The first 200 lines.
Keluarganya pindah dari Bhojipura ke Kishan Nagar.
Pada bulan November 2016, langit runtuh di sekitar mereka.
- Berapa banyak uang yang kau ambil? - 2 juta.
Bhuvan menulis di catatan itu.
Seperti Jawahar Singh.
Ayah! Ayah...
Dia terhubung kembali dengan ayahnya.
Ambar diterima di sekolah.
Kau dapat kerja!
Halo, Kishore.
Kami sudah mendapatkan hasil scannya, Pak. Kami sudah menelusuri nomor motornya.
Kau tahu apa?
Paman Bhuvan dulunya kerasukan mendiang kakek.
Pak, izinkan aku istirahat sejenak dari kasus ini.
Pelakunya mungkin sudah sampai di luar negeri.
Kami punya bukti.
Pasti ada lebih banyak catatan.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Jai Hind, Pak.
Jai Hind, Anya. Kau menelepon?
Ya.
Ada perkembangan.
Ya, lanjutkan.
Sembilan catatan sudah ditemukan di rumah Rajawat.
Berisi banyak rincian tentang keluarga.
Jadi, ini akan membantu kita memecahkan kasus ini?
Tidak yakin, Pak.
Aku baru saja mulai membacanya.
Ini kabar baik.
- Bagus sekali, Anya. - Terima kasih Pak.
Ngomong-ngomong, aku menunggu email yang akan kau kirimkan.
Kapan aku bisa melihatnya?
Sebenarnya, Pak...
Kami akan mencari tahu kasus berikutnya.
Dapat. Aku punya catatan untuk 16/8/2010.
- Bhuvan. - Dengarkan.
Ya.
- Aku harus memberitahumu sesuatu. - Katakan.
Sesuatu terjadi padaku beberapa hari yang lalu.
Apa yang sudah terjadi?
Aku berenang sangat dalam
ke dalam danau.
Tiba-tiba aku merasa seperti ada yang memelukku erat-erat.
Aku diseret ke dalam air.
Rasanya seperti akhir dari segalanya.
Tapi tiba-tiba
semuanya menjadi lebih baik.
Maksudmu ayah sudah kembali?
Bhuvan!
Bro, aku sudah menyalakan motornya.
Berikan sedikit kelonggaran!
Aku yakin kakak punya pacar.
Kau ingin mendengar cerita?
Kakekmu memberitahuku.
Lihat apa yang Ayah berikan padamu.
- Kemeja desainer. - Wow!
Cicipi dan beri tahu aku bagaimana kau menyukainya.
Mau kari buncis?
Aku akan merendamnya besok.
Anshika! Kau kembali.
Apa pendapatmu tentang anak laki-laki itu?
Aku tidak akan menikah dengannya.
Apa? Kau baru saja bertemu dengannya untuk pertama kalinya hari ini.
Bu, aku yang bertemu dengannya, bukan kau.
Dia ingin merencanakan seluruh hidupku pada pertemuan pertama.
Apa yang harus kulakukan atau tidak lakukan...
Seolah dia milikku!
Bukankah bagus kalau dia membuat rencana?
Ya.
Ada laki-laki yang datang menemuimu mengingat sudah ada 10 lamaran?
Peta kelahiranmu cacat, sayang.
Laki-laki ini datang menemuimu untuk pertama kalinya, tapi kau rewel.
Kau tahu kau berusia 33 tahun, bukan?
Peta kelahiranmu ditampilkan Mars.
Tunggu. Apa yang kita bicarakan di sini?
Seorang laki-laki bertemu dengannya untuk pertama kalinya, dan dia tidak menyukainya.
Tapi, karena Anshika tidak menyukai laki-laki itu
kenapa dia harus bertemu dengannya lagi?
Laki-laki itu berpenghasilan baik.
- Ya. - Ya.
Dia akan membuatmu bahagia.
Ya, tapi, karena dia tidak tertarik padanya,
tidak ada hubungan yang bisa membuatnya bahagia.
Bagaimana kalau minum teh? Tolong buatkan aku teh.
Kenapa kau menolak anak itu?
Aku yakin kakak punya pacar.
Kau tidak memilikinya juga?
- Diam! - Ya benar.
Katakan padaku, Kak.
Aku tidak punya pacar.
Yah, laki-laki itu tampan.
Bagaimana penampilannya akan membantuku?
Banyak kotak yang harus dicentang untuk suatu hubungan.
Kau akan mengetahuinya saat kau dewasa.
- Kami bukan anak-anak, kak. - Tentu saja.
Ah, benarkah? Kau bilang dia punya pacar.
Siapa namanya?
Dia bukan pacar seperti itu.
Dia laki-laki dari kelas menariku.
- Dia seksi. - Dia seksi?
Tapi Meethi bicara terlalu banyak.
Aku melihat kalian berdua di mal beberapa hari yang lalu.
- Benarkah? Apa yang kau lakukan di mal? - Ya.
- Yah... - Anshu...
Ya, Paman?
Dengar, jangan pedulikan apa yang dikatakan orang-orang ini.
Aku bicara dengan Kakek.
Dia mengatakan semuanya akan baik-baik saja.
Kau akan bertemu laki-laki baik,
dan kau akan segera mendapatkan promosi di tempat kerja.
Oke, sayang?
- Jangan stres. - Oke.
Bro, aku sudah menyalakan motornya.
Ada apa sayang?
Kenapa kau duduk di sini?
Ayah, Bu guru menyuruhku memimpin doa di sekolah.
Bagus.
Apa masalahnya?
Bagaimana jika aku terjebak saat membaca doa di depan semua orang?
Ayah, aku tidak ingin naik ke atas panggung.
Kenapa kau takut?
Jika kau dihadapkan pada tantangan, jangan mundur.
Keberanianmu
akan menjadi kekuatanmu di kemudian hari.
“Jangan menganggap kedatangan dan kepergianku sebagai kejadian biasa.”
Saat seseorang berbakti,
kau bisa percaya pada apa pun.
“Menyanyikan mantra mengingatkan kita semua bersatu.”
Jika karena alasan apa pun
ada anggota yang tidak hadir,
maka kita harus bersikap lembut terhadap orang itu.
“Tapi harus diingat
“bahwa hal ini bisa menimbulkan masalah bagi seluruh anggota keluarga.
"Keyakinan mental yang sudah kalian semua pelihara selama 7 tahun terakhir..."
Tidak boleh dibiarkan melemah dengan alasan apapun.
Fokus pada konsentrasi.
“Tingkatkan potensimu.”
Kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan hanya dengan mengucapkan mantra.
"Kau harus berbakti dengan tulus."
"Itulah sebabnya saat kalian duduk bersama..."
Ambillah apa yang dikatakan pada saat itu.
"Inilah yang membuatmu menjadi orang yang berkeyakinan kuat..."
Siapa yang mampu.
Kami melakukan operasi penyisiran di dalam rumah.
Dan menemukan sembilan catatan lagi.
Sekarang kami sangat berharap catatan ini
akan memberi kami lebih banyak petunjuk
tentang apa yang terjadi di dalam rumah itu malam itu.
- Pak! Pak! Pak! - Satu pertanyaan lagi, Pak.
Pak, catatan juga ditemukan lebih awal.
Bagaimana bukti barunya?
Kau benar.
Tapi catatan ini berisi hal-hal pribadi
tentang keluarga yang ditulis dengan sangat rinci.
Pak, apa membaca catatan bisa membuat seseorang mengambil kesimpulan pasti?
Kami tidak membuat klaim seperti itu.
Tapi tentunya setelah kami membaca dan memeriksa catatannya,
kami akan mendapatkan lebih banyak detail,
yang bisa sangat membantu kami dalam memahami peristiwa ini.
Terima kasih.
Aku tahu apa yang ada di pikiranmu.
Kita bisa membuat satu catatan menjadi berita terkini bangsa.
Ada sembilan!
Ini dia. Berita terkininya masuk.
Pak, bayar aku.
Biarkan aku mendapat penghasilan!
Kau sudah menghasilkan apa yang kau peroleh dalam 2 bulan dalam sehari.
Tidak, aku tidak ingin melakukan ini.
Oke, kalau begitu dengarkan aku.
- Ambil filenya cuma dalam waktu setengah jam. - Benar.
- Kami akan menyalinnya dan mengembalikannya padamu. - Tentu!
Tidak, mohon maaf.
Jangan terlalu jujur.
Kita mungkin berbagi jabatan yang sama, tapi kau belum setara denganku.
Siapa seniornya?
Kau dipromosikan tahun ini, kan?
Jadi kita akan membuat laporan perilaku karakter.
Oke?
Kau tidak bisa bertahan di departemen
dengan menjadikan aku sebagai musuhmu.
Kau mengerti?
- Subodh. - Bu!
- Kau butuh sesuatu? - Tidak bu.
Aku hanya melihat-lihat.
Kau menemukan sesuatu?
Tidak. Aku masih mencari.
Ada banyak ya. Bisakah aku membantumu?
Kenapa? Kau tidak ada kerjaan hari ini?
Tidak bu. Aku menunggu pak Nitin.
Tidak apa-apa. Aku akan pergi sekarang, Bu.
Ini...
- Selamat bro. - Bhuvan!
Ini. Makanlah yang manis-manis.
Jalebis?
Tahukah kau kita tidak boleh membawa manisan ke dalam rumah, Karuna?
Kau tahu apa yang dikatakan dokter akan terjadi jika diabetes Ibu kambuh.
Hati-hati, ini panas.
- Ini. - Oke.
- Mau? - Tidak.
Aku akan ambil sendiri. Silakan ambil untukmu sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.