The first 200 lines.
Kau yakin pergi ke tubuhmu yang berada di rumah sakit?
Iya.
3 detik... 5 detik?
Meskipun itu untuk sesaat, aku jelas-jelas merasakannya.
Kalau yang kurasakan itu benar...
Aku yakin pasti ada perubahan pada tubuhku yang terbaring di rumah sakit.
Bagaimana bisa ini terjadi?
Beberapa menit yang lalu, dia masih berbaring di tempat tidur!
Dia tidak ada di sini.../ Dia pasti sudah sadar.
Kyung Joon!
Apa Kyung Joon benar-benar akan sadar sekarang?
Mereka sedang memeriksakannya, kita sebaiknya lihat saja dulu.
Dia masih belum sadar.
Dia masih sama.
Katamu jelas-jelas kau merasakannya.
Aku yakin sudah mulai terjadi beberapa perubahan.
Yoon Jae.
Kenapa kau di sini?
Bukankah kalian sedang bulan madu?
Kau memeriksa Pasien Kang Kyung Joon?
Bagaimana kondisinya?
Kami khawatir dia mengalami kejang.
Dia tidak terluka dimanapun.
Aku sudah memeriksa dia, dan tidak ada perubahan dari kondisi komanya.
Melihat bahwa dia bergerak, memang ada semacam perubahan.
Tapi kau datang ke sini untuk memeriksa kondisi Kang Kyung Joon?
Sekarang? Dengan Da Ran?
Kami hanya memeriksanya karena ada sesuatu yang mesti kami periksa juga di rumah sakit.
Ayo kita pulang.
Kalian berdua tidak pergi berbulan madu?
Karena kau memiliki hubungan khusus dengan pasien itu, aku mengawasi dia.
Kalau sesuatu terjadi, akan kupastikan untuk meneleponmu sendiri.
Aku bisa memeriksanya sendiri, jadi jangan meneleponku.
Permisi...
Apa mungkin dokter tadi menanyakan kondisinya Kyung Joon?
Ah, iya. Dia mengatakan dia mampir selagi dalam perjalanan.
Dia bahkan sedang mengambil cuti,...
...lalu kenapa dia sangat tertarik dengan Kyung Joon?
Sudah kukatakan itu karena kompensasi.
Kata mereka dokter itu mulai berhenti kerja setelah dia mengalami kecelakaan.
Aku yakin dia mencoba mendapatkan kompensasi selama waktunya beristirahatitu.
Tapi dia kelihatannya baik-baik saja.
Dia hanya menunggu Kyung Joon sadar karena dia mengincar sesuatu.
Lihat bagaimana dia datang di waktu yang pas.
Haruskah aku pergi menanyakan padanya?
Tanya saja langsung padanya apa yang dia inginkan?
Karena perubahan sudah mulai terjadi, kesempatan untuk bertukar kembali jadi terbuka.
Setidaknya syukurlah kita mengetahuinya sebelum pesawatnya berangkat.
Apa yang akan kita lakukan seandainya kita pergi perjalanan bersama-sama, dan aku jadi berdebar dan senang?
Kau berdebar dan senang mau melakukan perjalanan denganku?
Huh? Yah... itu...
Aku yakin begitu karena kau terlihat seperti Yoon Jae.
Kaupikir aku akan senang karena pergi denganmu?
Tentu saja pasti begitu!
Jika kami bertukar kembali selama bulan madu, kau pastinya benar-benar senang.
Selagi melihat Tembok Besar bersama Seo Yoon Jae, kau juga bisa memanjat Tembok Besar.
Kalau begitu aku yakin aku akan mengkhawatirkanmu duluan.
Kau pikir aku hanya akan berdebar saja?
Kau tidak perlu menyembunyikannya karena aku.
Kau kecewa karena kami hampir tertukar tapi tidak jadi?
Iya! Aku kecewa. Aku kecewa setengah mati!
Baiklah kalau begitu!
Kita lupakan saja soal bulan madu yang mengecewakan...
Dan kita bisa pergi ke perjalanan liburan masing-masing yang kita rencanakan!
Baik! Akulah yang gila, berpikir untuk pergi bulan madu bersamamu!
Apaan semua ini? Siapa yang menaruh ini di mobil?
Aku akan bersenang-senang dengan perjalanan liburanku, jadi kau bersenang-senang juga!
Jangan telepon aku selama 3 malam 4 hari. Aku tidak akan menjawab teleponmu!
Aku juga tidak akan menjawab teleponmu!
Bocah busuk...
Apa yang akan kulakukan sendirian selama 3 malam 4 hari?
Kyung Joon...
Meskipun tubuhmu saat ini menikahi Guru Gil Da Ran hari ini...
Tapi hatimu... akan kuanggap bahwa hatimu menikahiku.
Karena kau melihat mereka menikah, ini sudah berakhir sekarang.
Sekarang kurasa ini juga akhirnya kita saling bertemu terpisah seperti ini.
Maaf sudah menyusahkanmu dan membuat berbagai hal rumit untukmu selama ini.
Aku akan mengurus soal rumor tentang kita yang beredar di sekolah.
Karena hari ini adalah yang terakhir, aku akan mentraktir bir ini.
Kata siapa ini berakhir setelah bir ini?
Setelah membuatku jadi pistol starter-mu, wasit, dan bahkan kekasih palsumu...
Kau pikir kau bisa membuangku setelah minum bir?
Lalu... Apa...
Permisi! Tolong berikan soju untukku!
Tolong berikan aku teh melati juga. Merek Cina.
Iya.
Kira-kira sekarang, harusnya aku sudah makan bebek Beijing dengan segelas Kaoliang Jiu.
Semuanya sudah bekerja keras hari ini.
Aku yakin kita akan merasa lebih santai setelah mengeluarkan keringat.
Apa Kyung Joon pergi Kyungjoo, ya?
Apa ini?
Kyung Joon...
Kyung Joon...
Kyung Joon...
Kenapa kau di sini?
Kau tidak pergi bulan madu.
Jimatnya pasti manjur.
Kembalilah ke negara tempatmu berasal!
Kyung Joon...
Bisa tidak kau anggap lantai dua rumahmu sebagai negara yang berbeda?
Kau tidak...
Apa semua ini?
Aku tidak melakukannya untuk bermain-main denganmu.
Tapi aku membuatnya supaya kau tidak jadi bingung.
Karena orang yang dinikahi Guru Gil Da Ran dalam kehidupan nyata adalah Seo Yoon Jae.
Kapanpun kau merasa bingung, masuklah ke kamar ini.
Dan lihatlah gambar-gambar ini dan sadarkan kembali dirimu.
Aku terus menyadarkan diriku supaya aku tidak jadi bingung.
Kalau aku tinggal di sini, aku akan banyak membantu.
Tidak boleh!
Baiklah.
Ini jauh lebih baik daripada pijat kaki Cina.
Kupikir kau harusnya memakainya seperti ini di kepalamu.
Aku baru saja melihat wanita yang terlihat mirip Noona.
Mirip Da Ran?
Kakakmu ada di Cina, jadi bagaimana bisa ada di sini? Tidak mungkin.
Begitu kan, ya?/ Sayang...
Kalau begitu ayo kita ruang es, panas sekali di sini?
Begitu? Kalau begitu kita pergi setelah makan ini.
Baik./ Aku akan menelepon Noona.
Hei, Choong Sik.
Noona, bagaimana Beijing?
Oh... di sini panas, lembap dan ada banyak orang di sekitar sini.
Sampaikan pada Ibu dan Ayah bahwa aku tiba dengan selamat.
Baik.
Noona...
Kau sedang makan malam sekarang?/ Iya.
Kau makan apa?
Aku makan bebek Beijing...
Dan minum segelas Kaoliang Jiu. Ini benar-benar enak.
Aku masih belum selesai.
Kau benar-benar di Cina, kan?
Tentu saja. Kau di mana? Rumah?
Aku ada di sauna.
Aku datang bersama Ibu dan Ayah.
Tapi...
Ada seorang wanita di sauna yang terlihat mirip sekali denganmu.
Noona...
Kau benar-benar di Cina, kan?
Kau kebetulan tidak...
...sedang berada di sauna sendirian sambil makan telur rebus, kan?
Tentu saja. Jangan bicara yang tidak masuk akal begitu.
Hei. Bebeknya sudah jadi dingin. Sudah dulu!
Maaf...
Permisi.
Ahjumma yang lagi makan telur! Biar kulihat wajahmu!
Ahjumma!
Ahjumma, benar-benar...!
Aku melihat sesuatu yang tidak seharusnya kulihat!/ Choong Sik!
Choong Sik!
Bukan begitu.../ Kau masuk ke kamar mandi wanita?
Wanita yang mirip Noona itu...
Kenapa kau mencari kakakmu padahal dia ada di Cina?
Aku bisa mengerti dengan film porno itu, tapi ini...!
Aku sungguhan, sungguhan!
Tembok Besar Cina.
Di Tembok Besar yang sangat panjang...
Gil Da Ran berdiri di tembok yang sangat panjang, panjang...
Akan menyenangkan seandainya kami pergi bersama.
Berpegangan tangan dengan Gil Da Ran...
Tapi alasan Gil Da Ran tersenyum bukanlah karena aku.
Itu karena Seo Yoon Jae.
Apa dia benar-benar pergi sendirian ke Cina, ya?
Kenapa dia tidak pulang?
Kenapa dia tidak datang?
Haruskah aku pergi periksa ke Suryang?
Aneh sekali. Aku yakin itu Noona.
Katamu Da Ran mengatakan bahwa dia sedang makan bebek di Cina.
Apanya yang aneh soal itu?
Dia bahkan tidak menjawab teleponnya setelah itu...
Jadi aku merasa itu aneh.
Pria yang barusan kita lewati... Dia terlihat mirip dengan Kakak Ipar...
Kau mengatakan Da Ran ada di rumah, dan Menantu Seo ada di trotoar...
Ada apa denganmu, Choong Sik?
Kurasa...
Ayah!
Ayah, Ayah! Tunggu, tunggu. Mundur... mundur!
Kakak Ipar!
Lihat, kan? Aku benar!
Menantu Seo!
Apa yang kaulakukan di sini?
Kau tidak pergi karena ada pasien darurat di rumah sakit...
Dan hanya mengirim Da Ran ke sana?
Tidak mudah untuk seorang pegawai mendapatkan liburan 4 hari.
Sayang sekali kalau menyia-nyiakan kesempatan ini, jadi aku menyuruhnya untuk pergi sendiri.
Da Ran kita ini benar-benar tidak punya hati.
Kalau begitu, kau sendirian di sini?
Dia menyuruhku untuk tidak mengatakan apapun, karena tidak ingin kalian khawatir.
Dia menyuruhku untuk tinggal diam di rumah, dan tidak ke mana-mana.
Aku khawatir Noona ditinggalkan sendirian di sauna, tapi ternyata Kakak Ipar yang ditinggalkan.
Kau tidak setia sama sekali, Gil Da Ran.
Adik Ipar, jangan mengumpat kakakmu.
Aku yang mengirim dia pergi.
Menantuku...
Apa yang dilakukan Da Ran sendirian di sana?
Aku yakin dia sedang makan bebek Beijing, dan meminum Kaoliang Jiu...
Sesuatu seperti itu.
Kalau begitu bagaimana kalau kita minum Kaolian Jiu juga?
Kalau begitu aku akan membuatkan siamtak.
Benar sekali!
No comments yet. Be the first to leave one.