The first 200 lines.
Jangan pergi!
- Kau yang menyuruhku pergi. - Jangan pergi.
Aku perlu…
mengetahui sesuatu, jadi, jangan pergi.
- Kenapa aku harus menurutimu? - Demi Ha-joon.
Apa kau tak mencemaskannya?
Mereka melewati batas yang terlarang
dan melangkah memasukinya.
Baiklah.
Aku takkan pergi untuk saat ini.
Semua mengarah pada suatu kehancuran.
Aku penasaran apa yang terjadi kepada Pak Jin-ho
hingga dia tak pernah bermain lotre lagi sekarang.
Mungkin punya selingkuhan baru. Dia tak pulang kemarin.
Namun, bila dilihat baik-baik, bukankah Bu Jung terlihat berbeda
dari manusia biasa?
Tulangnya pun berbau bangsawan.
Namun, bila kulihat kembali,
Pak Ji-yong benar-benar berbeda dari saudaranya yang lain.
Dia setia pada Bu Seo.
Karakternya memang sangat berbeda.
Sebenarnya…
Pak Ji-yong juga punya wanita lain sebelum bertemu Bu Seo.
- Jangan berbohong. - Ibu kandungnya Ha-joon.
Apakah Tuan Muda Soo-hyuk akan mengikuti jejak mereka?
Menikahi dan mencintai dua orang yang berbeda.
Itulah tradisi para pria keluarga ini.
Tak mungkin hanya satu saja.
Istri sah hanya untuk bisnis. Selingkuhan pertama adalah istri asli.
Selingkuhan kedua adalah pacar.
- Andai aku selingkuhan mereka. - Aku juga.
Andai aku bisa selingkuh juga.
Semua bisa dilakukan asal ada uang.
Kemarilah!
Nenekmu menyuruhku untuk sarapan di sini.
- Baiklah. Ayo. - Ya.
- Ibu sedang apa? - Istirahat.
Gadis malang.
Dia guru berkudaku.
Dia juga pelatih kudaku.
Apa kau benar-benar tahu semua hal tentang suamimu?
Pernahkah kau berpikir bahwa kau hanya melihat yang dia tunjukkan saja?
Itulah maksudku. Hubungan kalian. Aku tak nyaman dengan itu.
Benarkah kau menyayangi Ha-joon?
Dia tampak berlebihan.
Rasa sayangnya kepada Ha-joon berlebihan.
Apa kau ingin Ha-joon tahu bahwa ibunya meninggal?
Bagaimana bila masih hidup?
- Aku pamit. - Sampai jumpa.
Kita akan berangkat.
Inilah duniaku.
Terlihat baik?
Ya.
Kalian terlihat sangat cocok.
Ada apa kemari?
Aku ingin bertanya sesuatu.
Biar kutanya dahulu.
Kudengar kau memberi tahu Soo-hyuk mengenai keberadaan Yu-yeon.
Kenapa begitu?
Soo-hyuk dan Yu-yeon terlihat saling menyukai.
Itulah pertanyaanku.
Soo-hyuk akan bertunangan.
Itukah keinginan Soo-hyuk?
Keinginan?
Tahukah kau makin kaya seseorang, makin sedikit kebebasannya?
Tak semua berjalan sesuai keinginan.
Orang lain berpikir sebaliknya.
Begitulah dunia ini. Hanya kau yang berbeda.
Apa menurutmu semua orang harus menikah karena cinta?
Apa kau bahagia bila menikahi
orang yang kau cintai?
Aku masih begitu.
Syukurlah kalau masih.
Seo-hyun…
Aku tak seharusnya merekrut Yu-yeon.
Ada lagi yang seharusnya tak direkrut.
Kang Ja-kyeong. Guru les Ha-joon.
Bagaimana caranya mendekati keluarga kita?
Apa maksudmu? Aku sendiri yang memilihnya.
Nyonya Grup Iyeon memperkenalkannya kepadaku.
Grup Iyeon?
Aku ingin menemuinya.
Bisa kuatur.
Namun, bolehkah aku tahu alasanmu?
Wanita itu, Kang Ja-kyeong…
Aku mencurigainya.
Ada bukti?
Tidak. Hanya firasatku saja.
Firasat?
Dia terkesan buruk…
seolah menyembunyikan hal besar.
Aku sangat terganggu olehnya.
Mungkinkah dia…
- Tidak. - Ada apa?
Kuberi tahu saat sudah yakin.
Beri tahu saja sekarang…
Aku ingin lebih dahulu menemui nyonya itu. Ada yang perlu kupastikan.
Aku telah mencari informasi mengenai Kang Ja-kyeong.
Biodatanya valid.
Lulusan Universitas Goltcoast bidang psikologi perkembangan.
Memiliki ibu kandung dan adik perempuan.
Juga belum pernah menikah.
Dia berhenti?
Kenapa dia berhenti, padahal sulit masuk kemari?
Sulit masuk kemari? Aku yang memilih dia.
EPISODE 5 FIRASAT
Salam kenal, Bu. Aku Jang Hye-yeong, kepala pembantu di sini.
Salam kenal juga.
Nyonya kami sedang berada di luar negeri, jadi, aku yang akan membantumu.
Dia memintaku menyampaikan bahwa dia akan menyapamu lain kali.
Baiklah.
Apa yang ingin kau ketahui?
Kau tahu Kang Ja-kyeong, bukan?
- Dia mantan guru les di sini. - Tentu saja.
Dia mengajari anak-anak di sini selama lima tahun sebelum akhirnya keluar.
Lima tahun?
Anak pertama pergi ke luar negeri lebih cepat.
Dia merawat anak tersebut dari kelas lima hingga kelas delapan.
Dia juga membantu anak kedua sampai masuk ke sekolah asrama.
Bagaimana pengalamannya sebelum mengasuh keluarga ini?
Apa kau tahu pengalamannya sebelum itu?
Dia mengasuh anak-anak dari kakak nyonya.
Dia bekerja di sana lebih dari enam tahun.
Setelah tuan muda mereka masuk SMP,
dia pindah bekerja di rumah ini.
Karena keluarga kami termasuk penuh rahasia,
kami tak membiarkan seseorang masuk tanpa identitas valid.
Dia tak lama tinggal di Korea.
Dia tinggal di luar negeri lebih dari sepuluh tahun.
Dia hampir selalu di luar negeri.
Anak-anak punya guru les lain saat mereka di sini.
Maaf, bolehkah kulihat fotonya bersama anak-anak?
Tunggu sebentar.
Dia bekerja dengan sangat baik.
Mereka bahkan lebih menurutinya daripada ibunya sendiri.
Mereka dirawat baik olehnya.
Benar.
Dia tak mungkin seperti itu.
Apa yang kau pikirkan, Seo Hi-soo?
Bu, kau baik-baik saja?
Haruskah kita pulang?
Tidak. Kita pergi sesuai jadwalku saja.
Baik.
Tuan Muda memanggilku?
Apa maksudmu kami tampak cocok?
Persis yang kau tangkap artinya.
Kalian berdua tampak serasi.
Kalian dari dunia yang sama, bukan?
Karena itulah kalian serasi.
Benarkah…
kami tampak serasi?
- Apa sebenarnya yang kau tanyakan? - Perasaanmu.
- Aku tak akan bilang. - Katakan.
Katakan padaku.
Tampaknya…
aku menyukaimu.
Tolong minggir.
Bagaimana caraku menanggapinya?
Kau bertanya yang sebenarnya, itulah jawabanku.
Tak ada yang akan berubah.
Dunia kita tetap berbeda.
Aku juga tak mau tahu tentang duniamu.
Bagaimana tak ada yang berubah
setelah kau menggodaku?
Bagaimana rasanya dipanggil "Tuan Muda" saat berusia 26 tahun?
Bagaimana rasanya tak perlu memikirkan masalah
seperti upah kerja minimum, tarif bus,
bunga pinjaman sekolah, atau tagihan telepon?
Aku tak peduli yang bukan milikku.
Aku juga tak ingin itu.
Jangan tergoda dan hiduplah bahagia.
Itulah tugasmu di sini.
Aku akan urus perasaanku.
Jangan pedulikan aku.
Ada apa?
Aku yang memecat anak itu,
bukan nenekmu.
Apakah kau tahu bahwa semua urusan rumah ini
berjalan sesuai dengan keputusanku?
Kenapa seenaknya memecat?
Seenaknya?
Kau yang bertindak seenaknya sekarang.
Kau mau aku mengusirnya lagi?
Pasti tak mau.
Jangan bertindak bodoh. Aku akan mengawasimu.
- Periksa dan kabarkan aku saat siap. - Baik.
Selamat datang.
Bisa bawakan secangkir kapucino?
Aku mau…
yang sangat panas.
Karena itukah kau langsung berpikir
bahwa Kang Ja-kyeong ibu kandungnya Ha-joon?
Aku tahu itu tak masuk akal.
Namun, itu sungguh terlintas dalam pikiranku.
Setelah kupastikan pengalamannya sebagai guru les,
aku merasa telah berlebihan kepadanya.
Meski begitu, aku tetap merasa tak nyaman.
Firasat terkadang lebih akurat daripada indra lain.
Namun, hasil pengamatannya sering sekali salah.
Bagaimana bisa ibu kandung Ha-joon yang sudah meninggal
No comments yet. Be the first to leave one.