Scorned

Scorned

Download Indonesian Subtitle

Release info

A Woman Scorned (1993) Bluray x264
A Commentary by eifansclub
Untuk versi tanpa sensor. Waktu putar 01.42.31

Tags

BluRay
x264
Published on: 2021-12-08
Downloads: 162
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- diterjemahkan oleh - e i f a n s c l u b

Truman, Truman, bangun.

Ada orang masuk rumah kita.

Bangun! Bangun!

- Pestanya sudah selesai, ya? - Ya.

Terima kasih. Pestanya meriah.

Di mana tepatnya sekarang aku ini?

Belle, sebentar, aku mau titip ini ke tukang pos.

- Selamat pagi, Pak Weston. - Terima kasih, Belle.

Kediaman Weston. Harap ditunggu.

- Telepon untukmu, Pak Weston. - Terima kasih, Belle.

Ya, ada apa, Mike? Tujuh menit lagi aku akan berangkat.

Belle, suruh tukang kebun matikan mesin pemotongnya.

Ya, Pak Weston. Hey, matikan dulu itu sebentar.

Belle, aku akan pulang larut malam. Aku ada pertemuan dengan para pembeli.

- Tolong isi kembali obatku. - Baik, Bu Weston.

- Aku akan masak makan malam. - Terima kasih.

Mike, jika aku bisa tutup teleponnya. Ya, ya.

- Masak pasta saja. - Ya, Bu Weston.

Baik, Mike, aku segera ke sana. Aku pergi sekarang.

Belle, pergilah ke binatu, ambilkan setelan yang abu-abu.

Besok ada rapat. Itu setelan kebertuntunganku.

Sekalian dasi keberuntunganmu. Supaya tidak seperti yang kemarin.

Kamu tahu, Belle benar. Setelan yang biru saja.

Tahan dulu.

Apa kalian lupa hari ini ulang tahun Robey?

Oh, tidak. Aku akan beli sesuatu saat makan siang. Aku sudah terlambat.

Belle, bilang ke Robby, aku ucapkan selamat ulang tahun,

dan aku akan temui dia nanti malam.

Mungkin kamu bisa belikan dia kue ulang tahun.

Lalu lintas pasti macet.

- Aku pergi dulu, Belle. - Baik, Bu Weston.

Hey, kamu pikir mau pergi ke mana? Makan sarapan dulu di dapur.

Aku tidak lapar.

Makan dulu atau aku akan marah.

Tiup lilinya lalu buat permintaan.

Sekarang, buka hadiahnya.

Terima kasih, Belle.

Segera cari pacar dan berikan itu padanya.

Baik.

Bagus, sekarang pergilah. Atau kamu bisa terlambat.

Aku berangkat.

Dah.

Aku mengajak Mason Wainwright makan malam di sini.

Aku tak bisa melakukannya setiap malam, Truman.

Tidak, hanya Wainwright.

Setelah malam ini, aku dapat pekerjaannya.

Terakhir kali kamu juga bilang begitu.

Ini bisnisku.

Kamu tahu berapa banyak orang yang menungguku

gagal sedikit saja supaya bisa menendangku?

Aku kembali mendesain mall untuk developer dari Ohio.

Aku tak mau.

Sayang, kita sudah dekat.

Sudah dekat.

Wainwright adalah klien terbesar yang aku bawa ke perusahaanku.

Dia punya 60 bidang tanah di L.A. untuk dikembangkan.

Kerjasamanya milikku.

Sebentar lagi Kramer pensiun. Dan ini seperti jatuh ke pangkuanku.

Truman, apa yang kamu perbuat?

Ikuti aku.

Jangan mengintip.

- Truman, kamu sedang apa? - Jangan mengintip.

Sudah.

- Lihat. - Apa itu?

Mobil kreditan.

- Kita harus terlihat seperti setaraf dengan mereka. - Truman, kita tak punya uangnya.

Utang kita sudah banyak. Kamu sebelumnya tak pernah butuh mobil mewah untuk bekerja.

Ini bukan hanya pekerjaan. Tapi karirku, hidupku.

Orang bilang, jika tunggu sampai punya uang, kita takkan bisa memilikinya.

Truman, aku bisa kembali bekerja, setidaknya paruh waktu.

Ya Tuhan, Patty, jangan merendahkan aku.

Tak bisakah kamu percaya padaku? Bukankah aku sudah beri segalanya?

Yang aku mau adalah satu rumah dan satu keluarga, Truman,

bukan cicilan mobil atau hipotek.

Biar aku yang urus itu.

Aku akan mengurusmu.

Tapi kita sudah dekat, Sayang, sudah dekat.

Makan malamnya jam delapan.

Pakailah gaun yang indah.

Orang ini sudah menelepon tiga kali pagi ini.

Selamat pagi!

Terima kasih, Patty. Aku senang kamu datang.

Semua orang di sini bertingkah aneh. Bahkan komputerku juga.

Aku tak bisa menggunakannya.

Lihat ini.

Telepon balik Brad, dalam satu jam dia sudah menelepon tiga kali.

- Teleponlah dia. - Apa Wainwright menelepon?

Pagi ini belum.

Mungkin dia masih tidur akibat semalam, dan konfirmasi soal makan malam, mengerti?

- Apa ini? - Ada apa di dalam sana?

Entahlah, Green dan Kramer sudah dua jam ada di sana. Bisnis besar.

Kamu adalah mata dan telingaku di tempat ini, jangan lengah.

Aku akan cari informasinya.

Hey, Cheryl.

Hai, Robey, kenapa kamu tak di dalam kelas?

Aku sebenarnya sedang menunggumu.

- Ada yang mau aku tanyakan. - Tanya apa?

Ini hari ulangtahunku, dan...

aku harap kamu...

mau singgah ke rumahku merayakannya.

Maaf, aku tak bisa.

Aku sudah punya pacar sekarang.

Tak apa-apa.

Aku minta maaf. Tapi, selamat ulang tahun.

Ya.

Tentu.

Ada apa?

Ini info yang aku dapat.

Orang itu Alex West,

dia andalan PT Platt and Associates.

Kramer sering menelepon dia beberapa minggu ini.

Untuk apa?

Entahlah, tak ada bocoran. Bisnis besar.

Cari tahu, mengerti?

Baik.

Ayo pergi.

- Hari yang berat, Pak Weston? - Hanya sibuk, Belle.

Setelan keberuntunganmu ada di lemari,

tapi sebaiknya pakai yang biru saja.

- Mau kabar bagus atau buruk? - Yang mana saja.

Baik, aku katakan saja.

Tukang kebun memecahkan kaca jendela di rumah tamu.

Aku bilang, jika belum diperbaiki saat hujan turun,

dia akan temukan kalajengking di kasurnya.

Lalu apa kabar baiknya?

Itu kabar baiknya.

Kabar buruknya ada telepon dari sekolah.

Robey bolos hari ini.

Robey!

Permisi, Pak Weston.

Robey, kemari.

Pengkhianat.

Hari ini sangat cerah.

- Kamu menikmatinya? - Ya.

Bagus.

Hanya tinggal beberapa minggu lagi sampai kelulusanmu.

Dan akademi Brookview setuju menerimamu sebagai bagian sesi

musim panas, dan memberikan kesempatan supaya bisa lolos.

Apa kamu pikir ini saatnya untuk mengacau?

Kenapa aku tak boleh menamatkan SMU di sini saja?

Robey, akademi Brookview adalah salah satu sekolah pra kuliah terbaik di negara ini.

Papa dan Mama memberimu kesempatan yang begitu diharapkan pemuda lain,

kebebasanmu memilih perguruan tinggi, memilih jalan hidup,

bukan malah sebaliknya.

Jika aku pilih yang berbeda?

Papa rasa sampai kamu mampu memutuskan dengan

akal jernih, Papa yang ambil keputusan untukmu.

Berikan kuncinya.

Apa?

Berikan kunci mobilmu pada Papa.

- Ayolah, Pa. - Berikan kuncinya, Robey.

Anggap saja ini bisnis.

Setelah kamu bisa penuhi syaratnya, kamu bisa

memperolehnya kembali. Begitulah jalannya kehidupan.

Menyebalkan.

Kamu bilang apa?

Aku bilang, ya, Pa.

Awas, ada tangga.

Masuklah.

Maaf, barusan kami minum-minum dulu di bar.

Kami lupa waktu.

Kamu tak marah? Aku akan tersinggung jika tak dimaafkan oleh seorang wanita cantik.

Makan malam sudah tersaji sejam yang lalu. Entah bagaimana rasanya sekarang.

Jika rasanya sedikit saja senikmat dirimu, Cantik, aku yakin itu hidangan yang layak.

Aku akan buatkan minuman.

Asyik!

Ini biasa saja.

Pat,

Sayang.

Lakukan itu nanti.

- Mason mengira kamu membenci dia. - Truman, aku harus bereskan meja makan.

Ayo, ikutlah minum.

- Aku capek sekali. - Bantu aku melayani dia.

Ramahlah pada dia, ceria sedikit.

- Hey, Sobat. - Ya.

Sedikit penyegar.

- Ya, terima kasih. - Patty, gelasnya.

Ayo, ikutlah minum.

Ada telepon.

Halo.

Suamimu sangat beruntung.

- Dia akan banyak hasilkan uang denganku. - Itu bagus.

- Untuk bisnis besar? - Baiklah.

Kamu cantik sekali.

Apa maksudmu?

Maaf.

Aku hanya mencoba ramah.

Yang benar saja.

Hey, ada apa?

- Selesaikan bisnismu lalu usir si cabul itu dari sini. - Memang kenapa?

Dia menggerayangiku, itu alasannya.

- Dia takkan datang kalau tidak penting. - Kamu tak dengar?

- Aku hanya ramah padanya. - Tangannya masuk ke dalam gaunku.

Aku butuh bisnis ini. Tolong, ramahlah padanya.

Apa maksudmu?

Lakukan saja demi kita berdua.

Sialan!

Mason.

Tambah lagi minumnya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left