The first 142 lines.
Ibu! Ada burung!
Burung hitam!
Berkilau dengan mata bulat besar.
Manis!
Amo, burung hitam itu tak akan menyukaimu.
Biarkan saja.
Sial.
Kau bau, Burung!
Amo membencimu! Pergi!
Jangan jatuhkan bulu jelekmu!
Burung bodoh!
Ayo.
Tinggalkan burung hitam itu dan pergi.
Ibu dan Amo mau ke mana?
Kita akan menemui seseorang yang akan sangat menyayangimu.
Ibu?
Bukankah itu bagus, Amo?
Orang itu akan menyayangimu selamanya.
Kau gadis yang sangat beruntung, Amo.
Kau beruntung.
Pria itu...
Pria itu...
Pria itu sangat menyayangi Amo?
Tuan, kita mau ke mana?
Aku punya rumah yang sempurna untukmu.
Hanya untuk kau dan aku.
Tidak ada yang bisa mengganggu kita di sana.
Hebat! Seperti kastel!
Tapi tetaplah di dalam. Di luar sana tidak aman.
Rumah yang indah.
Ibu pasti ingin melihatnya.
Ibumu memutuskan untuk tidak ada dalam hidupmu lagi.
Aku akan menjadi hidupmu mulai sekarang.
Aku akan merawatmu.
Kau akan tumbuh besar dan kuat.
Semua buku bergambar itu.
Banyak sekali makanannya!
Banyak sekali pakaiannya!
Hei, Tuan.
Kau mendapatkan ini dari pekerjaanmu?
Benar.
Aku seorang penyelundup.
Aku dapat lebih banyak barang daripada yang kubutuhkan.
Tapi...
Tapi...
semua penyelundup lain membenciku!
Entah kenapa!
Padahal sikapku normal, tapi mereka bilang aku menakutkan!
Kenapa? Aku seorang Giver! Tidak banyak penyelundup sepertiku!
Dia mulai lagi.
Amo.
Amo...
Ingat saat kubilang ruangan ini dahulu untuk semacam ritual?
Kurasa kita juga harus melakukan ritual.
Ritual kita yang biasa.
Hei, Tuan.
Jantung Amo berdebar kencang saat melakukan ritual itu.
Sulit untuk bernapas.
Jadi, kumohon...
Amo.
Yang kau rasakan adalah cinta.
Lihat?
Gadis di buku bergambar ini jatuh cinta dengan pangerannya, ingat?
Itu sama saja!
Kau jatuh cinta kepadaku!
Begitu rupanya.
Ini cinta, ya?
Kau wangi sekali, Amo.
Tidak sendirian...
Kau tidak sendirian. Tidak sendirian...
Cinta pertama.
Jadi, perasaan ini adalah cinta pertama.
Siapa di sana?
Permisi.
Siapa kalian?
Siapa bilang kalian boleh masuk ke sini?
Tempat ini hanya untukku dan Amo!
Hei!
Dasar kau...
Aku akan menghajar kalian.
Kalau kalian tak pergi sekarang juga,
kalian akan kuhabisi!
Akan kuinjak kalian sampai mati dengan Objek Vitalku!
Ini akan lebih cocok untukmu.
Kekosongan yang diciptakan oleh apa yang hilang dari hatimu...
Ini akan mengisinya.
Ya, ini yang terdekat.
Kemarilah.
Nona.
Kau bisa menyimpannya sampai waktunya tiba.
Jaga baik-baik.
Apa kau...
malaikat?
Tuan! Kau lihat itu?
Orang-orang itu... Mereka malaikat!
Keren, kan?
Mereka benar-benar nyata. Tidak hanya ada di buku bergambar.
Amo...
Kau kena pukul.
Apa sakit...
Itu sepatu botku!
Beraninya kau mengambilnya, Jalang!
Kau pikir orang rendahan sepertimu pantas menyentuhnya?
Tuan...
Pencuri! Pencuri kotor!
Berapa kali harus kuajari
sebelum kau menurutiku?
Bodoh...
Apa?
Aneh.
Ini tidak terasa normal.
Biasanya, tidak terasa apa-apa.
Kini, bahkan rasa itu pun sudah mati.
Perasaan berisik di hati Amo...
Apa bot ini yang membuat suara itu?
Ya.
Benar.
Bot ini lebih cocok untuk Amo.
Lebih cocok untuk Amo!
Kalau begitu, ini milik Amo.
Tidak ada yang boleh memilikinya!
Hei.
Aku ingin bertanya...
Rudo.
Kau dari mana saja?
Dia memberi tahu kami semuanya
soal hal yang ingin kau tanyakan.
Apa...
Tidak...
Bagaimana?
Bagaimana bisa Objek Vitalku meresponsmu?
Mustahil. Objek Vital seharusnya hanya bisa digunakan oleh pemiliknya.
Kenapa Objek Vitalku merespons orang lain?
Mungkin karena itu bukan milikmu?
Amo tidak tahu banyak soal Objek Vital,
tapi malaikat tadi bilang bot ini lebih cocok untuk Amo.
Hati Amo terasa lengkap saat memegang bot ini.
Seolah-olah Amo menemukan bagian yang hilang.
Seperti memasang baterai pada mainan lama dan berfungsi untuk kali pertama.
Seperti itulah rasanya.
Kalau begitu...
Amo boleh ambil ini, kan?
No comments yet. Be the first to leave one.