Paripi Koumei (Ya Boy Kongming!)

Paripi Koumei (Ya Boy Kongming!)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Paripi Koumei S01E01 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-04-09
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 199 lines.

Sekitar 1800 tahun dari sekarang.

Tiongkok terbagi tiga, dan saling memperebutkan hegemoni.

(Shu) Shu yang dipimpin Liu Bei.

Wei yang dipimpin Cao Cao.

Wu yang dipimpin Sun Quan.

Masa yang disebut Zaman Tiga Negara.

Zaman Tiga Negara di mana 3 orang hebat ini saling berkonfrontasi

menghasilkan banyak orang hebat,

dan kegagahan mereka masih diceritakan hingga kini.

Tahun 234 Masehi, Dataran Wuzhang.

Pasukan Shu diam-diam mulai goyah.

Liu Bei sudah meninggal, dan

saat mereka sedang menghadapi pasukan Wei yang dikirim Sima Yi,

Zhuge Liang yang merupakan kanselir agung Shu menderita penyakit berat.

Kanselir! Kanselir!

Bertahanlah!

Aku kalah dalam peperangan ini.

Aku telah kehilangan banyak rekan

dan membunuh banyak musuh.

Takdirku juga sudah berakhir.

- Semoga... - Kanselir!

- Kanselir! - tidak akan ada bunuh-membunuh

di kehidupanku berikutnya.

Aku ingin...

dilahirkan kembali di dunia yang damai.

Di mana ini?

Harusnya aku sudah mati.

Begitu rupanya. Aku tahu.

Ini neraka, ya.

Happy Halloween!

Oh! Zhuge Liang?

Ya?

Itu kostum Zhuge Liang, 'kan?

Benar.

Margaku Zhuge, namaku Liang.

- Nama kehormatanku Kongming-- - Keren!

- Benar-benar mirip! - Zhuge Liang? Siapa?

Itu, lho. Yang IQ-nya 100 juta. Ahli siasat, kalau tak salah?

IQ 100 juta? Wow!

- Apa mereka sipir neraka? - Kualitasnya tinggi!

- Jangan sungkan. - Ayo! Minum, minum!

Tenggorokanku seperti terbakar. Ini hukuman neraka?

Zhuge Liang boleh juga.

Tequila kualitas tinggi!

Ini penyiksaan ala neraka. Apa boleh buat.

Aku suka kamu, Zhuge Liang! Ayo kita pergi ke klub!

Ke neraka berikutnya? Baiklah.

- Aku terima hukuman neraka ini. - Oke!

Tapi, apa kehidupan setelah kematian

memang seribut ini?

(Kepada Eiko Tsukimi. Anda tidak lolos audisi. Mohon pengertiannya)

Gagal lagi.

Hei, kami bawa Zhuge Liang!

- Astaga! - Mirip banget!

I-Ini...

kebisingan yang mengocok dasar perut.

Meski sudah mati, aku bisa merasakannya.

Sumber bunyi ini...

Penyanyi neraka.

Indah sekali.

Bunyinya mengalir bagaikan arus sungai Yangtze.

Tidak ada yang mendengarkan nyanyianku.

Apa aku tidak berbakat?

Itu tidak benar. Berjuanglah.

Bakat tidak bisa didapatkan dengan berusaha.

Permisi.

Ya?

Kau memanggilku?

Nyanyian indah tadi sangat luar biasa.

Oh, terima kasih.

Penyanyi neraka ternyata seperti ini.

Neraka?

Ayo, aku ingin melihat lebih banyak tentang neraka.

Aku ingin bertarung sekali melawan

para roh pahlawan yang memimpin pasukan mayat!

Bantu di sini, dong.

Baik! Hati-hati, jangan terlalu banyak minum!

Ah...

Neraka...

Mungkin bagus juga.

- Zhuge Liang ketemu! - Kau ke mana saja?

Minumannya kurang!

Penyiksaan ala neraka.

- Akan kuterima. - Ayo!

Kenapa dia?

Ada, tuh.

Hm?

Orang yang mendengarkan nyanyianmu.

Iya.

Sampai nanti!

Sampai nanti!

Dingin.

Hei.

Sudah pagi.

Bangun.

Sima Yi sialan!

Hei.

Nyanyian yang indah sekali.

Apa boleh buat.

Oh.

Kau sudah bangun.

Suara itu... penyanyi neraka?

Kau yang membawaku kemari?

Beraninya memanggil penyelamatmu sebagai penyanyi neraka.

Kau bakal mati beku kalau tidur di jalan begitu.

Mati di neraka? Lucu sekali.

Dari tadi kau bicara apa, sih? Di sini bukan neraka!

Bukan neraka?

Kalau begitu, ini di mana?

Kenapa?

Ini...

sosokku saat aku muda.

Sihir macam apa ini?

Itu cermin biasa.

Cermin? Benda yang jernih bagai air ini?

Jangan-jangan... tidak mungkin.

Mustahil.

Harusnya aku sudah mati di Wuzhang.

Bahkan tidak ada teknik reinkarnasi dalam Qimen Dunjia.

Tapi, nyatanya aku hidup kembali.

Denyut nadi ini asli.

Kalau mabukmu sudah hilang, tolong pulang.

Hei! Kau tidak memikirkan yang aneh-aneh, 'kan?

Maaf. Aku tadi berpikir sebentar.

Dengan kepandaianku,

mungkin menarik juga untuk menaklukkan dunia demi penduduk di masa kini.

Hah?

Aku terlambat memperkenalkan diri.

Margaku Zhuge, namaku Liang.

Nama kehormatanku Kongming.

Aku Eiko Tsukimi. Panggil Eiko saja.

Jadi, namamu adalah Eiko, ya.

Daripada itu,

kau tidak punya dompet maupun ponsel cerdas. Apa tidak masalah?

Kau bisa pulang?

Ponsel cerdas itu apa?

Hah? Jangan-jangan kau masih pakai ponsel jadul?

Ini.

Jenis buku macam apa ini? Tulisannya mengalir dan menghilang.

Lukisan yang sangat detail dalam benda sekecil ini!

Kayak kakek-kakek saja.

Minum air dan tenangkan dirimu.

- Ini seperti kulit jangkrik. - Itu botol plastik!

Eiko!

Apa maksud jarum panjang dan pendek yang bergerak itu?

Itu jam!

Eiko! Airnya mendidih!

- Padamkan apinya! - Itu pelembap udara!

- Eiko! - AC!

- Eiko! - Laptop!

Eiko, ini apa?

Maaf. Aku juga tidak tahu namanya.

Astaga.

Masih banyak hal yang tidak kuketahui di dunia ini.

Kau sebenarnya ngapain, sih?

Setidaknya, bisa ajarkan aku cara memakai ponsel cerdas ini?

Ogah! Merepotkan.

Menurutku, bakat itu

bukan didapat sejak lahir

melainkan hasil dari pembelajaran.

Saat aku mendapatkan pengetahuan,

aku akan mengembalikan pengetahuan itu padamu.

Baiklah, kalau cuma sampai jam kerjaku saja.

Lalu, yang namanya rantai blok ini apa?

Sudah cukup!

Bertanya saja sampai 4 jam! Kau kenapa, sih?

Makanya, aku Zhuge Liang. Ada di wiki juga.

Sampai kapan kau mau pura-pura, sih?

Lagian,

Zhuge Liang itu orang Tiongkok, 'kan?

Sementara bahasa Jepangmu lancar sekali!

Apa tidak aneh?

Benar juga. Tanpa menyadarinya,

aku bicara dengan bahasa Jepang.

Aku juga bisa memahami tulisannya seolah

sudah tahu sejak kehidupanku sebelumnya.

Seakan aku sudah dipersiapkan.

Berdasarkan wiki, kau sudah mati sejak lama.

Ya, makanya, kurasa aku terlempar ke zaman ini karena suatu sebab.

Alasan macam apa itu?

Pemberontakan Serban Kuning, Pertempuran Guandu, Pertempuran Chibi...

Ternyata diceritakan seperti ini, ya.

Iya, iya. Aku cuci muka dulu. Aku mau kerja sambilan.

Tahun 216, Cao Cao menjadi raja Wei.

Tahun 219, Liu Bei menjadi raja Hanzhong.

Jadi kangen.

November tahun 263...

Ternyata Shu...

memang runtuh, ya.

Setelah itu klan Sima berhasil menguasai seluruh negara,

tapi hal itu juga tak bertahan lama dan negara kembali bergolak.

1800 tahun setelahnya...

Orang-orang yang kukenal

sudah tidak ada.

Ada apa, Zhuge Liang?

Tidak.

Tidak ada apa-apa.

Dua, tiga...

Ini...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left