The first 200 lines.
Aku tahu apa yang kau pikirkan.
Bagaimana keluarga kami,
Menjadi cerita kejahatan sebenarnya di dekade ini?
Kebanyakan orang di kota ini mencapnya episode psikotik.
Akan tetapi,
Salem punya sejarah panjang menyebarkan rumor yang tidak benar.
Semuanya Permainan Seru Hingga Seseorang Kehilangan Mata
Namaku Billie.
Aku dan adik-adikku lahir di rumah ini.
Rumah yang sama tempat ayah kami dibesarkan.
Dan juga kakek kami.
Tapi sekarang ayah kami sudah pergi.
Berengsek itu pergi saat dia berhenti mabuk...
...dan sadar punya tiga anak.
Jika kau melihat John Fletcher, beritahu dia agar membusuk di neraka.
Itu ibuku. Dia tetap tinggal.
Itu saudaranya, Bob.
Dia cukup lama tak bekerja.
Itu adik-adikku.
Itu Marcus.
Yang kecil Jonah.
Kami panggil dia Jo.
Ayah mengacaukan Marcus hanya dengan kehadirannya.
Namun dia lebih mengacaukan Jo dengan menghilang.
Ayah meninggalkan lubang di hati Jo.
Lubang yang mungkin takkan pernah pulih.
Lubang yang begitu ingin untuk dia isi.
Dan Marcus begitu ingin untuk melindungi.
- Jadi bisa dibilang... - Menjauh
Masuk akal jika Jo yang menemukan itu.
Dan Marcus yang harus membayar harganya.
- Bung? - Ini kosong.
Percaya aku. Ayo.
Setiap anak di Salem tahu cerita tentang para wanita itu...
Mereka yang digantung,
Dibakar, dan ditenggelamkan ratusan tahun lalu.
Ini adalah cerita keluarga kami.
Satu-satunya kejahatan sebenarnya masa lalu Salem yang dikacaukan,
Dan bagaimana mereka yang dikutuk sebelum kami,
Bawakan kami takdir yang sama.
Bahkan di Salem, mereka tidak ajarkan kami sejarah lengkapnya.
Beberapa cerita hilang seiring jalan.
Aku akan bermain. Aku takkan berhenti.
Aku akan bermain. Aku takkan berhenti.
Aku akan bermain. Aku akan bermain.
Aku takkan berhenti.
Aku akan bermain. Aku akan bermain.
Aku takkan berhenti.
Aku akan bermain. Aku akan bermain.
Mungkin jika mereka ajarkan kami semua yang terjadi,
Adikku akan tinggalkan pisau itu di tempat dia menemukannya.
Jonah.
Temukan aku, Jo.
Di sini, Jo.
Apa ini tulang manusia?
- Kelihatannya begitu. - Oke, itu menjijikkan.
Apa itu?
- Buku harian. - Buku harian siapa?
Seseorang yang sangat tua.
"Orang yang menyatakannya harus menyediakan wadah."
"Wadahnya akan dikutuk,"
- "Datanglah serangan dari penyihir." - Seram, bukan?
Di mana kau temukan ini?
Itu dibalut dengan kain dan terkubur di bawah abu di sana.
Kau sadar kau menerobos masuk rumah seseorang.
- Itu tindak kriminal. - Ini bukan rumah siapa-siapa.
Aku rasa itu tidak benar.
Siapapun yang tinggal di sini mungkin psikopat atau pemuja setan.
Dan mereka mungkin membuat pisau itu dari tulang korbannya.
Jadi kembalikan itu. Ayo pergi.
Ada orang di luar. Dia terluka.
- Apa? - Ya Tuhan.
Tak ada siapa-siapa di sini, Jo.
- Tapi aku melihat dia! - Aku tidak.
Tidak ada apa-apa.
- Bung, apa kau meminum obatmu? - Ya.
- Jangan bohongi aku. - Aku sudah meminum obatku!
- Aku tidak bohong. Aku minum... - Jo? Jo?
Tidak.
- Astaga. - Tapi aku...
Itu membuatku merasa aneh.
- Dan itu membuatku mendengar hal gila. - Ya. Tapi, Jo...
- Dan aku tidak... - Hei, hei, hei... Bung...
Jo, lihat aku. Hei, Jo, lihat aku.
Aku mau kau mulai meminum obatmu lagi, mengerti?
Ya.
- Apa kau mengerti? - Ya.
Oke.
Peluk aku. Ayo, anak sialan. Peluk aku.
Apa kau menaruh kembali pisau seram itu?
Ya? Bagus.
Menjauhlah dari tempat ini.
Jika aku mendapati kau kembali ke sini, aku akan menghajarmu.
Baiklah.
Ini sudah beres.
Dengarkan saranku.
Pecundang!
Dasar sialan!
Astaga, Jo! Aku akan...
Ya, tidak, aku sebenarnya bermimpi tentang kita semalam.
Tidak, bukan mimpi seperti itu.
Oke, mungkin sedikit.
Ya. Entahlah, mungkin kita bisa bertemu nanti...
...dan aku bisa ceritakan soal itu padamu?
Aku tak bisa. Aku tidak bisa.
Sophie di sini. Aku tidak bisa.
Oke. Ya.
Apa kami di undang? Atau...
Entahlah. Entahlah, kau hanya tak pernah undang aku untuk apapun.
Ya, aku mau kau memohon. Ya, aku...
- Sophie. Tidak sopan. - Itu menjijikkan. Itu pelanggaran.
Aku tak mau mendengarmu melakukan seks telepon.
- Kau jelas-jelas akan orgasme. - Oke, baik. Terserah.
Tapi tebak siapa yang ke pesta Pilar di Gallows malam ini.
Bukan aku. Aku ada wawancara pukul 9.00 pagi.
Benar, benar. Untuk... Apa itu Subway?
- Persetan denganmu. - Kau akan jadi Seniman Roti Isi, atau...?
- Acara alumni Smith. - Ya, aku tahu.
Kau mau pergi sekolah di tempat terpencil...
- ...dipenuhi oleh lesbian. - Pertama, bodoh.
Orang heteroseksual juga masuk di Smith.
Kedua, sebagai seorang lesbian, itu terdengar sangat luar biasa.
Oke, ayolah, Sophe. Kita tak pernah melakukan apa-apa.
Kita tak pernah ke pesta.
Ya, karena itu dingin dan mereka payah.
Dan jika aku ingin melakukan percakapan hampa,
- Aku bisa kumpul bersama orang tuaku. - Oke. Wow. "Hampa".
- Kurasa tempatmu memang di Smith. - Manis.
Aku juga tak mau melihat kau dan Pete saling melahap wajah.
Satu minuman bersama kalian berdua, lalu kalian seperti...
Kenapa kau begitu payah, Sophie?
- Aku payah? - Ya, kau payah.
Aku payah karena aku ingin bangun tepat waktu,
Tanpa merasa pengar, lalu diterima kuliah,
Agar aku bisa keluar dari kota kemunduran ini,
Sebelum mereka ikatkan batu di leherku...
...lalu membuangku ke sungai seperti seluruh wanita sebelumnya.
- Kau begitu suram! - Terima kasih.
Aku hargai itu.
Minuman ini selalu membuatku ingin buang air besar.
Apa?
- Ayo, Jo. - Ya.
Lihatlah para orang aneh ini.
Pecundang!
Hei, Fletcher, aku dengar kakakmu sering dicumbu oleh Pete.
"Pete... Cumbu aku..."
- Jo! - Apa-apaan?
Jangan bicarakan kakakku seperti itu, bangsat!
- Apa kau bodoh? - Aku tak takut dengan mereka.
Aku baru ingin bahas rinciannya.
Kau akan bayar untuk itu, Fletcher.
Tentu. Ya, aku akan minta ceknya dari ayahmu.
Kenapa kau tertawa? Goodwill terlihat seperti buang air denganmu.
Kau bisa isap testikelku. Hei!
Jangan sentuh dia!
Kau tahu?
Aku rasa alasan kalian berdua begitu kacau,
Yaitu karena tak punya sosok pria kuat di hidup kalian.
Mungkin aku sebaiknya ke rumahmu dan membantu ibumu.
Itu membuatku ingin mencumbu ibumu.
- Sial! Ayo, beri dia pelajaran! - Ayo, majulah.
- Majulah kalau berani. - Pukul badannya!
- Hajar dia! - Ayo! Ya!
Ya Tuhan! Ayo!
Itu menakjubkan.
- Kau menghajar mereka. - Oke, Jo.
Serius, aku rasa kau patahkan rahangnya.
Dia akan makan dengan sedotan.
Kau tahu, berikutnya, kita akan lakukan karate...
...dan melipat mereka seperti panekuk. Menumbangkan para bajingan itu!
Tidak, aku akan pukul kemaluannya,
Lalu saat dia jatuh, aku layangkan lututku ke hidungnya.
- Dia akan seperti, "Hidungku!" - Hentikan!
Apa masalahmu?
Masalahku? Apa masalahku? Kau masalahku, Jo.
Kenapa kau melempar minuman itu?
Kau selalu melakukan hal seperti ini.
Seperti apa?
Menerobos masuk rumah... Memulai perkelahian...
Aku harusnya biarkan mereka menghajarmu.
- Lalu kenapa tidak kau lakukan? - Karena kau adikku.
Dan tak peduli seberapa buruk yang kau lakukan,
Aku terjebak membereskan itu untukmu.
- Aku muak dengan itu. - Muak dengan apa?
Marcus, apa?
Jonah.
Jonah.
Hei, pria kecil. Apa isi tas itu?
Lilin Roma. M-80.
Keren.
- Bagaimana denganmu? - Apa? Ada apa denganku?
Entahlah, aku belum mendengarmu berkata...
...sedikitpun soal kuliah sejak kau bertemu "Pete"...
"Pete"...
Karena siapa yang ingin bicara soal kuliah saat kau jatuh cinta?
- Kau tak mungkin mengatakan itu. - Tidak... Oke, itu terdengar aneh.
- Karena itu benar! - Tunggu...
- Ya! - Kau serius?
Dengar, kau sahabatku. Aku mohon.
Kumohon, itu tidak seru tanpamu. Ikut denganku.
No comments yet. Be the first to leave one.