Merlin

Merlin

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Merlin S02E07 - The Witchfinder DVDrip
A Commentary by Jun Andrew
Just resync to DVDrip. All credit to RED_dahLIA. Enjoy :)

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
Published on: 2013-11-03
Downloads: 66
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Di daratan mitos dan jaman sihir,

takdir sebuah kerajaan besar berada di pundak seorang pemuda.

Ia bernama...Merlin.

Hors, beride tha heofenan...

Hey! Kau melihatnya? Asap itu, kau melihatnya?!

Tidak... Aku tak lihat apapun. /Kau buta ya?! Kau ada di sini!

Kuberitahu ya, itu tadi sihir.

Ada penyihir di sini! Kita harus beritahu raja!

Tidak... Tunggu!

Terjemahan Indonesia: RED_dahLIA

Enjoy.. :)

Kau melihat sihir, kau yakin? /Ya , paduka.

Dan kau bersumpah di hadapan rajamu?

Aku bersumpah. /Mungkin matamu menipumu. Tipuan cahaya.

Kuberitahu ya, asap itu hidup.

Aku takut setengah mati.

Terima kasih sudah mengabarkan ini.

Kesetiaanmu akan dihargai dengan hadiah.

Terima kasih, Paduka.

Ini tak bisa dibiarkan berlanjut. /Aku akan memburu pelakunya, ayah.

Aku janji mereka tak akan lolos dari hukuman. /Tidak.

Metode yang lebih kuat dibutuhkan.

Panggil Pemburu Penyihir.

Paduka, apa perlu mengambil tindakan ini?

Pemburu Penyihir ini sekutu terpercaya, Gaius.

Bantuannya akan sangat berguna.

Tentu.

Sudah berapa kali, Merlin?

Berapa kali aku harus menanamkan ini ke dalam tempurung kepalamu?

Sihirmu itu rahasia yang harus dijaga dengan nyawamu.

Apa yang kau pikirkan? /Aku...

Aku tidak kepikiran. /Pikir, nak! Pikir!

Hanya sedikit main-main. /Itu sihir dan sudah dipergoki.

Kau benar. Maafkan aku. /Kau harus sembunyikan buku itu.

Apapun yang bisa menghubungkanmu dengan sihir dalam hal apa saja.

Apa? Sekarang? /Ya, sekarang, Merlin. Pria yang dipanggil Uther...

Aku kenal dia. /Si Pemburu Penyihir?

Beberapa orang mengenal dia dengan sebutan itu.

Aku mengenal dia sebagai Aredian. Sulit jika berhadapan dengannya.

Tapi aku bukan witch (penyihir wanita,red).

Lihat, tak pakai gaun atau apapun.

Akan kuambil bukunya.

Aku diharapkan.

Itu orangnya? /Ya.

Kurungan itu untuk apa? /Susah untuk membayangkannya.

Jadi di mana dia selama ini? /Di negeri-negeri asing.

Mengikuti ke mana pun sihir membawanya.

Dia melakukan semua ini atas namamu?

Pemburu Penyihir tak melayani siapapun. Dia adalah tuan bagi dirinya sendiri.

Apa kalian menciumnya?

Kau menciumnya, Uther?

Aredian. /Ada di sekitar kita.

Bau amis sihir.

Menginfeksi kota hebatmu seperti wabah menular.

Aku menyambutmu di Camelot, Aredian. Terima kasih sudah datang kemari.

Mari berharap aku tidak terlambat.

Untuk setiap jam yang terbuang dalam perang melawan sihir.

Tak bisa dicegah, menyebar seperti wabah.

Menyerang yang muda dan yang tua...

...yang lemah dan yang kuat...

...baik yang adil maupun yang curang.

Kau semakin malas, Uther.

Kau semakin terlena.

Camelotmu yang terhormat digerogoti sampai ke pusatnya.

Kau berada di ambang kelengahan.

Aku siap membantumu, Aredian.

Para ksatria akan membantumu dengan cara mereka. /Kau pasti Arthur.

Pastinya.

Kau ksatria hebat.

Yang terbaik yang pernah dipunyai kerajaan ini.

Trim's. /Maka kau tak akan tersinggung saat kubilang aku tak butuh kau dan ksatriamu.

Ketrampilan cerdik sihir hanya bisa dilawan dengan kecerdikan juga.

Metodeku diperoleh dari pembelajaran melebihi dekade.

Metode yang hanya diketahui diriku sendiri. /Kami bersyukur atas bantuanmu.

Hanya bersyukur tidak bisa membuat orang tetap hidup.

Kau harus meletakkan makanan di perutnya.

Aku akan membayarmu, Aredian, Apapun itu.

Kuucapkan selamat malam.

Aredian.

Kapan kau mulai?

Aku sudah mulai.

Gaius, benar?

Aku tak pernah lupa wajah orang.

Aku juga, Aredian.

Seorang tabib sekarang, kudengar.

Kau selalu haus ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan sains. /Tentu.

Asistenku, Merlin.

Merlin. /Semoga investigasimu menyenangkan, Aredian.

Omong-omong, permisi, ada pekerjaan menunggu untuk kami dikerjakan.

Tentu saja. Merlin?

Aku punya sedikit pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu.

Tolong datang ke ruanganku satu jam lagi.

Jadi kau sudah tahu kalau sihir telah dipraktekkan di sekitar Camelot?

Ya. Maksudku...

Tampaknya. /Tidak, itu tak bisa dibantah.

Ada seorang saksi.

Ya, aku tahu.

Apa kau juga tahu kalau wanita itu menyebutmu sebagai saksi? /Tapi...

Aku sudah bicara padanya. Dia sangat yakin akan hal itu.

Tapi aku bukan saksi. /Maaf, mungkin aku salah dengar.

Apa kau membantah kalau kau berada di saat kejadian?

Tidak. Aku di sana. /Jadi kau melihatnya, kuda yang diciptakan dari asap?

Aku melihat asap, tapi itu hanya asap.

Aku tak melihat yang lainnya. /Maksudmu dia berbohong?

Tidak, aku tak bilang begitu. Kubilang aku tak lihat apa yang dia lihat.

Bagaimana bisa? Aku penasaran.

Bagaimana bisa seseorang melihat apa yang tidak dilihat orang lain?

Aku tak bisa menjelaskannya.

Aku sendiri juga tak bisa menjelaskannya.

Kecuali jika kaulah yang melakukan sihir itu.

Bukan aku. /Bisa kau buktikan bukan kau pelakunya?

Tidak.

Hmm.

Sudah cukup...

...untuk saat ini.

Bicaralah. Jangan takut.

Aku sedang menimba air dari sumur, paduka...

...saat aku melihat mereka.

Wajah-wajah...

...di dalam air, paduka. Wajah-wajah mengerikan...

Seperti orang tenggelam...

Menjerit! Menjerit!

Aku belum melakukan apapun, sumpah.

Katakan apa yang kau lihat.

Goblin.

Menari di atas batu bara. Berdansa di dalam kobaran api.

Dan dia bicara, paduka...

Jantungku hampir berhenti karena ketakutan.

Seperti yang kau dengar, Yang Mulia, insiden di hutan hanyalah awal.

Ada penyihir, paduka. Di alun-alun.

Ada makhluk-makhluk yang melompat keluar dari mulutnya.

Makhluk seperti apa?

Kodok, paduka. Besar, hijau, berlendir, sebesar kepalan tangan!

Penyihir itu menertawakanmu.

Bahkan sekarang, sihir tumbuh subur di jalanan Camelot.

Aku susah menyakininya. /Namun itu benar, Yang Mulia.

Untungnya, aku sudah memanfaatkan setiap keahlianku untuk menghasilkan resolusi.

Penyihir itu.

Kau punya tersangka?

Oh, ya, Yang Mulia.

Aku menyesal harus bilang mereka berada di antara kita di ruangan ini.

Metodeku sempurna. Perburuanku tak terbantahkan.

Fakta-fakta menunjuk pada seseorang dan satu orang.

Pemuda itu, Merlin.

Merlin?!

Kau tak mungkin serius. /Ini kelewatan! Kau tak punya bukti!

Peralatan sihir tak bisa disembunyikan dariku.

Penggeledahan di kamar pemuda itu akan memberikan semua yang kita butuhkan.

Merlin?

Tak ada yang kusembunyikan dari dia.

Bagus sekali. Penjaga, tahan pemuda itu.

Mulai penggeledahan.

Tolong hati-hati!

Ini pekerjaanku!

Teliti setiap inci. Penyihir mahir dalam menyembunyikan.

Tak ada apapun di sini, Aredian. /Aku yang akan memutuskan itu.

Di sana, di balik permadani. Dan di sana, di atas bangku.

Pastikan memeriksa lemari makan. Di sana, di dalam vas tepung.

Ini!

Sebuah jimat tenung.

Apa kau sadar kalau asistenmu menyimpan peralatan sihir?

Tidak. /Pekerjaan kami selesai.

Aku harus memberitahu raja.

Aredian!

Aku yakin kalau jimat itu bukan milik Merlin.

Kalau begitu milik siapa?

Itu milikku.

Kau boleh pergi.

Gaius! Apa yang terjadi?

Jangan katakan apapun, Merlin. Jangan berbuat apapun. Berjanjilah!

Gaius sudah melayaniku dengan dedikasi tak ternilai.

Tanpa pengetahuannya, kearifannya, aku tak mungkin bisa duduk di sini hari ini.

Kau sangat mempercayainya, paduka. Kepercayaan yang begitu besar...

...mengingat dia diketahui telah mempraktikkan sihir.

Gaius? Kau salah. /Tidak, Arthur.

Perkataannya benar.

Aku tahu betul masa lalu Gaius, tapi aku selalu yakin dia sudah berhenti menyihir.

Sampai sekarang. /Kita belum tahu itu.

Jimat yang kau temukan bisa jadi cuma kesalahan tolol.

Atau mungkin dia kembali melakukan kebiasaan buruk.

Tentu kita harus memberi dia praduga tak bersalah. /Kenapa?

Bagaimanapun, ada cara pasti untuk membuktikan kesalahannya.

Aku tahu metodemu efektif, tapi Gaius itu pria tua.

Dia tak akan tahan mendapat beberapa... perlakuan.

Itu hanya satu-satunya cara untuk menyingkirkan keraguanmu.

Pukul berapa ini?

Saatnya untuk mengaku.

Jimat itu adalah peninggalan masa lalu, sebuah kenang-kenangan.

Tapi artefak semacam itu bisa menangkal kematian, pasti kau tahu ini?

Aku salah telah menyimpannya.

Aku sangat menyesal karenanya.

Itu awal yang bagus.

Awal yang sangat bagus.

Tapi belum cukup.

Aredian, aku... /Penjaga!

Apa nuranimu bersih saat kau mempraktekkan sihir di hari Pembersihan Besar-besaran?

Aku tak menyihir lagi sejak bertahun-tahun... /Asistenmu menyimpan peralatan sihir...

Itu milikku. /Jadi ada orang lain mempraktekkan sihir...? /Tidak!

Jika kau musuh kerajaan ini, kau musuh rajamu. /Tidak! Nuraniku bersih.

More Indonesian subtitles for Merlin

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left