You Are My Spring

You Are My Spring (너는 나의 봄)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

너는-나의-봄-You-Are-My-Spring-E03-NEXT-NF
너는-나의-봄-You-Are-My-Spring-E03-WB-DL-NF
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-07-12
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SELAMAT HARI NATAL

Aku sungguh menulis ini

atas kemauanku sendiri.

Pada tanggal 13 Maret 2003, pukul 21.00,

aku membunuh Kim Myeong-ja.

Mungkin karena memakai pisau yang sudah lama,

membuatnya berdarah tak semudah yang kupikirkan,

jadi, aku menusuknya beberapa kali lagi.

Kemudian, aku menjadi kesal karena banyak darah menciprat ke bajuku.

Pada tanggal 3 Juni 2018, pukul 14.00,

di gang belakang gedung 8, Pungji-dong, aku menusuk Lee Jeong-beom.

Aku menusuknya karena dia tahu terlalu banyak hal tentangku.

Kubeli pisau dapur seharga 20.000 won di Toko Pangan Pungji.

Agar tak ada yang curiga, aku juga membeli talenan dan nampan.

Lalu, pada 18 Desember 2020, pukul 02.00,

aku membunuh Cho Gwang-hun.

Karena aku tahu gedung itu kosong,

aku bisa membunuhnya dengan tenang.

Ini semua adalah hal yang tak bisa kuhindari.

Jika seseorang adalah aku, dia juga pasti melakukan hal yang sama.

Karena itulah aku tak menyesal atas apa yang sudah kuperbuat.

Ini surat wasiat, juga surat pengakuanku.

Kini, aku berniat mengakhiri segalanya.

EPISODE 3

Identitasnya sudah diketahui.

Namanya Choi Jeong-min.

Ya, silakan bicara.

Kau terluka?

Ini bukan darahku.

Apa dia kenalanmu?

Kenapa kau di sana?

Wanita dalam foto itu tinggal di lantai empat.

Pria itu kenalannya.

Pria itu juga pernah ke klinikku.

Pak Go. Sepertinya kau harus melihat ke dalam sekarang.

Ada wanita datang membawa surat pengakuan Choi Jeong-min.

Apa kau ingat foto ini?

Tidak.

Lantas, gereja ini?

Aku pernah ke gereja itu,

tetapi hanya sekali di hari itu.

Aku ke sana untuk menerima buku.

Kira-kira dari mana dia mendapat foto ini?

Apa kau tak pernah mendengar cerita masa kecil tentangnya?

Tak pernah.

Sama sekali?

Dia hampir tak pernah bercerita tentang dirinya sendiri.

Apa kau baru tahu bahwa nama aslinya adalah Choi Jeong-min?

Ya.

Apa kau pernah melihat tanda pengenalnya?

Tidak pernah.

Mungkin bertemu dengan teman atau keluarganya?

Lantas…

Siapa itu Chae Jun?

Benarkah dia nyata?

Kami masih harus menyelidiki itu.

Kami baru bisa memastikan nama aslinya Choi Jeong-min.

Ini…

Aku memberinya pertolongan pertama.

Benarkah dia warga Amerika?

Dia pernah ke klinikku sekali,

bak ingin menunjukkan jati diri sesungguhnya.

Young-do, pertama-tama, jelaskan dahulu keadaanmu.

Hingga kini, kau satu-satunya saksi mata,

dan satu-satunya orang di lokasi.

Jadi, ada beberapa hal yang harus diperiksa.

Serahkan juga kotak hitam mobilmu.

Baik.

Kau pulang saja malam ini.

Ya. Toiletnya di sebelah sana.

Jika dia sudah selesai memberi keterangan, antar dia sampai rumah.

Ini keadaan yang sulit, tetapi dia mencoba bertahan.

Baik.

Aku pernah melihat wajah seperti itu.

Ibu.

Kesedihan dan kemarahan tak bertuan

bak sebuah tabung kosong

yang tak berudara dan tak bersuara.

"Aku sangat khawatir.

Syukurlah kau baik-baik saja.

Kau boleh bersedih dan marah.

Ini semua…

bukan salahmu.

Jika bertahan sedikit lagi,

semua pasti akan berlalu.

Aku akan ada di sisimu."

Banyak hal yang ingin aku katakan.

Namun, aku tahu

tak ada satu pun perkataanku yang kini bisa menghiburmu.

Karena itulah…

Kau belum makan, 'kan?

Ayo makan sebelum pulang.

Pak Choi yang memilih bunuh diri meninggalkan surat wasiat

berupa pengakuan atas kasus yang dilakukannya.

Pak Choi mengakui tiga kasus yang pernah dilakukannya,

yaitu kasus pembunuhan di Pungji-dong

yang terjadi pada tahun 2020 lalu.

Dia mengakui juga bahwa dirinya membunuh seorang detektif tahun 2018.

Tahun 2003, saat masih di bawah umur, dia juga pernah membunuh seseorang.

Itu menambah catatan kriminalnya…

Aku harus praktik di luar pada hari Selasa.

Jadwalnya menjadi begitu.

Baiklah. Datanglah besok.

Bukan. Lantai dua yang kosong. Aku di lantai tiga.

Ya.

Baiklah. Ya. Sampai bertemu besok pagi.

Dah.

Kenapa masih di sini? Cepat beli bubur.

Kau pikir dia akan bisa makan?

Dia bisa tersedak karena menangis.

Kenapa Da-jeong harus menangis?

Calon pacarnya meninggal.

Kau pikir dia tak sedih?

Jangan bicara begitu!

Dia hanya orang gila yang menguntit Da-jeong.

Apa ada yang berubah

jika kau mengelak begitu?

Tetap saja!

Jangan bicara begitu lagi!

Hei.

Kenapa kau yang menangis?

Awalnya, aku yang mendukung dia.

Kali ini, aku bak menyuruhnya berpacaran

dengan pria yang paling buruk.

Dia tak terlihat begitu.

Bagaimana bisa membunuh?

Jangan berkata seperti itu juga!

Mereka sampai.

Aku yang menelepon mereka.

Mungkin kau ingin sendiri, tapi itu bukan hal yang baik.

Kau punya obat pencernaan?

Aku jarang minum obat.

Mungkin kau akan membutuhkan ini.

Terima kasih.

Ada apa denganmu?

Da-jeong menyuruhku menemanimu.

Aku baik-baik saja. Turunlah.

Da-jeong bilang aku harus tetap bersamamu meski kau bicara begitu.

Turunlah dahulu.

Tak bisa. Dia bilang aku harus menemanimu meski kau menolak.

- Aku merasa tak nyaman. - Aku sudah berkata begitu.

Kau sudah lama tak pacaran, jadi, tak nyaman tidur dengan orang lain.

OBAT PENCERNAAN

GEDUNG GUGU LANTAI 3, KLINIK PSIKIATRI JU YOUNG-DO

Kau sudah datang?

Astaga. Kenapa terlambat?

Aku takut. Katamu ada hantu.

- Siapa dia? - Ha-neul.

Temanku yang mau melihat lantai dua.

- Dia laki-laki. - Aku tak bilang dia perempuan.

Rupanya dia putra pemilik gedung.

Halo. Aku Seo Ha-neul.

Ya. Aku Park Cheol-do.

Namamu cantik sekali bak langit.

Namamu berisik sekali bak kereta.

- Seung-won menghubungimu? - Aku mengabaikannya.

Bagus. Dia pantas diperlakukan begitu.

Sudah makan?

Tidak. Aku hanya bertanya.

Ibu juga tahu kau tak bisa ke sana. Jangan khawatir.

Baiklah. Sudah, ya?

- Siapa? - Astaga.

Hei.

Kenapa wajahmu terluka?

Ini? Aku dicakar gorila kemarin.

Klinikmu mengobati gorila juga?

Itu kucing. Marganya Go, dan namanya Rilla.

Mau lihat fotonya?

Lihat. Warnanya hitam semua, tetapi sangat manis.

Telapak kakinya juga hitam.

- Gemas. - Astaga.

Aku sangat merindukannya. Lihat. Menggemaskan sekali.

Apa kau bisa tidur kemarin?

Terima kasih. Aku ingin minuman hangat.

Dingin.

Rupanya kau tak suka kopi dingin.

Padahal sudah aku siapkan.

- Biar aku ganti. - Lalu, apa setelah itu…

kau akan memerintahku lagi?

Mungkin kali ini memasang tenda di atap.

Jika tak sibuk, mau ke Gangneung?

Baiklah.

Tak bertanya alasannya?

- Aku sudah tahu. - Aku akan berangkat sekarang.

Baiklah.

Tadi kau berkata sudah tahu alasannya, tetapi jika kau pikir alasannya

karena aku takut sendiri, berarti kau salah.

Sejak awal, aku ada janji dengan ibuku, dan jika kubatalkan,

dia bisa tahu ada sesuatu yang terjadi.

Dan jika aku…

Jika kau mau berangkat sendiri, mereka akan melarangmu karena khawatir.

Namun, mereka tak bisa bolos.

Jika mengajak orang lain, kau harus menjelaskan semua hal ini,

tetapi tidak denganku.

Aku akan pergi.

Dan pasti kau juga khawatir

jika aku sendiri.

Kami pergi.

Bawakan cumi setengah kering saat kembali. Yang banyak!

Kau pikir dia pergi berlibur?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left