The Smile Has Left Your Eyes

The Smile Has Left Your Eyes

하늘에서 내리는 일억개의 별

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

错ㅡㅡ일억개의 별ㅡㅡThe Smile Has Left Your EyesㅡㅡE03 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Maaf telat. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-10-11
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dia membuatku berdebar-debar.

Tiap kali melihatnya, entah kenapa aku gugup.

- Dia tampak terlalu biasa. - Astaga.

Benarkah dia pembunuhnya?

Kamu di mana?

Aku tidak melihatmu.

Kamu di mana?

Aku sedang melihatmu.

Aku menyuruhmu menunggu di depan kamar kecil.

Kenapa kamu masuk ke kantorku?

Aku tidak tahu itu dilarang masuk. Maaf.

Kamu melihat apa tadi? Fokus sekali.

- Pembunuhnya. - Pembunuh?

- Ya. Di dinding. - Di dinding?

Maksudmu, foto Choi Sang Hoon?

Ya.

Pada malam tanggal 12 September,

di Wonyoung-dong, distrik Wonyoung, Seoul,

wanita 20-an tahun dibunuh di sebuah apartemen eksklusif.

Kekasihnya, Choi, yang menjadi tersangka utama,

ditangkap 12 hari setelah kejadian.

Itu Cho Rong.

Tepat setelah kejadian,

Choi kabur ke Kanada dan mempersulit investigasi.

"Dia polisi. Pekerjaannya tetap."

"Sepertinya dia baik."

"Tapi dia terlalu naif, bisakah aku mencintainya?"

"Tidak, kami hanya berkencan."

"Akan kucoba berkencan dahulu." Inikah yang kamu maksud serius?

Tahu apa dia?

Kamu sedang apa?

Bahkan tidak sadar kakak datang dan asyik menonton TV.

Haruskah kakak mendorongmu ke dalam TV?

- Apa? - Kakak.

- Ada Cho Rong. - Cho Rong? Di mana?

YBN, Kim Nam Soo.

Astaga, sudah selesai.

Kakak, sepertinya Cho Rong membekuk pembunuh.

Bukan dia yang membekuk pembunuh,

tapi polisi.

Seluruh unit jatanras regu tiga.

Lalu kenapa Kakak tidak muncul di TV?

Kakak pasti bermalas-malasan lagi.

Kenapa ini berantakan?

Kamu sudah dewasa. Rapikan barangmu.

Apa Kakak juga begitu?

Ada apa lagi? Kakak tidak berbuat apa-apa.

Kakak memikat setiap wanita

dan menganggap mereka akan jatuh hati?

Kakak ke bioskop dengan wanita lain walau punya pacar?

- Apa semua pria begitu? - Apa?

Dia punya pacar? Sialan.

Maksudku bukan Cho Rong.

Bukan Cho Rong? Lalu siapa?

Seseorang.

Siapa?

Kakak tidak perlu tahu. Dia menyebalkan.

Di mana kamu menyembunyikannya?

Di mana kamu menyembunyikan pialanya?

Ada di kamar Mi Yeon.

Itu piala favoritnya.

Tidak ada di kamarnya. Kenapa?

Karena kamu membunuhnya dengan itu.

Dengan piala favorit kekasihmu.

- Di mana kamu membuangnya? - Waktumu sempit, bukan?

Bukan aku.

Bukan aku pembunuhnya.

Kamu tidak ada waktu untuk ini.

Kalian harus pergi

dan menangkap pelaku sesungguhnya.

Tangkaplah bedebah

yang membunuh Mi Yeon.

- Kamu di sini rupanya. - Ya.

Interogasinya akan berlangsung semalaman.

Apa reaksi pertamanya?

Mulanya, dia terus menanyakan apa Mi Yeon sungguh tewas.

Dia ingin memastikan apakah korban itu sungguh Mi Yeon. Lalu...

Dia menangis lebih dari tiga jam.

Tidak kusangka mendesaknya mengaku akan sesukar ini.

Bagaimana dengan DNA di bawah kuku Mi Yeon?

Seperti biasa. Dia mengaku bertengkar dengan Mi Yeon,

tapi tidak membunuhnya.

Choi Sang Hoon mengaku

bahwa Mi Yeon seharusnya berlibur dengannya.

Tapi belakangan ini, mereka sering berselisih.

Tempo hari, Mi Yeon bersikeras tidak akan ikut.

Perselisihan pun makin pelik.

Karena marah, akhirnya Choi berlibur sendiri.

Bagaimana jika besok

perintah penahanannya ditolak karena dia tidak mengaku?

Astaga. Situasinya akan runyam.

Dia kabur ke luar negeri. Pasti perintah penahanan akan dikeluarkan.

Tapi benarkah itu?

Mereka seharusnya berlibur bersama?

Tiketnya dipesan atas nama mereka

dua bulan lalu.

Tapi menurutku itu pura-pura.

Dia lulusan jurusan akting.

Jin Kang senang menontonmu di berita.

Sungguh? Dia menontonnya?

Jin Kang...

Letnan Tak mencarimu.

Mengenai proposal hari ini,

kami akan menggelar rapat dahulu, lalu mengabari kalian.

Aku harus menghubungi Jin Kang, bukan?

Ya.

Kini kita keluarga.

Aku ingin kalian bertemu semua orang di tempat pembuatan bir.

Tentu saja.

Bisa perlihatkan proses pembuatan birnya kepada Jin Kang?

Aku baru akan memberi tahu soal itu.

Buat saja janji sebelum kemari.

Baiklah.

Menyaksikan langsung terasa berbeda dari membacanya.

Sepertinya seru.

- Ayo. - Baik.

Baiklah. Bisa berkumpul sebentar? Mari kita menyapa mereka.

Mohon berkumpul di sini.

Ayo.

Mereka perwakilan Design and Look

yang akan mendesain untuk kita ke depannya.

- Tepuk tangan untuk mereka. - Halo.

- Selamat datang. - Ya.

Dari sebelah sini, dia Presdir Hwang Seon Hwa.

Senang bertemu dengan kalian.

Ini Direktur Yoo Jin Kang.

Aku akan berusaha.

Lalu ini asisten manajer, Lim So Yeon.

Halo, aku akan berusaha.

Mereka ahli mendesain, jadi, silakan diskusi dengan mereka.

Mereka adalah tim kami.

Dia adalah kebanggaan di tempat pembuatan bir kami,

Master Gil Hyung Joo.

Dia luar biasa.

Dia berkuliah di luar negeri.

- Sungguh? - Ini Direktur Tony.

- Senang berkenalan. Hai. - Hai.

- Apa kabar? - Yoo Jin anggota termuda kami.

- Halo. - Senang berkenalan.

Dia tampan, bukan? Ini Hee Jun.

Aku Hee Jun.

Lalu yang terakhir, asisten pertama kami,

Moo Young.

Halo.

Karena kita akan bekerja sama,

mari menikmatinya.

- Baik. - Ya.

Sudah jam istirahat? Menu hari ini sup ikan beku.

Bukan, kopi. Mari kita sarapan siang di luar hari ini.

Sarapan siang?

Kamu berjanji mentraktir kopi.

Kamu serius akan pelit begini?

Kantongmu tebal.

Kamu sangat tidak rela sudah membelikanku sushi?

Berkantong tebal bagaimana?

Uangmu banyak. Tidak ada tanggungan.

Kamu tidak menafkahi siapa pun

dan tidak berbelanja barang mewah.

Tidak perlu berbelanja untuk dirimu.

Ya.

Aku bercerai dengan suamiku karena mandul,

jadi, aku tidak memiliki suami atau anak.

Puas?

Astaga.

Aku berusaha keras melupakannya. Terima kasih telah mengingatkanku.

- Tidak usah saja. - Tunggu.

Kenapa pembicaraan kita beralih ke sana?

Ayo pergi sekarang.

Kenapa? Perkataanku tadi pujian.

Pujian apanya?

Maksudku,

kamu tidak bisa berdandan,

tidak tertarik dengan kemewahan,

bahkan tidak suntik botoks yang semua orang lakukan.

Kamu selalu tidak peduli dengan penampilan.

Astaga.

Beraninya kamu menganggapku tidak peduli?

Baju ini harganya 480 dolar.

Kardigan ini 350 dolar.

Sepatu ini 280 dolar setelah didiskon 30 persen.

Perawatan manikur dan pedikurku senilai 100 dolar.

Astaga.

Semuanya semahal itu?

Beraninya kamu menilai orang bisa berdandan atau tidak?

Apa katamu tadi? Botoks?

Botoks sudah tidak zaman. Ini masanya filler, dasar tua.

Kenapa pikirmu aku tidak disuntik filer?

Sudah lama kerutan garis senyumku tidak tampak.

- Kamu disuntik filler? - Ya!

Aku disuntik filler dua kali. Dua kali!

Astaga, gemas sekali. Kamu mau dicakar

oleh kuku 100 dolar ini? Kita lihat sedalam apa cakarannya.

Sudahlah.

Suasana hatiku menjadi kacau karena masalah makan siang.

Maaf. Aku tidak bisa menjawab karena sedang bekerja.

Begitukah?

Kemarin kami menangkap kriminal,

jadi, kami sulit fokus semalaman.

Aku menontonnya di berita!

Kamu cukup lama disorot.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left