The first 200 lines.
Ada saat aku selalu berlari untuk selamatkan hidupku.
Dikejar.
Nyaris tak selamat.
Kini, akulah yang berburu.
Kau pikir kau aman karena berada di puncak dunia,
dan kau bukan lagi mangsa.
Lalu suatu hari,
kau sadar ada serigala lebih besar dan ganas yang mengintai di sudut.
Kau harus tanyakan dirimu,
apa kau akan kembali berlari?
Dikejar?
Nyaris tak selamat?
Aku tahu jawabanku.
Apa jawabanmu?
Aku mendengar keributan di rumah kacaku.
Sekitar pukul berapa itu?
Entahlah.
Sekitar pukul 5.00.
Di luar masih gelap.
Aku pergi untuk memeriksa
dan melihat putraku bergelut dengan penyusup.
Aku bergegas masuk ke rumah untuk ambil pistolku, tapi…
itu tak ada di brankasku.
Aku lupa, aku menaruhnya di laci meja.
Saat aku kembali,
sudah terlambat.
Penyusup itu…
telah membunuh Davis
dan kabur.
Yang Mulia, petugas di TKP tak menemukan bukti pembobolan.
Kami memeriksa sistem keamananmu,
dan tampaknya kameramu rusak pada hari kejadian.
Ada yang janggal.
Istrimu meninggal dalam kondisi yang sama,
dan putramu punya histori keterbelakangan.
Tak kubiarkan kau bicara tentang keluargaku seperti ini.
Apa yang kau tuduhkan, Detektif?
Ini bukan tuduhan.
Aku menyatakan fakta. Luka putramu disebabkan dirinya sendiri.
Kapan kau dapat sertifikat sebagai koroner, Detektif?
Kapten Gamble. Aku tak tahu kau ditugaskan untuk kasus ini.
Jawab pertanyaan.
Aku bicara dengan koroner pagi ini.
Aku baru saja dari kantornya.
Pernyataannya direvisi.
Eli,
kasih telah datang.
Aku turut berduka cita, Hakim.
Bagaimana keadaanmu?
"Menangis berarti mengurangi dalamnya kesedihan."
Hakim Lafayette
adalah saksi tunggal pembunuhan putranya.
Kusarankan kau mengatur nada bicaramu, Detektif.
Maaf, Yang Mulia. Aku hanya melakukan uji tuntas.
Tentu.
Cecil, kau tak perlu khawatir.
Mulai kini, aku mengawasi penyelidikan ini.
Jadi,
apa katamu tadi?
Hakim Lafayette saksikan putranya bergelut dengan penyusup.
Jadi, kau tunggu apa?
Keluarkan pengumuman buron.
Kau lihat wajahnya, Cecil?
Tentu saja aku melihatnya.
Hei, Teresa, kau harus lihat ini. Ayo.
Kesimpulannya, dilakukan perburuan tersangka
dugaan pembunuhan Davis Lafayette semalam,
putra Hakim Terhormat Cecil Lafayette.
Tersangka adalah kepala sindikat kriminal New Orleans terkenal
dikenal oleh penegak hukum setempat sebagai Marcel William Dumas.
Pihak berwenang mengumumkan dia bersenjata dan berbahaya.
Marcel tak menjawab.
- Menurutmu dia sudah ditangkap? - Belum.
Dia bersembunyi. Entah di mana.
Kita harus temukan dia sebelum Lafayette.
Kita sibuk melindungi diri.
Dia sekutu. Harus kita temukan.
Tak masuk akal. Kenapa Hakim menjebak Dumas?
Dumas memilihku daripada dia.
Dia merasa dikhianati.
Itu sebabnya dia mengejarnya.
Kutemukan ini
di mobil James.
Pelacak ponsel?
Dan pengacak sinyal.
Untuk apa semua barang ini?
Mungkin dia yang mengejar kita.
- Di mana aku? - Di rumah perlindungan.
Dokter datang untuk mengoperasimu.
Pelurunya tak mengenai organ vital.
Kau beruntung.
Aku tak merasa beruntung.
Kau beruntung.
Kau akan pulih dalam beberapa hari.
Sebelum kau mulai merasa nyaman di sini,
ada beberapa pertanyaan untukmu, 007.
Aku bisa jelaskan.
Hal penting dahulu.
Siapa yang mengejar Teresa?
Aku tak tahu mereka. Hanya tahu kau diincar.
Aku bekerja dengan Devon Finch.
Kenapa kembali kepadanya usai semua perbuatannya?
Tak ada pilihan.
Jika utang tak lunas, dia akan terus datang.
Kubuat kesepakatan.
Selama aku bekerja dengannya, dia akan menjauhi organisasimu.
- Kau akan aman. - Aman?
Terakhir kali Teresa bertemu Finch,
dia mengebom kompleks El Santo, nyaris membunuhnya.
Devon adalah agen CIA.
Tidak, secara teknis, dia kontraktor badan itu.
Kau bawahannya?
Dia melepaskanku setelah pekerjaan di Venezuela.
Lebih rumit dari biasanya.
Sebagai hadiah perpisahan,
aku diberi tahu soal tim pembunuh mengejarmu ke New Orleans.
Dia tahu tentang pembunuhan itu, tapi bukan para pemainnya?
Aku tak percaya.
Itu hanya rumor.
Devon punya satu petunjuk.
Telepon satelit.
Kulacak ke sebuah bangunan di Distrik Gudang,
kubobol, kutemukan foto pengawasanmu.
Lalu tim pembunuh kembali, melumpuhkanku.
Kubunuh satu orang, tapi nyaris tak lolos.
Hebat, Houdini.
Teresa, kau harus menghilang selagi kami cari tahu pengontrak mereka.
Waktu kita sedikit.
Pelan-pelan.
Kau baru dioperasi, Bedebah.
Benar. Kau harus beristirahat.
Rumah perlindungan tak diketahui.
Itu akan mengulur waktu.
Dia di pihak kita.
Dia pengacaraku.
Dan keluarga.
Terima kasih tak membunuhku.
Sama-sama.
Bagaimana kau kemari?
Ceritanya panjang.
Kuceritakan nanti.
BERDASARKAN BUKU KARYA ARTURO PÉREZ-REVERTE
Kenapa kau lakukan itu?
Aku senang kau membiarkanku hidup,
tapi kenapa?
Aku tahu kau tak mau berkhianat.
Kau takut, teler, dan tak berpikir jernih.
Aku tak teler lagi.
Dan kau memberiku kesempatan kedua.
Senang mendengarnya.
Pasti sulit meraih kembali kepercayaan Teresa.
Ya.
Itu tak terduga untuk sementara,
tapi kami berdamai.
Seperti kata Pote, kami keluarga.
Membuktikan aku benar.
Jika aku menerima perintahnya, banyak orang akan menyesalinya.
Jika kau berencana tetap di sini,
kau harus ingat bahwa Teresa adalah bosnya.
Jadi, lain kali dia memerintahmu,
sebaiknya kau ikuti.
Apa aku harus ingatkan semua orang bahwa James sudah setahun menghilang?
Dia ada sejarah dengan Camila.
Sekarang, CIA.
Tak satu pun dari mereka dikenal sebagai teladan kepercayaan.
Aku sangat marah.
James ditembak. Atau kau pikir dia menembak dirinya sendiri?
Jika ada yang bisa tembak diri sendiri, tak merusak levernya,
itu penembak runduk di sebelah.
Dia nyaris mati kehabisan darah.
Dia bisa saja ke rumah sakit, tapi malah kemari untuk peringatkan kita.
Lantas? Kita harus percaya dia? Begitu?
Ayo temukan pembunuh bayaran itu dan cari tahu siapa pengirim mereka
karena keselamatan Teresa yang terpenting.
Batalkan perjalanan ke New York dan jadwalkan ulang wawancara bankir.
Jika ancamannya di New Orleans, keluar kota adalah ide bagus.
Konfirmasi rapat dengan para bankir.
Kita ke New York.
George, bawa Chicho dan datangi alamat tempat James menemukan tim pembunuh.
Cari tahu siapa mereka.
Aku tahu hubunganmu dan James rumit,
tapi mudah antara kau dan aku.
Aku hanya mencintai dua wanita dalam hidupku. Ibuku dan kau.
Kau bagaikan kakakku.
Jadi, aku akan selalu menjagamu.
Kita mencurigai James sebelumnya.
Kita salah.
Mungkin kali ini berbeda.
Bagaimana jika ini perangkap?
Kau tahu harus apa.
Yakinlah.
Nn. Mendoza, kuperkenalkan kau kepada temanku, Kapten Gamble.
Jangan macam-macam.
Kau pasti sudah dengar, aku berduka atas wafatnya putraku.
Aku turut berduka cita, tapi yang perbuatanmu pada Marcel salah.
Kita berdua tahu dia tak membunuh putramu.
Aku bersama Marcel malam itu.
Kau pikir dirimu alibi yang kuat?
Kau lakukan pertemuan empat mata pada tengah malam dengan Marcel
usai kau dan gengmu membunuh selusin polisi.
No comments yet. Be the first to leave one.