The first 200 lines.
Wah, anak anjing!
Ini untuk ulang tahunmu.
Benarkah?
Ayo kita beri nama Dia Ma-eum (tulus).
'Ma-eum'?
Aku berdoa untuk Ibu supaya mendapatkan anak anjing untukku.
Pasti Dia mendengarkan doaku. jadi kita beri Dia nama Ma-eum.
Iyakan, Ma-eum?
Itu bukan nama yang bagus buat seekor anjing.
Aku tidak perduli. Aku suka itu.
Hey!
Aku bilang Kamu dalam kesulitan jika kamu ngompol di kasur lagi!
Aku tidak ngompol.
Jadi siapa?
Dia yang ngompol.
Kamu kencing di selimut kemaren malam, iya kan?
Ma-eum, jangan...
Ini pasti celana dalamnya.
Kamu pernah lihat anjing memakai celana dalam?
Itu bukan Aku. Aku tidak ngompol dikasur!
Benarkah? Apa Kamu yakin?
Gimana kalau sekarang?
Bibi!
Aku benci Kamu! Kamu bodoh!
Dia ngompol lagi dikasur?
Tukang ngompol! ayo makan bersama Bibi.
Aku mau pergi sekolah
Aku bukan tukang ngompol. Kamu jahat sekali!
Aku tidak mau ngomong sama kamu!
Jadi nanti tidak es krim. tidak apa-apa?
Aku benci Kamu! Kamu bodoh!
Dia lihat pantatku, - 500
Aku beritahu Ibu tentang Dia.
Orang yang ingin Kau temui
Aku ingin bertemu dengan orang yang bikin kereta dorong.
Aku ingin ketemu Rain, penyanyi.
dan...
dan Aku akan menanyakan pendapat Dia tentang diriku
Chan?
Beritahu kami siapa yang ingin kau temui dan mengapa.
Tidak ada.
ayo kita putuskan dengan gunting, batu, kertas!
Yeah!
Ayo Kita main. Ayo Kita main.
Kita mulai.
Tangan!
Tangan!
Kamu tidak dengar Aku? Telingamu terlalu terkulai?
Baiklah.
Lebi baik kan sekarang?
Chan pulang!
Gadis malang!
Itu Chan!
Apa Kamu bawa es krim untukku?
Ini bukan es krim. Ini sudah mencair!
Itu masih es krim. Makanlah.
Bukan, Aku benci Kamu! Aku pengen es krim!
Aku pakai uang ongkos bis untuk membelinya dan pulang ke rumah sambil berlari.
Makan!
Ngga mau!
Aku pengen es krim!
Ma-eum?
Ayo.
Ayo, Ma-eum.
Chan, apa kita miskin?
Kata siapa?
Nenek tetangga.
Dia lebih miskin, karena hidupnya sendiri.
Kita ada bertiga. kita sama sekali ngga miskin.
Benar!
Kamu berkelahi lagi?
Sini Aku kasih obat merah.
Sudah tidak usah. tidak sakit kok.
Dengarkan doktermu kalau sedang bicara, atau Kau nanti dipukul.
Sini.
Bau!
Apa ini?
Bumbu merica!
Sini aku tempelkan perban.
Ayo makan.
Chan?
Bibimu dan Aku akan pindah.
Kita tidak punya pilihan.
Perusahaannya memindah tugaskan Aku.
Kita tidak punya biaya untuk membawa kalian bersama Kami
Apa yang harus Aku lakukan?
Ibumu tidak dapat dihubungi.
Aku tidak tahu kenapa Ibumu tidak pernah menelepon.
Kamu tahu?
Suaminya meninggal dan Dia menelantarkan anak-anaknya.
- Jaga omongonmu! - Itu kenyataan!
Sudah satu tahun. Sungguh aneh!
Chan, ayo makan lagi.
Aku harus pergi. Soi sudah menungguku.
Kedua orang tuamu sudah tidak ada.
Berpikirlah yang terbaik untuk adikmu.
Ibumu tidak akan kembali.
Pergilah ke panti asuhan.
Tunggu Ibumu disana.
Kita bukan yatim piatu! Ibu pasti kembali!
Dasar brengsek... beraninya Dia membantah!
Chan!
- Brengsek. - Chan!
Maafkan Aku ini semua terjadi.
Tidak apa-apa. Kita sendirian di dunia ini.
Jangan bilang begitu.
Aku akan kirim uang tiap bulan.
Okay?
Aku tidak tahu apakah Dia masih tinggal disini.
Itu alamat Ibumu.
Aku pergi untuk cari uang.
Pergi Sekolah. Jangan berkelahi, ya?
Belilah es krim.
Hey, ini tuh sekolah.
Kita melakukan ini setiap hari, dan kamu lupa terus setiap hari!
Tunggu disini.
Ibu pulang!
Cepat kan?
Apa yang kau pelajari hari ini? Kita menggambar saja?
Sudah selesai.
Aku mengerjakan PR mu dan kamu tidur?
Kerjakan PR mu.
Selesai.
Ayo kita jemput Chan.
dari YOON Hye-young
Apa? Dia sudah pulang?
Soi!
Bukannya Kamu takut gelap?
Cuma sedikit, berkat Ma-eum.
- Kenapa kamu menangis? - Aku sangka Kamu tidak pulang.
Bodoh, apa sebabnya coba? Ini rumah Kita.
Ini rumah Kita, dan Ibu tidak kembali.
Apa Ibu akan pulang naik bis?
Iya.
Kita harus menunggunya pulang setiap hari di stasiun bis.
Nanti Dia akan pulang.
Kamu kan sedang libur. Tunggulah bersamaku.
dan Ibu akan cepat pulang. Benar kan?
Nyonya Ma-eum!
Nyaman kan?
Sini.
Aku tidak mau keramas!
Rambutmu baunya kayak pooh. Ma-eum keramas juga.
Aku masih ngga mau. sakit mataku.
Ayo.
Aku benci Kamu! Kamu bodoh!
Ya sudah tidak usah.
Tapi Kamu tidurnya sendiri. Aku tidur sama Ma-eum.
Tidak, Aku tidur sama Kamu.
Makanya Kamu keramas.
Tutup matamu supaya samponya tidak masuk ke mata.
Ngga mau, Aku tidak suka kegelapan.
Aku akan menyirammu. Tutup matamu.
Aku takut.
Aku seperti sendirian kalo sedang gelap.
Okay.
Dingin!
Hey, jangan mengibas disini. diluar saja.
Aku tidak mendengarkanku Apa mau dijepit telingamu?
Disini dingin. masuk ke kamar saja.
Ini alamat Ibu kan?
Kesinikan!
Ayo Kita ke Ibu.
Ayo Kita ke Ibu.
- Ayo Kita ke Ibu. - Sudahlah berhenti.
ibu! Ibu!
- Kamu tolol - Ayo Kita ke Ibu.
Percuma saja. Dia tidak akan pulang!
kenapa ngga? Dia pasti pulang!
Aku benci Kamu!
Kamu bodoh!
Dengerkan.
Jika dia memang mau pulang, harusnya sudah daridulu!
Kamu pikir Dia akan pulang karena dia membelikanmu ini?
Kamu pikir Dia ingat sama Kita?
Sama sekali tidak.
Aku akan buang ini!
Jangan!
Ibu membelikan ini untukku!
- Lepaskan! - Tidak!
Ibu...
Ibu membelikan ini untukku.
Ibu...ini milikku
Dia berjanji akan membelikanku buku jika Aku jadi anak yang baik.
Dia berjanji akan kembali kepada Kita.
Dia sudah mati.
Dia telah keluar dari kehidupan Kita. Dia sama saja seperti sudah mati.
Jadi berhenti menanyakan dia.
Atau Aku akan meninggalkanmu! Mengerti?
Jangan lakukan itu. Aku tidak akan menangis lagi.
Aku akan jadi anak yang baik. Tolong, jangan lakukan itu.
Jangan tinggalkan Aku sendiri.
Chan...
Dia belum meninggal kan?
Iya kan?
Nanti...
Jika keadaannya bertambah buruk...
Kita menemui Ibu.
Aku bisa hidup tanpa Ibu.
Tapi dia masih kecil.
No comments yet. Be the first to leave one.