The first 200 lines.
"Episode 3"
Dia amat dekat.
Ini milikmu.
Terima kasih.
Itu pasti amat penting.
Tunggu.
Aku pernah melihatnya.
Kemarin.
Dia selalu gegabah.
- Kamu membicarakan siapa? - Kamu di sini rupanya.
Wanita yang berlari ke depan mobilku kemarin.
Apa? Kamu menabraknya?
Untungnya aku berhasil menghindar.
Tapi saat melakukan itu, aku hampir membunuh diriku sendiri.
Astaga.
Haruskah aku meminta ganti rugi atas gangguan emosional?
Tidak usah.
Lagi pula aku tidak akan bertemu dengannya lagi.
Ini. Kontrak Pak Lee Bo Hwa.
Terima kasih.
Aku agak kesal.
Pernikahannya terlalu menarik perhatian.
Mereka bilang itu pernikahan terbesar abad ini.
Tapi ternyata dia menikahi wanita mata duitan
dan malah bercerai.
Itu membuatku percaya bahwa cinta tidak ada artinya.
Rasanya sungguh bebas.
Itu sebabnya aku tidak tertarik menikah.
Astaga, jangan bilang begitu.
Orang menikah karena tidak ingin berpisah dengan pasangannya.
Tapi kemudian mereka tidak tahan melewati hari dengan satu sama lain.
- Untuk apa aku menikah? - Pak Min.
Saat dokter mengobati pasien, mereka tidak sadar
bahwa mereka juga sakit.
Kurasa pandanganmu terhadap pernikahan negatif
karena sering melihat banyak pasangan bercerai.
Mungkin.
Ada apa? Kamu pegal? Mau aku...
Sedikit.
Karena wanita itu,
aku mengerem mendadak. Mungkin bahuku keseleo.
Kamu akan menandatangani kontrak penting hari ini. Itu membawa sial.
- Mungkinkah dia juga mata duitan? - Apa?
Pak Lee juga sama.
Seperti kamu,
wanita itu berlari ke depan mobilnya.
Dia pun jatuh cinta kepada wanita itu.
Dia tidak sadar sudah ditipu.
Mereka masih menggunakan trik kuno seperti itu?
Untuk apa mencederai diri mereka?
Biar kulihat.
- Go Woon. - Man Sik.
Kamu sudah baik-baik saja?
Ya, ini temanku, Man Sik.
Begitu, ya. Kamu temannya Go Woon?
Senang bertemu dengan Anda.
Ini nenekmu?
Bukan, dia ibuku.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Astaga.
Sebaiknya Anda menjalani tes menopause.
Jika gejalanya diabaikan,
kesehatan Anda akan terganggu.
Anda tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
Putra Anda masih kecil. Sebaiknya Anda tidak tampak terlalu tua.
Dia tampak seperti ikan mola-mola tua.
Beraninya dia bilang aku tampak tua.
Nenek?
Ada yang membicarakanku?
Apa?
Bukan apa-apa.
Tampaknya seseorang hendak menjalani tes menopause dan tidak datang.
Maksud Dokter, Bu Woo Yang Sook?
Woo Yang Sook?
Itu ibunya Go Woon.
Baiklah.
Astaga. Kadar E2-nya rendah sekali.
Dia sungguh harus diperiksa.
Ibu, cepat! Aku terlambat.
Banyak janji temu hari ini.
- Janji temu apa? - Astaga.
Menurutmu apa?
Aku akan menemui orang tua murid. Ada masalah?
Tapi kenapa kamu tergagap-gagap?
Kamu disogok orang tua murid?
Hentikan.
Siapa yang mau disogok sekarang ini?
Kamu belum mendengar hukum Kim Young Ran?
Kim Young Ran? Siapa itu?
Kamu punya pacar?
- Ini. - Lupakan saja.
- Minumlah. - Tidak usah.
Menangani anak-anak itu melelahkan. Cepat minumlah.
Bagus.
Selamat bersenang-senang di sekolah. Guru Kesayangan Ibu.
Berhenti memanggilku itu.
Memangnya kenapa? Panggilannya bagus.
- Bukan begitu? - Ya.
Omong-omong, tidur Bibi tidak nyenyak?
Jangan memancing bibi.
Bibi memimpikan Oh Na Ra semalam.
Apa?
Ibu.
- Apa? - Ibu, Bibi Tae Ran memimpikan...
Sampai jumpa. Ayo.
Ya, semoga harimu menyenangkan.
Kamu memimpikan sesuatu?
Bukan apa-apa.
Bukankah putraku luar biasa?
Ya.
Siapa yang punya putra seorang guru di daerah sini?
Aku!
SD Kkumnamu Kelas 6-5.
Pak Choi San Deul.
- Beruntungnya kamu. - Ya, aku beruntung.
Setiap melihat San Deul
berangkat ke sekolah setiap pagi,
rasanya aku ingin menangis.
Semua yang mengejeknya karena tidak punya ayah
kini lebih rendah dariku.
Dia lulus dari universitas terbaik
dengan nilai tertinggi.
Seharusnya mereka sadar diri.
Hentikan.
Kenapa?
Aku tidak bisa berhenti memamerkan putraku yang seorang guru.
Omong-omong, Go Ya ke mana?
Dia mendapat pekerjaan paruh waktu baru, jadi, berangkat lebih awal.
Kakak mau menghadiri kelas menyanyi bersamaku nanti?
"Kelas Memasak Jang Ok Ja"
Halo.
Ini.
Ini tanda terimanya. Silakan diperiksa.
Tunggu sebentar.
Tempat ini
dikelola Bu Jang Ok Ja?
Kamu mengenalnya?
Tentu saja. Aku belajar memasak dari bukunya.
Kamu sekolah kuliner?
Tidak, aku hanya mempersiapkan diri untuk kontes memasak.
Begitu, ya.
Semuanya tampak bagus. Terima kasih.
Sama-sama. Silakan hubungi aku jika membutuhkan bantuan.
"Kelas Memasak Jang Ok Ja"
Bu Jang mengajar di sini?
Hari ini, kita akan membuat sup ayam dengan lipan.
Ini bubuk lipan kering yang sudah ditumbuk.
Dan ini ayam yang diberi pakan lipan.
Kalian tahu?
Lipan dan ayam adalah musuh besar.
Lipan adalah makan kesukaan ayam
dan lipan suka makan ayam yang sudah mati.
Tapi jika dikombinasikan,
kita bisa membuat hidangan yang penuh cita rasa.
Mereka bilang musuh punya kesamaan.
Lipan makanan yang bagus untuk pria.
Aku harus memasaknya untuk suamiku.
Suamiku sulit bangun pagi.
Aku juga harus memasak itu untuknya.
Memangnya hanya suami yang membutuhkan energi?
Kalian tidak memikirkan diri sendiri?
Sebentar lagi kalian akan menopause.
Kamu baru menikah. Pasti kamu amat stres.
Kamu harus mengurus anakmu yang sudah kelas 3 SMP.
Kenapa tidak memikirkan diri kalian?
Anda juga pasti memasak hidangan ini untuk suami Anda.
Ya.
Tapi dia menggunakan energinya di tempat lain.
Dia punya tiga wanita.
- Astaga. - Tidak bisa kupercaya.
Memasak hidangan untuk orang lain memang menyenangkan,
tapi memasak untuk diri sendiri juga penting.
Jika tidak mau berakhir sepertiku,
kalian harus merawat diri kalian dahulu.
Baik!
Kamu yang membeli ini?
Tidak, pembantu baru kita yang membelikannya.
Ada yang salah?
Tidak sama sekali.
Aku hanya ingin tahu dari mana kamu mendapatkan ginseng bagus ini.
Abalonenya juga amat segar.
Tidak mungkin kebetulan.
Pasti dia tahu soal makanan.
Aku juga terkesan dengan bahan yang dia temukan.
Tunggu.
Katanya dia penggemar Anda.
Penggemarku?
"Kontes Resep"
Kemarin aku melihat seorang wanita di sebuah kafe.
Benar. Oh Na Ra.
Halo, Go Ya.
Lihat penampilan Bibi. Bibi mau ke tempat bagus?
Ya, kelas menyanyi.
Bibi ingin memberikan ini dalam perjalanan ke sana.
- Apa itu? - Jus ginseng merah.
Bibi memesan beberapa untuk San Deul,
tapi kemudian bibi memikirkanmu, jadi, bibi membawakan sekotak.
Jangan sampai diambil Go Bong atau ibumu.
Ini semua untukmu, mengerti?
Akan bibi letakkan di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.