat foto-foto ini.

- Itu rumahnya? - Kupikir itu bukan di Korea.

Aku tidak punya nomornya,

tapi kuminta nomornya pada Song Eun I dan datang ke sana.

Aku mendatanginya begitu dia selesai membangun rumah.

Aku bisa berkeliling karena dia mengizikanku.

Ini foto yang kuambil setahun lalu.

"Aktris Jin Jae Young menarik hari publik dengan banyak daya tarik"

"'Jin Jae Young Pindah ke Rumah yang Indah'"

"Dia pindah ke Jeju dua tahun lalu"

"Tiap sudut rumahnya dibangun dengan perhatiannya"

Itu bukan rumah bandar, apartemen atau rumah berbentuk sama.

Itu satu-satunya rumah yang dibangun dengan idenya sendiri.

Aku iri padanya.

Jika dapat peluang hidup kedua, aku mau menjad Jae Young.

"Gunung Sanbang terkenal di Seogwipo bisa terlihat dari rumah ini"

- Ini bagus, bukan? - Keren sekali.

"Rumah Jae Young berlokasi di kota yang tenang"

"Dahulu digunakan sebagai gudang jeruk"

"Dengan ide Jae Young untuk desain rumahnya"

"Tempatnya berubah menjadi rumah nyaman"

"Ruang terbuka rumah ini bisa terlihat sekali pandang"

"Ruang sederhana ini"

"Penuh akan ide Jae Young, termasuk semua properti kecilnya"

"Karena Yeong Ja tertarik, dia ingin membuat video"

Kurasa sudah setahun lamanya.

- Ya, sudah setahun. - Ya, benar.

Sekarang, aku menjadi YouTuber.

Aku sedang mencari rumah.

- Aku juga datang tahun lalu. - Benar.

Aku hanya berencana membuat video proses pencarian rumahku.

Itu Pak Park. Dia suami adikku.

- Halo. - Dan dia penyulih suara.

- Sungguh? - Namanya Park Young Jae.

Dia akan merekam videonya untukku.

- Aku akan tampil di YouTube. - Siapa yang menyunting videonya?

"Siapa yang menyunting videonya?"

Untuk saat ini... Seharusnya dia yang menyunting,

tapi kami tidak bisa saling percaya.

"Ketidakpercayaan terbentuk dalam separuh hari"

Sudah setahun lamanya sejak kamu pindah ke Jeju, bukan?

Sudah setahun lamanya sejak aku pindah ke rumah ini.

Setahun. Bagaimana rasanya setelah selama itu kamu tinggal di sini?

Aku sangat suka tinggal di sini.

Aku masih berpikir keputusan terbaik yang kubuat

adalah pindah ke Pulau Jeju.

- Sungguh? - Ya.

Aku memang mau mencoba tinggal di sini, setidaknya sekali.

- Benar. - Ya.

Aku lebih tua, tapi kamu lebih bijaksana jika menyangkut hidup.

Kamu lebih berani dari aku.

"Jae Young menjalani hidup impian Yeong Ja dengan keputusan berani"

Aku suka tata letak ini.

Aku suka bisa melihat seluruh rumah sekali pandang.

- Bisa dilihat sekali pandang. - Langit-langitnya tinggi.

- Itulah alasannya. - Langit-langitnya tinggi.

"Dia mempertahankan fitur eksternal gudang sebelumnya"

"Langit-langit tingginya membuat rumah ini tampak tidak tertutup"

- Astaga, langit-langitnya tinggi. - Ini sangat indah.

Dia mengubah model gudangnya, jadi langit-langitnya tinggi.

Lampunya, jendela,

tangga, semua yang kalian lihat di rumah ini...

Ini semua ide Jae Young.

"Semua dekorasi interior manis ini memiliki keterlibatan Jae Young"

Saat membangun lagi rumah ini,

bagian mana yang kamu fokuskan?

Sebenarnya, kami berada di kebun jeruk.

Karena ini digunakan sebagai gudang di kebun jeruk.

Terlihat sangat berbeda dari rupanya sekarang.

"Rumah Jae Young dahulu gudang untuk kebun ini"

Aku tidak mau rumahku menjadi membosankan.

Karena itulah ada banyak tangga dari dugaanmu.

Benar. Bahkan ada tangga di bagian ini.

"Tangga pertama, tangga kedua"

"Tangga ketiga, tangga keempat, dan tangga kelima"

"Dia membuat rumahnya menyenangkan dengan membuat tangga di mana-mana"

Ini sudah ada sebelum kamu pindah, ya?

Ya, ini sudah ada sebelumnya,

tapi aku ingin membuatnya berguna, jadi kubuat laci di sini.

- Ini bisa dibuka. - Sungguh?

- Seperti ini. Bisa kusimpan barang. - Itu bisa jadi penyimpananmu.

- Seluruh tempat ini penyimpanan. - Astaga.

- Di sana tidak ada lemari. - Ini semua laci?

"Yeong Ja, bukan agen real estat"

Lihat. Tanpa lemari, rumahnya terlihat sederhana.

- Lacinya ada di bawah sana. - Aku iri sekali.

"Dia menyingkirkan lemari dan memanfaatkan ruang tertutup"

Tempat ini... Bagaimana aku mengatakannya?

Aku ingin membuat ini terlihat seperti meja penerimaan hotel.

Karena itulah kupisahkan sofanya.

Jika kusatukan, akan terlihat seperti rumah.

- Agar terlihat seperti lobi? - Ya.

"Dia memisahkan semua sofanya agar terlihat seperti hotel"

- Bagaimana dengan itu? - Itu sebuah kamar.

"Mereka naik ke sebuah kamar di atas anak tangga tersebut"

Ingat saat itu? Saat datang kemari setahun lalu,

aku khawatir akan membuat anak tangganya terlepas.

Aku ketakutan, tapi tidak masalah, bukan?

Tidak akan runtuh.

"Ini kamar tidur yang kokoh"

"Di bawah langit-langit tajam..."

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left