The first 139 lines.
Terima kasih, Tuhan, telah mengizinkan kalian 38 bersaudara
meneruskan hidup bahagia seperti ini pada hari ini.
Ayo makan.
Ayo makan!
Norman.
Mari kita semua kabur bersama dari tempat ini.
Harus temukan cara yang bisa membuat kita bertahan hidup.
Ibu adalah...
Musuh.
Selamat, Norman.
Kini sudah diputuskan, kau akan dikorbankan.
Selanjutnya, kuserahkan padamu.
Tidak apa-apa, jangan pernah menyerah.
Aku telah dikirim.
Namun, tekadku tetap bertahan.
Jika itu Emma dan yang lainnya, pasti tak akan jadi masalah,
pasti bisa kabur.
Sebelah sini.
Kau tunggu sebentar di kamar ini.
Aku terus menunggu tibanya hari ini.
Aku sudah memutuskannya sejak lama.
Sudah mulai sejak bertahun-tahun lalu.
Jangan kira kalian bisa memakan aku.
Jangan kira akan kubiarkan kalian memakan aku.
Makanan, barang.
Aku tak peduli sebanyak itu!
Aku manusia!
Kalian pantas mendapatkannya!
Ray.
Selain itu, begini juga bagus.
Begini saja sudah cukup.
Bagaimanapun, selama ini, aku tak pernah menolong keluarga yang kesulitan.
Aku melangkahi mayat mereka demi hidup hingga kini.
Jelas-jelas mereka semua orang yang sangat baik.
Jelas-jelas mereka orang yang sangat baik hati.
Dengan begini, aku sudah berumur 12 tahun.
Meski ini hidup yang membuatku ingin menyumpahinya,
namun, momen bersama kalian sungguh sangat menyenangkan.
Jangan! Cepat hentikan!
Terima kasih.
Selamat tinggal, Emma.
Tertangkap sempurna.
Kau!
Maaf sekali, aku dan anak-anak itu tak ingin kau mati.
Anak-anak itu?
Emma, ini barang yang kau minta kami bawa kemari.
Ada lagi, semua orang sudah selesai bersiap-siap.
Jangan pilih tempat ini sebagai kuburanmu.
Kuperlihatkan barang bagus padamu.
Tutup mulutmu dan ikut aku.
Ini pesan dari Norman.
Sudah, mulailah, Norman.
Baik, semuanya! Waktunya kabur!
Lari ke dinding di sana!
Norman.
Norman.
"Kuperlihatkan barang bagus padamu." "Tutup mulutmu dan ikut aku." Itu, 'kan?
Ucapanku tak salah, 'kan?
Lihatlah.
Ini adegan yang awalnya kita kira tak akan mungkin terjadi.
Benar. Aku selalu merasa semua orang tak mungkin bisa kabur bersama.
Merasa semua orang ini hanyalah beban.
Aku juga pernah ragu.
Namun, akhirnya aku membuat keputusan.
Karena ada Emma.
Jadi, kau jangan menyerah, Ray.
Ibu.
Aku akan menunggu kalian.
Jadi, biarkanlah kami tinggal.
Dalam dua tahun, aku pasti bisa kembali.
Lalu, hingga saat itu tiba,
aku akan membawa Phil dan yang lainnya,
serta keempat anak di peternakan untuk kabur bersama.
Selamat tinggal, Ibu.
Jangan pergi, Emma.
Aku pasti akan kembali dan membawa semua orang keluar.
Hari ini adalah langkah pertama kita keluar.
Ini pagi yang paling awal.
Bagaimana selanjutnya?
Apa ada pikirkan ingin pergi ke mana?
Ada, pergi ke arah tenggara.
Arah tenggara?
Itu benda yang Norman tinggalkan.
Apa mungkin
itu Tuan William Minerva?
Jika butuh bantuan, maka datang dan cari aku.
Aku ada di titik B06-32.
William Minerva.
Ini berkat pulpen yang ditinggalkan Norman.
Benar.
Semuanya, cepat lari!
Hentikan sampai di sini.
Menyerahlah.
Sebelah sini.
Ke arah sini.
Tak boleh.
Sungguh tak boleh.
Aku sudah membuat janji.
Aku tak akan pernah menyerah.
Cepat kejar!
Kenapa iblis bisa menolong manusia?
Maaf, tadi sudah mengagetkan kalian.
Namun, kami tak akan mencelakai kalian.
Aku adalah Mujika.
Dia adalah Sonju.
Kami tak memakan manusia.
Jadi, kami tak akan memakan kalian.
Tenang saja.
Makan apa pun selain manusia.
Kami adalah tipe yang berbeda dalam masyarakat.
Peternakan,
keuntungan dan kekuasaan, serta hal lain tentang mereka,
semuanya tak berkaitan denganku.
Bisakah beri tahu kami,
bagaimana keadaan dunia yang sekarang?
Tak ada hal apa pun yang terjadi.
Apa?
Dunia memang sudah seperti ini sejak lama.
Kalau begitu,...
Biar kuceritakan sebuah kisah.
Kisah?
Dulu, dunia jauh lebih luas daripada sekarang.
Saat itu, iblis hidup di dunia yang luas, memburu dan memakan banyak manusia.
Pemburu dan buruan.
Karena ada manusia yang takut dan tunduk pada iblis,
maka ada manusia yang membenci, melawan dan memburu iblis.
Saling membunuh tanpa henti.
Rasa takut yang tak berujung.
Saat kedua pihak merasa muak,
manusia mengajukan sebuah saran.
Mari membuat sebuah janji.
Manusia tak akan memburu iblis lagi,
jadi, iblis juga jangan memburu manusia lagi.
Hiduplah di dunia masing-masing.
Semua permulaan berasal dari janji ini.
Karena inilah, dunia terbagi menjadi dua,
serta memutuskan komunikasi.
Di sini adalah dunia yang waktu itu dibagi menjadi milik iblis.
Ngomong-ngomong,
No comments yet. Be the first to leave one.