The first 200 lines.
Jessica Jones S02E03 AKA Sole Survivor
Kami sering ke sini setiap musim panas.
Dan setelah mereka mati, aku berniat kembali.
Karena aku tahu tidak ada yang bisa menemukan mayat di sini.
Aku bisa menghilang.
Kau tidak pernah memberitahuku.
Aku tidak jadi melakukannya.
Jadi kita membuang mayat di tempat liburan masa kecilmu.
Bukan liburan yang bagus.
Dua saudara yang suka bertengkar dipaksa berbagi satu ranjang...
hanya karena tempat yang dekat perairan.
Terdengar menyenangkan.
Hanya kita yang tahu Simpson sudah tewas.
Dia tidak punya keluarga.
IGH memilih yang seperti itu.
Aku prihatin padanya. Dan lebih dari itu, aku kesal.
Tapi aku tidak bisa memburu IGH dari sel penjara.
Aku tahu.
Aku akan dipenjara jika polisi menemukanku dengan mayat lain.
Dia akan mengerti. Hanya saja ini menyebalkan.
Kita harus bersihkan mobilnya dan membuangnya.
Ini bukan atas namanya. Dia mungkin mencurinya.
Simpson serius tentang melindungiku.
Ini persenjataan.
Ya. Dia tahu yang dia hadapi.
Hei. Tidak. Aku akan menyimpannya.
Apa?
Aku tahu yang kita hadapi juga dan aku butuh semua pertahanan.
Baik...
saatnya mengorek ingatan dari otakku.
Bagaimana caranya?
Aku harus menyelidiki semua berkasmu tentang IGH.
Itu akan sulit dilakukan.
Masa laluku membunuh orang kini, jadi tidak banyak pilihan.
Aku mungkin punya pilihan.
Apakah melibatkan alkohol?
Tarik napas dalam lagi.
Masuk lewat hidung...
dan keluar lewat mulut.
Kau merasa semakin damai dengan setiap napas.
Boleh kuminta bantal lagi?
Kau punya 7 bantal.
Aku tahu ini sulit,
tapi jika kau menolak sugesti,
kondisi terhipnotis akan sulit didapatkan.
Aku tidak berpengalaman baik dengan ahli terapi. (shrink)
Kita tidak menciut. (shrink) Kita mengembang.
Baik, mari kembali pada pernapasan.
Dan hirup...
Dan saat kau hembuskan, bayangkan tempat aman.
Tempat damai, tenang.
Di tempat amanmu, ada pintu.
Bayangkan pintu itu.
Menuju ke arahnya.
Sekarang, buka pintu itu.
Buka dan maju menuju ingatanmu.
Aku tidak punya tempat aman.
Pasien biasa memilih pantai.
Tidak./ Atau rumah masa kecil.
Baiklah. Di mana kau bersantai?
Rudy's. Jalan 9th dan 45th. Minuman enak dan hot dog gratis.
Jess, katakan saja apa yang sudah kau ingat.
Dia mengingat sesuatu, makhluk, berwajah daging.
Itu bukan ingatan. Makhluk berwajah daging tidak nyata.
Meski ingatanmu mengarangnya, itu bisa membantu membuka pintu.
Mulai dari awal.
Dr. Tiboldt, maafkan aku.
Jess, kau bilang kau bersedia mencoba.
Untuk mengingat. Bukan menghadapi masalahku dengan ahli terapi palsu.
Terserah padamu. Katakan cara membantumu.
Periksa surat penggemarmu.
Mungkin Whizzer bukan satu-satunya yang menghubungimu.
Jadi kau menemukan dia./ Aku lupa menelepon.
Ya, kau payah dalam mengabari.
Stasiun radio bilang kau cuti sakit.
Maafkan aku.
Apa kau mendapatkannya?
Beritamu. Kau dapat?
Jess, mungkin kau harus pergi.
Bukankah hubungan itu hebat?
Aku tahu ini jam berapa, mereka harus menunggu.
Kau tidak percaya aku bisa ke ruang rapat sendirian?
Bukan. Kami membatasi rapat hari ini untuk rekan bisnis saja.
Jadi kami mendatangimu.
Kau tampak sehat, Jeri.
Bagaimana kau tahu?
Tidak penting. Kontrakmu sama dengan kami.
Kami bersimpati,
tapi sesuai pasal, kau harus serahkan semua diagnosa
yang berpotensi mempengaruhi kemampuan kerjamu.
Aku baik-baik saja.
Untuk saat ini.
Kami menyiapkan pesangon besar.
Ini soal tuntutan Pam, bukan?
Sudah kuurus. Mau apa lagi?/ Sedikit moral.
Yang benar saja./ Mari tetap profesional.
Namaku baru akan lepas dari pintu itu setelah aku mati.
Dan itu masih lama, tidak peduli seberapa kau mengharapkannya.
Kau selalu menyusahkan, Jeri. Kita hanya beruntung kali ini.
Linda! Begini, Jeri. Aku turut prihatin.
Aku tidak ingin kau mengalami ini.
Tapi kami punya kewajiban melindungi perusahaan.
Kau akan diberi waktu merundingkan syarat pengunduran dirimu.
Tidak akan ada perundingan atau pengunduran diri,
karena aku tidak akan pergi.
Tolong pertimbangkan lagi...
atau kami harus memaksamu keluar.
Kita dalam masalah.
Aku diusir? Kata siapa?
Pengawas gedung. Apakah kau tahu...
bahwa menjalankan bisnis di properti perumahan itu ilegal?
Tentu saja aku tahu.
Dan apa kau menemukan Trish?/ Ya.
Apa dia baik-baik saja?
Ya, dia hanya lupa membalas telepon. Itu saja.
Dia seperti sedang dalam masalah.
Berengsek.
Apa yang akan kau lakukan?/ Aku akan menanganinya.
Dia tidak akan berubah pikiran jika kau memukul wajahnya.
Tidak menurut pengalamanku.
Saatnya memperbarui surat lamaran kerjaku.
Apa maksud benda sialan ini?
Pa, dia bilang "sialan."
Jaga mulutmu di depan anakku.
Memangnya ayah munafiknya seorang teladan?
Kau melanggar hukum.
Kau tersenyum, memeriksa semua tetangga,
hingga kau melihat bahwa aku berbeda.
Itu namanya berprasangka buruk.
Kau bukan golongan masyarakat yang dilindungi.
Penghuni gedung ini ingin merawat keluarganya dengan aman.
Aku sangat aman.
Kekuatan super? Kecelakaan maut? Polisi?
Semua hal yang ingin aku dan para penghuni hindari.
Polisi? Apa itu penyebabnya?
Kau penyebabnya. Jadi kau keluar dari sini.
Sebaiknya tanya pemilik gedung dulu,
karena dia suka aku di sini. Katanya aku melindungi investasinya.
Mungkin, sebelum ada korban.
Karena kini dia setuju bahwa kau tidak boleh ada di sini.
30 hari.
Kau menyelidiki petunjuk berbahaya tanpa bantuan.
Aku waspada./ Kau bodoh.
Kau bisa terbunuh./ Hei, diam.
"Banyak orang mati." Kau yang bilang begitu.
Aku tidak tahu apa masalahmu, tapi kau tidak sanggup mengatasinya.
Itu omong kosong diskriminasi.
Kau menghadapi bom di Damaskus./ Sialan! Aku cemas padamu.
Karma sungguh menyebalkan.
Artinya?/ Sergine.
Mantanmu?
Aku pulang setelah ditugaskan 3 bulan,
dan dia sudah pindah. Pergi. Tanpa kabar.
Kau bilang dia tidak stabil. Apa hubungannya itu...
Dia bukan tidak stabil. Dia hanya muak menjadi...
gadis cemas yang selalu ditinggalkan.
Semalam, itu aku.
Aku sungguh minta maaf.
Sayang, apakah kau diincar?/ Tidak.
Aku tidak tahu. Tapi kau bisa jadi sasaran.
Dengar, aku...
Hal ini, kita...
Media menyukainya.
"Jurnalis pemenang penghargaan bersama bintang cilik gagal."
Tabloid tidak bisa disebut media.
Intinya, semua orang tahu aku sayang kepadamu.
Kurasa kau harus menjauh hingga Jess dan aku menyelesaikan ini.
Tidak akan terjadi./ Itu harus terjadi.
Bagaimana jika kita berhenti saling memerintah?
Aku akan pergi.
Aku butuh waktu.
Jeri./ Jangan sekarang, Franklin.
Penawaran pesangon mereka.
Chao menugaskanku. Aku terpaksa.
Aku tidak tahu ada apa, tapi pasal penyerahan medis itu omong kosong.
Franklin! Baik.
Berhenti.
Jangan biarkan mereka mendiskriminasimu hanya karena kau sakit.
Biarkan aku melakukan sesuatu. Biarkan aku membantumu.
Kau ingin membantuku?/ Kita bisa melawan ini.
Kau kira kita teman?
Apa?/ Apa kau kira...
karena kita berbagi meja beberapa kali di pengadilan...
kau punya hak untuk ikut campur dalam hidupku?
Masalahku? Rekanmu? Atasanmu?
Aku tidak bermaksud.../ Kau tidak bisa membantuku.
Kau hanya bisa melakukan pekerjaanmu.
Jadi bersikap bijaklah dan hindari masalah ini...
karena itu yang harus kaulakukan, bukannya mengusikku.
Kau butuh teman.
Tidak ada orang yang bisa melalui ini sendirian.
Izinkan aku menjadi yang pertama mencoba.
Ada hal yang lebih buruk dari kematian.
Begitu kau mati, semua berakhir.
Tak ada rasa sakit.
Tenang.
Sementara yang ditinggalkan harus menggali lubang,
mengumpulkan kepingan dan mengingat.
Atau, entahlah, mencoba mengingat.
Jess? Aku dapat sesuatu.
No comments yet. Be the first to leave one.