The first 196 lines.
PRIA DENGAN JAWABAN
Ya.
Bagaimana kabarmu?
- Baik. - Sudah cukup lama.
Nenekmu? Membaik?
Buruk.
Dia beruntung memilikimu.
Ayahmu akan bangga kau merawatnya.
Dengar...
Ibu ingin tanya, jam berapa kau pulang besok?
Sore, setelah kerja. Kenapa?
Ibu mengirimimu sesuatu.
Berbeda dari yang sebelumnya.
Kita ngobrol lagi besok. Selamat malam.
Selamat malam.
100, 200, 300, 400, 20...
Dan dua euro.
Ini yang terakhir.
Akan kuhubungi lagi jika aku membutuhkanmu.
Ibu tidak mengirim buku bahasa Jerman lagi,
tapi Ibu mengirimi panduan perjalanan ke mari.
Ibu sudah menulis alamat kami di halaman depan.
Nenek meninggal pagi ini.
Ibu ingin datang?
Tentu Ibu ingin datang...
Tapi akhir-akhir ini Ibu sendirian bersama Patrick. Sulit untuk pergi.
Ibu tak bisa meninggalkannya bersama Helga.
Ibu juga harus mengatur pesta ulang tahunnya Minggu ini.
Seandainya Ibu bisa datang.
Kami menawarkan paket yang sangat ekonomis.
1050 euro untuk upacara lengkap.
Kami menyediakan mobil jenazah,
dan dua orang pengangkat peti.
Kami butuh dua lagi.
Satu orang besar selain dirimu.
Harga belum termasuk penggali kubur.
Dengan penggalian kubur, harganya akan menjadi 1200 euro.
Apakah ada keluarga besar yang datang?
Kami bisa menyediakan makanan dan minuman. Dua euro per orang.
Jika tamunya ada sekitar lima puluh orang,
maka harganya akan menjadi 1500 euro.
Kecuali kalau beliau orang terkenal.
Apa beliau terkenal?
UANG UNTUK EMAS
PEGADAIAN
Pelajaran pertama.
Aku tinggal di Munich. Bayern itu indah.
Pelajaran pertama.
Aku tinggal di Munich.
Permisi, anda tidak boleh tidur di sini.
Di sini kau rupanya.
Roti lapismu.
Ini ham dan keju.
Ambillah, kau pantas mendapatkannya.
Tidak.
Kau mencurinya.
Baiklah.
Bepergian sendiri?
Kau orang Italia?
Bukan.
Berarti Yunani.
Kemungkinannya 50-50.
Kapalnya berlayar dari Yunani ke Italia.
Kau?
Aku orang luar.
Aku Jerman.
Aku dari Jerman.
Halo.
Kau tidak seperti orang Jerman.
Kau tidak seperti orang Yunani.
Aku ke Yunani setiap musim panas.
Kali ini aku pergi ke Kefalonia.
Bagaimana denganmu?
Bagaimana musim panasmu?
Luar biasa.
Jadi kau mau pergi ke mana?
Utara.
Kau bawa mobil?
Tidak.
Sungguh?
Sayang sekali.
Jalurnya indah kalau naik mobil.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Penumpang tanpa kendaraan,
diharapkan turun menggunakan eskalator.
Terima kasih sudah bepergian bersama SuperFast Ferries
dan kami tidak sabar menyambut Anda kembali
di salah satu kapal kami.
Hadirin sekalian, Selamat datang di Pelabuhan Bari.
Rasanya kau bilang tidak bawa mobil.
Aku tahu kau bawa.
Aku melihatmu kemarin di garasi.
Tapi tak apa, jangan merasa bersalah.
Aku tidak merasa bersalah.
Kau ingin sendirian di mobil. Aku sangat mengerti.
Kau tahu jalan ke luar kota, bukan?
Kau lihat di sana?
Itu Molo Sud.
Ke kanan, kau melewati Lazaretto.
Dan di bundarannya, ambil pintu keluar kedua di kanan,
lewat Eugene Luigi.
Dan di bundaran selanjutnya, ambil pintu keluar ketiga.
Aku melakukannya berkali-kali naik mobil dan itu menakjubkan.
Terutama jika kau tahu jalur mana yang kau ambil.
Baiklah.
Hati-hati.
Aku bisa mengantarmu sampai satu titik.
Aku pergi ke utara.
Tapi uang bensinnya kita bagi.
Tentu.
Siapa namamu?
Namaku Mathias.
- Kau? - Victoras.
Bisa kau periksa apakah aku mengambil arah yang benar?
Semua sama saja.
Tapi...
Bisa jangan lewat Autostrada?
Kenapa?
Membosankan, tak ada yang bisa dilihat di sana.
Aku tahu jalan provinsi yang indah.
- Apa ini? - Jangan, itu bukan musik.
Halo, namaku Ursula. Ursula Handtmann.
Umurku dua puluh enam tahun.
"Halo, namaku Ursula."
- Ursula Handtmann. - "Ursula Handtmann."
Umurku dua puluh enam tahun.
Aku tinggal di Munich. Bavaria itu...
Aku bisa mengajarimu bahasa Jerman.
Apa kau lapar?
Apa kau punya uang?
Kau bisa baca sifat seseorang dari caranya memesan makanan.
Dan dengan apa yang dia pesan.
Terutama dengan apa yang dia pesan.
- Apa yang aku pesan? - Mudah.
Roti lapis.
Roti lapis tak pernah salah, bukan?
Aku yakin kau tidak pernah pakai acar dan moster agar ada sensasi pedas.
- (Jerman) Kau anak milenial. - Apa?
Kau tidak makan acar, 'kan?
Acar? Aku makan. Kadang-kadang.
- (Italia) Selamat pagi. - Selamat pagi.
Kalian pesan apa?
Aku akan memesan untukmu.
- (Italia) Nomor 12 untukku. - Nomor 12.
- Dan 54 untuk temanku. - Lima puluh empat.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Apa yang kau pesan? Aku kelaparan.
- Angry? - Hungry .
Maaf... dan sepiring acar.
- Tentu. - Terima kasih.
Apa yang kau pesan?
Entahlah, aku asal pilih nomor.
Katakan, kau pesan nomor berapa?
- Ayolah, jangan merusak kejutan. - Sebutkan.
Kalau kau tidak suka, aku yang bayar.
Kau tahu? Kau tidak bisa mencuri makanan di sini.
Aku hanya mencuri makanan dari tempat yang memasang harga terlalu mahal.
Oh.
Lima euro untuk roti lapis dan rasanya mengerikan.
Jadi, siapa yang sebenarnya pencuri?
Kau.
Jadi apa alasanmu bepergian?
Tak ada.
Hanya ingin jalan-jalan.
Kau melakukan perjalanan ini hanya untuk jalan-jalan?
Tak mungkin.
Kenapa kau naik mobil, bukan pesawat?
Kenapa kau tidak naik pesawat?
Aku jalan-jalan.
Aku punya uang lebih, dan ada waktu satu bulan sebelum mulai bekerja.
Pekerjaan apa?
Aku mengajar seluncur salju di Pegunungan Bavaria.
Itu menyenangkan.
Nomor 12.
Terima kasih.
Nomor 54.
Kau yang bayar.
Selamat menikmati.
Terima kasih.
Acar?
Ambil pintu keluar selanjutnya dan ke luar Autostrada.
Aku tak mau ke luar Autostrada.
- Kita kehilangan banyak waktu. - Kenapa?
Seseorang menunggumu?
Aku heran,
kenapa kau tidak ingin menikmati perjalanan ini.
Mungkin karena aku dalam bahaya.
- Bahaya? - Ya.
Dari caramu menyetir, akulah yang ada dalam bahaya.
Aku memasukkan orang asing ke dalam mobilku.
Bagaimana aku tahu kau bukan pembunuh berantai?
Bagaimana aku tahu kau tidak akan memutilasiku?
Mungkin itu sebabnya kau memaksaku keluar dari Autostrada.
Repot sekali harus memutilasimu.
Dibunuh saja cukup.
No comments yet. Be the first to leave one.