The first 200 lines.
Se Hyun, sedang apa kamu di sini?
Apa yang sedang kamu lakukan?
Seo Jun, biar kujelaskan.
Hei.
Jangan berpaling dahulu karena itu akan tampak seperti kalah,
tapi kamu juga kesulitan menjaga matamu tetap terbuka.
Kamu jelas akan kalah dalam pertarungan ini.
Jadi, kenapa tidak menyerah saja?
Kamu akan terus berjuang?
Baiklah. Bagaimana kalau kita bernegosiasi?
Mari kita berhenti saling menatap dalam hitungan ketiga.
Satu, dua, tiga.
Kamu tidak tertipu.
- Lalu bagaimana dengan Rencana B? - Hentikan, Seo Jun.
Kopernya tertukar dengan kopermu.
Kalian datang jauh-jauh ke sini pada jam ini hanya untuk itu?
Kamu pasti sangat picik.
Seo Jun, ini bukan waktunya bercanda.
Berhentilah membelanya. Ini bukan seperti kamu.
Hei, aku bisa mendengarmu.
Mari bertukar koper dan akhiri ini untuk selamanya.
- Aku tidak bisa melakukan itu. - Tidak bisa?
Aku sudah memberikannya.
Orang macam apa kamu ini?
Kenapa aku repot-repot menjawab pertanyaan itu
bila kamu bisa melihat dengan jelas orang macam apa aku ini?
Aku tidak pernah berkata ingin bercanda denganmu.
Cukup. Kamu bilang kamu harus naik penerbangan pertama.
Aku akan menjelaskan semuanya nanti.
Dia harus naik pesawat, jadi, kami akan pergi sekarang.
Ayo pergi.
So Yu.
Aku tidak bisa membiarkan ini.
Kamu harus memberi ganti rugi karena merusak barang-barangku.
Ganti rugi?
Aku ingin kamu membayar untuk semua isi koperku.
So Yu.
Baik. Berapa banyak yang kamu inginkan?
5.000 dolar?
"1.000 dolar"
- Aku ingin 50.000 dolar. - 50.000?
Hentikan omong kosong itu.
- Kamu gadis gila harta, bukan? - Apa? Gila harta?
Tidak, tunggu. Apa kamu penipu yang memeras orang?
Ini tidak masuk akal sehingga aku kesulitan mencari kata yang tepat.
Se Hyun, tolong urus ini.
Ayo pergi, So Yu.
Jika kamu tidak memberiku ganti rugi yang sesuai,
aku akan melaporkanmu ke polisi.
Ini.
Aku tidak pernah meminta nomor teleponmu.
Aku ingin nomor rekening bankmu.
Aku tidak tahu nomor rekening bank sekarang.
Berhentilah bertengkar. Aku akan memperkenalkan kalian secara resmi.
Dia...
Kurang ajar.
Kenapa kamu membiarkan dia melakukan apa yang dia inginkan?
Dia temanku. Dia koordinator mode perusahaan kita.
Lupakan saja.
Pastikan aku tidak akan pernah berurusan dengannya lagi.
Se Hyun, mengemudilah lebih cepat.
So Yu.
Dia seperti itu karena dia tidak ingin kalah.
Aku tidak ingin kalah dengan orang berengsek seperti dia.
50.000 dolar.
Jika aku memiliki 50.000 dolar...
- Dia tidak seburuk itu. - Lalu kenapa dia seperti itu?
Maksudku, kalian salah paham...
Aku merasa seperti ditampar dengan uang,
seperti yang aku rasakan
ketika aku pergi ke rumah ayahku untuk meminta uang sekolahku.
Astaga, ini berisik sekali.
Bukankah dia sedang makan?
Tidak.
Aneh sekali.
Kamu pandai minum dengan botol, tapi kenapa tidak mau tanpa itu?
Berputar.
Astaga, kenapa?
Cobalah untuk memberinya makan lagi.
Aku sudah mencoba. Kenapa kamu sangat menjengkelkan?
Kamu pikir aku sengaja tidak memberinya makan?
Kenapa kamu marah? Astaga.
Kenapa So Dam belum datang?
Astaga.
So Dam.
- So Yu. - Ada masalah apa?
Aku harus membawakan beberapa barang.
Kamu datang pagi-pagi ini hanya untuk itu?
Bagaimana dengan Ibu?
Kamu meninggalkannya sendirian?
- Mari kita bicara nanti. - So Dam.
Mari kita antar kepergian adikmu. Lalu aku akan...
Kenapa mereka memintanya datang sepagi ini?
Sudah, sudah.
Hei, kenapa kamu muntah di pintu?
Tetap di luar.
Hei, aku ayahnya.
Hei, apa...
Apa yang kamu lakukan?
Buka pintunya!
- Bu Choi. - Hei!
- Di sini kamu rupanya. - Bisakah kamu mengurus suamimu?
Ya, aku akan mengurusnya. Kamu bisa menjaga Eun Byeol.
Astaga.
Kapan kamu akan mengusir So Dam?
Segera.
Segera? Kapan tepatnya?
Bayi kita hanya tidur dan makan ketika bersamanya.
Jadi, aku bisa apa lagi?
Itu karena dia mulai merawat bayinya.
Apa yang bisa kita lakukan sekarang? Memutar kembali waktu?
Kamu berubah menjadi orang yang sangat berbeda
setiap kali kita berbicara tentang So Dam.
Pokoknya, cepat pecat dia.
Dia berlagak seperti ratu hanya karena dia merawat bayinya.
Aku pulang.
Hei, Chae Young.
Aku sudah mengembalikan koper,
dan aku pulang untuk ganti baju.
Internet? Ada apa dengan Pink Bubble?
Wartawan ada di perusahaan. Semuanya sangat sibuk sekarang.
Pink Bubble adalah kata yang paling dicari di internet.
Apa kamu belum melihat artikelnya?
Aku tertidur begitu sampai di pesawat.
Apa yang diributkan?
Apa kamu tahu bahwa mereka juga di Pulau Jeju kemarin?
- Bagaimana kamu tahu itu? - Kamu sudah tahu?
Ya, mereka yang membawa produk sponsor kami.
Astaga, aku rasa aku benar.
Aku melihat foto-foto di internet,
dan itu tampak seperti barang-barang sponsor kita.
Bukan hanya beberapa. Mereka punya banyak sekali.
Omong-omong, kenapa mereka bisa memilikinya?
- Si pria koper. - Si pria koper.
Pria yang tidak sengaja mengambil kopermu?
Ya, si berengsek itu ternyata memberikan barang-barang sponsor
di tempat karaoke sebagai hadiah.
Astaga, apa itu berarti si pria koper
benar-benar pangeran Grup LX, Choi Seo Jun?
Pangeran Grup LX?
"Cara Baru Penyalahgunaan Kekuasaan? Kenapa Pink Bubble ke Jeju?"
Aku celaka.
- Mereka di sini! - Permisi!
- Foto dia! - Cepat!
Astaga.
Kapan kamu menelepon wartawan?
Hak distribusi Asia untuk Dream House pasti luar biasa.
Pak Choi Seo Jun.
Kamu tahu anggota Pink Bubble adalah anak di bawah umur?
Ada masalah apa?
Aku pikir kita harus pergi lebih dahulu.
- Keluarkan dia dari sini. - Nona Bae.
Apa hubunganmu dengan Pak Choi Seo Jun?
- Bisakah kamu beri tahu kami? - Tolong jelaskan!
- Tolong beri tahu kami! - Tolong lihat ke sini!
- Nona Bae. - Apa yang terjadi?
Jangan katakan sepatah kata pun.
Kenapa kita melarikan diri? Tidak ada yang melakukan kesalahan.
Apa yang ingin kamu ketahui?
Apa hubunganmu dengan Pink Bubble?
Benarkah kamu memberi mereka mantel bulu seharga 10.000 dolar?
- Bisakah kamu jelaskan? - Tolong beri tahu kami!
- Bagaimana yang sebenarnya? - Ke sini!
- Bisakah kamu berterus terang? - Pak Choi!
Dia baru kembali ke Korea kemarin.
Mana sempat dia menghabiskan waktu bersama bintang idola tersebut?
Aku yakin itu ulah Seo Hyung.
Telepon kakakmu dan katakan padanya untuk datang sekarang.
Beraninya dia menghancurkan masa depan adiknya
yang cerah?
- Bu Hong. - Ya, Pak.
Aku ingin kamu tutup bisnis Seo Hyung.
Ayah, perusahaannya bukan toko kecil di dekat rumah.
Aku akan berbuat sesuka hati dengan apa yang aku miliki.
Kenapa kamu ikut campur?
Jika merek pakaianmu menghalangi masa depan Seo Jun,
aku akan menutupnya juga.
Ayah, LX Apparel bertanggung jawab atas banyak karyawan.
Aku tidak bertanggung jawab atas mereka.
Sebagai tokoh masyarakat...
Aku tidak pernah meminta untuk menjadi tokoh masyarakat.
Aku tidak membutuhkan itu.
Aku hanya ingin anakku hidup sejahtera.
Tanggung jawab sosial? Aku tidak peduli dengan semua itu.
Apa yang orang lakukan untukku
ketika aku bersusah payah mencari nafkah?
Maksudku status grup kita terlalu tinggi.
Apa kamu ingin aku menutup merek pakaianmu juga?
Tidak, Pak.
Seo Hyung tidak menjawab teleponnya.
Astaga, makanannya berlimpah sekali.
Ini tteok omegi, kesukaanku.
Coba kufoto. Tunggu!
Bisakah kamu membiarkanku mengambil foto dahulu?
Rambutnya seperti pemain basket. Kenapa itu begitu besar?
- Sudah. - Astaga.
Kalian bisa makan sekarang.
Ada apa?
Apa? Siapa yang mengambil foto itu?
Baik, aku akan segera ke sana.
No comments yet. Be the first to leave one.