Release info

What's For Dinner, Mom 2016 720p BluRay x264 YIFY [enthus1ast com]
A Commentary by triestra
Terjemahan subtitle orisinal dari Subscene_Fan

Tags

BluRay
x264
720p
720
Published on: 2020-05-02
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku menemukan sebuah kotak.

Kotak dengan desain dari Jepang.

Tapi ini bukan kotak biasa.

Banyak kenanganku di dalamnya.

Kakak tidak masuk ke dalam?

Aku menunggu kau datang.

Kakak tumbuh besar di sini.

Seharusnya kakak masuk.

Tidak, melihatnya saja sudah membuatku senang.

Kakak tidak mau merenovasi ulang?

Tentu saja mau.

Debunya di mana-mana.

Yo, kau ingat kombinasi brankasnya?

Tidak.

Dulu kakak biasanya bisa membukanya.

Apa ya?

Berapa banyak uangnya?

100 juta yen?

Atau tumpukan surat berharga.

Apapun itu, kita harus membagi sama rata.

Jika wasiatnya tertulis harus dibagi.

Mungkin ada wasiat di dalamnya?

Makanya kita tidak bisa menemukan wasiatnya.

Seharusnya Ibu menuliskan kombinasinya.

Wah terbuka.

Kosong.

Aku kecewa sekali.

Apakah itu aku?

Ya.

Semuanya diangkut?

Ya.

Baik.

18 November 1972.

Kumpulan Resep Masakan Ny. Lui

Ayam dengan rendaman kedelai

Cumi-cumi dengan bumbu bawang putih.

Tumis kol Cina dan ikan asin.

Sup daging babi.

Ceker babi.

Kerang rebus.

Tempura Taiwan.

Udang gulung.

Kue lobak.

Apa menu makan malamnya, Bu?

Tentu saja.

Kelihatannya lezat.

Aku lihat adikmu di TV.

Benarkah?

Aku juga lihat.

Ingat dia selalu membuntutimu saat kecil?

Sekarang dia sudah menjadi aktris.

Lagu-lagunya selalu menyentuh hati.

Ini juga lagunya.

Ini mengingatkanku dengan bekal makananmu.

Nasi dengan acar telur.

Kami belum pernah dengar.

Masakan Taiwan.

Coba lihat bekalnya Hitoto!

Ya.

Sandwich

Bekal murid baru berbeda.

Masa'?

Coba lihat.

Wah.

Apa itu?

Belum pernah lihat?

Yang warna coklat itu apa?

Daging babi?

Ini dia.

Ceker babi. Seperti yang Ibumu buat.

Pertama kali aku lihat ceker babi saat main ke rumahmu.

Terima kasih.

Aromanya enak.

Kau pilih yang itu?

Dagingnya lembut sekali.

Terima kasih.

Aku ingat saat diundang ke rumahmu.

Ada pesta bergaya Taiwan.

Yo memakan ceker babi yang besar.

Hampir dua kalinya dari ukuran tangannya.

Aku khawatir sekali.

Ceker babi adalah hidangan terlezat di pesta keluargamu.

Begitu meriah.

Sekarang, hidangan ini bisa ditemukan di mana saja.

Menggerogoti dagingnya tanpa harus merasa malu.

Apa ini?

Kue lobak?

Kue lobak kukus.

Dulu Ibu sering membuatnya.

Sudah berapa lama Ibumu meninggal?

20 tahun.

Sudah lama ya?

Dalam pikiranku, Ibumu selalu terlihat memasak.

Di dapur itu.

Kobaran api di mana-mana.

Kami ingin merenovasi ulang.

Lagipula sudah kosong sekarang.

Memang benar.

Aku tidak lagi merasakan masakan selezat masakan Ibu.

Kue lobak buatan Ibu memang yang terbaik.

Tokyo, 1968.

Aku tertua dari dua bersaudara.

Ayah dari Taiwan, Ibu dari Jepang.

Awal pertemuan mereka bisa dikatakan dramatis.

Selamat datang.

Selamat malam.

Selamat malam.

Boleh kupinjam cincin yang kau kenakan?

Aku ingin pinjam cincinmu.

Maaf, tidak bisa.

Minggu depan aku kembalikan.

Tapi aku minta maaf, tidak bisa.

Aku jamin akan dikembalikan.

Maaf, tidak bisa.

Ada masalah, Tn. Yan?

Tidak, aku hanya ingin meminjam cincin Nn. Issei.

Cepat serahkan.

Serahkan cincinnya.

Baik.

Terima kasih, Nn. Issei.

Bisa bantu aku check-in ?

Tentu saja.

Tapi satu hal, Tuan. Namaku dibaca Hitoto, bukan Issei.

Tn. Yan Huimin adalah CEO Taiyo Industries, Taiwan.

Ayahnya dulu selalu menginap di sini.

Jaga sikap.

Anggap rumah sendiri, Tn. Yan.

Nona Hitoto.

Aku tidak akan melupakan nama itu.

Aku pun tidak akan melupakan Anda, Tn. Yan Huimin.

Aku yakin kau pasti kaget.

Tentu saja.

Itu cincin tunangan, kan?

Maka dari itu, aku ingin melepasnya dari jarimu.

Karena untuk saat ini, kau tidak terikat siapapun.

Ini sebabnya aku berbohong padamu.

Aku tidak mau melihatmu sudah tunangan. Aku ingin mencabut cincin itu.

Tapi itu bukan cincin tunangan.

Cincin itu milik kakakku.

Astaga.

Apa yang sudah kuperbuat?

Anda berkenan mengembalikannya?

Maaf, cincinnya hilang.

Kok bisa!

Dengar...

Sebagai gantinya...

Tolong terima cincin ini.

Mana mungkin aku bisa menerimanya.

Ya.

Ini enak.

Coba lihat.

Ini lezat.

Coba lihat sini.

Ini juga enak.

Tambahkan kecap kedelai.

Sekuncup gula.

Baik.

Dan minyak.

Rahasianya adalah tumis campuran tadi.

Pastikan aromanya wangi.

Ada kabar seorang penulis yang baru kembali dari Amerika menghilang.

Pembangkang lagi?

Kau juga harus waspada.

Jangan diteruskan lagi. Ibu benci masalah ini.

Aku tidak melakukan hal yang aneh-aneh.

Kami tahu. Semuanya pun tahu.

Tapi kau tahu kenapa mereka terus mengincar kita?

Jika kita bisa menyogok supaya masalah selesai, bayar saja.

Seperti yang Ibu lakukan saat kabur dari Cina?

Aku bukan orang Cina.

Aku orang Jepang!

Aku pun sama sepertimu.

Aku juga tidak bisa bahasa Cina saat pertama kemari.

Aku tidak mengerti ucapan mereka sama sekali.

Mereka berbicara bahasa Cina untuk mengabaikanku.

Kalau begitu, kau harus belajar bahasa Cina.

Kenapa pula aku datang kemari?

Halo, Tn Yan.

Ny. Lee

Anda sehat?

Baik, terima kasih.

Aku senang mendengarnya.

Jaga diri.

Terima kasih.

Sampai jumpa.

Jodoh datang tidak bisa ditolak.

Tidak lama lagi, kau akan seperti orang Taiwan.

Biarkan saja.

1976

Ini buatku ya.

Baik.

Tunggu.

Terima kasih.

Yang ini.

Selamat pagi.

Aku ingin beli ini.

Ayo. Terima kasih.

Terima kasih.

Selamat pagi, Juragan.

Selamat pagi.

What's for Dinner, Mom? subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left