The first 200 lines.
Pijat punggungku.
Oh, kau di sini.
Apa itu?
Ayo makan.
Hmm...
- Hotdog? - Apa kabar?
Baik.
Ian... Ah...
Sayang.
Bisa aku kembali menjadi koki pastry?
Kita punya banyak tagihan yang harus dibayar.
Mungkin kau mulai lelah.
Hanya kau yang bekerja, sementara aku
aku membuatmu kelaparan, Josefa?
- Tidak... - Itu dia!
Apa masalahmu?
Kau tidak puas dengan gajiku?
Bukan begitu.
Lalu apa?
Kau mau kehidupan mewah.
Kenapa? Kau materialistis?
Atau kau mau menyombongkannya di media sosial?
Aku hanya mau membantu membayar tagihan.
Kau seperti ibuku.
Kau tidak tahu bagaimana cara merasa puas.
Kau tahu, begitulah dia dulu.
Dia berjanji untuk bekerja, tapi kemudian dia melarikan diri dengan laki-laki lain.
Maaf. Bukan itu yang mau kukatakan.
Aku hanya mau membantumu...
Jika kau mau membantu, tetaplah di rumah!
Kau mau melakukan sesuatu? Perbaiki itu!
Temukan penyewa baru di kamar kita.
Sudah kosong selama berabad-abad.
Aku mencoba mencari penyewa baru, ingat?
Ada keluarga yang mau menyewa kamar tersebut,
tapi kau tidak menginginkannya.
Kau benar-benar idiot.
Jika kau mengizinkan keluarga dengan anaknya tinggal di sana,
apartemen kita akan hancur.
Gunakan kepalamu.
Maaf. Maaf.
Inilah sebabnya kenapa keluargamu sendiri memandang rendah dirimu.
Kau tidak menggunakan kepalamu.
Josefa ada di sini? Aku ke sini untuk mencari apartemen.
Ah, ya, aku Josefa.
Kau orang yang kuajak bicara lewat online?
Maaf, kami tidak mengenalimu.
Kau tidak seperti profilmu.
Kau tampak kuyu.
Maaf, namaku Ara. Aku orang yang sedang kau ajak ngobrol.
Dia Vilma, pasanganku.
- Pasangan? - Ya, pasangan. Pacar.
Kau punya masalah?
Masuk.
Apartemennya sudah bersih dan rapi.
Juga dilengkapi perabotan lengkap,
Tinggal orang yang akan menyewa tempat ini.
Suamiku mewarisi ini dari ayahnya,
itulah kenapa dipertahankan.
Ada orang lain yang tinggal bersama kalian?
Tidak, hanya kami.
Seperti yang lain, tarif bulanan kami 20 ribu peso.
Kau juga harus memberikan uang muka selama sebulan
dan deposit sebulan.
Pekerjaan apa yang kau lakukan?
Kau bertanya banyak sekali.
Kami bisa membayar sewa.
Apa kami terlihat miskin?
Kau tidak menyukai kami?
Tidak.
Aku minta maaf.
Kami akan pindah hari ini.
Apa? Hari ini?
Tunggu, aku akan tanya suamiku dulu.
Apa? Kenapa?
Tidak bisakah kau memutuskan sendiri?
Kami tidak mau menunggu.
Jika kau tidak mau, kami pergi saja.
Ayo.
Tunggu!
Aku minta maaf.
Baiklah, oke.
Kau bisa pindah hari ini.
Bagus.
Kita tidak hidup di zaman kuno. Kau bisa memutuskan sendiri.
Kenapa, apa suamimu bosmu?
Ada orang di rumah?
- Ada orang di rumah? - Aku lelah mengingatkanmu.
Aku yang akan memutuskan apa penyewa memenuhi syarat.
Kau membiarkan mereka pindah
Aku minta maaf.
Kau bahkan tidak tahu pekerjaan mereka.
Bagaimana jika mereka tidak bisa membayar?
Mereka baik.
Baik?
Ya, aku sudah bicara dengan mereka.
Kebaikan bisa membayar sewa?
Ya?
Hai.
Ian.
Aku pemilik apartemennya.
Lepaskan tanganku.
Maaf.
Kau pemiliknya, atau kalian?
Bukankah kau suami Josefa?
Ya.
Maafkan aku. Aku terpesona oleh kecantikanmu.
Pikiranku jadi kosong.
Uh...
Boleh aku bertanya apa pekerjaanmu?
Oke, karena kau menanyakan hal ini, kami akan memberitahumu.
Kami adalah terapis fisik.
Klinik atau rumah sakit apa?
Kami adalah terapis fisik swasta.
Kadang-kadang, klien kami mengunjungi rumah kami.
Atau klien akan meminta kami datang ke rumah mereka.
Mungkin aku bisa berkunjung nanti.
Aku mau memeriksakan punggungku.
Ini pembayaran di muka dan deposit kami.
Terima kasih.
Aku hanya bercanda. Tidak bisakah seorang laki-laki bercanda?
Aku pergi dulu.
Istriku punya kontrak dan nomor daruratnya.
Dia akan mengurusmu.
Ini, silakan tanda tangani ini.
Kenapa kau membiarkan suamimu tidak menghormatimu?
Tidak. Dia hanya bercanda.
Bercanda macam apa itu?
Itu lucu menurutmu?
Baiklah, aku akan ambil kontraknya.
Aku pergi dulu.
Bu!
- Ya? - Selamat pagi.
Hmm...
Maaf, Bu.
Aku mungkin membayar sewanya minggu depan.
Begitukah?
Baiklah, akan kukatakan pada suamiku.
Oke.
Kenapa banyak laki-laki datang dan pergi ke kamar itu?
Mhm.
Hati-hati, Bu.
Siapa yang tahu apa yang terjadi di dalam.
Begitukah?
Menurutku, tidak ada sesuatu yang mencurigakan.
Terserah denganmu.
Suamiku pun menyadarinya.
Harap berhati-hati.
- Oke. - Oke.
Halo.
Ini tagihannya. Agar tidak hilang.
Terima kasih.
Bolehkah aku tahu kenapa banyak laki-laki datang ke sini?
Para tetangga memperhatikan dan mereka bertanya padaku.
Kenapa mereka peduli?
Mereka yang bertanya, atau kau?
Sejujurnya, aku juga menyadarinya.
Tapi aku tidak keberatan...
Kami sudah bilang itu pekerjaan kami.
Tentu saja klien kami datang ke sini.
Hanya saja semua klienmu laki-laki.
Kenapa? Ada dalam kontrak kami perlu melaporkannya?
Setiap orang yang masuk dan keluar rumah ini?
Aku merasa iri pada orang-orang yang membicarakan orang lain.
Mereka punya banyak waktu luang.
Jelas saja kehidupan mereka tidak menarik.
Biarkan saja dia.
Ayo kita periksa ini dulu.
Halo, ya?
Halo, Bu Josefa?
Apartemenmu berisik sekali, orang-orang mengeluh.
Kami sudah ke sana, tapi tidak seorang pun membuka pintu.
Tolong bicara dengan mereka.
Oh, oke. Maaf.
Terima kasih.
Apa itu?
Pak RT menelepon.
Mereka mengeluh tentang penyewa kita.
Mereka bilang mereka berisik.
Pergi kesana.
Kau manajernya, kau harus menyelesaikan masalahnya.
Cari tahu apa yang mereka lakukan.
Tunggu sebentar.
Apa yang mereka lakukan?
Oh, itu...
Musiknya.
Pengunjungnya juga sudah pergi.
Oke.
Aku akan tidur.
Sayang?
Apa?
Hey!
Kalian!
Apa masalahmu?
Apa masalahku?
Kalian terlalu berisik tadi malam! Tetangga mengeluh!
Kau tidak malu?
Aku menahan diri untuk tidak membalas.
Jika kau tidak bisa menaati aturan kami, maka keluarlah dari sini!
Wah, berani sekali kau.
No comments yet. Be the first to leave one.