The first 152 lines.
Sepertinya aku terlalu memaksakan diri semalam.
Sialan!
Kenapa harus begini? Padahal mau selesai.
Aku selalu saja mengacau.
Di pagi hari keenam, hari terakhir,
untuk perjalanan latihan bertahan hidup sepanjang 70 km oleh para kandidat ASCAN,
aku malah mengacau.
Mu.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Kau selalu ada di dalam hatiku
Tapi kau tak bicara sepatah kata pun, tersenyum pun tidak
Selama ini kita selalu bersama
Kita ini memang bebal, tapi kita percaya
Semua waktu yang kuhabiskan bersamamu
Terasa bagaikan mimpi
Kita menghubungkan bintang-bintang dan melukis gambar
Ke dalam lubuk hati kita
Biarkan saja hati kita bergetar bergelora
Gunakan saja langit sebagai kanvas
Dan jadikan gambar yang kekal
#55 Tujuan yang Jauh
#55 Tujuan yang Jauh
Kalau ada orang yang memaafkan perbuatan yang tak bisa dimaafkan,
biasanya itu berarti dia juga telah berbuat salah.
Aku pernah lihat soal itu.
Bukan begitu, Vince?
Dengan kata lain, kaubiarkan Nitta Reiji membawa telepon
karena kau juga dalam keadaan yang sama.
Larry,
aku tak peduli dengan urusan pribadinya.
Buang-buang waktu saja.
Dan ada syarat lain.
Dia bertanggung jawab untuk mengatasi masalah yang muncul.
Dan benar, dia kehilangan teleponnya,
misinya diundur dan timnya mendapat masalah.
Tapi...
Tapi apa?
Tidak.
Omong-omong, kau dapat surel.
Ah.
Padahal ini hari terakhir latihan.
Kenapa?
Sekarang, aku punya pertanyaan!
Apa yang terjadi pada Mutta Nanba dari Tim E, coba?
Butuh petunjuk?
Jawabannya.
Nanba terkena demam. Suhunya 38,9 derajat, tahu.
Acetaminophen.
Nanba, demammu pasti turun dengan ini.
Ba-Baik.
A-Apa ini bisa dibilang beruntung?
Teman-teman, ada kabar.
Lima menit lagi, Tim E harus memutuskan
seluruh tim ini mau menyerah atau terus mencapai tujuan
sebelum hari ini berakhir.
Menyerah?
Menyerah, ya?
Sejujurnya, aku ingin sekali istirahat.
Tapi dalam keadaan begini, apa itu keputusan yang tepat?
Bukan hanya aku yang kena dampaknya.
Mu, kau tak perlu khawatirkan kami.
Pikirkan yang jauh,
kau tak boleh terlalu memaksakan diri sekarang.
Kenji.
Tapi apa Mu harus memutuskannya?
Kami akan lakukan semuanya untuk membantunya.
Terima kasih, Kenji.
Tapi, bukan keputusan itu yang kupikirkan.
Pemimpin hari ini Amanti, 'kan?
Benar, tapi kalau aku,
sepertinya aku tahu apa jawabanmu, Mutta.
Mutta ingin terus jalan.
Teman-teman, ayo siap-siap.
Kau memang tahu pikiran orang.
Nanba.
Baiklah, ayo jalan.
Mutta.
Nitta, kenapa?
Akan kubawakan barang bawaan Nanba.
Tak masalah.
Mungkin dia sakit karena membantuku.
Hah?
Kalau begitu aku juga bantu, Nitta.
Aku juga bisa bantu.
Aku juga! Aku juga!
Wah, teman-teman!
Baiklah.
Tapi aku ambil setengahnya.
Kalian bagi-bagi sisanya.
Oke, kita begitu saja.
Nah, ayo berangkat, Mutta.
Tenang saja.
Aku janji, kita akan sampai di tujuan.
Aku bersyukur sekali!
Rasa syukur ini memberiku kekuatan.
Tak masalah kalau kami ada di posisi terakhir,
asalkan kami sampai di tujuan.
Jarak posisi pertama dan kedua itu tak terlalu jauh.
Tak sebanding dengan berhasil sampai atau tidak.
Masih lama?
Lambat sekali mereka.
Itu mereka.
Mereka kuat sekali!
Kami hampir sampai.
Mutta.
Harusnya kau tak memaksakan diri kalau sakit!
Ini dia semangat seorang samurai!
Mutta!
Aku tak bisa bantu secara langsung.
Tapi, semoga kata bahasa Jepang ini bisa memberimu kekuatan!
Ada apa, Lowry?
Ini dia kata yang ingin kusampaikan!
"Pride"!
Jadi itu.
Angin saja sampai kabur karena "pride" itu.
Terima kasih, Lowry.
Sama-sama.
Tujuannya sudah terlihat.
Kita hampir sampai, teman-teman.
Bagus!
Asyik!
Jauhnya.
Kami berhasil.
Akhirnya kami berhasil.
Akhirnya, kami bisa terus ke tahap selanjutnya.
Apa?
Apa itu?
Hoi, Pico.
Tim B sudah sampai, tahu.
Kita harus temui mereka, Pico.
No comments yet. Be the first to leave one.