Release info

Episode 19 Indonesia
A Commentary by LeeLeeAnn
Resync Dan perbaikan ejaan dan tata bahasa. Videonya ambil di yutub official KBS World menggunakan snaptube resolusi 240p

Tags

other
Published on: 2020-06-08
Downloads: 47
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

^_^ LeeLeeAndo ^_^

Episode 19

Hae Jin.

Kamu menemukanku lebih cepat daripada yang kukira.

Kukira kamu akan kemari setelah operasi.

Apa yang terjadi padamu?

Seperti yang kamu lihat, aku berantakan.

Kamu sudah pulang?

Ya. Beritahu Cha Kang Jae menemuiku.

Dia tidak ada di rumah sekarang.

Apa maksudnya dia tidak ada disini? Kenapa?

Dia pergi untuk bertemu keluarganya, dia ke Seungin-dong.

Dia bisa saja pergi pada akhir pekan. Dia terburu-buru untuk pergi hari ini.

Hyo Jin bahkan mengikutinya padahal dia masih jet lag.

Aku tidak menyukainya, benar-benar.

Tapi kenapa kamu mencarinya?

Tidak ada. Tidak apa-apa.

Cha Kang Jae, bajingan itu.

Tidak kamu jawab?

Ya. Tidak apa-apa.

- Aku dengar kamu menikah. - Yah.

Dengan siapa?

Putri direktur rumah sakit ini.

Hidup ini agak lucu.

Aku, orang yang menginginkan segalanya, kehilangan segalanya.

Dan kamu, yang tidak berpikir terlalu banyak tentang hal itu, mendapatkan segalanya.

Di satu sisi, itu karena kamu.

Dulu kamu mencampakkan aku karena aku anak penjual tahu yang rendah.

Karena kamu membuat aku menjadi seseorang tidak ada apa-apanya dan bajingan menyedihkan...

Orang yang kamu lihat sekarang terbentuk dari masa itu.

Dan anak itu?

Jangan khawatir. Setelah operasi, begitu pulih aku akan pergi dengan dia.

Karena aku tidak punya siapapun untuk merawat dia...

Aku tidak punya keluarga.

Bukan itu yang aku maksudkan.

Angkatlah. Tampaknya itu panggilan penting.

Saat mendengar berita pernikahan Chang Yori,

Kukira itu denganmu.

Mengapa saat itu kamu tidak datang ke aku?

Itu sesuatu dari 8 tahun yang lalu.

Aku sudah melupakannya.

- Hae Jin. - Aku seorang pasien.

Mari hentikan berbicara tentang topik ini.

Rasanya agak melelahkan.

- Ya, Direktur. - Dimana kamu sekarang?

Aku punya sesuatu urusan di rumah sakit.

Pulanglah segera. Tidak..

jangan dirumah, tapi mari kita bertemu di taman di depan rumah.

Cepat lari kesini.

Oh, bibi, bagaimana ini? Aku tidak sengaja tertidur.

Kamu sudah bangun? Tidak apa-apa, tidak apa-apa.

Ini mungkin jet lag. Sangat umum untuk lelah dan tertidur.

Hubungi suamimu.

Dia seharusnya menjemputmu, kenapa sampai sekarang belum juga kembali.

Ya, aku akan melakukannya.

Oh, ini ibuku.

- Ya, ibu. - Kenapa kamu belum pulang? Apa kamu tahu jam berapa ini?

Oh, bibi mengatakan dia membuat makan malam.

Ya ampun... kamu masih bisa berpikir makan malam.

Cepat pulang ke rumah bersama suamimu. Ayahmu mencarinya.

Suasana hatinya benar-benar jelek.

Benarkah? Kenapa?

Oh, baiklah. Aku akan pergi sekarang.

Ada apa? Apakah ibumu mengatakan sesuatu?

Ayahku mendesak mencari kami.

Bagaimana ini? Sepertinya aku harus makan malam di lain waktu, bibi.

Apa katamu?

Begitu tiba-tiba. Namun, kami sudah bekerja keras untuk membuat ini. Kamu setidaknya harus makan satu sendok.

Tapi ibuku berkata buru-buru.

Maaf, bibi. Aku akan kemari lagi lain waktu.

Hati-hati di jalan.

Apakah aku yang memaksanya untuk tinggal dan makan?

Dia sendiri yang mengatakan ingin makan dan setelah aku pergi berbelanja dan membuatnya. Kelakuan macam apa ini??

Dia sibuk, ibu. Bersabarlah. Kamu bahkan mendapatkan syal mahal.

Kapan aku meminta syal?

Aku bahkan tidak sering memakai syal!

Dal Bong.

Anak itu, kenapa kamu yang membawa dia?

Seo Wool sakit. Dia di rumah sakit.

Sakit? Mengapa? Dimana dia sakit?

Dia sudah lemah, tapi semakin memburuk karena hawa dingin jadi dia pergi ke rumah sakit.

Aku mengerti. Jadi, apakah dia lebih baik?

Aku melihatnya lebih baik jadi aku pulang.

In Woo tertidur, jadi aku pikir aku harus membawanya kembali dulu.

Aku mengerti. Hei tapi...

Kakak iparmu belum pergi. Apa yang harus kita lakukan?

Nah, untuk saat ini aku akan pergi ke kamar Seo Wool.

Ayah mertua!

Ohhh, putri menantu, kenapa kamu keluar?

Aku benar-benar menyesal, tapi aku harus pulang.

Aigoo, bagaimana dengan makan malam? Bibimu..

pergi berbelanja dan membuat begitu banyak makanan.

Saat ini, ibuku menelepon untuk bergegas pulang. Maaf, ayah mertua.

Siapa anak itu?

Ini adalah anak tetangga.

Kenapa kamu membawa anak tetangga?

Dia suka mengikutiku.

Bukankah kamu bilang ibumu mencarimu. Kamu harus pergi.

- Lekaslah pergi. - Ya. Ya.

Ya, ayah mertua, adik ipar. Kalau begitu sampai bertemu lagi.

Setelah melihat hal-hal dalam hidupku...

Pada usiaku ini aku diperlakukan seperti anjing kampung saja.

Aku pergi berbelanja dan membuat makanan, tapi dia pergi begitu saja. Perlakuan apakah ini?

Ini semua karena dia tidak tahu bagaimana menghormati besannya, bukankah begitu??

Tidak, tidak, bukan begitu, Seung Geum, janganlah kamu masukkan ke dalam hati.

Hei, hei, cepat masuk ke dalam.

Ya.

Sampai sekarang Kang Jae belum memberi kabar?

Tidak ada.

Apakah dia tidak memikirkan bagaimana keluarganya menderita disini?

Setidaknya dia harus menelepon.

Oh.

Itu, itu, itu

Oppa, oppa.

Oh, kenapa brengsek itu disini lagi?

Apa yang akan kamu lakukan? Apartemen..

dan semua uangku...! $300,000...

Sabarlah, besok pagi aku akan pergi ke bank.

Aku akan mengurus hak gadai pada properti.

Kamu ingin aku percaya itu?

Ah, orang ini sedang mencoba untuk bermain-main denganku.

Lupakan saja. Berdirilah. Mari kita pergi ke kantor polisi sekarang.

Dengarkan, Ahjumma.

Orang ini mengatakan "Ahjumma...!"

Bahkan jika kamu membawa aku ke polisi, mereka tidak bisa menangkapku.

Ini adalah kontrak penjualan yang ditulis dengan benar antara kamu dan aku.

Semua adalah masalahmu karena kamu tidak melakukan pemeriksaan.

Kamu tidak bisa menuntutku!

Permisi ya. Kenapa kata-katamu berubah?

Dan apa? Kamu akan ke bank besok untuk menyelesaikan masalah perbankan?

Kamu ingin aku percaya itu?

Pacarmu mengatakan dia akan mengurus semuanya.

Apa? Apa yang kamu katakan?

Yah, kamu tidak perlu tahu rinciannya.

Pokoknya, besok di bank,

aku akan melunasi semua hutangku, cukup ketahuilah itu, oke?

Kamu melakukan semua yang aku katakan?

Ah, ya.

Dan kamu tidak mengungkapkan rahasia?

Aku tidak mengatakan rinciannya, jadi jangan khawatir.

Baiklah kalau begitu, besok kita akan bertemu disana.

Sebaiknya Kamu muncul, kalau tidak, aku tidak akan membiarkan kamu pergi dengan mudah.

Oke. Lagipula, aku merasa tidak enak kepadamu.

Bagaimana kamu menghabiskan begitu banyak demi seorang wanita?

Dan juga itu $200,000.

Diam!

Kalau begitu sampai besok.

Orang itu cerewet sekali.. benar-benar.

Oh, Kepala Sekretaris Cha, apakah pembicaraan berjalan dengan baik?

Apakah dia berjanji dia akan mengurusnya dengan bank?

Ya, dia memang mengatakan itu,

tapi...

Apa? Apakah ada sesuatu yang lain terjadi?

Tidak. Tidak ada.

Tidak ada apa-apa, Direktur.

Oke. Karena semuanya diurus,

masuk dan tidurlah dengan nyaman!

Kamu mungkin lelah hari ini, jadi pergilah dan beristirahat.

Apa? Apa ada sesuatu di wajahku?

Hanya... Aku hanya sangat bersyukur.

Untuk segala sesuatu hari ini dan untuk segala sesuatu yang lain, aku benar-benar bersyukur, Direktur.

Ah, itu bukan apa-apa. Tidak masalah.

Semoga selamat sampai di rumah.

Selamat malam, Kepala Sekretaris Cha.

Yess!

Cha Kang Shim, apa yang terjadi padamu?

Kenapa Direktur itu disini dekat rumah kita?

Apa sesuatu terjadi di kantor? Apa begitu?

Bibi...

Oh ya, apa itu? Katakan padaku.

Bukan apa-apa, bibi.

Apa mungkin...

Apakah yang Young Seol katakan itu benar?

Apa ini?

Apakah Direktur menyukai aku?

Direktur.

Aku memberimu tiga menit dari sekarang. Gunakan waktu itu,

jelaskan segalanya padaku.

Siapa anak itu yang mengatakan "Cha Kang Jae adalah ayahku"?

Anak itu, mengapa dia berkeliaran di sekitar rumah sakit?

Segalanya, jelaskan agar aku bisa mengerti!

Dia pasti mengalami waktu yang sulit, kan?

Sepertinya demikian. Mungkin ini hari yang sulit untuk dia.

Ya, itu pasti.

Apa dia benar-benar anak Kang Jae, ayah?

Entahlah.

Sebaiknya kamu pergi menemani Seo Wool.

Tidak perlu.

Apa maksudmu? Tidak baik meninggalkan seseorang yang sedang sakit sendirian.

Dia tidak sendirian. Dia memiliki seseorang yang lain disampingnya.

Selamat tidur, ayah.

Kamu tidak bisa menjelaskan?!

Kamu bajingan, apakah kamu ingin mati?

Dia...

adalah cinta pertamaku.

Lalu anak itu, kapan anak kecil itu lahir?

Apa kamu adalah orang yang tidak bertanggung jawab?

Pertama kalinya sejak aku lahir,

Aku mencintai seseorang ialah wanita itu, tapi..

karena aku tidak punya apa-apa, dia meninggalkan-ku.

What Happens to My Family? subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for What Happens to My Family?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left