The first 200 lines.
Halo, mamanya Mido-chan.
Halo.
Midori.
Oh Mama, selamat datang kembali.
Bye-bye, sensei... - Bye-bye....
Kami pulang dulu ya... - Bye...
Yui-chan bye-bye...
Oh selamat siang. - Siang...
Mido-chan bye bye. - Bye bye...
Permisi.
Selamat siang. - Selamat siang...
Maaf, istri saya masih di tempat kerja.
Mama bekerja keras.
Takashi-kun memang hebat.
Hari ini, aku menari sama Yui-chan.
Kamu menari? - Ya.
Sama Yui-chan? - Ya.
Kamu menari dengan baik? - Tentu saja.
Makan malam hari ini adalah hamburger.
Asik!
Aku pulang.
~
Midori! - Ya.
Tarian kamu bagus sekali. - Ya.
Apa kamu mau belajar balet nanti?
Ya.
Toko-san?
Ya.
Kapan Ibu mungkin bisa pake dapurnya?
Ah ya, sebentar lagi.
Tak usah buru-buru. Beritau saja kalo sudah selesai.
Baik.
Selamat datang kembali.
Ya.
Ah, aku mabuk sekali.
Otsukaresama.
Shin-kun, mau makan malam?
Aku buat hamburger hari ini.
Ah, aku sepertinya sudah kenyang.
Begitu ya.
Aku pulang. - Selamat datang kembali.
Shin, ibu sudah masak ikan rebus.
Benarkah? Aku mau makan dulu kalo gitu.
Ya.
Kalo gitu, biar aku hangatkan dulu.
Maaf merepotkan ya...
Sini! - Makasih.
Hei, Shin...
Ayah akan kembali bulan depan dari Fukuoka.
Ah, gitu ya.
Aku ada perjalanan bisnis bulan depan di Beijing.
Oh, pegawai perusahaan perdagangan benar-benar sibuk.
Begitulah.
Oh iya. Toko!
Ada acara kumpul-kumpul para pengembang mall akhir pekan ini.
Kurasa gaun renda-mu yang sebelumnya itu cukup bagus.
Hmm... Apa itu tak membuatnya terlihat terlalu manis?
Hm? Aku suka itu kok.
Otsukaresama.
Ah! Kamu memotong jahenya dengan hati-hati sekali.
Ya, keliatannya enak
Nih.
Itadakimasu. - Ya.
Bagaimana? - Enak.
Kamu memang suka makan ikan sejak kamu kecil, ya.
Apa benar? - Ya.
Kamu selalu menghabiskan ikan kinmedai saat itu.
Selalu? - Selalu.
Kamu tak ingat ya?
Ah…
Itu tadi nikmat sekali, Toko.
Terima kasih.
Ya.
Ah...
Sesekali, aku rasanya mau bepergian sama Toko.
Mungkin setelah Midori masuk SD nanti.
Kedengarannya bagus. - Ya.
"Hujan salju yang lebat..."
"...telah menutup semua jalur perjalanan yang ada di Perfektur NIigata."
"Karena salju, Hokuriku Shinkansen..."
"...jalan tol di Niigata yang..."
"dekat dengan kedua jalur."
"Di jalan raya umum, 17, di perfektur..."
"Ada pembatasan lalu lintas di jalur atas dan bawah."
"Kapan jalan akan dibuka lagi, belum diketahui sampai sekarang."
"Akibatnya, jalur kereta api dan penerbangan jadi kosong."
"Semua penerbangan hari ini..."
Menakutkan.
Takut apa?
Aku merasa akan terjebak seperti ini sepanjang waktu.
Ah!
Jangan dimatikan!
~ Sub indo oleh ch4nk-san ~
Saya sudah baca buku Anda, Ichikawa-sama.
Saya sangat beruntung bisa bertemu buku Anda ini.
Tidak, rasanya agak malu mendengarnya.
Gimana ya...
Rasanya seperti menunjukkan jalan yang benar untuk pekerjaan saya.
Bukan hanya untuk saya sendiri.
Di dalamnya ada tulisan yang bisa berguna juga untuk para ibu rumah tangga.
Senang mendengarnya. Terima kasih.
Eh... Toko-san ya?
Benar.
Boleh saya pinjam sebentar suami Anda?
Ah, tentu.
Maaf. - Permisi.
Benar-benar istri yang hebat.
Tidak, maafkan kalo dia tak terlalu pandai berkata-kata.
Ya.
Terima kasih.
Muranushi-sama.
Ini dari suami Anda.
Ah...
Terima kasih.
( Aku masih akan tinggal sebentar. Kamu boleh pulang duluan. )
Mari duduk!
Ah, tapi suami saya memanggil saya.
Ayo gabung sebentar!
Saya benar-benar minta maaf. - Sudah mau pergi?
Kurata-san?
Lama tak jumpa.
Sebagian besar pekerjaan yang berhubungan dengan konstruksi terhubung ke mana saja.
Kamu terkejut?
Aku sudah menutup kantor arsitektur ku.
Manajemennya terlalu banyak masalah.
Aku sekarang mendesain di perusahaan teman ku.
Ini mobil baru, ya?
Sudah 10 tahun sejak itu, ya?
10 tahun...
Rasanya seperti masa lalu yang jauh.
Hei, apa kamu masih ingat desain gambarmu itu?
Eh? Yang waktu kuliah dulu itu?
Benar.
Desain rumah impianmu itu.
Apanya yang lucu dari itu?
Tidak, maaf maaf.
Kata-katamu membuatku ingin tertawa.
Kamu masih ingat seperti apa gambar itu?
Tapi, aku ingat hari itu.
Karena itu pertama kalinya aku bertemu kamu.
Apa kamu sudah tak menggambar lagi?
Ya, sudah tidak lagi.
Soalnya aku juga sudah punya anak juga.
Berapa usia putrimu itu?
Sudah 6 tahun.
Aku yakin dia imut sekali.
Ya.
Bagaimana dengan suamimu?
Dia orang yang baik.
Dia benar-benar dekat dengan anak kami.
Aku sebenarnya mau terus bekerja.
Tapi, aku sudah diberkati anak itu.
Aku sudah bahagia sekarang.
Kamu gak berubah ya..
Diluar panas sekali.
Benar. - Ayo cepat masuk rumah!
Ah, kami pulang... - Selamat datang kembali.
Aku pulang... - Selamat datang kembali.
Mama, aku haus. - Benarkah?
Tidak, aku berkeringat sekali.
Setiap tahun, Jepang semakin menjadi negara tropis.
Itu benar.
Mama, mau jus apel.
Mungkin sebaiknya nanti kita jalan-jalan di malam hari saja. Mama, mau jus apel.
Mungkin sebaiknya nanti kita jalan-jalan di malam hari saja.
Ini, ada surat buat kamu.
Untukku?
Jarang sekali ya...
Terima kasih.
Ibu ganti pakaian dulu. - Ya..
Muranushi Toko-san.
Usia 32 tahun. Desainer tata ruang.
Melihat riwayat pekerjaan Anda ini...
Ya.
Sepertinya ada jeda waktu yang cukup jauh disini.
Saya bekerja sampai menikah dan kemudian punya anak.
Ah, begitu ya. Aku mengerti.
Kurata-san, bisa cek ini sebentar?
Maaf.
Oh desain kafe...
Ya, sepertinya Anda cukup mahir juga untuk urusan belanja bahan.
Kalo gitu...
Ah Toko, makanlah tahu nya.
Baik.
Hmmm, daging di sini memang yang paling enak.
Aku ingin sekali kamu mencobanya, jadi aku membawamu kemari.
Terima kasih sudah mengajakku makan masakan yang enak ini.
Hari ini ulang tahun pernikahan kita.
Dan juga sebagai ucapan terima kasih untuk yang di pesta waktu itu.
Oh...
Ternyata benar, gaun itu banyak yang suka.
Ya.
Mau bunga daisy-ku?
Ya.
Shin-kun. - Hmm?
Anu... Karena Midori tahun depan akan masuk SD,
jadi aku berpikir untuk kembali bekerja lagi.
Kenapa?
"Kenapa"?
Tapi, kamu tak perlu bekerja, kan?
No comments yet. Be the first to leave one.