The first 200 lines.
"Semua Karakter Tempat Kejadian Dalam Drama Ini Sepenuhnya Fiksi"
"Adega anak Kecil sudah diawasi oleh ahlinya"
MONGOLIA
Mari kita panggil Baatar, pemenang tahun lalu!
Berikut adalah lawannya,
Tsetseg!
Pertarungan dimulai!
- Tsetseg! - Tsetseg!
EPISODE 1 LAHIRNYA SANG GADIS KUAT
SEOUL, TAHUN 2013
Apa Nam-soon…
baik-baik saja?
Kau kehilangan dia saat masih kecil.
Itu salahku.
Aku tidak seharusnya membawa dia pergi ke Mongolia.
Aku tidak tahu itu akan menjadi momen terakhir.
Setidaknya kau masih memiliki fotonya.
Kau bisa terus mengenangnya.
Tidak bisa. Aku harus mencarinya.
Makanya aku harap
kau membuat artikel yang bagus.
- Dia mungkin ada di Korea. - Tentu saja.
Apa ciri khas khusus yang dimiliki oleh putrimu?
Dia kuat.
Kau hanya perlu mencari anak yang paling kuat di dunia.
CEO HWANG GEUM-JU
Bu Hwang, bagaimana jika kita
mengadakan kontes adu kekuatan untuk anak perempuan
yang berusia 12 sampai 15 tahun?
Jika hadiah yang diberikan satu miliar won,
pasti akan menjadi perbincangan.
Kurasa akan ada banyak yang berpartisipasi.
Hei, Kim Nam-gil.
Karena terkadang kau punya ide yang benar-benar cemerlang,
makanya aku tidak memecatmu.
Ya.
Ide yang sangat bagus.
Kita batasi hanya anak perempuan dari Asia Timur yang bisa berpartisipasi.
Karena putri Ibu pasti orang Korea dan berambut hitam.
Benar.
Mungkin dia tidak di Mongolia dan ada di tempat lain.
Kenapa bisa tidak terpikirkan?
Yang paling penting dia masih hidup di mana pun.
Hanya itu yang kuinginkan.
Jika bisa bertemu kembali dengan anakku,
aku sungguh akan memberikan seluruh kekayaanku, bahkan ginjal,
dan juga jiwaku kepada orang yang menemukannya.
Aku sangat ingin menemukannya.
Pulanglah.
Baik, Bu Hwang.
Nam-soon.
Kami akan mengambil foto pemenang tahun ini, Tsetseg.
Mohon lihat kemari.
Satu, dua, tiga.
Kuat adalah ciri khas bawaan?
Begitulah keluarga kami.
Menurun dari ibunya.
Seberapa kuat?
Astaga. Tidak bisa diukur.
Entah apa yang akan terjadi jika kau berusaha mengukurnya.
Semua wanita di keluarga ini
benar-benar sangat mencegangkan.
Ini benda pusaka yang diwariskan turun-temurun.
Jangdo yang digunakan nenek moyangku saat bertarung
dengan Laksamana Yi Sun-sin.
Yi Sun-sin?
Katanya Laksamana Yi Sun-sin
pernah adu pedang dengan nenek moyangku.
Namun,
Laksamana Yi Sun-sin yang menang.
Sudah pasti begitu.
Laksamana Yi Sun-sin menggunakan pedang kayu,
sedang nenek moyangku
menggunakan pedang asli,
pedang besi ini.
Pedang kayu bisa dibuat agak panjang karena ringan,
tapi pedang besi
tidak bisa karena berat.
Pada akhirnya,
nenek moyangku yang bodoh
kalah dari Yi Sun-sin yang licik.
Kesimpulannya ini bukan pedang yang digunakan Laksamana Yi Sun-sin.
Itu benar.
Ada bukti nenek moyangmu pernah bertarung dengan Laksamana Yi Sun-sin
dalam sejarah atau di mana pun?
- Tidak ada, 'kan? - Ya, tidak ada.
Lalu?
Kau harus…
memercayaiku sepenuhnya.
Tatap mataku.
Apa perkataanku tidak terdengar meyakinkan?
Hentikan.
Jadi, maksudmu ini peninggalan dari Dinasti Joseon.
Juru taksir barang antik mendatangi tempat kami setiap hari Rabu.
Tinggalkan barangmu di sini.
Kita bicara lagi setelah selesai diperiksa.
Kumohon!
Aku sungguh membutuhkan uang.
Istriku harus dioperasi besok.
Ini benar-benar mendesak. Setidaknya lima juta won saja.
Kumohon! Istriku yang malang!
Kau bisa bawa pedang ini
dan kembali hari Rabu.
Buka brankasnya.
Buka brankasnya sekarang juga!
Cepat lakukan jika tidak ingin mati.
Kau bohong mengenai cerita Laksamana Yi Sun-sin?
Tentu saja. Kau memercayainya, Bodoh?
Apa katamu? Bodoh?
Kau bilang apa barusan?
Bodoh?
Kau seharusnya bersyukur sudah dipinjamkan lima juta won.
Aduh! Sakit!
Kau bilang aku bodoh?
Saat kelas tiga SD, teman sebangkuku bilang aku bodoh
karena tidak hafal tabel perkalian.
Namanya Heo Tae-yeong.
Sejak itu, aku tidak suka orang bermarga Heo.
Mulutmu yang suka berbohong ini benar-benar bermasalah.
Kepalamu yang mengarang cerita Laksamana Yi Sun-sin juga bermasalah.
Ada apa?
Apa kakimu tersangkut?
Aku harus mengirim kalian ke rumah sakit atau kantor polisi terlebih dahulu?
Gigiku…
Dasar kau…
Tidak setia kawan.
Bawa bedebah ini bersamamu.
Semua wanita di keluarga ini terlahir dengan kekuatan super.
Fenomena ini sudah berlangsung selama lebih dari 500 tahun.
Kemungkinan besar
kekuatan super itu terbentuk dari variasi kromosom X.
Lalu, bagaimana Pak Gang dan Bu Hwang Geum-ju bisa menikah?
Saat itu, Geum-ju…
bukan mengelola tempat pegadaian, tapi rumah makan.
RUMAH MAKAN SEONJI
TAHUN 1999
Ayo berkumpul.
Satu, dua,
tiga, empat…
Dengarkan.
Gunakan uang ini untuk naik taksi sampai pukul 15.00.
Kalian harus turun dari taksi saat tarif masih 4.000 won.
Makin banyak naik taksi, upah kalian juga akan naik.
Kalian harus terus bilang ke supir taksi
bahwa Rumah Makan Seonji milik Hwang Geum-ju benar-benar enak.
- Hidup Rumah Makan Seonji - Hidup Rumah Makan Seonji
- miliki Hwang Geum-ju! - miliki Hwang Geum-ju!
Bergerak.
Insting dia mengenai uang sangat luar biasa.
Apa pun yang disentuhnya pasti akan berubah menjadi emas.
Aku, yang pegawai bank saat itu,
ditugaskan untuk mengambil uang tunai
ke rumah makan milik Geum-ju setiap harinya.
Bong-go.
Aku selalu penasaran.
Sebenarnya yang kau suka…
adalah kakakku atau uangnya?
Saat itu,
aku sangat ingin pergi berlibur sambil memotret.
Aku lelah bekerja di bank
dan benar-benar muak melihat uang.
Lalu, tiba-tiba…
TAHUN 2001
Ayo kita menikah.
Aku harus
melahirkan anak perempuan.
Untuk melanjutkan garis keturunan.
Kau harus berusaha keras.
Baiklah.
Bagaimana jika kau…
berhenti bekerja dan diam di rumah?
Astaga.
Kau urus rumah. Biar aku yang bekerja.
Aku akan membuatmu hidup nyaman.
Aku tidak bisa menjamin bahwa kau tidak akan menghadapi kesulitan.
Namun,
aku tidak akan membiarkanmu meneteskan air mata.
Kau pernah bilang suka memotret, 'kan?
Aku akan mewujudkan impianmu.
Bong-go sayangku,
silakan memotret.
Biar aku yang mencari uang.
Geum-ju!
Hari ini,
tidak akan kubiarkan…
kau pulang ke rumah.
Posisi kasurnya agak…
Di sini juga kurang bagus.
Di sini saja.
Di sini lebih nyaman.
Rupanya kau kaget.
Ada sesuatu yang harus kau tahu.
Aku…
cukup kuat.
Sudah turun-temurun.
Malam ini,
serahkan kepadaku.
Sepertinya mereka menjadi liar saat berusia 22 tahun.
Benar-benar tak terkendali.
Kemungkinan itu adalah karakteristik khas mereka.
No comments yet. Be the first to leave one.