The first 200 lines.
"Episode 65"
Bu Na, Bu Jeon baru saja tiba.
Dia tergesa-gesa masuk ruangan Pimpinan.
Mi Ri.
Ya, Anda memanggilku?
Bawa ini ke ayah mertuamu.
Kamu harus melakukan tugasmu sebagai menantu di akhir pekan.
Baik.
Pimpinan. Ampuni aku.
Tolong ampuni aku.
Tapi tetap saja. Bagaimana bisa?
Membawa masuk penipu ke perusahaan
dan menerima uang dari mereka?
Setelah masalahnya dituntaskan,
kudengar uang itu sudah dikembalikan.
Uangnya dikembalikan?
Siapa yang mengembalikannya? Tae Ju?
Kakakmu Jeon In Soo
minum-minum dan berbuat onar lagi
dan adiknya Jeon In Ho
terpaksa menerima suap.
Tapi karena tampaknya kali ini akan menimbulkan masalah,
Tae Ju mau dan membawa uang ke keluargamu
agar kakakmu bisa mengembalikan uang itu, bukan?
Itu satu-satunya waktu Tae Ju menolongmu.
Selagi para penipu kabur membawa lagi biaya bahan,
biaya pelayanan tidak bisa dibayar
dan Tae Ju menutupi itu juga, bukan?
Han Tae Ju, dia menyedihkan.
Bu Jeon, katakan kepadaku!
Inikah alasanmu membesarkan Tae Ju?
Bukan.
Itu tidak benar sama sekali.
Apa kubilang?
Sudah kubilang, jika kamu meninggalkan tempat ini,
tamat riwayat keluargamu, bukan?
Kembalilah!
Kini aku tidak bisa membiarkannya walaupun kamu memohon kepadaku.
Kubilang keluar sekarang juga!
Keluar dari sini!
Aku akan kembali
nanti.
Bu Jeon.
Anda baik-baik saja?
Aku tidak apa-apa.
Kamu belum dengar kabar dari Tae Ju?
Belum.
Adik Jeon In Suk menerima suap.
Bersama suap itu,
Tae Ju menutupi semua uang yang dibawa lari para penipu.
Dasar pengecut.
Jika berkaitan dengan In Suk, tidak ada yang bisa menghentikannya.
Mulai sekarang, Tae Ju tidak boleh mencampuri urusan seperti ini.
Awasi dia, paham?
Baik.
Jika dia mau menerima suap,
setidaknya terima dari orang-orang yang bukan penipu.
Bagaimana bisa dia terlibat dalam penipuan?
Itulah sebabnya hukum harus mencegah
orang-orang yang tidak punya uang banyak bertingkah.
Apa pekerjaan saudarimu?
Kakakku pegawai bank
dan adikku penulis purnawaktu.
Kurasa ayah melihat keluarga kakakmu di pernikahan.
Adikmu belum menikah, bukan?
Belum.
Dengarkan ayah baik-baik.
Kamu harus mengurus saudarimu dengan benar
jika tidak mau hancur karena keluarga seperti In Suk.
Paham?
Ya.
Di mana Bu Jeon? Dia sudah pergi?
Ya.
Jawabanmu terlalu singkat.
Sudah kubilang panggil aku Ibu.
Kenapa?
Apa Anda sengaja menyuruhku ke ruangan Pimpinan?
Benar.
Kamu tampaknya tidak paham ucapanku, jadi, kamu harus lihat dan belajar.
Kamu harus memahami hierarki di rumah ini.
Bagaimanapun, aku istri pimpinan perusahaan ini.
Serta ibu kandung putra bungsu Pimpinan.
Serta
In Suk hanya pelayan rumah ini
dan pengasuh yang berpura-pura menjadi ibu Tae Ju.
Aku yang asli dan In Suk palsu.
Paham?
Ya.
Ibu.
Udaranya amat bagus dan hari ini kamu libur.
Kenapa tidak mengunjungi ibumu?
Pergilah ke pasaraya dan beli tas tangan untuknya.
Kamu juga bisa membelikan tas untuk para saudarimu.
Jika menyebut namaku di ruang VIP, kamu akan diperlakukan baik.
Katakan kepada ibu.
Katakan kepada ibu sekarang juga.
Jika kamu tidak menyukai Jae Bum,
siapa pria yang kamu sukai?
Ibu tidak perlu tahu itu.
Kenapa ibu tidak perlu tahu?
Karena itu sudah berakhir.
Putri bungsu Ibu dicampakkan oleh pria itu.
Apa?
Apa yang kamu bicarakan?
Beri tahu nama pria itu sekarang juga.
Beri tahu namanya, informasi pribadinya.
Beri tahu berapa tingginya, apa pekerjaannya,
orang tuanya masih hidup atau tidak,
berapa saudaranya,
dan dia anak sulung atau bukan. Ayo!
Serta beri tahu tanggal lahir
dan jam lahirnya.
Apa zodiaknya?
Dia lahir di pagi atau malam hari?
Ibu tidak perlu tahu. Kubilang sudah berakhir.
Sudah berakhir?
Ya, sudah berakhir.
Begitukah? Lantas, ibu harus pergi ke rumah Jae Bum lagi.
Ibu, jangan. Jangan ke sana.
Bagaimana bisa kamu berbohong kepada ibu?
Kamu berbohong agar tidak terlibat dengan Jae Bum.
Kamu tidak bisa menemukan pria yang sebaik Jae Bum.
Kamu masih menempel dengan ibu padahal sudah sedewasa ini
dan tidak malu.
Ibu. Bagaimanapun, Jae Bum bukan untukku.
Kenapa?
Aku tidak menganggap Jae Bum sebagai seorang pria.
Jadi, dia bukan jodohku. Bukan saja.
Apa katamu?
Kamu di mana?
Aku tahu kamu akan meneleponku.
Aku di lapangan parkir restoran.
Kamu mau mati?
Aku tidak merencanakannya. Ibumu tiba-tiba meneleponku
dan meminta menemui ibuku. Aku bisa apa?
Jadi, kamu malah membiarkan mereka bertemu?
Tidak. Aku tidak mau kamu membunuhku.
Walaupun tetap menyukaimu,
aku bukan orang yang tidak berakal sehat.
Lantas, kenapa ibuku berusaha pergi
dengan hanbok dan tas titis?
Aku hanya memintanya keluar.
Aku mau pergi ke tempat bagus, mentraktirnya makanan enak,
dan memberi tahu hubungan kita.
Kamu mau ke mana?
Dekat Gapyeong, ada tempat dengan hot pot jamur yang enak.
Jadi, aku mau mentraktirnya itu
lalu membeli es serut kacang merah kesukaannya
di kafe di sebelah restoran itu.
Serta karena dia bilang belum pernah naik perahu motor,
aku mau ke Pulau Nami dan membawanya naik perahu motor
lalu pergi ke Chunceon dan makan ayam tumis pedas.
Kalian mau berkencan?
Pria muda dan wanita tua,
wanita yang mengenakan hanbok dan tas titis,
serta pria muda yang bersamanya, orang-orang akan bilang apa?
Mereka akan melihat kami sebagai ibu dan anak.
Udaranya panas. Kamu kira apa yang kamu lakukan?
- Hei, Mi Hye. - Camkan kata-kataku.
Apa pun kata ibuku,
aku tidak berniat terlibat denganmu dalam hidupku.
Mungkin sebagai teman, ya.
Tapi tidak dalam hubungan lain.
Jadi, jangan berani-berani membawa ibuku ke rumahmu.
Satu hal lagi.
Jika kamu bilang apa pun soal Pak Kim ke ibuku,
pertemanan kita akan berakhir, paham?
Mi Hye.
Cuacanya panas, jadi, sebaiknya kamu membawa mobilmu dan segera pergi.
Tapi...
Ibu benar-benar tidak tertolong.
Kakak tidak kepanasan?
Kubilang, Kakak tidak kepanasan?
Sebentar. Bukan itu yang penting sekarang.
Kakak bisa apa? Tiba-tiba terjadi sesuatu dengan ibunya Jae Bum.
Kakak bilang dia seniman terkenal, bukan?
Ya, dia mengadakan pameran
dan stasiun siaran tiba-tiba meminta melakukan wawancara.
Kami tidak punya pilihan selain menunda pertemuan kami.
Itu kata Jae Bum.
Jae Bum seharusnya lebih baik lagi dalam membuat janji temu.
Omong-omong,
Jae Bum tidak tampak kaya sama sekali, bukan?
Apa maksudmu?
Coba pikirkan. Ayahnya punya rumah sakit terkenal di Gangnam,
dan ibunya seniman terkenal,
tapi itu tidak tampak padanya sama sekali.
Apa maksudmu?
Kakak bisa merasakan aura kekayaan terpancar dari seluruh tubuhnya.
Ayolah.
Mari jujur saja.
Kakak tahu itu tidak benar.
Diam.
Kamu lebih baik tidak mengatakan hal seperti itu di depan Mi Hye.
Kenapa? Mi Hye bilang sesuatu?
Katanya dia tidak melihat Jae Bum sebagai seorang pria.
Dia bilang begitu?
Benar, setelah selama ini, dia tidak bisa bersama Jae Bum.
Sungguh situasi konyol.
Tapi keduanya sudah berteman
No comments yet. Be the first to leave one.