Release info

한 번 다녀왔습니다-Once Again E27-E28 By Next Version
A Commentary by DianaAlmera
By Next version. Cocok untuk video berdurasi 01.09.21.. Maaf lama., hari ini banyak kegiatan. Makasih.😉

Tags

other
Published on: 2020-05-11
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Apa?

Berkemaslah dan kembalilah ke rumah.

Ayah ...

Kalian berdua mengatakan itu sudah berakhir.

Jadi jangan membuat alasan tentang harga rumah ...

dan kembali saja ke rumah.

Aku tidak pernah berpikir untuk pindah lagi setelah perceraian.

Aku tidak meminta pendapatmu.

Kembali saja.

Kami membiarkanmu melakukan apa yang kau inginkan ...

karena kami pikir kau sudah mengendalikan hidupmu,

tapi yang kau lakukan hanyalah memandang rendah pada kami.

Apakah kau akan melakukan hal seperti itu jika kau menghormati kami?

Kau hanya punya waktu satu hari.

Kemasi barang-barangmu dan kembalilah ke rumah. Mengerti?

Haruskah Aku menelponnya?

Astaga, apa yang terjadi? Apakah kau menemukan ibumu?

Ya, dia kembali saat waktu makan malam di rumah.

Apakah dia baik-baik saja? Dari mana saja dia?

Aku tidak tahu. Dia mungkin dari luar untuk mencari udara segar.

Baiklah.

Tidak bisakah kau setidaknya mengirim sms ketika kau tahu itu?

Kau tahu betapa khawatirnya aku.

Untuk apa kau membutuhkan itu?

Ini untuk mengepak barang-barangku.

Aku akan pindah kembali ke rumah.

Ayah menyuruhku.

Aku tidak punya pilihan.

Kau tahu betapa menakutkannya ayahku ketika dia marah.

Biar aku yang mengepak buku-mu. Kau dapat mengepak pakaianmu.

Apakah kau membawa semuanya?

Pikirkan saja jika kau meninggalkan sesuatu di belakang.

Aku sudah memeriksanya dan Aku tidak melupakan apa pun.

Kita akan memilah-milah furnitur ketika kita menjual rumah.

Baiklah, begitu saja.

Aku memikirkannya saat kita berkemas.

Kita telah mengalami saat-saat sulit selama tiga setengah tahun,

tapi ada banyak waktu yang baik juga terjadi.

Gyu Jin,

itu pasti sulit bagimu.

Kamu juga sudah melalui waktu yang berat dan sulit.

Aku mengomel tentang segalanya dan ibuku bukan orang yang mudah diatasi.

Apakah kita berusaha terlalu keras untuk berpisah dengan cara yang baik?

Aku juga serius dengan semuanya.

Aku minta maaf

Dan terima kasih.

Baiklah. Kita akan kembali menjadi kolega yang baik sekarang.

Kau tahu aku orang buangan di rumah sakit.

Aku mengandalkanmu untuk memberi tahu padaku di mana mereka saat beralih rapat.

Atau kurasa aku bisa bertanya pada mantan adik iparku.

Dia lebih mengerti daripada yang terlihat.

Kau lebih baik mempercayakan Aku dengan urusan itu.

Percaya padaku dengan kehidupan cinta-mu jika kau perlu.

Aku akan mendengarnya di tempat kerja,

jadi jangan membuatnya canggung dengan berusaha menyembunyikannya.

Bahkan setelah semua yang terjadi,

Aku akan tetap menjadi wanita yang tahu kau adalah yang terbaik.

Aku mungkin akan datang padamu siang dan malam.

Apakah Kau yakin bisa mengatasinya?

Kita lihat saja.

Aku pergi yah.

Baiklah.

Sudah kuduga.

Itu sebabnya Aku menyuruhnya untuk memeriksanya kembali.

Kupikir aku sudah kembali.

Aku pulang!

Ibu

Nyonya Jang, kamu sudah bangun.

Bagaimana perasaanmu, Bu?

Dia tampaknya baik-baik saja bagiku.

- Dia tampak lebih baik, kan? - Ya.

Mari kita cepat berdiri dan membantunya hari ini.

-Yah, Kau benar. -Tentu saja.

Ya ampun, Kak Na Hee.

- Na Hee? - Na Hee?

Apa yang kau lakukan di sini sepagi ini?

Bisakah kalian terlihat kaget sambil membantu ku membawa barang bawaanku?

Tentu saja.

Ayah, Ibu, Na Hee ada di rumah!

Kau sudah datang.

Yah Ayah.

Ibu.

Aku pulang.

Apa...

Pergilah kekamarmu dan bongkarlah itu dulu.

Ayah benar.

Apa yang terjadi sih?

Dengarkan aku, sayang.

Apakah kau bercanda?

Bagaimana Kau bisa melakukan ini tanpa bertanya kepada ku?

Sayang.

Aku masih tidak bisa menatapnya sekarang.

Aku masih marah padanya.

Makanya Aku mengatakan padanya untuk pindah kesini.

Sehingga kau bisa lepaskan semuanya.

Kau marah padanya, bukan?

Jadi targetkan kemarahanmu padanya kapan pun kau mau ...

sampai amarahmu mereda.

Kau hanya mengatakan apa pun yang kau inginkan dan membuatnya tidak masuk akal.

Omong kosong apa yang kau keluarkan sih? Astaga, kepalaku.

Apakah kau sakit kepala?

Tunggu sebentar.

Ini obatnya, sayang.

Ambil ini.

Lupakan. Apakah ini candaan bagimu?

Tapi kau bilang kau sakit kepala.

Apapun itu.

Aku juga sakit kepala sekarang, jadi Aku akan meminumnya.

Berikan itu padaku.

Astaga, kepalaku.

Aku tidak tahu Kakak akan kembali, jadi ruangannya agak berantakan.

Kakak bisa tidur.

Aku tahu Kakak tidak bisa tidur pada permukaan yang keras.

Tidak perlu. Aku bukan monster yang mengambil apa pun yang dia inginkan.

Bagaimana Kakak bisa mengatakan hal itu saat kita ini keluarga?

Tidak apa-apa. Kakak dapat mengambil tempat tidurnya. Aku bisa tidur di mana saja.

Apa kau yakin akan hal itu?

Ya, tentu saja. Itu tidak masalah!

Terima kasih. Kalau begitu aku mau tidur dulu.

Buku-buku ku akan segera dikirimkan. Apakah ada tempat untuk semua buku ku?

Tentu saja. Kakak dapat mengambil semua rak ini.

Yang Aku butuhkan adalah bagian yang ada di sini.

Bukankah seharusnya Kau memiliki lebih banyak buku ...

sejak kamu mulai belajar untuk kembali ke perguruan tinggi?

Apa? Ah, benar juga.

Yah, aku belum bisa melangkah terlalu jauh sih.

Tidak lama lagi Aku akan membeli lebih banyak sebagai buku kerja.

Bukankah lebih baik belajar untuk ujian bahasa Inggris di universitas ...

daripada berkutat pada tes kemampuan nasional?

Perguruan tinggi tempat kau melamar pertanyaan esai soal matematika.

Kau harus belajar statistik, jadi kau bisa tahu kemampuanmu?

Benar, Aku harus mengerti itu.

Anak-anak, ke sinilah!

Kakak dengar itu, kan? Kita dipanggil.

Pagi-pagi begini untuk apaan?

Karena kalian semua ada di sini, Kalian harus saling menyapa.

Pada ujung yang jauh adalah Na Hee, putri kedua ku.

Mereka berdua adalah rekan Joon Seon.

- Aku Oh Jeong Bong. - Aku Lee Jong Soo.

Aku Park Hyo Sin, pengantar paruh waktu.

Aku tahu. Kuharap kita bisa rukun.

Aku melihat bahwa kita seperti keluarga besar sekarang.

Ada berapa semuanya?

2, 4, 6, 8, 9.

Dengan Ibu itu menghasilkan 10 orang dalam keluarga.

Apa? Benarkah? 10 orang? Tidak mungkin.

Kita semua hidup di atap yang sama sekarang,

jadi rukun-rukunlah.

Beberapa mungkin mengetahui hal ini dan beberapa lainnya mungkin tidak,

tapi kita akan membersihkan seluruh rumah setiap akhir pekan.

Seperti biasa,

Kalian bertanggung jawab atas ruang hidup kalian sendiri.

Para pria akan membersihkan kamar mandi, para wanita akan membersihkan dapur,

dan mereka yang hidup di atas akan membersihkan ruang tamu.

Ayah, aku punya pertanyaan.

Mengapa kita bertugas membersihkan ruang tamu?

Dia yang telah menghabiskan sebagian besar waktunya di sini.

Dia berada di sini hampir 24 jam-7 hari.

Bagaimana itu adil untuk empat orang yang hanya membersihkan kamar kecil di lantai atas?

Fakta bahwa empat dari kami hidup di ruang kecil itu ...

haruslah menjadi faktor yang meringankan.

Pernahkah kau mendengar tentang menimbang pro dan kontra?

Kalian berdua, Diamlah.

Ga Hee bisa membersihkan beberapa ruang tamu, bisa kan?

Ayah, Bijaksana seperti biasa. Hormat!

Aku akan membantu Ibu membersihkan ruang tamu.

Tidak masalah. Aku akan membereskannya.

Kamu dapat menetap di kamar kita.

Maaf, Ayah, tapi aku harus tidur sekarang ...

untuk mengisi ulang energi ku di akhir pekan.

Bisakah Aku membayar denda saja?

Denda?

Kita bisa memesan makanan Cina dengan itu.

Benar. Buat dia menjadi curam ...

sehingga kita bisa memesan beberapa hidangan mewah.

Sudah cukup. Jangan berani-berani denganku.

Tidak akan ada pengecualian selama kau tinggal di sini.

Ini aturan kita untuk membersihkan pada akhir pekan,

jadi tetap patuh pada itu. Mengerti kalian?

- Baiklah. - Baiklah.

Di sana. Ya, Bersihkan area itu juga.

Di sini yah, Kak Ga Hee?

Betul.

Kita harus selesai di sini dan membersihkan teras juga.

Aku melihat kalian tidak terlalu gesit.

Kau pasti bercanda. Apakah kau masih menyuruhnya berkeliling?

Aku juga membersihkan tahu.

Tunggu dulu.

Bisakah kau menghempasnya jika Kau memiliki energi yang kuat?

Lenganku tidak cukup kuat.

Baiklah.

Sudah kuduga.

Astaga, lihatlah batu dan bisepmu itu.

Apakah kau sering berolahraga?

Kau tampak cukup kuat bagiku, jadi lakukanlah sendiri.

Apa-apaan ini?

Dia benar-benar brengsek, tapi menawan.

Aku akan melakukannya, Kak. Kamu bisa istirahat.

Tidak apa-apa. Aku lebih suka tidak diusir.

Di mana lagi kita akan membersihkan? Dapur?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left