Pain (Pained / Tong-jeung / 통증)

Pain (Pained / Tong-jeung / 통증) (통증)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Pained 2011 1080p WEB-DL AAC2 0 x264-ACORNNUT
A Commentary by MonoProbe

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2024-04-12
Downloads: 60
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Maafkan aku, tuan.

Bagaimana bisa bungamu 10 kali lebih besar dari pinjamanmu?

Apa kamu tidak bisa menelepon?

Kenapa kamu datang ke rumahku!

Keluar!

Hon? Apa aku harus menelepon polisi?

Ya.

Tuan, kamu cukup berbeda saat kamu meminjam uang.

Jadi?

Kamu menambahkan bunga yang tidak masuk akal!

Apa masalahnya jika terlambat membayar beberapa bulan!

Apa? Kamu mau memukulku?

Apa kamu tahu bagaimana keadaan dunia saat ini?

Kamu pikir ancaman akan berhasil?

Apa mereka bodoh?

Tuan Park? Tolong, ke sini.

Klien bilang dia tidak melakukan kesalahan apapun.

Tapi jatuh tempo pembayaran sudah terlewat jauh.

Pekerjaan apa yang kamu lakukan?

Maafkan aku.

Dia bilang kita bodoh.

Dasar sial.

Apa kamu tidak bisa mengerjakan pekerjaanmu dengan benar?

Bukankah sudah akuk bilang bicara pada beberapa orang akan berhasil,

dan tidak untuk orang lainnya?

Lepas sepatumu.

Berdiri!

Tidak sopan memakai sepatu di rumah orang!

Apa yang kamu lakukan?

Tidak, tuan.

Itu bukan kesalahanmu.

Dia salah. Aku harus memberinya pelajaran.

Berdiri tegak!

Hah? Bayi?

Ah, kamu punya bayi.

Jadi itu alasannya.

Butuh banyak uang untuk merawat bayi.

Seharusnya kamu mengatakannya padaku sebelumnya.

Ke sini.

Apa yang kamu pikirkan!

Ah... tuan?

Beri aku satu hari saja.

Tidak, 1 jam. Tolong.

Aku akan membayar.

Si kurang ajar itu akhirnya membayar.

Letakkan ini di wajahmu. Wajahmu sukup memar.

Dan hapus darahnya

Kita mengumpulkan uang dengan susah payah,

tapi berakhir dengan uang kecil.

Tahu berapa banyak orang di Seoul yang

sebenarnya berasal dari sini?

Coba tebak.

Tidak tahu. Setengah?

Hanya 1,5%.

Mereka semua berasal dari desa

seperti aku yang ingin mencari hidup yang lebih baik.

Seoul penuh dengan orang yang seperti itu.

Lalu, dari semua orang itu

siapa yang berhasil?

Kepintaran adalah berkat.

Dan kegigihan.

Selanjutnya adalah kekuatan.

Orang yang seperti itu akan berhasil.

Lalu?

Bagaimana menurutmu?

Keneranian, teman. Kamu memerlukannya.

Tidak peduli sekolah Ivy League

atau seberapa kuat kamu...

Jika kamu tidak punya keberanian, kamu hanya makan dan mati.

Kamu tahu?

Apa yang lebih baik dari itu?

Orang yang bisa berhasil

adalah orang yang punya keberanian?

Pikirkan itu sampai aku kembali.

Nam-soon, ganti tanganmu.

Tanganmu bisa beku.

Aku akan kembali!

Apa aku bisa melihat yang itu?

Ini?

Pilihan yang bagus!

Aku merancang ini sendiri.

Kamu punya selera yang baik.

Bagaimana menurutmu?

Kamu terlihat cantik memakai apapun.

Ayolah. Siapa yang bilang begitu?

Aku!

Tidak ada yang lebih cantik dari aku.

Ayo.

Tentu saja tidak ada!

Pintar-pintarlah.

Jangan biarkan mereka menyentuh apapun.

Itu hanya perhiasan palsu.

Hal yang paling menjijikkan adalah apa yang dipegang orang-orang.

Benda, hewan...

Atau bahkan orang.

Barangmu akan tertutup

dengan kotoran.

Ji-sun?

Ya?

Apa... Apa yang kamu lakukan?

Memberikan kotoranku untukmu.

Tertawa sepuasmu?

Sial.

Hanya karena ayahmu meninggal...

Dia masih hutang $6.000 padaku!

Jangan membeli minuman lagi, makan saja.

Dasar!

Sakit, kan?

Lihat!

Kamu sakit, lalu mati. Jaga bicaramu.

Apa ada orang di rumah?

Ini tidak akan mudah.

Ya?

Siapa?

Bicaralah.

Aku bekerja sekarang.

Jam berapa?

Di mana?

Sial.

Permisi. Nona?

Aku Song Beom-no.

Aku punya janji jam 3.

Tunggu.

Tuan? Tuan Song ingin menemuimu jam 3?

Siapa kamu?

Bayar.

Kamu adalah suami

Lim Gye-jung, kan?

Ya.

Kamu menggunakan kekerasan untuk mengancam?

Pukulanmu sungguh tidak bertenaga.

Jadi, berapa hutang istriku?

Kenapa, jadi kamu bisa membayarku sekarang?

Katakan berapa!

Apa kamu punya agama?

Apa?

Aku penganut Buddha.

Jadi, aku berpikir...

Uang itu penting untukku...

Tapi aku rasa hubungan antar manusia sungguh berharga.

Jadi?

Kita harus menyelesaikan masalah kita

dengan uang...

Atau badan...

Pikirkan itu,

Hah?

- Astaga! - Sudah kubilang!

Bicara bisa menyelesaikan masalah untuk beberapa orang,

tapi tidak untuk lainnya! Benar bukan?!

Pergi! Atau aku akan menelepon polisi!

Aku akan pergi jika kamu membayar.

$3.500 hutang ditambah

$5.000 bunga.

Totalnya $9.000.

Aku tidak punya uang sebanyak itu!

Bayar sekarang.

Tunggu!

Itu punyaku!

Dasar.

Jangan menyentuhku!

- Lepaskan aku! - Apa yang terjadi di rumahku!

Nenek! Tolong aku! Dia adalah lintah darat!

Sial...

- Tangkap dia! - Berhenti!

Kamu! Pergi!

Tapi ini musim dingin! Aku tidak bisa!

Aku tidak peduli!

Jika aku berdarah, berarti kasus pembunuhan.

Baiklah.

Bukan karena aku patuh hukum...

Aku tidak ingin ayahku

dicemooh di surga.

Itu alasanku membayar. Paham?

Tapi aku juga punya hutang di tempat lain.

$9.000...

Tanpa bunga dibagi dengan 42 bulan

sama dengan $180 per bulan!

Setuju!

$180?

Mau mati?

Kamu pikir aku bodoh?

Kamu tidak membuatku takut.

Apa?

Kamu mengancam dengan menyakiti diri sendiri,

tapi tidak bisa memukul orang lain.

Apa yang kamu katakan?

Aku menghadapi lebih dari 100 orang setiap hari.

Pikirmu aku tidak tahu?

Aku mengambil kendi

dan barang yang kamu pecahkan tadi.

Aku kembali jam 1 pagi di hari kerja dan 7 pagi saat akhir pekan.

Jika kamu datang sekitar jam itu,

aku akan siapkan $180 per bulan.

Apa-apaan...

Kenapa hidup seperti ini dengan wajah seperti itu?

Mandi dan kamu setidaknya bisa

jadi gigolo.

Bodoh.

Wah, wah...

Kerja bagus.

Pain (Pained / Tong-jeung / 통증) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Pain (Pained / Tong-jeung / 통증)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left