The first 200 lines.
Episode 34 Apa yang kau inginkan?
Apa maksudmu?
Kudengar kau mengancam Ibu Mertuaku.
Mengancam?
Iya, diancam.
Aku sekarang sedang diancam.
Siapa yang mengancammu?
Miss Go. Pacar besan, Go Bok Ja.
Apa kau kenal dengannya?
Sayangnya, aku kenal dengannya. Dia teman sekelasku di SMA.
Dulu dia dikenal sebagai gadis yang tidak baik.
Dia benci denganku dan membuatku menderita tanpa alasan.
Bagaimana bisa aku bertemu dengannya lagi.
Dia mengancammu dengan apa?
Dia ingin aku mengirimmu ke rumah di Soongin-dong.
Kalau tidak, dia akan menyebarkan gosip tentang sesuatu yang tidak pernah aku lakukan.
Wanita itu menakutkan.
Dia akan melakukan apapun untuk menikah dengan besan.
Bagaimana bila dia menggunakan masa laluku dan bercerita bohong pada ayahmu?
Aku tidak peduli dengan diriku, tapi bayangkan betapa akan malunya Hyojin.
Tidakkah kau setuju, Dr. Cha?
Kau harus menghalangi pernikahan itu dengan cara apapun.
Kau mengerti?
Jadi, kau datang jauh-jauh ke sini untuk mennghalangi pernikahanku dengan ayahmu?
Aku ingin memberitahumu untuk berhenti mengancam orang dengan gosip yang tidak benar.
Yang ayahmu inginkan hanya 3 bulan.
Sebagai putranya tidak bisakan kau tinggal bersamanya selama itu?
Apapun yang terjadi dalam 3 bulan kedepan bukan urusanku.
Aku tidak peduli apakah 3 bulan lagi kau akan menikah dengan ayahku atau tidak,
jadi berhentilah ikut campur dengan masalah keluarga kami.
Kalau kau mengancam mertuaku sekali lagi,
aku tidak akan membiarkanmu. Apa kau mengerti?
Anak bodoh.
Apa yang kau katakan?
Kau bilang kau itu seorang dokter?
Anjing yang lewat akan menertawaimu.
Hei! - Lihat apa kau brengsek? Kau bahkan tidak bisa melihat dengan baik.
Apa?
Aku kasihan dengan ayahmu yang senang putranya jadi dokter, brengsek.
Bersulang!
Kalau Dal Bong sudah mapan,
kau sudah tidak perlu khawatir tentang apapun lagi.
Dekretaris di perusahaan besar!
Dokter! Koki! Dengan begitu kau sudah berhasil!
Masih banyak yang harus kulakukan. Banyak.
Aku harus menikahkan putriku, harus melihat cucu dari Dr. Cha,
dan harus menikahkan anak ketigaku.
Ah, Hyungnim, kau benar-benar serakah. Kalau seperti itu, tidak akan ada habisnya.
Aku tahu!
Semakin bertambah umurku semakin pendek temperamenku.
Paman makan ini.
Tidak, tidak, aku sudah kenyang. Kalian makanlah.
Cepat makanlah!
Kita memesan terlalu banyak!
Aigoo, berapa banyak tahu untuk semua ini?
Dal Bong, apa yang kau lakukan di sini?
Aku sedang memperhatikan ayah.
Dal Bong!
Apakan itu sesuatu yang membuatnya sesenang itu?
Sudah tentu, dia senang!
Anak penganggurannya mendapatkan pekerjaan, bahkan memenangkan posisi pertama.
Sayang sekali, tapi Cha Dal Bong tidak menang posisi pertama, Seo Wool...
Apa? Ada yang ingin kau katakan padaku?
Tidak. Apa yang harus kukatakan?
Aku hanya senang. Kau memenangkan posisi pertama membuatku sanagat senang.
Apa ini?
Ini hadiahku untukmu. Ambillah.
Hadiah?
Untukku pemenang posisi pertama adalah kau, Cha Dal Bong.
Jadi ambillah itu. Kau memerlukannya, bukan?
Tidak. Aku tidak bisa mengambilnya.
Kenapa kau tidak bisa mengambilnya? Apa karena aku yang memberikannya maka itu bukan hadiah?
Bukan begitu. - Kalau bukan itu, ambillah.
Kalau kau tidak mengambilnya, kita tidak bisa menggunakan resep barumu.
Dan aku tidak bisa menyajikannya ke pelanggan kita.
Menyajikan pelanggan menuku?
Kalau begitu bagaimana dengan menu Seung Yul?
Aku akan menyajikan dua-duanya.
Kita akan meminta umpan balik untuk kedua menu itu selama 1 minggu. Yang paling populer akan menjadi menu resmi.
Menu yang dipilih presiden dan menumu yang kupilih,
aku ingin melihat yang mana yang akan mendapatkan umpan balik yang bagus. Jadi aku minta kompetisi ulang pada presiden.
Kompetisi ulang?
Apa maksudmu kompetisi ulang?
Ada masalah dengan pemilihan pemenang, jadi sudah tentu kita membutuhkan kompetisi ulang.
Masalah?
Seorang pekerja menemukan ini ketika membersihkan samapah di kantor dan membawanya kepadaku.
Itu menunjukkan bahwa Cha Dal Bong memenangkan posisi pertama, tapi mengapa pemenangnya diganti?
Tidak diganti tetapi menjadi berbeda setelah skor final.
Skor final?
Di situ tidak ada skorku.
Pemenangnya berbeda dengan skor finalku.
Aneh.
Dua juri dan aku memilih Dal Bong sebagai pemenang, tapi kenapa kau, presiden, memilih Seung Yul sebagai pemenang?
Bisa saja karena memiliki selera yang berbeda.
Dan mungkin juga dipengaruhi oleh alasan pribadi.
Kalau memang demikian, kita sudah tentu membutuhkan kompetisi ulang.
Biarkan pelanggan kita yang menentukan keputusan finalnya.
Aku sudah membuat keputusan, Koki Gu!
Keputusan itu, apa kau memutuskannya dengan adil?
Apakah itu keputusan yang adil?
Tentu bukan keputusan yang adil.
Karena lawannya adalah Cha Dal Bong.
Kang Jae!
Ada apa kau datang kemari? Apa kau datang setelah selesai bekerja?
Aku datang sebentar untuk memberitahumu sesuatu. Apa ada waktu?
Benarkah? Apa Kang Jae benar-benar datang?
Aku melihat mobil Kang Jae di depan rumah.
Dia tidak datang untuk menemuimu?
Ini benar mobil Kang Jae.
Tapi Kang Jae pergi kemana?
Masuk dan duduklah di sini.
Aku akan pergi ke Amerika.
Aku berangkat 3 minggu lagi dengan Hyo Jin.
Mengapa kau berkata seperti itu tiba-tiba? Pergi ke Amerika...
Kalau begitu, bagaimana dengan tuntutannya?
Pengacaraku akan mengurusnya untukku.
Pengadilan bilang aku tidak perlu datang.
Kalau memang aku kalah, uang yang ayah inginkan,
aku akan membayarnya setiap bulan dengan gajiku.
Jadi...
kapan kau akan kembali?
Setelah 1 tahun.
Satu tahun...?
Ketika aku kembali, ayah mungkin sudah tidak di sini lagi.
Benarkan?
Kang Jae, apa kau...? - Sudahlah!
Kau tidak perlu menjelaskannya. Aku tidak ingin mendengarnya.
Aku tidak perduli apakah ayah akan menikah dengan wanita itu atau tidak
Jadi, kalau kau masih berharap sesuatu dariku, lupakan saja.
Jangan gunakan Miss Go until menekan mertuaku lagi.
Apapun yang kau lakukan, aku tidak akan kembali ke rumah ini lagi.
Kau...
Kau datang jauh-jauh ke sini untuk mengatakan itu?
Dan biarkan Hyo Jin kembali ke Hannam-dong.
Tidak ada yang akan berubah biarpun kau menahannya.
Aku tidak akan pernah kembali.
Apa kau akan pergi keluar? - Ah, tidak.
Kalau tidak mau pergi keluar, kenapa kau berpakaian rapi seperti itu?
Aku hanya ingin.
Sayang! Young Seol!
Ini kaki babi! Kau bilang kau ingin makan kaki babi, jadi aku membelinya.
Kaki babi, kaki babi apa...
Siapa bilang aku mau makan kaki babi yang kau belikan? Aku tidak mau!
Ibu Eun Byul...
Berikan padaku. Aku akan membawakan itu ke atas untuknya.
Sepertinya masih lama dia akan begitu, bukan?
Kau sudah tinggal lama bersama Yeung Seol, apa kau masih belum tahu dia?
Aku tidak bisa berkata tentang judi, tapi dia bukan orang yang punya pria lain.
Sama dengan ayahnya. Walaupun dia menghacurkan rumah tangganya karena judi,
dia tidak pernah sekalipun melirik wanita lain.
Aku satu-satunya wanita untuknya.
Itu benar. Aku bahkan tidak bisa mengerti.
Aku terlalu terburu-buru. - Untuk sementara, ikuti kemauannya. Aku juga akan membantu menenangkannya.
Baiklah, tolong bantu saya, Ibu Mertua.
Apa kau akan pergi?
Apa? Tidak.
Kalau tidak kenapa kau berpakaian rapi di rumah?
Omong-omong, apa pembicaraan Kang Jae dan Ayah Mertua sangat panjang?
Kang Jae? Apa Kang Jae datang?
Apa kau tidak melihat mobilnya parkir di depan rumah?
Sepertinya dia sedang berbicara dengan Ayah Mertua di toko.
Mobil? Tidak ada. Waktu aku masuk tidak ada mobil.
Apa? Tidak ada?
Apa yang terjadi? Kang Jae pergi kemana?
Ayah Mertua, apa Kang Jae sudah pergi?
Aku yakin tadi mobilnya ada di sini, tapi waktu aku keluar mobilnya sudah tidak ada. Aneh.
Oh... Dia dapat telpon dari RS. Jadi dia buru-buru pergi.
Dia langsung pergi?
Tanpa menemuiku, dia langsung pergi?
Aigoo, ada masalah darurat di sana.
Apa yang bisa kita lakukan? Kau mengertilah, menantu.
Biarpun begitu, bagaimana dia bisa melakukan itu?
Dia datang jauh-jauh ke sini dan tidak menemuiku,
Keterlaluan. - Menantu...
Apa yang terjadi?
40 menit yang lalu, tiba-tiba dia muntah darah dan pingsan untuk sementara.
Aku langsung memberinya infus cairan saline normal, dan dia kembali sadar setelah itu.
Kadar hemoglobinnya?
Sekarang turun sampai 6. Aku pikir itu disebabkan oleh perdarahan dalam yang tidak berhenti
Cepat pindahkan dia untuk endoskopi. Siapkan kantung darah untuk berjaga-jaga.
Iya, aku mengerti.
Presiden, apa kau bisa mendengarku?
Presiden? Presiden?
Alih Bahasa dipersembahkan oleh A Troublemaker Family @Viki
Tolong cek tanda vital dan kadar saturasinya.
Iya, semuanya relatif stabil. - Kita akan mulai.
Ada masalah apa malam-malam begini, Presdir?
Duduklah terlebih dahulu. - Iya.
Kau mau minum apa? - Tidak usah.
Silahkan bicara, Presdir. Apa yang ingin anda katakan?
Sekretaris Cha, selama 1 minggu kedepan,
bagaimana kalau kau istirahat dari kantor?
Ini adalah keputusanku untuk insiden itu.
Aku juga perlu waktu untuk memikirkannya.
Aku tidak bermaksud untuk meminta ijin dari anda.
atau suatu jawaban. Bukan itu maksudku.
Aku hanya tidak bisa berbohong pada Presdir...
Jadi... - Aku juga tahu itu, tapi...
setelah aku mendengar perkataan jujurmu,
ini menjadi insiden yang tidak bisa aku hiraukan, Sekretaris Cha.
No comments yet. Be the first to leave one.